Artikelilmiahs
Menampilkan 36.681-36.700 dari 49.029 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 36681 | 39604 | D1A019153 | PENGARUH KOMBINASI FOSFAT-MIKORIZA TERHADAP KADAR LEMAK KASAR, BETN DAN TDN TANAMAN SORGUM YANG DITANAM PADA TANAH KAPUR | Penelitian bertujuan untuk mengetahui kadar lemak kasar (LK), bahan ektrak tanpa nitrogen (BETN) dan total digestible nutrient (TDN) tanaman sorgum fase vegetatif dengan umur panen 63 hari yang ditanam di tanah kapur. Materi penelitian yang digunakan adalah tanaman sorgum, pupuk TSP dan fungi mikoriza yang ditanam sesuai perlakuan di polybag serta seperangkat alat uji lemak kasar. Penelitian menggunakan metode experimental rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial 4 x 4 dengan 5 kali ulangan. Faktor pertama adalah pupuk TSP dengan level 0; 1,33; 2,66; 3,99 g/polybag (G). Faktor kedua adalah penambahan mikoriza dengan level 0, 10, 20, 30 g/polybag (H). Variabel yang diukur dalam penelitian adalah kadar lemak kasar, BETN dan TDN. Penelitian dilakukan di green house serta Laboratorium Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman. Hasil analisis of variance (ANOVA) menunjukan bahwa pemberian fosfat-mikoriza berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap kadar lemak kasar, BETN dan TDN. Hasil uji lanjut duncant new multiple range test (DMRT) menunjukan perlakuan pupuk TSP 2,66 g/polybag dan mikoriza 20-30 g/polybag menghasilkan kadar lemak kasar, BETN dan TDN yang lebih tinggi dibanding kontrol. Kesimpulan penelitian yaitu kombinasi perlakuan pupuk TSP 2,66 g/polybag dan mikoriza 30 g/polybag dapat meningkatkan kadar lemak kasar, BETN dan TDN. | The aim of this study was to determine the crude fat (LK), nitrogen-free extract (BETN) and total digestible nutrient (TDN) vegetative phase of sorghum plants with a harvest age of 63 days grown in limestone soil. The research materials used were sorghum plants, TSP fertilizers and mycorrhizal fungi which were grown according to the treatment in polybags and a set of crude fat test kits. The research used a completely randomized design (CRD) 4 x 4 factorial experimental method with 5 replications. The first factor is TSP fertilizer with level 0; 1.33; 2.66; 3.99g/polybag (G). The second factor was the addition of mycorrhizae at levels of 0, 10, 20, 30 g/polybag (H). Variables measured in this study were crude fat content, BETN and TDN. The research was conducted in a green house and the Animal Feed and Nutrition Science Laboratory, Faculty of Animal Husbandry, Jenderal Soedirman University. The results of the analysis of variance (ANOVA) showed that the administration of phosphate-mycorrhiza had a significant effect (P>0.05) on crude fat content, BETN and TDN. The results of the Duncant new multiple range test (DMRT) showed that 2.66 g/polybag TSP and 20-30 g/polybag mycorrhiza resulted in higher levels of crude fat, BETN and TDN than the control. The conclusion of the study was that the combination of 2.66 g/polybag TSP and 30 g/polybag mycorrhiza treatments increased the levels of crude fat, BETN and TDN. | |
| 36682 | 44692 | K1A020005 | PENGARUH WAKTU ELEKTROLISIS DAN TEGANGAN LISTRIK TERHADAP PENURUNAN NILAI BOD, COD, DAN TSS LIMBAH CAIR RUMAH POTONG AYAM | Limbah cair rumah potong ayam memiliki nilai BOD, COD, dan TSS tinggi yang berpotensi mencemari lingkungan serta menurunkan kualitas air. Penurunan nilai BOD, COD, dan TSS limbah cair rumah potong ayam dapat dilakukan menggunakan metode elektrokimia. Elektrokimia merupakan salah satu metode pengolahan limbah cair, salah satunya menggunakan proses elektrolisis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu elektrolisis dan tegangan listrik terhadap penurunan nilai BOD, COD, dan TSS limbah cair rumah potong ayam menggunakan anoda PbO2 dan katoda Pb. Analisis sampel setelah elektrolisis menggunakan metode Winkler untuk analisis BOD, metode titrasi Iodometri untuk analisis COD, dan metode Gravimetri untuk analisis TSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar waktu elektrolisis dan tegangan listrik, maka semakin besar penurunan nilai BOD, COD, dan TSS. Penurunan terbesar nilai BOD, COD, dan TSS terjadi pada waktu 240 menit dan tegangan listrik 12 volt. | Chicken slaughterhouse wastewater has high BOD, COD, and TSS values which have the potential to pollute the environment and reduce air quality. Decreasing of BOD, COD, and TSS values can be carried out using an electrochemical method. Electrochemical is one of the methods of wastewater treatment, one of which uses the electrolysis process. The purpose of the research was to determine the effect of electrolysis time and electric voltage to decrease the BOD, COD, and TSS values of chicken slaughterhouse wastewater using PbO2 as anode and Pb as cathode. Analysis of the sample after electrolysis used Winkler method for BOD analysis, Iodometric titration method for COD analysis, and Gravimetric method for TSS analysis. The results of the research showed that the greater the electrolysis time and electrical voltage, the greater the decrease in BOD, COD, and TSS values occurred at 240 minutes and an electrical voltage of 12 volts. | |
| 36683 | 39605 | C1A018048 | Valuasi Ekonomi Objek Wisata Hutan Pinus Limpakuwus Pendekatan TCM (Travel Cost Method) | Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya nilai Objek Wisata Hutan Pinus Limpakuwus berdasarkan TCM. Selanjutnya, untuk menganalisis variabel pendapatan, jarak, biaya perjalanan, usia, waktu tempuh dan pendidikan berpengaruh terhadap jumlah kunjungan wisatawan Objek Wisata Hutan Pinus Limpakuwus. Dan yang terakhir yaitu untuk mengetahui variabel manakah yang paling berpengaruh terhadap jumlah kunjungan Objek Wisata Hutan Pinus Limpakuwus. Metode yang digunakan dalam pengambilan sampel penelitian yaitu dengan menggunakan accidental sampling melalui wawancara dengan bantuan kuisoner. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, analisis travel cost dan analisis regresi linear berganda. Hasil penlitian ini menunjukan bahwa total biaya perjalanan seluruh responden adalah sebesar Rp 17.284.000,00 dengan total rata-rata biaya responden sebesar Rp 172.840,00 per orang. Hasil regresi menunjukan bahwa variabel pendapatan, usia dan waktu tempuh berpengaruh positif dan signifikan terhadap jumlah kunjungan, sedangkan variabel jarak, biaya perjalanan dan pendidikan tidak perpengaruh dan signifikan terhadap jumlah kunjungan wisatawan. | The purpose of this research is to determine the value of Limpakuwus Pine Forest Tourism Object based on TCM. Then, to analyze the variables of income, distance, travel costs, age, travel time and education affect the number of tourist visits to the Limpakuwus Pine Forest Tourism Object. And the last is to find out which variable has the most influence on the number of visitors to the Limpakuwus Pine Forest Tourism Object. The method used in taking research samples is by using accidental sampling through interviews with the help of questionnaires. The data analysis technique used is descriptive analysis, travel cost analysis and multiple linear regression analysis. The results of this research show the total travel costs of all respondents amounted to Rp. 17,284,000.00 with an average total cost of respondents of Rp. 172,840.00 every person. The regression results show that the variables of income, age and travel time have a positive and significant effect on the number of visits, while the variables of distance, travel costs and education have no and significant effect on the number of tourist visits. | |
| 36684 | 39606 | K1B017072 | SOLUSI NUMERIK PERSAMAAN DIFERENSIAL BIASA DENGAN METODE ADAM-BASHFORTH-MOULTON | Pada penelitian ini dilakukan penurunan metode Adam-Bashforth-Moulton orde 4 dan Metode Adam-Bashforth-Moulton orde 5. Metode yang digunakan mengacu pada persamaan diferensial biasa dengan syarat awal. Untuk Adam-Bashforth-Moulton orde 4 pada bentuk persamaan prediktor menggunakan polinom interpolasi Newton-Gregory derajat 3 dan pada persamaan korektor menggunkan polinom interpolasi Lagrange derjat 3. Untuk Adam-Bashforth-Moulton orde 5 pada bentuk persamaan prediktor menggunakan polinom interpolasi Newton-Gregory derajat 4 dan pada persamaan korektor menggunkan polinom interpolasi Lagrange derajat 4. Selanjutnya, setelah dilakukan perhitungan tingkat error atau keakuratan akan dibandingkan dengan metode Runge-Kutta orde 5 dengan menggunakan galat mutlak. Hasil yang diperoleh bahwa metode Adam-Bashforth-Moulton orde 5 memberikan alternatif metode dalam mendapatkan solusi dengan tingkat keakuratan yang lebih tinggi. | In this study, the fourth-order Adam-Bashforth-Moulton method and the fifth-order Adam-Bashforth-Moulton method were derived. The method used refers to ordinary differential equations with initial conditions. For Adam-Bashforth-Moulton order 4 in the form of predictor equations using Newton-Gregory interpolation polynomials of degree 3 and in the corrector equation using Lagrange interpolation polynomials of degree 3. For Adam-Bashforth-Moulton order 5 in the form of predictor equations using Newton-Gregory interpolation polynomials of degree 4 and in the corrector equation using Lagrange interpolation polynomials of degree 4. Furthermore, after the calculation of the error rate or accuracy compared to the 5th order Runge-Kutta method using absolute error. The results obtained that the Adam-Bashforth-Moulton method of order 5 provides an alternative method in obtaining solutions with a higher level of accuracy. | |
| 36685 | 39607 | D1A019193 | Produktivitas Ayam Broiler Pada Bheqi Farm 2 dan Masjud Farm | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan produktivitas ayam broiler di Bheqi Farm 2 dan Masjud Farm. Materi yang digunakan berupa 2 kandang dengan masing-masing memiliki rataan populasi 70.000 ekor. Metode analisis yang digunakan yaitu regresi linear berganda digunakan untuk menguji pengaruh variabel independen yaitu Mortalitas (X1) dan Bobot Panen (X2) terhadap variabel dependen yaitu Indeks Performans (Y), kemudian tiap variabel dibandingkan antar kandang dengan independent t test. Hasil penelitian menunjukan bahwa mortalitas tidak berbeda nyata pada kedua kandang, bobot panen tidak berbeda nyata pada kedua kandang, indeks performans tidak berbeda nyata terhadap kedua kandang, mortalitas tidak berpengaruh nyata terhadap indeks performans, dan bobot panen tidak berperngaruh nyata terhadap indeks performans. Produktivitas ayam broiler pada Bheqi Farm 2 lebih baik dibanding Masjud Farm. Indeks performans pada kedua kandang berkategori baik dengan nilai >300. | This study aims to determine the productivity comparison of broiler chickens at Bheqi Farm 2 and Masjud Farm. The material used was in the form of 2 cages with an average population of 70,000 individuals each. The research design used was a completely randomized design (CRD) with 2 treatments, namely Bheqi Farm 2 and Masjud Farm and 5 replicates per week of maintenance. The analytical method used, namely multiple linear regression was used to test the effect of the independent variables namely Mortality (X1) and Harvest Weight (X2) on the dependent variable, namely Performance Index (Y), then each variable was compared between cages with the independent t test. The results showed that mortality was not significantly different in the two cages, harvest weight was not significantly different in the two cages, the performance index was not significantly different between the two cages, mortality did not have a significant effect on the performance index, and harvest weight did not have a significant effect on the performance index. Broiler productivity at Bheqi Farm 2 is better than Masjud Farm. The performance index in both cages is in good category with value > 300. | |
| 36686 | 44126 | H1A020053 | Perancangan Prototipe Sistem Proteksi Instalasi Listrik Rumah Berbasis Internet Of Things (IoT) | Kebakaran merupakan bencana yang sering terjadi di kota-kota besar baik pada kawasan pemukiman penduduk, gedung perkantoran, pabrik, pasar, pusat pembelanjaan dan lain-lain. Menurut Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri, pada tahun 2021 terdapat sebanyak 5.274 kejadian kebakaran yang diakibatkan oleh instalasi istrik pada rumah. Kemudian menurut Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Keslamatan DKI Jakarta menyebutkan bahwa pada tahun 2022 dan 2023 berturut-turut terdapat sekitar 1.059 dan 1.216 kejadian kebakaran yang diakibatkan oleh instalasi listrik pada rumah. Terdapat 3 faktor utama yang menyebabkan kebakaran pada rumah yang diakibatkan oleh instalasi listrik faktor tersebut antara lain yaitu korsleting listrik, overload arus listrik, dan kebocoran arus listrik. Selain itu terdapat faktor tambahan yang dapat menyebabkan kebakaran pada rumah seperti adanya peningkatan suhu penghantar pada instalasi listrik dan bahan-bahan yang mudah terbakar yang terdapat disekitar area rumah. Maka dari itu perlu adanya penelitian yang ditujukan untuk membuat alat yang dapat mendeteksi faktor-faktor yang dapat menyebabkan kebakaran tersebut sehingga dapat meminimalisir terjadi kebakaran pada rumah. Pada penelitian ini akan dibuat suatu alat yang dapat mendeteksi adanya faktor-faktor yang dapat menyebabkan kebakaran tersebut yang terdiri dari mikrokontroller Esp32, mikrokontroller Esp8266, sensor PZEM-004t, sensor DHT22, relay, dan indikator. Setelah dilakukan pengujian sistem ini dapat memonitoring parameter tegangan, arus, dan suhu dengan baik, dimana nilai rata-rata akurasi dari pengukuran sensor diatas 90%. Pada sistem ini juga telah berhasil membuat sistem proteksi tambahan atau backup untuk sistem proteksi utama pada instalasi listrik rumah yaitu MCB serta telah berhasil menambahkan sistem proteksi tambahan dari faktor termal pada masing-masing terminal beban di setiap ruangan. Dengan demikian sistem yang dibuat dapat menjadi sistem proteksi tambahan pada instalasi listrik rumah untuk meminimalisir terjadinya kebakaran pada rumah yang diakibatkan oleh listrik. | Fire is a disaster that often occurs in big cities, both in residential areas, office buildings, factories, markets, shopping centers and others. According to the Director General of Regional Administration Development at the Ministry of Home Affairs, in 2021 there were 5,274 fire incidents caused by electrical installations in homes. Then, according to the DKI Jakarta Fire and Safety Management Service, it is stated that in 2022 and 2023 respectively there will be around 1,059 and 1,216 fire incidents caused by electrical installations in homes. There are 3 main factors that cause fires in houses caused by electrical installations. These factors include electrical short circuits, electric current overload, and electric current leaks. Apart from that, there are additional factors that can cause a fire in a house, such as an increase in the temperature of conductors in electrical installations and flammable materials found around the house area. Therefore, there is a need for research aimed at creating tools that can detect factors that can cause fires so that they can minimize the occurrence of fires in houses. In this research, a tool will be created that can detect factors that can cause a fire, consisting of an Esp32 microcontroller, Esp8266 microcontroller, PZEM-004t sensor, DHT22 sensor, relay, and indicator. After testing, this system can monitor voltage, current and temperature parameters well, where the average accuracy of sensor measurements is above 90%. This system has also succeeded in creating an additional or backup protection system for the main protection system in the home's electrical installation, namely MCB, and has succeeded in adding an additional protection system from thermal factors at each load terminal in each room. In this way, the system created can be an additional protection system for home electrical installations to minimize the occurrence of fires in the home caused by electricity. | |
| 36687 | 52387 | D1A022055 | Pengaruh Mikroklimat Kandang Terhadap Pertambahan Bobot Badan dan Keseragaman Ayam Parent Stock Umur 11 Minggu | Mikroklimat kandang yang meliputi suhu dan kelembaban merupakan faktor penting dalam pemeliharaan ayam parent stock. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi mikroklimat kandang serta mengevaluasi perbedaan pertambahan bobot badan (PBB) dan keseragaman ayam parent stock umur 11 minggu pada kelompok suhu yang berbeda. Penelitian dilaksanakan di PT Japfa Comfeed Unit Cipunagara 1 pada bulan Agustus hingga November 2024 menggunakan 6 kandang (kandang 3–8). Pengukuran suhu dilakukan pada setiap kandang, kemudian dikelompokkan menjadi suhu tinggi dan suhu rendah. Data performa ayam jantan dan betina dianalisis secara deskriptif dan diuji menggunakan uji t dua sampel independen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu kandang berkisar antara 28,20–28,53°C (rendah) dan 30,21–31,50°C (tinggi). Rata-rata PBB jantan pada suhu tinggi sebesar 100,33 ± 2,52 g dan suhu rendah sebesar 171,00 ± 10,54 g, sedangkan pada betina masing-masing sebesar 94,33 ± 1,53 g dan 143,00 ± 10,54 g. Keseragaman pada ayam jantan pada suhu tinggi sebesar 76,91 ± 1,43% dan suhu rendah sebesar 81,68 ± 0,14%, sedangkan pada betina masing-masing sebesar 80,98 ± 0,59% dan 86,91 ± 0,53%. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa perbedaan suhu kandang memberikan pengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap PBB dan uniformity ayam. Kesimpulannya, peningkatan suhu kandang di atas kisaran optimal dapat menurunkan pertumbuhan dan keseragaman ayam parent stock umur 11 minggu akibat cekaman panas. | This Microclimate conditions, including temperature and humidity, are important factors in the management of parent stock chickens. This study aimed to analyze the microclimate conditions of poultry houses and to evaluate the differences in body weight gain (BWG) and uniformity of 11-week-old parent stock chickens under different temperature groups. The study was conducted at PT Japfa Comfeed Unit Cipunagara 1 from August to November 2024 using six houses (house 3–8). Temperature measurements were carried out in each house and then classified into high and low temperature groups. The performance data of male and female chickens were analyzed descriptively and tested using an independent sample t-test. The results showed that house temperatures ranged from 28.20–28.53°C (low) and 30.21– 31.50°C (high). The average BWG of males in the high-temperature group was 100.33 ± 2.52 g and in the low-temperature group was 171.00 ± 10.54 g, while in females it was 94.33 ± 1.53 g and 143.00 ± 10.54 g, respectively. The uniformity of males in the high-temperature group was 76.91 ± 1.43% and in the low-temperature group was 81.68 ± 0.14%, while in females it was 80.98 ± 0.59% and 86.91 ± 0.53%, respectively. Statistical analysis showed that temperature differences had a highly significant effect (P<0.01) on BWG and uniformity. In conclusion, higher house temperatures above the optimal range can reduce growth performance and uniformity of 11-week-old parent stock chickens due to heat stress. | |
| 36688 | 39551 | K1B019012 | PERBANDINGAN METODE SUPPORT VECTOR MACHINE DAN RANDOM FOREST UNTUK KLASIFIKASI PENYAKIT STROKE TAHUN 2019 – 2022 | Non-Hemorrhagic and Hemorrhagic Strokes are Indonesia's number one causes of death. One way that can be used to predict stroke is the classification of the SVM and Random Forest methods. The data used in this study were stroke patient data at RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo in 2019 – 2022. The SVM Kernel RBF and Random Forest methods are said to have equal ability in making predictions because they have a minimal difference in accuracy value of 0,1% from SVM (Kernel Polynomial). However, the Random Forest method with ntree=500, mtry=7, and a final prediction result of 97,6% can be said to have superior performance to the SVM method (Kernel Polynomial and Kernel RBF) because it has the highest ROC curve value of 99,7%. | Stroke Non Hemoragik dan Stroke Hemoragik merupakan penyakit yang menyebabkan kematian nomor satu di Indonesia. Salah satu cara yang dapat digunakan memprediksi penyakit stroke adalah klasifikasi metode SVM dan Random Forest. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data pasien stroke RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Tahun 2019 – 2022. Metode SVM Kernel RBF dan Random Forest dikatakan memiliki kemampuan yang setara dalam melakukan prediksi karena memiliki selisih nilai akurasi yang sangat kecil yaitu 0,1% dari SVM (Kernel Polynomial). Namun, metode Random Forest dengan ntree=500, mtry=7, dan hasil prediksi akhir 97,6% dapat dikatakan memiliki performa lebih unggul dari metode SVM (Kernel Polynomial dan Kernel RBF) karena memiliki nilai kurva ROC paling tinggi yaitu 99,7%. | |
| 36689 | 44127 | H1A020054 | ANALISIS PERFORMANSI PADA LAYANAN LIVE STREAMING APLIKASI VISION PLUS DENGAN PARAMETER QUALITY OF SERVICE DENGAN STANDAR JARINGAN WI-FI 5 DAN WI-FI 6 | Penelitian ini dilatar belakangi oleh meningkatnya kebutuhan akan akses internet yang stabil dan cepat seiring dengan pertumbuhan penggunaan perangkat mobile. Fokus utama penelitian adalah pada analisis performansi Quality of Service (QoS) dalam jaringan Wi-Fi 5 dan Wi-Fi 6, yang kini menjadi tulang punggung konektivitas nirkabel. Parameter yang diuji dalam penelitian ini mencakup delay, jitter, packet loss, throughput, dan frame rate dengan penekanan pada layanan live streaming melalui aplikasi Vision Plus. Pengujian dilaksanakan menggunakan software Wireshark untuk mengukur dan membandingkan kinerja kedua standar jaringan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi dan membandingkan kualitas layanan yang disediakan oleh standar Wi-Fi 5 dan Wi-Fi 6 pada layanan live streaming melalui aplikasi Vision Plus, terutama dalam hal kecepatan transfer data dan kekuatan sinyal. Pemilihan kedua standar ini didasarkan pada klaim Wi-Fi 6 yang menawarkan kecepatan transfer data yang lebih tinggi dibandingkan dengan Wi-Fi 5. Penelitian ini mengambil sampel pengujian pada kondisi jarak tertentu untuk menilai bagaimana pengaruhnya terhadap kinerja streaming video. Dengan hasil penelitian yang diperoleh, diharapkan dapat memberikan rekomendasi yang bermanfaat bagi pengguna dalam memilih standar Wi-Fi yang tepat untuk kegiatan live streaming, serta bagi penyedia layanan internet untuk meningkatkan kualitas jaringan mereka. Analisis ini juga bertujuan untuk memperkaya literatur tentang performansi jaringan nirkabel modern, dengan memberikan data empiris mengenai efektivitas QoS dalam mendukung komunikasi data multimedia dalam era internet yang semakin maju. | This study is motivated by the increasing need for stable and fast internet access as the use of mobile devices grows. The main focus of the research is the analysis of Quality of Service (QoS) performance in Wi-Fi 5 and Wi-Fi 6 networks, which are now the backbone of wireless connectivity. The parameters tested in this study include delay, jitter, packet loss, throughput, and frame rate, with an emphasis on live streaming services through the Vision Plus application. Testing was carried out using Wireshark software to measure and compare the performance of both network standards. The purpose of this research is to evaluate and compare the quality of service provided by Wi-Fi 5 and Wi-Fi 6 standards for live streaming services through the Vision Plus application, particularly in terms of data transfer speed and signal strength. The selection of these two standards is based on the claim that Wi-Fi 6 offers higher data transfer speeds compared to Wi-Fi 5. This study takes test samples under certain distance conditions to assess how it affects video streaming performance. With the results obtained from the research, it is hoped that useful recommendations can be provided for users in choosing the right Wi-Fi standard for live streaming activities, as well as for internet service providers to improve the quality of their networks. This analysis also aims to enrich the literature on the performance of modern wireless networks, by providing empirical data on the effectiveness of QoS in supporting multimedia data communication in an increasingly advanced internet era. | |
| 36690 | 39609 | K1B018046 | PEMODELAN MULTIVARIATE ADAPTIVE REGRESSION SPLINE PADA FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEMISKINAN DI PROVINSI JAWA TENGAH | Menurut Badan Pusat Statistik persentase jumlah penduduk miskin di Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2021 mengalami penurunan sebesar 0,54%, namun Provinsi Jawa Tengah masih menduduki peringkat kedua dengan tingkat kemiskinan tertinggi di Pulau Jawa. Penelitian ini bertujuan memodelkan kemiskinan di Provinsi Jawa Tengah dengan faktor-faktor yang diduga mempengaruhinya agar dapat digunakan sebagai perencanaan pembangunan lebih terarah pada pengentasan kemiskinanan di Provinsi Jawa Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah multivariate adaptive regression spline (MARS) menggunakan kriteria generalized cross validation (GCV) dengan 8 variabel prediktor yang didasarkan pada kriteria penduduk miskin menurut Badan Pusat Statistik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 5 faktor yang mempengaruhi kemiskinan Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2021. Antara lain yaitu persentase jenis lantai tempat tinggal, persentase jenis dinding tempat tinggal, persentase rumah tangga menurut sumber air minum, persentase penduduk yang tidak memiliki biaya berobat, dan sumber penghasilan kepala rumah tangga. Model multivariate adaptive regression spline terbaik yang diperoleh yaitu: Y ̂ = 4,27557 – 0,617696 (BF1) – 0,350765 (BF3) – 1,36866 (BF4) – 0,761971 (BF5) + 0,124486 (BF6) – 432,605 (BF7) + 48,9558 (BF8) + 381,335 (BF11) – 0,252628 (BF13) – 0,943045 (BF14) + 1,09456 (BF15) + 51,3892 (BF17) + 3,60846 (BF23) – 3,14968 (BF25) + 0,438206 (BF27) | According to the Central Statistics Agency, the percentage of poor people in Central Java Province in 2021 has decreased by 0.54%, but Central Java Province is still in the second rank with the highest poverty rate in Java Island. This study aims to model poverty in Central Java Province with the factors that are thought to influence it so that it can be used as a development plan that is more focused on poverty alleviation in Central Java Province. The method used in this study is a multivariate adaptive regression spline (MARS) using generalized cross validation (GCV) criteria with 8 predictor variables based on the criteria of poor people according to the Central Bureau of Statistics. The results of this study indicate that there are 5 factors that affect poverty in Central Java Province in 2021. These include the percentage of residential floors, the percentage of residential walls, the percentage of households according to drinking water sources, the percentage of residents who do not have medical expenses, and source of income for the head of the household. The best multivariate adaptive regression spline model obtained is: Y ̂ = 4,27557 – 0,617696 (BF1) – 0,350765 (BF3) – 1,36866 (BF4) – 0,761971 (BF5) + 0,124486 (BF6) – 432,605 (BF7) + 48,9558 (BF8) + 381,335 (BF11) – 0,252628 (BF13) – 0,943045 (BF14) + 1,09456 (BF15) + 51,3892 (BF17) + 3,60846 (BF23) – 3,14968 (BF25) + 0,438206 (BF27) | |
| 36691 | 39611 | K1B019003 | Perbandingan Fungsi Pembobot Kernel Adaptive pada Model Geographically Weighted Regression dalam Memodelkan Angka Partisipasi Kasar Perguruan Tinggi di Indonesia | Angka partisipasi kasar perguruan tinggi (APK PT) merupakan indikator visi Indonesia Emas 2045 yang menunjukkan perbandingan jumlah mahasiswa dengan jumlah penduduk usia kuliah. Menurut Badan Pusat Statistik, APK PT Indonesia tahun 2021 berada pada angka 31,19%. Angka tersebut masih jauh dari target sehingga penelitian ini bertujuan untuk melakukan pemodelan dan pemetaan faktor APK PT menurut provinsi agar setiap provinsi dapat memfokuskan kebijakan pada faktor pengaruhnya. Analisis spasial yang dapat digunakan pada data terindikasi keragaman spasial adalah Geographically Weighted Regression. Pada penelitian ini, model dibentuk dengan fungsi pembobot kernel adaptive Gaussian, bisquare, dan tricube untuk kemudian dibandingkan dan dipilih model yang terbaik. Berdasarkan hasil perhitungan, fungsi pembobot kernel adaptive bisquare menghasilkan model dengan nilai Akaike Information Criterion terkecil. Dengan kata lain, fungsi tersebut menghasilkan model terbaik. Kelompok yang terbentuk adalah sebanyak enam kelompok, dengan faktor yang berpengaruh adalah persentase penduduk buta huruf berusia lebih dari 15 tahun, kepadatan penduduk, harapan lama sekolah, jumlah perguruan tinggi, dan rasio dosen-mahasiswa. | The gross enrollment rate of higher education (GER HE) is the indicators of vision Indonesia Emas 2045 means that the ratio of the number of students to the number of college-age population. According to Central Statistics Agency, GER HE Indonesia in 2021 is at 31.19%. This figure is still far from the target, so this study aims to model and map the factors of GER HE by province so that each province can focus policies on influential factors. Spatial analysis that can be used on data that indicate spatial heterogenity is Geographically Weighted Regression. In this study, model was formed using the adaptive Gaussian, bisquare, and tricube kernel weighting function to then compared and selected the best model. Based on the calculation results, the adaptive bisquare kernel weighting function produces a model with the smallest Akaike Information Criterion. In other words, this function produces the best model. Groups formed was six groups, with influential factors are the proportion of the population without letters aged more than 15 years, population density, expected length of schooling, and the ratio of lecturers to students. | |
| 36692 | 39610 | J1E017032 | Higher Order Thinking Skills in Open-Ended Reading Exercises (A Content Analysis on a Course Book Entitled “English On Sky 3”) | Penelitian ini mengkaji Higher Order Thinking dalam latihan membaca yang terdapat pada buku English on Sky 3 terbitan Erlangga tahun 2018 untuk siswa kelas 9 SMP. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan menggunakan metode analisis isi. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah latihan membaca open-ended yang berasal dari English on Sky 3. Peneliti menentukan tingkat kognitif dari setiap pertanyaan bacaan menggunakan teori taksonomi Bloom yang telah direvisi mengenai enam tingkat kognitif. Distribusi masing-masing level kognitif kemudian dihitung dan dibandingkan untuk mengetahui distribusi HOTS secara keseluruhan dan level kognitif HOTS mana yang paling dominan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 158 soal bacaan terbuka (3,80%) terdapat 6 soal yang tergolong HOTS, sedangkan 152 dari 158 soal bacaan (96,20%) termasuk dalam kategori LOTS. Tingkat kognitif yang paling dominan adalah level menganalisis dengan distribusi 5 dari 6 soal (83,3%). Level mengevaluasi hanya memperoleh 1 dari 6 pertanyaan (16,7%), dan level mencipta tidak memiliki distribusi. Kesimpulannya, distribusi HOTS lebih rendah dari LOTS, menunjukkan bahwa latihan membaca open-ended dalam Bahasa Inggris di Sky 3 tidak cukup untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis siswa. | This research examines Higher Order Thinking in reading exercises available on a course book entitled English on Sky 3 published by Erlangga in 2018 for grade 9 students of Junior High Schools. This research is qualitative by using the content analysis method. The data used in this research were open-ended reading exercises derived from the English on Sky 3. The researcher determined the cognitive level of each reading question using the revised bloom's taxonomy theory regarding six cognitive levels. The distributions of each cognitive level were then calculated and compared to find out the overall distribution of HOTS and which HOTS cognitive level is most dominant. The results showed that there were 6 out of 158 open-ended reading questions (3.80%) belonged to HOTS, while 152 out of 158 reading questions (96.20%) belonged to LOTS. The most dominant cognitive level was Analyzing with the distribution of 5 out of 6 questions (83.3%). Evaluating level acquired only 1 of 6 questions (16.7%), and Creating level had no distribution. In conclusion, the distribution of HOTS is lower than LOTS, demonstrating that the open-ended reading exercises in English on Sky 3 are insufficient to develop students' critical thinking skills. | |
| 36693 | 39608 | J1E018012 | IMPROVING STUDENTS’ SPEAKING SKILLS USING “SHOW-AND-TELL” METHOD (Classroom Action Research for the Seventh-Grade Students of SMP Negeri 3 Karawang Barat in the Academic Year of 2022/2023) | Berbicara adalah suatu bentuk komunikasi. yang menjadi keterampilan penting untuk dipelajari dalam pembelajaran bahasa. Dalam prosesnya, tidak jarang ditemukan beberapa permasalahan karena metode pengajaran yang digunakan seringkali kurang tepat. Metode "Show-and-tell" adalah salah satu metode solusi terbaik untuk diterapkan di kelas. Penggunaan metode ini akan melibatkan siswa dalam kegiatan berbicara di kelas dan membantu mereka menjadi lebih percaya diri dengan membiasakan diri berlatih berbicara. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui skor peningkatan setelah menggunakan metode “show-and-tell” (2) penerapan metode “show-and-tell”, serta (3) tanggapan guru dan siswa terhadap metode tersebut. Penelitian ini difokuskan pada siswa kelas VII SMP Negeri 3 Karawang Barat tahun pelajaran 2022/2023. Penelitian ini menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Data yang digunakan meliputi data kualitatif dan kuantitatif yang dikumpulkan dari tes, observasi dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) implementasi metode “show-and-tell” berhasil diimplementasikan dalam proses pengajaran dan pembelajaran serta meningkatkan keterampilan berbicara siswa, (2) siswa juga menunjukkan peningkatan skor yang memuaskan sebelum dan sesudah menggunakan metode tersebut. Dari hasil tes, skor rata-rata meningkat dari 46,44 di pre-test menjadi 66,60 di post-test 1 dan 76,26 di post-test 2. Penelitian ini juga dianalisis dengan menggunakan Paired Samples T-Test di SPSS 26. Hasilnya menunjukkan bahwa nilai p adalah 0,00<0,05, yang menunjukkan bahwa hasilnya signifikan secara statistik. (3) Metode ini juga menghasilkan respons positif dari siswa dan guru. Siswa menyatakan bahwa metode ini membantu mereka meningkatkan keterampilan berbicara mereka. Guru juga mengatakan bahwa dia puas dengan perbaikan siswa dan tertarik untuk menggunakan metode ini dalam pembelajaran selanjutnya. | Speaking is a form of communication that becomes an important skill learned in language learning. In the process, it is common to find several problems since the teaching method is often inappropriate. "Show-and-tell" method is one of the best solution methods to apply in the class. Using this method will involve students in the speaking activity in class and help them become more confident by getting used to the practice of speaking. This research aimed to find out; (1) the implementation of the "show-and-tell" method, (2) the improvement scores after using the method, and (3) teachers' and students’ responses to the method. This study focused on seventh-grade students at SMP Negeri 3 Karawang Barat in the academic year of 2022/2023. This research used a Classroom Action Research (CAR) design, which was carried out in two cycles. The data included both qualitative and quantitative data which collected from test, observations and interviews. The result of this research shows that (1) the implementation of "show-and-tell" method was successfully implemented in the teaching and learning process and improve students’ speaking skills, (2) the students also showed a satisfactory increase in scores before and after using the method. From the result of the tests, the mean scores increased from 46.44 in pre-test to 66.60 in post-test 1 and to 76.26 in post-test 2. The students’ scores were also analyzed using the Paired Samples T-Test in SPSS 26. The result shows that the p-value is 0.00 < 0.05, which indicates that the result is statistically significant. (3) Also, this method elicited positive responses from both students and teachers. The students stated that this method helped them improve their speaking skills. The teacher also said that she was satisfied with the students' scores improvements and interested in using this method in future learning. | |
| 36694 | 39612 | K1B018034 | METODE AUTOREGRESSIVE DISTRIBUTED LAG DAN APLIKASINYA DALAM PEMODELAN KEMISKINAN DI KABUPATEN BANYUMAS | Kemiskinan merupakan salah satu permasalahan yang menjadi pusat perhatian pemerintah di hampir seluruh daerah di Indonesia. Salah satu daerah yang mengalami masalah kemiskinan yaitu Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Kabupaten Banyumas menduduki urutan kedua tertinggi dengan jumlah penduduk miskin terbanyak di Provinsi Jawa Tengah. Banyak faktor yang diduga menjadi penyebab tingginya penduduk miskin, di antaranya adalah tingkat pengangguran yang tinggi dan rendahnya tingkat pendidikan yang ditamatkan oleh suatu kelompok masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan pengaruh pendidikan dan pengangguran terhadap kemiskinan di Kabupaten Banyumas. Metode yang digunakan adalah metode autoregressive distributed lag. Persamaan distributed lag dugaan ditentukan dengan menggunakan metode Koyck atau transformasi Koyck, sehingga menghasilkan persamaan model baru yang bersifat autoregressive. Dari hasil penelitian, model Koyck dari pengaruh pendidikan dan pengangguran terhadap kemiskinan di Kabupaten Banyumas yang diperoleh adalahY_t 〖=13,61495-0,25634X〗_1t+〖1,37284X〗_2t+0,02601Y_(t-1), sedangkan untuk model distributed lag jangka panjang yang dihasilkan adalah 〖Y_t=13,97863-0,263185X〗_1t+〖1,409501X〗_2t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial pendidikan yang rendah dan kemiskinan pada lag 1 tidak berpengaruh signifkan terhadap kemiskinan di Kabupaten Banyumas. Sementara itu, pengangguran berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan di Kabupaten Banyumas. | Poverty is one of the problems that is focus of government’s attention in almost all regions in Indonesia. One of the area that has a problem about poverty is Banyumas Regency, Jawa Tengah Provinve. Banyumas Regency is ranked as the second largest poor population in Jawa Tengah. It was many factor are suspected to be cause of poverty, two of them are high unemployment and low education levels. This study aims to modeling the effect of education and unemployment on poverty of Banyumas Regency. The method is autoregressive distributed lag (ARDL). The Koyck tranformation of distributed lag is used, so it was produced new equation of the autoregressive. The result showed that the Koyck model is influenced by education and unemployment on poverty of Banyumas Regency namely Y_t 〖=13,61495-0,25634X〗_1t+〖1,37284X〗_2t+0,02601Y_(t-1), and the long-term model of distributed lag is 〖Y_t=13,97863-0,263185X〗_1t+〖1,409501X〗_2t. Another result is partially low education and poverty in lag 1 did not significantly influence the poverty in Banyumas Regency. Meanwhile, unemployment did significantly influence the poverty in Banyumas Regency. | |
| 36695 | 39613 | B1A019130 | Studi Karakter Anatomi Daun Genus Hibiscus di Wilayah Purwokerto dan Sekitarnya | Genus Hibiscus merupakan anggota dari familia Malvaceae. Daun Hibiscus bervariasi secara anatomi. Keanekaragaman anatomi daun dapat digunakan sebagai bahan acuan untuk proses identifikasi dan klasifikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakter anatomi dan perbedaan karakter anatomi daun genus Hibiscus di wilayah Purwokerto dan sekitarnya. Metode yang digunakan adalah metode survei dengan purposive sampling. Parameter yang diamati meliputi panjang dan lebar stomata, kerapatan stomata dan trikomata, tebal kutikula, epidermis, mesofil, dan rasio palisade. Pembuatan preparat anatomi daun menggunakan preparat segar dan preparat awetan dengan metode embedding. Data pengamatan dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) pada tingkat kesalahan 10% dan dilanjutkan dengan uji Tukey menggunakan software SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter anatomi daun sembilan spesies anggota genus Hibiscus yang ditemukan di wilayah Purwokerto dan sekitarnya mempunyai struktur anatomi yang sama yaitu terdiri atas kutikula, jaringan epidermis, jaringan mesofil, dan jaringan pengangkut dengan keragaman ukuran antar spesies. Tipe stomata anisositik hanya dimiliki oleh H. acetocella, H. rosa-sinensis, H. schizopetalus, dan H. syriacus, sedangkan tipe stomata parasitik hanya dimiliki oleh H. cannabinus, H. macrophyllus, H. mutabilis, H. sabdariffa, dan H. tiliaceus. Trikomata terdapat pada kedua permukaan daun hanya dimiliki oleh H. macrophyllus dan H. mutabilis, sedangkan trikomata terdapat pada permukaan bawah daun hanya dimiliki oleh H. rosa-sinensis, H. syriacus, dan H. tiliaceus. Perbedaan karakter anatomi daun pada sembilan spesies anggota genus Hibiscus yang ditemukan di wilayah Purwokerto dan sekitarnya terdapat pada ukuran panjang dan lebar stomata, kerapatan stomata dan trikomata, tebal kutikula, epidermis, mesofil, dan rasio palisade. | Genus Hibiscus is a member of the family Malvaceae. Hibiscus leaves vary anatomically. The anatomical diversity of leaves can be used as a reference material for identification and classification processes. This study aims to determine the anatomical characters and differences in leaf anatomical characters of the genus Hibiscus in Purwokerto and its surroundings. The method used is survey method with purposive sampling technique. Parameters observed included stomatal length and width, stomata and trichome density, cuticle thickness, epidermis, mesophyll, and palisade ratio. Leaf anatomi preparations using fresh preparations and preserved preparations using embedding method. Observational data were analyzed using analysis of variance (ANOVA) at an error rate of 10% and continued with the Tukey test using SPSS software. The results showed that the anatomical characteristics of the leaves of nine species belonging to the Hibiscus genus found in Purwokerto and its surroundings had the same anatomical structure, consisting of cuticle, epidermal tissue, mesophyll tissue, and vascular tissue with varying sizes between species. The anisocytic type of stomata is only owned by H. acetocella, H. rosa-sinensis, H. schizopetalus, and H. syriacus, while the parasitic type of stomata is only owned by H. cannabinus, H. macrophyllus, H. mutabilis, H. sabdariffa, and H. tiliaceus. Only H. macrophyllus and H. mutabilis have trichomes on both leaf surfaces, while trichomes are found on the underside of leaves only for H. rosa-sinensis, H. syriacus, and H. tiliaceus. The differences in the leaf anatomy characters of the nine species belonging to the genus Hibiscus found in Purwokerto and surrounding areas were found in the stomata length and width of stomata, density of stomata and trichomes, thickness of cuticle, epidermis, mesophyll, and palisade ratio. | |
| 36696 | 39544 | D1A019190 | Respon Tinggi Tanaman dan Kandungan Bahan Kering Sorgum Fase Generatif yang Ditanam pada Tanah Kapur dengan Penambahan Mikoriza-Fosfat | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian mikoriza-fosfat terhadap pertumbuhan tinggi tanaman dan kandungan bahan kering sorgum yang ditanam di tanah kapur. Materi yang digunakan adalah tanaman sorgum varietas numbu, pupuk Triple super Phospate (TSP), dan fungi mikoriza. Metode penelitian yang digunakan yaitu RAL pola faktorial 4x4 diulang 5 kali. Faktor pertama adalah pupuk TSP dengan level 0; 1,33; 2,66 dan 3,99 g/polybag, dan faktor kedua adalah mikoriza dengan level 0, 10, 20, 30 g/polybag setiap polybag berisi 3 tanaman. Penelitian dilakukan di green House Fakultas peternakan Universitas Jenderal Soedirman, laboratorium agrostologi, dan laboratorium Ilmu nutrisi ternak. Peubah yang diukur adalah pertumbuhan tinggi tanaman, dan kandungan bahan kering hijauan dan biji tanaman sorgum. Analisis data yang digunakan analisis of variance (ANOVA) dan uji lanjut duncan new multi range test (DMRT). Hasil analisis menunjukan bahwa pemberian fosfat-mikoriza berpengaruh sangat nyata (P>0,05) terhadap pertumbuhan tinggi tanaman dan kandungan bahan kering biji. Hasil uji lanjut duncant new multiple range test (DMRT) menunjukan perlakuan pemberian fosfat 2,66 g dan mikoriza 30 g menghasilkan tinggi tanaman dan kandungan bahan kering biji lebih tinggi dibandingkan kontrol. Kesimpulan kombinasi pemberian mikoriza-fosfat sebanyak 30 gram dan 2,66 gram menghasilkan pertumbuhan tinggi dan kandungan bahan kering biji yang optimal | This study aims to determine the effect of mycorrhizal-phosphate on plant height growth and dry matter content of sorghum grown in lime soil. The material used is the Numbu variety of sorghum, fertilizer Triple super Phospate (TSP), and mycorrhizal fungi. This research was conducted experimentally with a completely randomized design analysis model with a 4x4 factorial pattern repeated 5 times. The first factor is 0 TSP fertilizer; 1.33; 2.66 and 3.99 g/polybag, and the second factor in the form of mycorrhiza as much as 0, 10, 20, 30 g/polybag each polybag contains 3 plants and research conducted in green House Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman. The variables measured were plant height growth, and dry matter content of forage and sorghum plant seeds. The results of the analysis showed that the application of phosphate-mycorrhiza had a very significant effect on the growth of plant height and seed dry matter content (P>0.01) and the results of further tests showed a significant difference for all treatments. The results of 2.66 g phosphate and 30 g mycorrhiza treatment resulted in optimal plant height and seed dry matter content. | |
| 36697 | 44128 | E1A020084 | PENERAPAN PRINSIP ITIKAD BAIK (UTMOST GOOD FAITH) DALAM SENGKETA KLAIM ASURANSI JIWA PT. AIA FINANCIAL (Tinjauan Yuridis Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Nomor 16/Pdt.G/2023/PN JKT.SEL) | Satu hal yang cukup rumit dalam asuransi adalah perihal pembayaran klaim asuransi. Klaim asuransi jiwa seringkali menjadi subjek sengketa yang kompleks atara pemegang polis dengan perusahaan asurasi. Penerapan prinsip itikad baik dalam sengketa klaim asuransi akan menjadi faktor yang sangat penting untuk memastikan bahwa hubungan antara pemegang polis dan perusahaan asuransi dapat berlangsung secara adil dan transparan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penolakan pembayaran klaim dan pengakhiran polis yang dilakukan oleh PT. AIA Financial serta penerapan prinsip itikad baik dalam sengketa klaim asuransi jiwa PT. AIA FINANCIAL pada Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Nomor 16/Pdt.G/2023/PN JKT.SEL. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif analisis. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang disajikan dalam bentuk uraian sistematis yang kemudian dianalisis secara normatif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa penolakan pembayaran klaim dan pengakhiran polis yang dilakukan sudah tepat menurut hukum. Sedangkan dalam penerapan prinsip itikad baik, majelis hakim tidak menerapkan prinsip itikad baik dalam pertimbangan hukumnya atas pelanggaran prinsip itikad baik yang sudah dilakukan oleh penggugat. Majelis Hakim dalam pertimbangan hukumnya hendaknya mempertimbangkan prinsip itikad baik sebagaimana Pasal 251 Kitab Undang-Undang Hukum Dagang. | One of the complexities in insurance lies in the matter of insurance claim payments. Life insurance claims often become subjects of complex disputes between policyholders and insurance companies. The implementation of the principle of utmost good faith in insurance claim disputes will be a crucial factor to ensure that the relationship between policyholders and insurance companies can proceed fairly and transparently. This research aims to analyze the rejection of claim payments and policy terminations carried out by PT. AIA Financial as well as the application of the principle of utmost good faith in disputes of life insurance claims of PT. AIA FINANCIAL in the verdict of the South Jakarta District Court Number 16/Pdt.G/2023/PN JKT.SEL. This study employs a normative juridical approach method with descriptive analysis research specifications. Secondary data presented in a systematic description form is used and then analyzed qualitatively in a normative manner. The research findings indicate that the rejection of claim payments and policy terminations conducted were legally appropriate. However, in the application of the principle of utmost good faith, the panel of judges did not apply the principle of utmost good faith in their legal considerations regarding the violation of the principle of utmost good faith committed by the plaintiff. The panel of judges in their legal considerations should consider the principle of utmost good faith as stipulated in Article 251 of the Commercial Code. | |
| 36698 | 39628 | D1A019054 | PENGARUH PENAMBAHAN PROBIOTIK DALAM AIR MINUM TERHADAP KONSUMSI RANSUM, PERTAMBAHAN BOBOT BADAN DAN EFISIENSI RANSUM DOMBA PRIANGAN | Penelitian bertujuan untuk mengetahui apakah penambahan probiotik pada air minum berpengaruh terhadap konsumsi ransum, penambahan bobot badan harian (PBBH), dan efisiensi ransum pada domba priangan. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 23 November 2021 sampai 04 januari 2022 di Tasikmalaya, Jawa Barat. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 3 perlakuan dan masing-masing perlakuan diulang 6 kali dalam kandang individual. Domba yang digunakan merupakan domba priangan umur 10-12 bulan sebanyak 18 ekor. Perlakuan yang diuji pada penelitian ini yaitu R0 = Konsentrat 40% + Hijauan 60% + tanpa penambahan probiotik pada air minum; R1 = Konsentrat 40% + Hijauan 60% + Probiotik 0,5% dari total pemberian air minum; R2 = Konsentrat 40% + Hijauan 60% + Probiotik 1% dari total pemberian air minum. Variabel yang diukur dalam penelitian ini yaitu konsumsi pakan, pertambahan bobot badan (PBB) dan efisiensi penggunaan ransum. Data hasil penelitian ini dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan dilanjutkan menggunakan uji Duncan. Rataan konsumsi ransum BK pada perlakuan R0, R1, dan R2 masing-masing yaitu 849,87 ± 1,95 gr/ekor/hari, 857,38 ± 1,97 gr/ekor/hari, dan 852,82 ± 2,93 gr/ekor/hari. Rataan PBBH pada perlakuan R0, R1, dan R2 yaitu 30,15 ± 15,98 gr/ekor/hari, 26,58 ± 11,60 gr/ekor/hari, dan 48,01 ± 42,57 gr/ekor/hari. Rataan efisiensi ransum pada perlakuan R0, R1, dan R2 yaitu 3,26 ± 1,85%, 3,02 ± 1,29%, dan 5,51 ± 4,94%. Kesimpulan penelitian ini yaitu penambahan probiotik pada air minum domba tidak meningkatkan konsumsi pakan, namun dapat meningkatkan pertambahan bobot badan harian (PBBH) dan efisiensi ransum. | Research aims to determine whether the addition of probiotics on drinking water has any bearing on ration consumption, daily weight gain (PBBH), and ration efficiency in priangan sheep. The research was conducted from November 23, 2021 to January 04, 2022 at Tasikmalaya, West Java. The study was conducted by experimental method using Complete Randomized Design (RAL) consisting of 3 treatments and each treatment was 6 repetition in individual cages. The sheep used are 18 sheep aged 10-12 months. Thetreatment tested in this study was R0 = 40% Concentrate + Forage 60% + without the addition of probiotics to drinking water; R1 = Concentrate 40% + Forage 60% + Probiotic 0.5% of total drinking water; R2 = Concentrate 40% + Forage 60% + Probiotic 1% of total drinking water. Variables measured in this study are feed consumption, weight gain (PBB) and efficiency of ration use. The data from this study were analyzed using variety analysis (ANOVA) and continued using the Duncan test. The average dry mater consumption in R0, R1, and R2 treatment was 849.87 ± 1.95 gr/head/day, 857.38 ± 1.97 gr/head/day, and 852.82 ± 2.93 gr/head/day, respectively. The average PBBH in R0, R1, and R2 treatment was 30.15 ± 15.98 gr/head/day, 26.58 ± 11.60 gr/head/day, and 48.01 ± 42.57 gr/head/day. The average ration efficiency in R0, R1, and R2 treatment was 3.26 ± 1.85%, 3.02 ± 1.29%, and 5.51 ± 4.94%. The conclusion of this study is that the addition of probiotics to sheep drinking water not increasing feed consumption, but can increase daily weight gain (PBBH) and ration efficiency. | |
| 36699 | 39614 | D1A019179 | PENGARUH LEVEL NITROGEN DARI TIGA JENIS PUPUK ANORGANIK TERHADAP JUMLAH DAN LEBAR STOMATA DAUN RUMPUTBENGGALA | Penelitian ini bertujuan untuk mencari level nitrogen terbaik dari tiga jenis pupuk anorganik terhadap jumlah dan lebar bukaan stomata daun rumput benggala. Materi yang digunakan yaitu rumput benggala, pupuk organik feses sapi perah dan pupuk anorganik yaitu urea, NPK, ZA. Metode penelitian yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL). Pemberian level pupuk anorganik mengacu pada kandungan nitrogen (N) urea yaitu 100, 200 dan 300 kg/defoliasi/ha yang cara pemberiannya masing – masing dicampur dengan 3 kg pupuk dasar feses sapi perah. Hasil analisis menunjukkan bahwa level nitrogen pupuk anorganik yang dicampur pupuk dasar feses sapi perah tidak berpengaruh nyata (P>0,05) pada jumlah dan lebar bukaan stomata daun rumput benggala. Jenis pupuk NPK level 3 sebanyak 920 kg/defoliasi/ha menghasilkan rataan tertinggi pada jumlah stomata yaitu 32,33 sel/mm2 dan pada lebar bukaan stomata yaitu 2,43 μm. Kesimpulan penelitian yaitu level nitrogen pupuk anorganik yang pemberiannya dicampur pupuk dasar feses sapi perah tidak meningkatkan jumlah dan lebar bukaan stomata daun rumput benggala, tetapi terdapat kecenderungan kenaikan pada jumlah dan lebar bukaan stomata yang diberi pupuk NPK level 3 sebanyak 920 kg/defoliasi/ha. | This study aims to find the best nitrogen level of the three types of inorganic fertilizers on the number and width of stomata of Benggala Grass leaves. The material used is Benggala grass, organic fertilizer of dairy cow feces and inorganic fertilizers namely urea, NPK, ZA. The research method used is Complete Randomized Design (RAL). The application of inorganic fertilizer levels refers to the nitrogen (N) content of urea, which is 100, 200 and 300 kg / ha / defoliation which is mixed with 3 kg of basic fertilizer feces of dairy cows. The results of the analysis showed that the nitrogen level of inorganic fertilizer mixed with basic fertilizer of dairy cow feces had no real effect (P>0.05) on the number and width of stomata of Benggala Grass leaves. The type of NPK level 3 fertilizer as much as 920 kg / ha / defoliation produces the highest average in the number of stomata which is 32.33 cells / mm2 and in the stomatal width which is 2.43 μm. The conclusion of the study was that the nitrogen level of inorganic fertilizer mixed with basic fertilizer of dairy cow feces did not increase the number and width of stomata of Benggala Grass leaves, but there was an upward trend in the number and width of stomata given NPK level 3 fertilizer as much as 920 kg / ha / defoliation | |
| 36700 | 39615 | I1A019031 | PENGARUH FAKTOR PEKERJAAN TERHADAP STRES KERJA PADA PEKERJA LAUNDRY DI KECAMATAN PURWOKERTO UTARA | Latar Belakang: Stres kerja adalah suatu kondisi ketegangan yang menimbulkan adanya ketidakseimbangan antara fisik dan psikis yang mempengaruhi emosi, proses berpikir, dan kondisi seorang pekerja. Faktor-faktor yang mempengaruhi stres kerja yaitu faktor individu, faktor kelompok, faktor organisasi, faktor bukan pekerjaan dan faktor pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor pekerjaan terhadap stres kerja pada pekerja laundry di Kecamatan Purwokerto Utara. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian sebanyak 100 pekerja laundry di Kecamatan Purwokerto Utara dan sampel sebanyak 100 pekerja yang didapatkan menggunakan teknik total sampling. Analisis data dari univariat sampai multivariat. Hasil Penelitian: Variabel yang berpengaruh terhadap stres kerja pada pekerja laundry adalah konflik interpersonal (OR=10,167) dan lingkungan fisik (OR=0,082) Kesimpulan: Variabel yang paling berpengaruh adalah konflik interpersonal, pekerja yang memiliki konflik interpersonal mempunyai peluang 10,167 kali lebih besar mengalami stres kerja dibandingkan pekerja yang tidak memiliki konflik interpersonal. Saran: Pekerja laundry disarankan untuk menjaga komunikasi dengan baik dengan pekerja lain/pemilik laundry. Pemilik laundry sebaiknya membuat pembagian tugas secara lisan dan tertulis. Pemilik laundry juga perlu membuat jadwal rutin pembersihan area kerja secara bersama. | Background: Work stress is a condition of tension that causes an imbalance between physical and psychological that affects emotions, thought processes, and the condition of a worker. Factors that affect job stress are individual factors, group factors, organizational factors, non-work factors and work factors. This study aims to determine the effect of occupational factors on work stress in laundry workers in North Purwokerto District. Method: This research is a quantitative research with a cross sectional approach. The study population was 100 laundry workers in North Purwokerto District and a sample of 100 workers was obtained using total sampling techniques. Analysis of data from univariate to multivariate. Research result: Variables that affect work stress in laundry workers are interpersonal conflict (OR=10.167) and physical environment (OR=0.082). Conclusion: The most influential variable is interpersonal conflict, workers who have interpersonal conflict have a 10,167 times greater chance of experiencing work stress than workers who do not have interpersonal conflict. Suggestion: Laundry workers are advised to maintain good communication with other workers/laundry owners. Laundry owners should make oral and written divisions of duties. Laundry owners also need to make a regular schedule of cleaning the work area together. |