Home
Login.
Artikelilmiahs
38589
Update
SABILA SALMA
NIM
Judul Artikel
Keanekaragaman Tanaman yang Dimanfaatkan Sebagai Bahan Jamu Tradisional di Purwokerto, Banyumas.
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Jamu tradisional merupakan ramuan yang diracik dari bahan alami berasal dari tanaman berkhasiat obat dan diolah dengan cara tradisional. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui keanekaragaman tanaman dan bagian tanaman yang dimanfaatkan sebagai bahan jamu tradisional dan mengetahui pemanfaatan tanaman yang dimanfaatkan sebagai jamu tradisional. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei dengan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling dan pengumpulan data pemanfaatan bagian tanaman dilakukan dengan pengamatan langsung dan wawancara semi terstruktur. Variabel yang diamati adalah keanekaragaman tanaman yang dimanfaatkan sebagai bahan jamu tradisional, sedangkan parameter yang diamati, yaitu karakter morfologi tanaman (akar, batang, daun, bunga, buah, dan biji), manfaat, bagian tanaman yang dimanfaatkan untuk bahan jamu tradisional, dan cara pengolahan. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dan analisis UV. Hasil Penelitian Keanekaragaman Tanaman yang dimanfaatkan sebagai bahan jamu tradisional di Purwokerto diperoleh sebanyak 13 spesies dari 7 famili. Tanaman yang dimanfaatkan sebagai bahan jamu tradisional meliputi jahe (Zingiber officinale), lempuyang (Z. zerumbet), temulawak (Curcuma zanthorrhiza), kunyit (C. longa), padi (Oryza sativa), serai dapur (Cymbopogon citratus), sirih (Piper betle), cabai jawa (P. retrofractum.), asam (Tamarindus indica), cengkeh (Syzygium aromaticum), sambiloto (Andrographis paniculata), dan brotowali (Tinospora crispa). Spesies tanaman yang berjumlah 13 digunakan sebagai bahan baku 9 ramuan jamu antara lain beras kencur, kunyit asam, cabe puyang, pegel linu, kunir sirih, paitan, temulawak, sirih, dan kunyit murni. Spesies tanaman dengan nilai UV tertinggi sebesar 0.25 terdapat pada Famili Zingiberacaeae yaitu kunyit (Curcuma longa). Rimpang adalah bagian tanaman yang paling banyak dimanfaatkan sebagai bahan jamu tradisional.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Traditional herbal medicine is an herb that is formulated from natural ingredients derived from medicinal plants and processed in the traditional way. The purpose of this study is to find out the diversity of plants and plant parts that are used as traditional herbal ingredients and to know the use of plants used as traditional herbs. This research was conducted using a survey method with purposive sampling techniques and data collection of plant part utilization was carried out by direct observation and semi-structured interviews. The variables observed are the diversity of plants used as traditional herbal ingredients, while the parameters observed, namely the morphological character of plants (roots, stems, leaves, flowers, fruits, and seeds), benefits, plant parts that are used for traditional herbal ingredients, and processing methods. The data obtained are analyzed descriptively and UV analysis. The results of Plant Diversity Research which are used as traditional herbal ingredients in Purwokerto were obtained as many as 13 species from 7 families. Plants used as traditional herbal medicine include ginger (Zingiber officinale), lempuyang (Z. zerumbet), temulawak (Curcuma zanthorrhiza), turmeric (C. longa), rice (Oryza sativa), lemon grass (Cymbopogon citratus), betel (Piper betle), Javanese chili (P. retrofractum), tamarind (Tamarindus indica), clove (Syzygium aromaticum), Sambiloto (Andrographis paniculata), and Brotowali (Tinospora crispa). 13 types of plants species are used as raw materials for 9 herbal ingredients including kencur rice, sour turmeric, chili puyang, linu pegel, betel turmeric, paitan, temulawak, betel, and pure turmeric. The plant species with the highest UV value of 0.25 is in the Zingiberacaeae family, namely turmeric (Curcuma longa). The rhizome is the most widely used part of the plant as a traditional herbal medicine.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save