Artikel Ilmiah : C1A014022 a.n. PUTRI NUR AINI
| NIM | C1A014022 |
|---|---|
| Namamhs | PUTRI NUR AINI |
| Judul Artikel | Analisis Pendapatan dan Strategi Bertahan Hidup Pengemudi Angkutan Kota di Purwokerto Kabupaten Banyumas |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Penelitian ini mengambil judul “Analisis Pendapatan dan Strategi Bertahan Hidup Pengemudi Angkutan Kota di Purwokerto Kabupaten Banyumas”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pendapatan dan konsumsi keluarga pengemudi angkutan kota di Purwokerto Kabupaten Banyumas, untuk menganalisis pendapatan keluarga pengemudi angkutan kota di Purwokerto sudah memenuhi standar Kebutuhan Hidup Layak (KHL) Banyumas atau belum, kemudian untuk menganalisis strategi bertahan hidup dalam memenuhi kebutuhan keluarga pengemudi angkutan kota di Purwokerto Kabupaten Banyumas. Jumlah sampel yang digunakan yaitu sebanyak 78 responden yang dipilih secara acak. Penelitian ini menggunakan statistik deskriptif kuantitatif untuk menganalisis pendapatan, untuk menganalisis konsumsi menggunakan rumus Average Propencity to Consume (APC), kemudian untuk menganalisis KHL dengan cara membandingkan pendapatan per kapita dengan standar KHL Kabupaten Banyumas tahun 2016, dan untuk menganalisis strategi bertahan hidup menggunakan strategi koping. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) hasil perhitungan pendapatan dapat diketahui 51,3 persen responden memiliki pendapatan pokok lebih kecil dibandingkan pendapatan lain. (2) hasil perhitungan APC dengan membandingkan konsumsi keluarga dan pendapatan pokok dapat diketahui bahwa 89,74 persen responden belum dapat memenuhi kebutuhan konsumsi keluarga. Tetapi berdasarkan hasil perhitungan APC dengan membandingkan konsumsi keluarga dan pendapatan keluarga dapat diketahui bahwa 69,23 persen responden sudah dapat memenuhi kebutuhan konsumsi keluarga. (3) hasil perhitungan KHL dengan membandingkan pendapatan pokok responden dan standar KHL Kabupaten Banyumas tahun 2016 terdapat 98,7 persen responden belum dapat memenuhi standar KHL, kemudian hasil perhitungan KHL dengan membandingkan pendapatan keluarga responden dan standar KHL Kabupaten Banyumas tahun 2016 terdapat 89,74 persen responden belum dapat memenuhi standar KHL. (4) hasil penelitian strategi bertahan hidup dengan menggunakan strategi koping dapat disimpulkan bahwa strategi yang digunakan yaitu memanfaatkan potensi keluarga, berhemat, mengikuti suatu kelembagaan, dan berhutang. Implikasi dari penelitian ini adalah: (1) untuk Pemerintah Daerah dan Dinas Perhubungan yang mengurus transportasi umum angkutan kota baiknya memberikan kebijakan yang yang adil terkait kesejahteraan pengemudi angkutan kota dan perbaikan fasilitas transportasi umum, sehingga pengemudi angkutan kota dapat diandalkan untuk mampu memenuhi kebutuhan keluarga. Kebijakan yang dapat dilakukan yaitu pembatasan jumlah transportasi on line dan pengawasan zona merah. Selain itu pengaturan jalur Bus Trans Jateng juga harus diatur kembali agar tidak terlalu berdampak buruk bagi angkutan kota. (2) untuk pengemudi angkutan kota sebaiknya dalam menjalani kehidupan sehari – hari agar dapat mengatasi masalah ekonomi dapat melakukan beberapa strategi yaitu memperpanjang waktu kerja, memanfaatkan potensi keluarga untuk bekerja, memiliki pekerjaan sampingan, berhemat, memprioritaskan kebutuhan pokok, mementingkan pendidikan anak (agar anak dapat menaikan status ekonomi dan sosial), kemudian mengikuti arisan, paguyuban, kelembagaan, serta strategi terakhir yaitu berhutang jika memang pendapatan benar –benar tidak dapat memenuhi konsumsi. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | This study takes the title "Revenue Analysis and Survival Strategy of City Transport Drivers in Purwokerto, Banyumas Regency". The purpose of the study are to analyze the income and consumption of the family of urban transport drivers in Purwokerto, Banyumas Regency, to analyze the income of the family of city transport drivers in Purwokerto had met the Banyumas Decent Living Standard (KHL) standard or not, then to analyze the survival strategy in meeting the needs of the family of city transportation drivers in Purwokerto, Banyumas Regency. The number of samples used is 78 respondents randomly selected. This study uses quantitative descriptive statistics to analyze income, using analysis with Propencity Consumption (APC), then to analyze KHL by comparing per capita income with the 2016 KHL standard of Banyumas Regency, and to analyze survival strategies using coping strategies. The results showed that: (1) the results of the calculation of income can be seen 51.3 percent of respondents have a smaller income than other income. (2) the results of APC calculations by comparing family consumption and basic income can be seen that 89.74 percent of respondents have not been able to meet family consumption needs. But based on the APC calculation results by comparing family consumption and family income it can be seen that 69.23 percent of respondents have been able to meet family consumption needs. (3) the results of the KHL calculation by comparing the respondent's principal income and the KHL standard in 2016 there are 98.7 percent of respondents unable to meet the KHL standard, then the results of the KHL calculation by comparing the respondents' family income and the 2016 KHL Regency Banyumas standard are 89.74 percent of respondents have not been able to meet the KHL standard. (4) the results of research on survival strategies using coping strategies can be concluded that the strategy used is to utilize family potential, economize, follow an institution, and owe. The implications of the study are: (1) for the Regional Government and the Department of Transportation that manage public transport in the city it is good to provide fair policies related to the welfare of city transport drivers and improvement of public transportation facilities, so that city transportation drivers can be relied upon to meet family needs. Policies that can be done are limiting the number of on line transportation and red zone supervision. In addition, the arrangement of the Trans Jateng Bus Line must also be rearranged so that it does not have too bad impacts on city transportation. (2) for city transport drivers to live their daily lives in order to overcome economic problems, they can carry out several strategies, namely extending work time, utilizing the family's potential to work, having a side job, saving money, prioritizing basic needs, prioritizing children's education (so that children can raise economic and social status), then follow social gathering, association, institutions, and the last strategy is to owe if the income really cannot meet consumption. |
| Kata kunci | |
| Pembimbing 1 | Drs. Sukiman, M.P. |
| Pembimbing 2 | Dr. Lilis Siti Badriah, S.E., M.Si. |
| Pembimbing 3 | Drs. Supadi, M.Si. |
| Tahun | 2019 |
| Jumlah Halaman | 19 |
| Tgl. Entri | 2019-01-14 13:18:28.418727 |