Artikel Ilmiah : E1A016043 a.n. FIKRI TAUFIK ABDURAHMAN

Kembali Update Delete

NIME1A016043
NamamhsFIKRI TAUFIK ABDURAHMAN
Judul ArtikelCERAI GUGAT KARENA PERSELISIHAN DAN PERTENGKARAN DALAM RUMAH TANGGA (Tinjauan Yuridis Putusan Pengadilan Agama Kota Tasikmalaya Nomor 886/Pdt.G/2020/PA.Tmk)
Abstrak (Bhs. Indonesia)CERAI GUGAT KARENA PERSELISIHAN DAN PERTENGKARAN DALAM RUMAH TANGGA (Tinjauan Yuridis Putusan Pengadilan Agama Kota Tasikmalaya Nomor 886/Pdt.G/2020/PA.Tmk)
Oleh:
Fikri Taufik Abdurahman
E1A016043
ABSTRAK
Perkawinan di Indonesia diatur dalam Undang-Undang No 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan Jo Peraturan Pemerintah No 9 Tahun 1975 Tentang Pelaksanaan Undang-Undang No 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan serta bagi orang yang beragama Islam berlaku Intruksi Presiden No 1 Tahun 1991 Tentang Kompilasi Hukum Islam (KHI). Perceraian merupakan salah satu bentuk dari putusnya perkawinan, sebagaimana yang dinyatakan dalam Pasal 38 Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan. Perselisihan digunakan sebagai alasan perceraian karena hukum tidak mencari sumber perselisihan, cukup ada bukti dikuatkan oleh keterangan saksi. Sehingga secara yuridis jika percekcokan terbukti, maka Pengadilan mempunyai alasan hukum untuk mengabulkan gugatan tanpa mempersoalkan siapa penyebab timbulnya percekcokan Salah satu dalam perkara yang diputus di Pengadilan Agama Kota Tasikmalaya Nomor 886/Pdt.G/2020/PA.Tmk
Rumusan masalah pada penelitian ini bagaimana pertimbangan hukum hakim dalam mengabulkan perkara Cerai Gugat dalam Rumah Tangga. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Yuridis Normatif, spesifikasi penelitian preskriptif analisis, teknik pengumpulan data studi kepustakaan dengan inventarisasi, data yang terkumpul kemudian disajikan dalam bentuk teks naratif dan analisis normatif kualitatif.
Hasil penelitian menunjukan bahwa pertimbangan hukum Hakim dalam mengabulkan Putusan Pengadilan Agama Kota Tasikmalaya Nomor 886/Pdt.G/2020/PA.Tmk mendasarkan ketentuan Pasal 39 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 jo. Pasal 19 huruf f Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 jo. Pasal 116 huruf f Kompilasi Hukum Islam yaitu bahwa antara suami dan isteri terus menerus terjadi perselisihan dan pertengkaran dan tidak ada harapan akan hidup lagi dalam rumah tangga menurut peneliti mengesampingkan aturan mengenai kekerasan yang diatur dalam Pasal 5 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 Tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga.
Kata Kunci : Perselisihan, Pertengkaran, Perceraian, Cerai Gugat Karena Perselisihan dan Pertengkaran Dalam Rumah Tangga
Abtrak (Bhs. Inggris)DIVORCE SUIT DUE TO DISPUTE AND QUARRY IN THE HOUSEHOLD
(Juridical Review of Tasikmalaya City Religious Court Decision Number 886/Pdt.G/2020/PA.Tmk)
by:
Fikri Taufik Abdurahman
E1A016043
ABSTRACT
Marriage in Indonesia is governed by Law No. 1 of 1974 Concerning Marriage and Government Regulation No. 9 of 1975 Concerning the Implementation of Law No. 1 of 1974 Concerning Marriage. For Muslim people, Presidential Instruction No. 1 of 1991 Concerning the Compilation of Islamic Law also applies (KHI). Article 38 of Law Number 1 of 1974 Concerning Marriage says that divorce is a way to end a marriage. Disputes are used as reasons to get a divorce because the law does not look for the source of the disagreement, and there is enough evidence that can be backed up by witness testimony. So that if the dispute can be proven, the Court has legal reasons to let the lawsuit go forward without asking who initiated the dispute. One of the cases was decided by the Tasikmalaya City Religious Court No. 886/Pdt.G/2020/PA.Tmk.
The problem this research attempts to address is how the judge thinks about the law when deciding to grant a divorce. The approach method used in this study is normative juridical, prescriptive research specification analysis, and library research data collection with an inventory. The collected data is shown through the narrative text and normative qualitative analysis.
The study's findings reveal the judge's legal considerations in granting Tasikmalaya City Religious Court Decision Number 886/Pdt.G/2020/PA.Tmk based on the provisions of Article 39 paragraph (2) Law Number 1 of 1974 no. Article 19 letter f of Government Regulation Number 9 of 1975 no. Article 116, letter f of the Compendium of Islamic Law, states that even if Article 5 of Law No. 23 of 2004 on the Elimination of Domestic Violence is ignored, there is no possibility of reuniting with the family because there are regular disagreements and fighting between the husband and wife.
Keywords: Disputes, Quarrel, Divorce, Divorce Due to Domestic Disputes and Fights
Kata kunciPerselisihan, Pertengkaran, Perceraian, Cerai Gugat Karena Perselisihan dan Pertengkaran Dalam Rumah Tangga
Pembimbing 1Haedah Faradz, SH.,M.H.
Pembimbing 2Drs. Noor Asyik, M.Ag.
Pembimbing 3Pramono Suko Legowo, SH., M.Hum
Tahun2023
Jumlah Halaman23
Tgl. Entri2023-02-06 12:38:31.314785
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.