Home
Login.
Artikelilmiahs
5304
Update
DESIANA PUSPITA WARDANI
NIM
Judul Artikel
GERUSAN DASAR SUNGAI DI SEKITAR PILAR JEMBATAN AKIBAT KRIB
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Rusaknya suatu jembatan biasanya ditimbulkan oleh kerusakan pada struktur bagian bawahnya akibat gerusan lokal. Gerusan lokal terjadi karena aliran sungai yang terhambat oleh bangunan seperti pilar. Akan tetapi gerusan yang terjadi dapat dikurangi agar gerusan yang terjadi dapat sedangkal mungkin atau berkurang. Salah satu cara untuk mengurangi gerusan yang terlalu besar adalah dengan cara mendirikan bangunan seperti krib. Dimana salah satu manfaat bangunan krib sendiri adalah untuk mengurangi suatu gerusan yang terjadi di sekitar pilar jembatan Aliran sungai yang mengalir secara terus menerus akan menyebabkan penggerusan tanah dasar di sekitar pilar akibat adanya perubahan pola aliran dan arah aliran. Untuk mengetahui penyebab dan akibat yang ditimbulkan oleh perubahan arah aliran dan pola aliran karena adanya pilar, maka dilakukan penelitian tentang gerusan lokal di sekitar pilar dengan variasi bentuk pilar dan jumlah tiang krib terhadap arah aliran dengan maksud untuk mengetahui pola gerusan dan besarnya kedalaman gerusan. Penelitian bertujuan agar penempatan suatu pilar dan bangunan krib dapat meminimalisir gerusan yang terjadi dan tidak membahayakan pilar ataupun krib itu sendiri. Penelitian dilakukan di Laboratorium Hidraulika Universitas Jenderal Soedirman menggunakan flume dengan panjang 5 m, lebar 0,15 m, dan tinggi 0,25 m. Penelitian menggunakan 2 variasi bentuk pilar yaitu persegi dan lenticular dengan masing-masing sudut pilar yang diteliti adalah 0° serta model bangunan krib. Material dasar saluran yang digunakan adalah pasir yang lolos ayakan no. 20 dan tertahan di ayakan no. 200 dengan nilai d50 = 0,62 mm. Debit yang direncanakan adalah Q = 0,875 lt/det selama waktu running 90 menit untuk tiap-tiap bentuk pilar dan krib. Kondisi aliran dalam penelitian ini menggunakan aliran clear water scour atau aliran tanpa pasokan sedimen. Pola gerusan yang dibentuk memberikan suatu pemahaman tentang gerusan lokal di sekitar pilar jembatan yang mungkin terjadi akibat variasi bentuk pilar dan kerapatan dari bangunan krib itu sendiri terhadap arah aliran. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa gerusan dengan kedalamannya paling besar terjadi pada pilar persegi tanpa bangunan krib yaitu sebesar 11 mm. Sedangkan gerusan dengan kedalamannya paling kecil terjadi pada pilar lenticular dengan bangunan krib yaitu sebesar 5 mm. Kedalaman gerusan maksimum untuk pilar persegi dengan dan tanpa bangunan krib berturut-turut adalah 11 mm, 8 mm. Sedangkan untuk pilar lenticular dengan dan tanpa bangunan krib berturut-turut adalah 6 mm, 5 mm. Kedalaman gerusan menurun seiring dengan bertambahnya jumlah tiang krib dan kerapatannya serta waktu yang diperlukan. Pilar yang mempunyai bentuk lenticular dengan sudut 0° dan dengan adanya bangunan krib adalah pilar yang paling aman terhadap gerusan lokal.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Damage to the bridge is usually caused by the influence of structure causing the local scour. The local scour occurs because the flows of river is obstructed by buildings such as the pillars. But occurrence of scour can be reduced in order that it occurs as shallow as possible. One way to reduce scours that are too large is to build a crib. One of the benefits of crib is to reduce the scours which occurred around pillar. The Stream which flows continuously will cause the subgrade scouring around pillars due to changes in flow patterns and flow direction. To know the the causes and the impact by changes in flow direction and flow patterns due to the pillar, then we conducted research of local scour around the pillars with various shapes and pillar angles to the direction of flow with the purpose to know the pattern of scour and magnitude of scour depth caused by each shape and angle of pillars. The purpose of this research is to know arrangement of a pillarand cribs that can minimize scour and not in dangered the pillars. The research was conducted at the Hydraulics Laboratory of General Soedirman university using a flume with a length of 5 m, width 0.15 m, and height 0,25 m. Research using two shape variations that is square and lenticular with both pillar angles studied were 0° and cribs. The subgrade of channel is sand which pass sieve no. 20 and retained on sieve no. 200 with a value of d50 = 0.62 mm. The discharge was Q = 0.875 lt/sec during the 90-minute running time for each shape and angle of pillar. The flows in this research using the condition of clear water scour or stream without sediment supply. The results of this research are obtained the patterns of scour such as a contour with measured scour depth. The pattern of scour formed provide an understanding of local scour around pillar that may occur due to variations in the shape and existence of crib to the flow direction of the pillar. The results show that the deepest scour occurs in a square pillar without the crib is equal to 11 mm. While the smallest depth of scour occurs in lenticular pillar with 0° angle with a crib structure is equal to 5 mm. The maximum scour depth for square pillar with and without crib structure, respectively are, 11 mm, and 8 mm. While for pillar lenticular with and without crib stucture, respectively are, 6 mm, and 5 mm. Scour depth decreases as the number of without crib pile and density as well as the time required. Pillar that has a lenticular shape with a crib structure is the safest to scour.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save