Artikelilmiahs
Menampilkan 32.961-32.980 dari 50.010 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 32961 | 36125 | I1E018018 | Survei Minat Siswa Terhadap Permainan Olahraga Tradisional di SMP Negeri 15 Kota Bogor | Permainan olahraga tradisional adalah olahraga asli dari daerah di indonesia, yang merupakan warisan kebudayaan nenek moyang bangsa Indonesia. Usia anak pada umunya mengikuti suatu kegiatan hanya didasari dengan ketertarikan atau hanya meniru teman saja tanpa tahu tujuannya. Kenyataanya seseorang melakukan suatu aktivitas atau kegiatan selalu didasari dengan adanya minat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar minat siswa terhadap permainan olahraga tradisional. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan instrumen berupa angket. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 167 siswa, dengan teknik quota sampling. Teknik analisis data menggunakan deskriptif frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal dengan indikator rasa senang, dan Indikator ketertarikan memiliki jumlah persenste sebesar 74,5 % masuk ke dalam kategori tinggi. Sedangkan untuk faktor eksternal dengan indikator guru/pelatih, lingkungan, fasilitas, dan keluarga memiliki persentase sebesar 74,8% masuk ke dalam kategori tinggi. dapat disimpulkan bahwa faktor yang paling dominan yaitu faktor Eksternal dengan indikator guru/pelatih, lingkungan, fasilitas, dan keluarga. | Traditional sport games are native sports from the region in indonesi, which is the cultural heritage of the ancestors of the indonesian nation. Junior high school children generally participate in an activity based only on interest or just imitate friends without knowing the purpose. In fact, a person doing an activity or activity is always based on interest. This study aims to find out how much interest students have in traditional sports games. This study is quantitative descriptive research using questionnaire instruments. The number of samples in this study was 167 students, with sampling quota techniques. Data analysis techniques insult descriptive frequencies. This study showed that internal factors with indicator of pleasure and attraction have a percentage f 74,5% into the high category. While for external factors with teacher/coach indicator, the environment, facilities, and families have a percentage of 74,8% into the high category. It can be concluded that the most dominant factors are external factors with teacher/coach indicator, environment, facilities, and families. | |
| 32962 | 36120 | I1E018007 | Survei Pelaksanaan Pembelajaran Daring dan Luring Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan di SMP Negeri 2 Purbalingga | Latar Belakang: Pandemi Covid-19 mengakibatkan pembelajaran dilaksanakan menggunakan dua metode, yaitu pembelajaran daring dan pembelajaran luring. Pembelajaran daring adalah pembelajaran yang dilakukan secara online dengan menggunakan aplikasi pembelajaran. Sedangkan pembelajaran luring adalah pembelajaran yang dilakukan dengan tatap muka secara langsung dalam satu tempat yang sama. Pelaksanaan pembelajaran dengan metode tersebut merupakan hal yang baru bagi mata pelajaran PJOK di sekolah, sehingga perlu adanya evaluasi dari proses pelaksanaannya. Metodologi: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 2 Purbalingga menggunakan sampel 239 peserta didik dengan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dengan skala pengukuran dan prosentase. Hasil Penelitian: Pelaksanaan pembelajaran daring dan luring PJOK di SMP Negeri 2 Purbalingga secara keseluruhan sangat baik. pelaksanaan pembelajaran daring PJOK aspek pendahuluan memperoleh nilai indeks 94,02%, aspek inti memperoleh indeks 87,79%, dan aspek penutup memperoleh indeks 88,51%. Sedangkan pelaksanaan pembelajaran luring PJOK aspek pendahuluan memperoleh nilai indeks 94,94%, aspek inti memperoleh indeks 90,33%, dan aspek penutup memperoleh indeks 90,33%. Kesimpulan: (1) Pelaksanaan pembelajaran daring dan luring PJOK di SMP Negeri 2 Purbalingga menunjukan kategori sangat baik pada setiap aspek, (2) Dari hasil prosentase pelaksanaan pembelajaran luring lebih unggul 1,64%. | Background: The pandemic covid-19 has resulted in learning being carried out using two methods, namely online learning and offline learning. Online learning is learning that is carried out online using learning applications. While offline learning is learning that is carried out face-to-face in person in the same place. The implementation of learning with this method is a new thing for PJOK subjects in school, so there is a need for evaluation of the implementation process. Methodology: This research uses quantitative descriptive methods. This research was carried out at SMP Negeri 2 Purbalingga using a sample of 239 students with purposive sampling technique. Data analysis using descriptive analysis with measurement scales and percentages. Result: The implementation of PJOK online and offline learning at SMP Negeri 2 Purbalingga as a whole is very good. The implementation of online learning PJOK preliminary aspect obtained an index value of 94.02%, the core aspect obtained an index of 87.79%, and the closing aspect obtained an index of 88.51%. Meanwhile, the implementation of offline learning in the PJOK preliminary aspect obtained an index value of 94.94%, the core aspect obtained an index of 90.33%, and the closing aspect obtained an index of 90.33%. Conclusion: (1) The implementation of online and offline learning of PJOK at SMP Negeri 2 Purbalingga shows excellent categories in every aspect (2) From the results, the percentage of offline learning implementation is superior to 1.64%. | |
| 32963 | 36127 | H1C017044 | GEOLOGI DAN ANALISIS LITOLOGI TERHADAP INFILTRASI AIRTANAH DAERAH PURWOKERTO DAN SEKITANYA KABUPATEN BANYUMAS, JAWA TENGAH | Kota Purwokerto merupakan ibukota Kabupaten Banyumas yang terus perkembangan dan terjadi perubahan alih fungsi lahan. Oleh karena itu, fasilitas penunjang yang memadai wajib disediakan agar keberlangsungan kegiatan tersebut tetap terjaga. Diantara fasilitas tersebut adalah tersedianya sumberdaya airtanah yang berkesinambungan. Daerah penelitian berpotensi sebagai daerah resapan air yang memiliki jumlah imbuhan airtanah yang cukup besar sekitar 20.262.601,8 m3/tahun (Wulandari Fitri, 2019). Salah satu parameter yang mendukung dalam perhitungan jumlah persediaan air tersebut adalah dengan mengetahui kapasitas infiltrasi. Kapasitas infiltrasi dipengaruhi oleh banyak faktor salah satunya adalah litologi. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan litologi terhadap kapasitas infiltasi airtanah di daerah Purwokerto dan sekitarnya. Metode yang digunakan yaitu pemetaan geologi,pengukuran infiltrasi airtanah menggunakan alat infiltrometer cincin ganda dan menganalisis karakteristik lapukan batuan secara mikroskopis dengan alat Scanning Electonic Mikroskop (SEM) yang dianalisis lebih lanjut dengan perangkat lunak Image J. Geomorfologi daerah penelitian terdiri dari dua satuan geomorfologi yaitu Satuan Dataran Aliran Lahar Karangnangka dan Satuan Dataran Aluvial Mersi. Urutan Startigrafi daerah penelitian terbagi menjadi 2 satuan dari tua ke muda yaitu Satuan Breksi laharik dan Satuan Endapan Aluvial. Porositas pada Satuan breksi laharik memiliki nilai porositas sebesar 36,58 % dan satuan endapan aluvial mempunyai porositas sebesar 31,3%. Berdasarkan hasil perhitungan data infiltrai di 26 titik lokasi pengukuran, satuan breksi laharik mempunyai nilai kapasitas infiltrasi sebesar 4,26 -79,87 cm/jam, lebih besar daripada nilai kapasitas infiltrasi pada satuan endapan aluvial sebesar 4,55 - 21,89 cm/jam. Dari hasil analisis tersebut dapat kita ketahui bahwa karaketirstik porositas pada litologi mempengaruhi kapasitas infiltrasi. | Purwokerto city is the capital of Banyumas Regency which continues to develop and changes in land use. Therefore, adequate supporting facilities must be provided so that the continuity of these activies is maintained. Among these facilities is the availability of sustainable groundwater resources. The research area has the potential as a water catchment area that has a fairly large amount of groundwater recharge of around 20,262,601,8 m3/year (Wulandari Fitri, 2019). One of the parameters that support the calculation of the amount of water supply is to know the infiltration capacity. Infiltration capacity is influenced by many factors, one of which is lithology.This study aims to analyze the relationship of lithology to groundwater infiltration capacity in Purwokerto and surrounding areas. The method used is geological mapping, measuring groundwater infiltration using a double ring infiltrometer and analyzing the characteristics of weathered rock microscopically with a Scanning Electronic Microscope (SEM) which was further analyzed with software Image J. This research area consists of 2 geomorphological units including Karangnagka Lahar Flow Plains and Purwokerto Alluvial Plains. Stratigraphy in this research are grouped into 2 units in order from the oldest to the youngest Laharic Breccia Unit and Alluvial Deposit unit. Porocity in the Laharic breccia unit has a porosity value of 36.58% and the alluvial deposit unit has a porosity of 31.3%. Based on the results of the calculation of infiltration data at 26 measurement locations, the laharic breccia unit has infiltration capacity 4,26-78,87 cm/hour, greater than the infiltration capacity in the alluvial deposit 4,55-21,89 cm /hour. From the results of the analysis, we can see that the porocity characteristics in lithology affect the infiltration capacity. | |
| 32964 | 36128 | E1A018126 | PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP GAMBAR KOMIK INTERNASIONAL BERDASARKAN UNDANG – UNDANG NO. 20 TAHUN 2016 TENTANG MEREK DAN INDIKASI GEOGRAFIS DALAM PUTUSAN MAHKAMAH AGUNG NOMOR: 557 K/Pdt.Sus-HKI/2021 | Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan mengenai pemakaian merek internasional oleh usaha dagang lokal berupa gambar komik milik DC COMICS, yang dipergunakan seacara komersil oleh PT MARXIM FAM MAKMUR dalam putusan Mahkamah Agung Nomor 557 K/Pdt.Sus-HKI/2021. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana perlindungan hukum terhadap pemakaian gambar Komik Internasional berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif analis. Sumber data yang digunakan merupakan data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang dikumpulkan melalui studi kepustakaan. Data tersebut kemudian diolah serta dianalisis menggunakan metode normatif kualitatif dan disajikan dalam bentuk teks naratif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa Putusan Pengadilan Mahkamah Agung Nomor 557 K/Pdt.Sus-HKI/2021 telah memberikan perlindungan hukum terhadap Merek Internasional berupa gambar komik Internasional milik DC COMICS. | This research is motivated by the problem of using international brands by local trading businesses in the form of comic images owned by DC COMICS, which are used commercially This research is motivated by the problem of using international brands by local trading businesses in the form of comic images owned by DC COMICS, which are used commercially by PT MARXIM FAM MAKMUR in Supreme Court Decision Number 557 K/Pdt.Sus-HKI/2021. The purpose of this study is to find out how the legal protection against the use of International Comic images based on Law Number 20 of 2016 concerning Brands and Geographical Indications The research used a normative juridical method with a descriptive-analytical research approach. The data sources used in this research are secondary data resources in the form of primary, secondary, and tertiary legal materials collected through literature study methods. The data obtained is then processed and analysed using normative qualitative methods and presented in the form of narrative text. Based on the result of this study indicated that the Supreme Court Decision number 557 K/Pdt.Sus-HKI/2021, has provided legal protection for International brands in the form of International comic images owned by DC COMICS. | |
| 32965 | 36129 | I1C018058 | EKSPLORASI MEKANISME DAN TARGET AKSI SENYAWA AKTIF KAYU MANIS (Cinnamomum cassia Presl.) SEBAGAI ANTIKANKER PAYUDARA SECARA BIOINFORMATIKA | Cinnamomum cassia telah dilaporkan memiliki aktivitas sebagai antikanker. Namun, target dan mekanisme aksi senyawa aktif C. cassia belum ditemukan pada kanker payudara. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi target dan mekanisme senyawa aktif C. cassia terhadap kanker payudara secara bioinfomatika dan penambatan molekuler. Senyawa aktif C. cassia dari database PubMed. Gen target senyawa aktif C. cassia didapatkan dari database STITCH, STRING, dan Swiss Target Prediction yang dibandingkan dengan gen pengkode kanker payudara sehingga didapatkan Potential Theurapetic Target Genes (PTTG). PPTG dianalisis dmenggunakan STRING untuk menemukan interaksi antar protein, Cytoscape untuk mencari 10 hub genes, Web-Gestalt untuk mengetahui Gene Ontology, KEGG Pathway, dan Drug Association. Selanjutnya, penambatan molekuler dimulai dari tahap preparasi senyawa aktif C. cassia dan protein target, validasi metode dengan mengetahui nilai RSMD, dan penambatan molekuler senyawa aktif C. cassia dan protein target. Senyawa aktif C. cassia yaitu sinamaldehida, 2-hidroksi sinamaldehid, asam sinamat, sinamilalkohol, dan asam cis-2-metoksi sinamat memiliki target molekuler pada kanker payudara yaitu TP53, AKT1, TNF, IL6, JUN, MYC, EGFR, ESR1, INS, dan MAPK3. Mekanisme senyawa aktif C. cassia pada kanker payudara dengan menghambat aktivitas protein AKT1, EGFR, dan MAPK3 melalui jalur pensinyalan MAPK dan PI3K/Akt yang bertanggung jawab untuk proliferasi dan regulasi apoptosis. Penambatan molekuler dilakukan antara senyawa aktif C. cassia dan protein AKT1, EGFR, dan MAPK3. Senyawa asam cis-2-metoksi sinamat berpotensi sebagai inhibitor AKT1 dan MAPK3 karena energi ikatannya paling rendah dibandingkan senyawa aktif C. cassia lain dan kontrol lapatinib pada penambatan molekuler. | Cinnamomum cassia has been reported to have anticancer activity. However, the target and mechanism of the active compounds of C. cassia has not been found in breast cancer. This study aims to identify the target and mechanism of the active compounds C. cassia against breast cancer by bioinformatics and molecular docking. The active compound C. cassia was obtained from PubMed database. Meanwhile, the target gene for the active compound C. cassia obtained from the STITCH, STRING, and Swiss Target Prediction databases which was compared to the gene coding for breast cancer so that Potential Theurapetic Target Genes (PTTG) were obtained. PPTG was analyzed by using STRING in order to find interactions between proteins, Cytoscape to search for 10 hub genes, Web-Gestalt; besides, to determine Gene Ontology, KEGG Pathway, and Drug Association. Furthermore, the molecular docking started from the preparation stage of the active compound C. cassia and the target protein, validation of the method by knowing the RSMD value, and molecular docking of the active compound C. cassia and the target protein. The active compounds of C. cassia that are cinnamaldehyde, 2-hydroxycinnamaldehyde, cinnamic acid, cinamyl alcohol, and cis-2-methoxycinnamic acid have molecular targets in breast cancer are TP53, AKT1, TNF, IL6 , JUN, MYC, EGFR, ESR1, INS, and MAPK3. The mechanism of C. Cassia active compund in breast cancer by inhibiting the activity of AKT1, EGFR, and MAPK3 through PI3K/Akt and MAPK signaling pathways which are responsible for the proliferation and regulation of apoptosis. Molecular docking was carried out between the active compound C. cassia and the proteins AKT1, EGFR, and MAPK3. The compound cis-2-methoxycinnamic acid has potential as an inhibitor of AKT1 and MAPK3 because its binding energy is the lowest compared to other active compounds of C. cassia and the control of lapatinib in molecular docking. | |
| 32966 | 36130 | H1B018017 | STRATEGI PENERAPAN KEBIJAKAN PEMERINTAH UNTUK MENINGKATKAN KESELAMATAN KEBAKARAN PADA BANGUNAN GEDUNG TINGGI DI INDONESIA | Manajemen keselamatan kebakaran menjadi salah satu acuan dalam pelaksanaan pembangunan gedung. Dengan bertambahnya jumlah gedung tinggi yang ada di Indonesia, semakin bertambah pula resiko yang ditimbulkan. Penelitian bertujuan untuk menyusun strategi penerapan keselamatan kebakaran pada bangunan gedung tinggi, dengan melakukan identifikasi kebijakan keselamatan kebakaran di Indonesia, membandingkan kebijakan yang ada di Indonesia dengan negara lain, serta mengidentifikasi faktor-faktor penghambat penerapan kebijakan keselamatan kebakaran pada bangunan gedung tinggi. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Data dianalisis dengan studi literatur dan validasi bersama ahli keselamatan kebakaran. Hasil penelitian dari identifikasi kebijakan yang ada, Indonesia memiliki kebijakan yang cukup lengkap, namun pada pelaksanaannya masih terjadi kebakaran yang menimbulkan kerugian pada gedung. Dalam perbandingan kebijakan dengan negara Malaysia, penerapan kebijakan masih belum baik dan perlu upaya peningkatan. Hasil identifikasi hambatan diperoleh empat hambatan dalam penerapan kebijakan ini, diantaranya hambatan secara umum, khusus, mekanisme penerapan regulasi dan kinerja institusi. Terdapat empat strategi yang diambil berdasarkan hambatan yang ada. Strategi tersebut antara lain, strategi peningkatan substansi secara umum berupa peningkatan dalam memperoleh akses dan pengkajian ulang kebijakan. Peningkatan substansi khusus komponen peraturan yaitu perlu ketegasan pemerintah agar proses pembangunan dapat sesuai dengan persyaratan, kebijakan dibuat berdasarkan saran ahli. Peningkatan aspek mekanisme penerapan regulasi dengan peningkatan PBD dan melakukan penyuluhan kebijakan keselamatan kebakaran. Peningkatan kinerja institusi dengan meningkatkan pemahaman peraturan dan prosedur keselamatan kebakaran bagi pengguna gedung, melakukan pembentukan komite keselamatan kebakaran di setiap gedung, serta melaksanakan pelatihan penerapan standar keselamatan kebakaran untuk staff. | Fire safety management is one of the references in the implementation of building construction. With the increasing number of high-rise buildings in Indonesia, the risks posed are also increasing. The research aims to develop a strategy for implementing fire safety in high-rise buildings, by identifying fire safety policies in Indonesia, comparing existing policies in Indonesia with other countries, and identifying factors that hinder the implementation of fire safety policies in high-rise buildings. This research is a qualitative descriptive research. Data were analyzed by literature study and validation with fire safety experts. The results of the research from the identification of existing policies, Indonesia has a fairly complete policy, but in practice there are still fires that cause losses to buildings. In the comparison of policies with Malaysia, the implementation of policies is still not good and efforts need to be made to improve. The results of the identification of barriers obtained four obstacles in the implementation of this policy, including barriers in general, specifically, the mechanism for implementing regulations and institutional performance. There are four strategies taken based on the existing obstacles. These strategies include a strategy to increase substance in general in the form of increasing access to and reviewing policies. Increasing the specific substance of the regulatory component, namely the need for government firmness so that the development process can be in accordance with the requirements, policies are made based on expert advice. Improve aspects of the mechanism for implementing regulations by increasing PBD and conducting education on fire safety policies. Improved institutional performance by increasing understanding of fire safety regulations and procedures for building users, establishing fire safety committees in each building, and conducting training on the application of fire safety standards for staff. | |
| 32967 | 36131 | C1C017079 | PENGARUH STRUKTUR ASET, LIKUIDITAS, FREE CASH FLOW, DAN RISIKO BISNIS TERHADAP KEBIJAKAN UTANG DENGAN PROFITABILITAS SEBAGAI VARIABEL MODERASI | Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh struktur aset, likuiditas, free cash flow, dan risiko bisnis terhadap kebijakan utang dengan profitabilitas sebagai variabel moderasi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh perusahaan properti dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2016-2020 dengan total populasi sebanyak 64 perusahaan.Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria yang telah ditentukan dan diperoleh 33 perusahaan. Teknik analisis data yang digunakan yaitu uji regresi berganda dan uji moderasi dengan menggunakan metode selisih nilai mutlak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa struktur aset berpengaruh positif terhadap kebijakan utang, likuiditas berpengaruh negatif terhadap kebijakan utang, free cash flow berpengaruh positif terhadap kebijakan utang, risiko bisnis tidak berpengaruh terhadap kebijakan utang, profitabilitas mampu memoderasi pengaruh struktur aset terhadap kebijakan utang, profitabilitas tidak memoderasi pengaruh likuiditas terhadap kebijakan utang, profitabilitas mampu memoderasi pengaruh free cash flow terhadap kebijakan utang, profitabilitas mampu memoderasi pengaruh risiko bisnis terhadap kebijakan utang. Implikasi penelitian ini yaitu bagi perusahaan diharapkan menjadi pertimbangan dalam penentuan kebijakan utang. Perusahaan harus mempertimbangkan struktur aset, likuiditas, dan free cash flow yang dimiliki sebelum menentukan kebijakan utangnya. | This research aims to examine the effect of asset structure, liquidity, free cash flow, and business risk on debt policy with profitability as a moderating variable This research is a quantitative research. The population in this study are all property and real estatecompanies listed on the Indonesia Stock Exchange for the 2016-2020 period with a total population of 64 companies. The sampling technique in this study used a purposive sampling technique with predetermined criteria and 33 companies were obtained. The data analysis technique used is multiple regression test and moderation test using the absolute value difference. The results of this research indicate that asset structure has a positive effect on debt policy. liquidity has a negative effect on debt policy, free cash flow has a positive effect on debt policy, business risk does not affect on debt policy, profitability is able to moderate the influence of asset structure on debt policy, profitability does not moderate the effect of liquidity on debt policy, profitability is able to moderate the effect of free cash flow on debt policy, profitability is able to moderate the effect of business risk on debt policy. The implication of this research is that for companies are expected to be considered in determining debt policy. The companies must consider the assets stucture, liquidity, and free cash flow before determining its debt policy. | |
| 32968 | 36132 | J0A018014 | TRANSLATING SARAH PINSKER’S SHORT STORY “TWO TRUTHS AND A LIE” | Laporan praktik kerja ini berjudul “Translating Sarah Pinsker’s Short Story “Two Truths and A Lie”. Kegiatan praktik kerja ini dilaksanakan pada tanggal 1 – 31 Mei 2021 dengan tujuan untuk menerjemahkan cerita pendek “Two Truths and A Lie” karya Sarah Pinsker dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia, dan untuk menerapkan teori-teori penerjemahan yang telah didapatkan selama pembelajaran. “Two Truths and A Lie” merupakan salah satu cerita karya Sarah Pinsker yang terbit pada tahun 2020. Cerita pendek ini telah memenangkan Nebula Award sebagai Best Novellete pada tahun 2021. Cerita ini memiliki setting tahun 1980an dan masa sekarang. “Two Truths and A Lie” bercerita tentang seorang gadis yang hidupnya dipenuhi dengan kebohongan yang ia ucapkan secara spontan. Pesan yang disampaikan dalam cerita ini adalah mengenai kejujuran. Ada dua metode yang digunakan dalam laporan praktik kerja, yaitu literature study dan direct practice. Dalam metode literature study, buku, internet, dan jurnal digunakan untuk mendapatkan informasi dan membantu proses penerjemahan. Dalam metode direct practice digunakan 9 teknik: modulasi, amplifikasi, peminjaman, deskripsi, reduksi, literal, variation, adaptasi, dan transposisi. Langkah-langkah yang digunakan dalam proses penerjemahan yaitu analysis, transfer, dan restucturing. Ada beberapa kendala yang ditemukan dalam kegiatan praktik kerja, seperti kurangnya penguasaan dalam bahasa Inggris, menemukan istilah-istilah asing, dan menemukan peribahasa dan lelucon yang sulit dimengerti karena perbedaan budaya. Namun, terdapat solusi yang dapat mengatasi kendala-kendala tersebut, seperti mempelajari dan mencari istilah-istilah baru melalui kamus dan internet, serta mempelajari budaya dari bahasa sumber dan mencari referansi untuk menemukan kalimat yang memiliki makna yang sama untuk digunakan pada bahasa sasaran. | This final report is entitled “Translating Sarah Pinsker’s Short Story “Two Truths and A Lie”. The job training activity was conducted in 1st until 31th May 2021 with the purposes to translate Sarah Pinsker's short story “Two Truths And A Lie” from English to Indonesian and to apply the translation theories that have been learned during the study. “Two Truths and A Lie” is a story by Sarah Pinsker that was published in 2020. This short story won the Nebula Award for Best Novelette in 2021. The setting of this story is 1980s and the present. This short story tells of a girl whose life is filled with lies that she tells spontaneously. The message conveyed in this story is about honesty. There are two methods used in the job training report, namely the literature study and direct practice. In the literature study, books, internet, and journals were used to get information and to help translation process. In the direct practice meyhod there are four techniques to be used: modulation, amplification, borrowing, description, reduction, literal, variation, adaptation, and transposition. The steps used in the translation process are analysis, transfer, and restructuring. There are several obstacles that were found in job training activity, such as lack of mastery in English, finding foreign terms, and finding proverbs and terms that were difficult to understand due to cultural differences. However, there are solutions that can overcome these obstacles, such as learning and searching parallel terms through dictionaries and the internet. The other solutions are studying the culture of the source language and looking for references to find sentences that have the same meaning to be used in the target language. | |
| 32969 | 36133 | I1C018074 | POTENSI INTERAKSI OBAT AZITROMISIN PADA PASIEN COVID-19 RAWAT INAP DI RSUD BANYUMAS PERIODE JULI 2020-JUNI 2021 | COVID-19 merupakan penyakit yang disebabkan oleh SARS-CoV-2. Terapi antibiotik untuk mengatasi COVID-19 menurut Pedoman Tatalaksana COVID-19 di Indonesia diantaranya yaitu azitromisin, levofloksasin, dan seftriakson. Penggunaan antibiotik diperuntukkan pada pasien dengan kemungkinan ko-infeksi bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi interaksi obat azitromisin dengan terapi lain pada pasien COVID-19 yang dirawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah Banyumas. Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif dan pengumpulan data dilakukan secara retrospektif berdasarkan catatan rekam medik pasien COVID-19 rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah Banyumas periode Juli 2020-Juni 2021. Database yang digunakan dalam identifikasi potensi interaksi obat yaitu lexicomp dan drugbank. Sebanyak 221 pasien diinklusi dengan 122 pasien (55,21%) adalah perempuan. Jumlah pasien yang mengalami potensi interaksi obat sebanyak 199 pasien (90%), dengan jumlah kejadian potensi interaksi obat sebanyak 289 kasus. Potensi interaksi obat terbanyak terjadi pada azitromisin dengan omeprazole dengan jumlah kejadian sebanyak 85 kasus (29,41%) dengan tingkat keparahan moderate dan mekanisme secara farmakokinetik. Pemberian terapi azitromisin dengan obat lain untuk pasien COVID-19 di RSUD Banyumas memiliki potensi interaksi. | COVID-19 is a disease caused by SARS-CoV-2. Antibiotic therapies to treat COVID-19 according to the COVID-19 Management Guidelines in Indonesia include azithromycin, levofloxacin, and ceftriaxone. The use of antibiotics is reserved for patients with possible bacterial co-infection. This study aims to determine the potential interaction of azithromycin with other therapies in COVID-19 patients who are hospitalized at the Banyumas Regional General Hospital. This study is a descriptive observational study and data collection was carried out retrospectively based on medical records of hospitalized COVID-19 patients at the Banyumas Regional General Hospital for the period July 2020-June 2021. The databases used to identify potential drug interactions were lexicomp and drugbank. A total of 221 patients were included with 122 patients (55.21%) being women. The number of patients experiencing potential drug interactions was 199 patients (90%), with the number of potential drug interactions being 289 cases. The most potential drug interactions occurred in azithromycin with omeprazole with a total of 85 cases (29.41%) with moderate severity and pharmacokinetic mechanism. The administration of azithromycin therapy with other drugs for COVID-19 patients at the Banyumas Hospital has the potential for interactions. | |
| 32970 | 36134 | C1C018035 | PERANAN WHISTLEBLOWING SYSTEM TERHADAP EFEKTIVITAS AUDIT INVESTIGATIF DALAM MENGUNGKAP FRAUD (STUDI DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA) | Tindakan fraud di Indonesia masih terus mengalami stagnansi, bahkan kebanyakan kasus dan pelaku berasal dari sektor publik. Daerah Istimewa Yogyakarta yang merupakan salah satu provinsi di Indonesia, memiliki catatan kasus fraud yang kebanyakan berasal dari sektor pemerintahan pusat sampai ke pemerintahan desa. Oleh karena itu, diperlukannya sebuah sistem yang dapat diimplementasikan pada Inspektorat sebagai salah satu lembaga pengawas keuangan dalam rangka mengungkap fraud. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dari whistleblowing system terhadap pengungkapan fraud dengan efektivitas audit investigatif sebagai mediasi. Pengumpulan data dilakukan dengan membagikan kuesioner kepada target responden yaitu pengawai fungsional Inspektorat meliputi auditor dan P2UPD. Analisis data dilakukan menggunakan WarpPLS dengan hasil penelitian membuktikan bahwa:(1) whistleblowing system berpengaruh signifikan terhadap pengungkapan fraud; (2) whistleblowing system berpengaruh signifikan tergadap efektivitas audit investigatif; (3) efektivitas audit investigatif berpengaruh signifikan terhadap pengungkapan fraud; (4) efektivitas audit investigatif memediasi pengaruh whistleblowing system terhadap pengungkapan fraud. | Fraud in Indonesia is still experiencing stagnation, in fact most cases and perpetrators come from the public sector. The Special Region of Yogyakarta, which is one of the provinces in Indonesia, has a record of fraud cases, most of which come from the central government sector to the village government. Therefore, we need a system that can be implemented in Inspectorate as one of the financial supervisory institutions in order to fraud disclosure. This study aims to analyze the effect of whistleblowing system on fraud disclosure with the effectiveness of investigative audit as mediator. Data was collected by distributing questionnaires to the target respondents, namely the functional employee of Inspectorate including auditors and P2UPD. Data analysis was carried out using WarpPLS with research results proving that: (1) the whistleblowing system has a significant effect on fraud disclosure; (2) the whistleblowing system has a significant effect on the effectiveness of the investigative audit; (3) the effectiveness of the investigative audit has a significant effect on fraud disclosure; (4) the effectiveness of investigative audit mediates the effect of the whistleblowing system on fraud disclosure. | |
| 32971 | 36135 | C1I017023 | The Effect of Managerial Institutional Family Ownership and Audit Committee on Corporate Value | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemilikan manajerial, institusional, keluarga dan komite audit terhadap nilai perusahaan. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan sektor pertambangan yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2018-2020.sampel penelitian ini terdiri dari 135 perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia untuk tahun 2018-2020. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dengan pemilihan sampel menggunakan metode purposive sampling. Pengujian hipotesis menggunakan SmartPLS 3.0. hasil penelitian ini menghasilkan: (1) Kepemilikan manajerial tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan; (2) Kepemilikan institusional tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan; (3) Kepemilikan keluarga tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan; (4) Komite audit berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. | This study aims to analyze the effect of managerial, institutional, family ownership and audit committee on corporate value. The population in this study are mining sector companies listed on the Indonesian Stock Exchange (IDX) in 2018-2020. The sample of this study consists of 135 companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) for the year 2018-2020. The data used this study were secondary and election data the sample uses a purposive sampling method. The hypothesis testing use SmartPLS 3.0. The result of this study indicates: (1) Managerial Ownership hasn’t an effect on corporate value; (2) Institutional Ownership hasn’t an effect on corporate value; (3) Family Ownership hasn’t an effect on corporate value; (4) The Audit Committee has a positive effect on corporate value. | |
| 32972 | 36136 | I1C018068 | Potensi Interaksi Obat pada Pasien COVID-19 di Rumah Sakit Umum Daerah Banyumas | COVID-19 merupakan wabah patogen yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2. Pengobatan antivirus untuk terapi COVID-19 yang disetujui Perhimpunan Dokter Paru Indonesia adalah oseltamivir, favipiravir dan remdesivir. Diperkirakan sekitar 40% pasien COVID-19 terpapar minimal satu potensi interaksi obat dengan antivirus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi obat antara antivirus dengan obat lain selama pengobatan COVID-19 di RSUD Banyumas. Penelitian ini menggunakan desain studi observasional deskriptif. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif menggunakan data rekam medis periode Juli 2020-Juni 2021 pasien COVID-19 rawat inap di RSUD Banyumas. Pasien terkonfirmasi COVID-19 dan menggunakan antivirus termasuk kedalam kriteria inklusi, dan kriteria eksklusi adalah pasien hamil. Data yang dikumpulkan dari rekam medis meliputi nama obat, jenis sediaan, dosis obat, rute pemberian obat dan frekuensi pemberian. Analisis potensi interaksi obat menggunakan Interaction Checker pada drugbank.com dan Lexi-Interact™ Online yang tersedia di situs web uptodate.com. Antivirus yang digunakan pada pasien antara lain oseltamivir (50,30%), favipiravir (38,62%), dan remdesivir (11,08%). Jumlah pasien yang mengalami potensi interaksi obat sebanyak 308 pasien (99,04%). Oseltamivir memiliki frekuensi potensi interaksi obat terbanyak yaitu 514 kasus (50,14%). Potensi interaksi obat secara farmakokinetika merupakan potensi interaksi obat tertinggi pada pasien dan berada pada tingkat keparahan minor. Terjadi potensi interaksi obat antivirus dengan obat lain pada pasien COVID-19 di RSUD Banyumas. | COVID-19 is an outbreak caused by SARS-CoV- 2. Indonesian Pulmonary Doctors Association approved antiviral medications for COVID-19 therapy were oseltamivir, favipiravir and remdesivir. It was estimated that around 40% of COVID-19 patients were exposed to at least one drug-antiviral interaction. This study aimed to determine the prevalence of potential drug interactions between antivirals and other drugs in the treatment of COVID-19 at Banyumas Regional General Hospital. A descriptive observational study design was used to perform the study. The data collection method was carried out retrospectively using medical record data from July 2020 to June 2021 of hospitalized COVID-19 patients at the Banyumas Rgional General Hospital. Confirmed COVID-19 patients and under treatment with antivirals were included, the exclusion criteria were pregnant patients. Data were collected from medical records included drug name, type of preparation, drug dose, route of drug administration and administration frequency. The potential drug interaction were analyzed using the Interaction Checker on drugbank.com and Lexi-Interact™ Online available on the uptodate.com website. Antivirals used in patients were oseltamivir (50,30%), favipiravir (38,62%) and remdesivir (11,08%). 308 patients (99,04%) had 1 or more potential interaction. Oseltamivir had the highest frequency of potential drug interactions with 514 cases (50,14%). The most potential drug interactions were in the pharmacokinetics phase with minor severity level. There was a potential interactions of antiviral drugs with other drugs in COVID-19 patients at the Banyumas Regional General Hospital. | |
| 32973 | 36137 | I1C018071 | Pengaruh Penggunaan N-Asetilsistein (NAC) Terhadap Gejala Klinik Pasien Rawat Inap COVID-19 di RSU Santa Elisabeth Purwokerto | Infeksi SARS-CoV-2 atau COVID-19 dikaitkan dengan ketidakseimbangan oksidan dan antioksidan yang menyebabkan inflamsi dan kerusakan jaringan. N-Asetilsististein (NAC) selain sebagai mukolitik, NAC diketahui efektif sebagai antioksidan melalui beberapa mekanisme yang dimediasi GSH untuk mengurangi pneumonia dan Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS) pada COVID-19. Penelitian ini dilakukan dengan rancangan deskriptif observasional. Pengumpulan data secara retrospektif didapat dari data rekam medis pasien rawat inap COVID-19 RSU Santa Elisabeth Purwkerto periode Juli 2020 – Juli 2021. Analisis statistik yang dilakukan terkait pengaruh penggunaan NAC terhadap gejala klinik pasien menggunakan uji Wilcoxon dan uji tanda (Sign Test). Hasil penelitian menunjukan bahwa mayoritas pasien yang dirawat di RSU Santa Elisabeth yaitu pasien derajat ringan, mayoritas merupakan pasien wanita dan rentang usia paling banyak yaitu pada 46 - 55 tahun. Komorbid yang didominasi oleh diabetes melitus, hipertensi dan penyakit jantung. NAC yang digunakan pada pasien rawat inap COVID-19 di RSU Santa Elisabeth yaitu NAC oral dengan dosis 600 mg dan NAC secara intravena 5 gram/hari. Lama pemberian NAC paling banyak pada rentang 8-14 hari yaitu. Penggunaan NAC berpengaruh pada gejala klinik batuk, SPO2 dan RR pada pasien COVID-19 derajat ringan serta sedang (p-value < 0,05), namun tidak berpengaruh pada gejala klinik batuk, RR dan SPO2 pada pasien COVID-19 derajat berat (p-value > 0,05). | SARS-CoV-2 or COVID-19 infection is associated with an imbalance of oxidants and antioxidants that causes inflammation and tissue damage. N-Acetylcysteine (NAC) apart from being a mucolytic, NAC is known to be effective as an antioxidant through several GSH-mediated mechanisms to reduce pneumonia and Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS) in COVID-19. This research was conducted with a descriptive observational design. Data collected from medical records of patients with COVID-19 patients at Santa Elisabeth Hospital, Purwkerto for the period July 2020 – July 2021 retrospectively. Statistical analysis was carried out regarding the effect of using NAC on patients' clinical symptoms using the Wilcoxon test and sign test (Sign Test). The results showed that the majority of patients treated at Santa Elisabeth General Hospital were mild grade patients, the majority were female patients and the most age range was 46 - 55 years. The comorbidities are dominated by diabetes mellitus, hypertension and heart disease. The NAC used for COVID-19 inpatients at Santa Elisabeth General Hospital is oral NAC at a dose of 600 mg and NAC intravenously 5 grams/day. The longest duration of NAC administration was in the range of 8-14 days, namely. The use of NAC had an effect in clinical symptoms of cough, SPO2 and RR in mild and moderate COVID-19 patients (p-value < 0.05), but had no effect on clinical symptoms of cough, RR and SPO2 in severe COVID-19 patients (p-value > 0.05). | |
| 32974 | 36138 | I1C018067 | Pengaruh Penggunaan Favipiravir terhadap Gejala Klinis Pasien Rawat Inap COVID-19 di RSU Santa Elisabeth Purwokerto | Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) adalah penyakit yang disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Salah satu terapi yang digunakan untuk COVID-19 yaitu antivirus favipiravir. Penelitian terkait favipiravir di Indonesia masih terbatas dan terdapat kontroversi mengenai keefektifan favipiravir. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penggunaan favipiravir terhadap gejala klinis pasien COVID-19. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan metode pengambilan data secara retrospektif. Data yang diambil merupakan data rekam medik pasien terkonfirmasi COVID-19 di Rumah Sakit Umum Santa Elisabeth Purwokerto, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia, periode Maret 2020 – Maret 2021. Analisis pengaruh penggunaan favipiravir terhadap gejala klinis diukur dengan melihat perbedaan gejala klinis sebelum dan sesudah penggunaan favipiravir menggunakan uji wilcoxon untuk parameter suhu dan respiratory rate, dan uji tanda (sign test) untuk parameter gejala batuk. Total subjek penelitian yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 69 pasien terdiri atas 36 pasien COVID-19 derajat ringan dan 33 pasien COVID-19 derajat sedang-berat. Penggunaan favipiravir dimulai sejak Oktober 2020 dengan dosis 1600 mg/12 jam/oral dilanjutkan dengan dosis 600 mg/12jam/oral dengan lama penggunaan terbanyak selama 7-14 hari. Analisis statistik pada pasien derajat ringan menunjukkan favipiravir berpengaruh pada batuk, namun tidak berpengaruh pada suhu dan respiratory rate (p > 0,05). Pada pasien derajat sedang-berat, favipiravir berpengaruh pada suhu, respiratory rate, dan batuk (p < 0,05). Penggunaan favipiravir berpengaruh terhadap gejala klinis batuk pasien COVID-19 derajat ringan, serta suhu, respiratory rate, dan batuk pasien COVID-19 derajat sedang-berat. | Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) is a disease caused by Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2). One of the therapies used for COVID-19 is the antiviral favipiravir. Research on favipiravir in Indonesia is limited and there is controversy about the effectiveness of favipiravir. This study was conducted to determine the effect of using favipiravir on clinical outcomes for COVID-19 patients. This study is an observational study with retrospective data collection method. The data taken are medical record data confirmed COVID-19 patients at the Santa Elisabeth General Hospital, Purwokerto, Central Java Province, Indonesia, for the period March 2020 – March 2021. Analysis of the effect of using favipiravir on clinical symptoms as measured by looking at differences in clinical symptoms before and before the use of favipiravir using the Wilcoxon test for temperature and respiratory rate parameters, and a sign test for cough symptom parameters. A total subjects were 69 patients consisted of 36 mild COVID-19 patients and 33 moderate-severe COVID-19 patients. The use of favipiravir began in October 2020 at a dose of 1600 mg/12 hours/oral followed by a dose of 600 mg/12 hours/oral with the longest duration of use for 7-14 days. In mild COVID-19 patients, favipiravir had an effect on cough, but had no effect on temperature and respiratory rate (p > 0.05). In moderate-severe COVID-19 patients, favipiravir affected temperature, respiratory rate, and cough (p < 0.05). The use of favipiravir did affect the clinical symptoms of cough of mild COVID-19 patients, as well as the temperature, respiratory rate, and cough of moderate-severe COVID-19 patients. | |
| 32975 | 36141 | J0B019028 | Pembuatan Booklet Wisata Kuliner Berbahasa Mandarin Dengan Metode Komunikatif Di Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta | Laporan praktik kerja ini berjudul “Pembuatan Booklet Wisata Kuliner Berbahasa Mandarin dengan Metode Komunikatif di Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta”. Kegiatan praktik kerja dilaksanakan selama enam bulan pada tanggal 4 Oktober 2021 sampai 31 Maret 2022. Tujuan dilaksanakannya praktik kerja ini adalah menghasilkan sebuah booklet wisata kuliner berbahasa Mandarin untuk memudahkan wisatawan berbahasa Mandarin dalam mengenal wisata kuliner kota Yogyakarta. Metode pengumpulan data yang digunakan penulis adalah metode observasi, wawancara, studi pustaka, dan jelajah internet. Dalam proses pembuatan booklet wisata kuliner berbahasa Mandarin penulis menggunakan metode komunikatif. Hal ini dikarenakan dalam metode komunikatif, rekonstruksi kalimat disesuaikan dengan tata bahasa bahasa sasaran (bahasa Mandarin) sehingga memudahkan wisatawan berbahasa Mandarin memahami isi booklet tersebut. Hasil dari praktik kerja ini adalah booklet wisata kuliner Kota Yogyakarta berbahasa Mandarin. | 这份实习报告题的目是“Pembuatan Booklet Wisata Kuliner Berbahasa Mandarin Dengan Metode Komunikatif Di Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta”。实习为六个月从 2021 年 10 月 4 日至 2022 年 3 月 31 日。实习报告的目的是做一本中文的美食旅游的简册让中港台游客更便利知道关于日惹城市美食旅游。作者使用的收集文件方法是观察方法,访谈方法,文献研究方法以及浏览互联网方法。在做这本中文的美食旅游的过程中,作者使用交际翻译方法。此事因为在交际翻译方法的重建句子跟随目标正文的语法(中文)所以中港台游客更便利知道这本简册的内容。实习报告的结果是一本中文的日惹美食旅游的简册。 | |
| 32976 | 36143 | H1B018020 | EVALUASI WAKTU PELAKSANAAN PEMBANGUNAN GEDUNG BERBASIS BUILDING INFORMATION MODELING (BIM) MENGGUNAKAN TEKLA STRUCTURES (STUDI KASUS GEDUNG PARKIR DAN BANGSAL PERAWATAN RSUP DR. SARDJITO YOGYAKARTA) | Di era revolusi industri 4.0 Building Information Modelling (BIM) menjadi salah satu teknologi informasi yang berkembang penting dalam industri jasa konstruksi. Salah satu software yang berbasis BIM yang dapat menganalisis struktur serta evaluasi waktu pelaksanaan adalah Tekla Structures. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manfaat penerapan BIM menggunakan software Tekla Structures di proyek konstruksi dan mengetahui progres realisasi pekerjaan struktur serta evaluasi waktu pelaksanaan proyek pembangunan Gedung Parkir dan Bangsal Perawatan RSUP Dr, Sardjito, Yogyakarta yang berbasis BIM 4D menggunakan Tekla Structures. Data yang dibutuhkan adalah gambar shop drawing, Kurva S, dan progres pekerjaan. Penerapan serta pemodelan BIM menggunakan Tekla Structures dilakukan pada bagian struktur saja sampai tahap penjadwalan (scheduling) menggunakan task manager. Evaluasi waktu pelaksanaan proyek dilakukan dengan membandingkan bobot rencana dengan bobot realisasi pekerjaan untuk mendapatkan nilai deviasi yang menunjukkan proyek mengalami percepatan atau keterlambatan. Apabila terjadi keterlambatan, diidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan keterlambatan dan tindakan perbaikannya. Pemodelan dan evaluasi waktu yang dilakukan pada penelitian ini dilakukan setelah proyek selesai. Hasil dari penelitian ini menunjukkan proyek mengalami kemajuan pada minggu ke -1 sampai minggu ke – 5 dengan nilai deviasi positif terbesar +3.590%. Namun dari minggu ke -6 sampai minggu ke-18 mengalami keterlambatan dengan nilai deviasi negatif terbesar yaitu -21.899%. Pada pekerjaan struktur ini terjadi kemunduran waktu pelaksanaan pekerjaan selama 3 minggu untuk menyelesaikan seluruh pekerjaan struktur. Keterlambatan dari pekerjaan ini terjadi karena adanya kemunduran waktu dimulainya item pekerjaan struktur serta beberapa gangguan teknis yang terjadi di lapangan, lahan proyek yang sempit, sering terjadi permasalahan dengan Gedung existing, Kurva S yang sudah tidak relevan, sering terjadi perubahan gambar, cuaca masuk dimusim penghujan, dan jumlah pekerja di setiap item pekerjaan kurang. Hasil menstimulasikan perkembangan proyek berdasarkan perubahan waktu melalui pendekatan model berbasis BIM akan membantu kontraktor dalam pembuatan keputusan yang lebih komprehensif. | In the era of the industrial revolution 4.0, Building Information Modeling (BIM) has become one of the most important information technologies in the construction industry. One of the BIM-based software that can analyze the structure and evaluate the implementation time is Tekla Structures. This study aims to determine the benefits of implementing BIM using Tekla Structures software in construction projects and knowing the progress of the realization of structural work as well as evaluating the implementation time of the Parking Building and Maintenance Ward construction project, Dr. Sardjito Hospital, Yogyakarta based on 4D BIM using Tekla Structures. The data needed are shop drawings, S curves, and work progress. The implementation and modeling of BIM using Tekla Structures is carried out only in the structure section until the scheduling stage using the task manager. Evaluation of project implementation time is carried out by comparing the weight of the plan with the weight of the realization of the work to obtain a deviation value which indicates the project is experiencing acceleration or delay. The modeling and time evaluation carried out in this study was carried out after the project was completed. The results of this study indicate that the project progressed from week -1 to week 5 with the largest positive deviation of +3.590%. However, from the 6th week to the 18th week there was a delay with the largest negative deviation value, namely -21.899%. In this structural work, there was a delay in the execution time of the work for 3 weeks to complete all structural work. The delay in this work occurred due to a delay in the starting time of structural work items as well as some technical disturbances that occurred in the field, narrow project area, frequent problems with existing buildings, irrelevant S curves, frequent changes in drawings, weather entering the rainy season, and the number of workers in each work item is less. The results of stimulating project development over time through a BIM-based model approach will assist contractors in making more comprehensive decisions. | |
| 32977 | 36144 | F1F018016 | Analisis Perspektif Politik Hijau terhadap Kasus Ekosida di Indonesia pada Masa Pemerintahan Joko Widodo Tahun 2014-2021 | Permasalahan-permasalahan yang berdampak pada lingkungan secara global sudah lama berlangsung di berbagai wilayah di dunia, termasuk Indonesia. Kejahatan korporasi yang mengarah pada kejahatan lingkungan masih sering terjadi di Indonesia, meskipun isu lingkungan sebenarnya telah menjadi komitmen politik Presiden Joko Widodo. Hal inilah yang melatarbelakangi penulis untuk menganalisis berbagai kasus ekosida di Indonesia melalui perspektif politik hijau pada periode pemerintahan Presiden Joko Widodo tahun 2014-2021. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai pentingnya keamanan lingkungan dalam Hubungan Internasional melalui studi kasus ekosida yang terjadi di Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode wawancara dan studi dokumentasi untuk mendukung proses penelitian kualitatif. Dalam penelitian ini penulis berusaha menjelaskan bagaimana perspektif politik hijau (variabel independen) melihat kasus ekosida (variabel dependen) di Indonesia. Berdasarkan hasil pengolahan data, kasus ekosida yang terjadi di Indonesia merupakan risiko lingkungan yang harus dihadapi oleh masyarakat luas akibat sistem ekonomi ekstraktif, pengaruh oligarki yang kuat dalam pemerintahan, dan ditinggalkannya agenda lingkungan dalam proses politik negara. Pembuat kebijakan telah secara terang-terangan tidak menjadikan keberlanjutan ekologi sebagai agenda utama dan lebih mementingkan agenda pembangunan ekonomi, sehingga membuat lingkungan mengalami krisis yang menyebabkan bencana-bencana lainnya menjadi tidak terhindarkan. | Problems that have an impact on the environment globally have been going on in various regions of the world, including Indonesia. Corporate crimes that lead to environmental crimes are still common in Indonesia, although environmental issues have become President Joko Widodo's political commitment. Therefore, the author is motivated to analyze various ecocide cases in Indonesia through the perspective of green politics during the 2014-2021 period of President Joko Widodo's administration. This research aims to provide an explanation of the importance of environmental security in International Relations through case studies of ecocides that occurred in Indonesia. The methods used in this research are the interview method and the study of documentation to support the qualitative research process. In this research, the author tries to explain how the green political perspective (independent variable) sees the case of ecocides (dependent variable) in Indonesia. Based on the analysis results, the ecocide case that occurred in Indonesia is an environmental risk that must be faced by the wider community due to the extractive economic system, strong oligarchic influence in government, and the lack of environmental agenda in the country's political process. Policymakers have not taken ecological sustainability as the main agenda and only concerned with the economic development agenda, thus making a crisis environment that causes other catastrophes to become unavoidable. | |
| 32978 | 44928 | B1A020020 | Variasi Pembungaan Tanaman Air Mata Pengantin (Antigonon leptopus Hook. & Arn.) pada Beberapa Ketinggian Lokasi Budidaya Lebah Klanceng | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variasi pembungaan Antigonon leptopus (bunga air mata pengantin) pada berbagai ketinggian lokasi budidaya lebah klanceng (Tetragonula sp.) serta hubungan antara faktor lingkungan dengan variasi pembungaan tersebut. Metode survei digunakan untuk mengamati tanaman di tiga lokasi: Fakultas Biologi Unsoed (110,5 mdpl), Desa Kebumen (225,5 mdpl), dan Desa Serang (1.138 mdpl). Variabel yang diamati meliputi ketinggian tempat, fase pembungaan, jumlah bunga, dan diameter bunga, serta faktor lingkungan seperti suhu udara, kelembaban udara, kelembaban tanah, pH tanah, dan intensitas cahaya matahari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada ketinggian 110,5 dan 225,5 mdpl, fase pembungaan lebih cepat dengan bunga yang lebih besar dan lebih banyak dibandingkan ketinggian 1.138 mdpl, di mana fase pembungaan lebih lama dan bunga lebih sedikit serta lebih kecil. Analisis multivariat mengindikasikan ketinggian tempat mempengaruhi variasi pembungaan, sementara analisis korelasi Pearson menunjukkan suhu udara dan intensitas cahaya matahari mempercepat pembungaan dan meningkatkan ukuran bunga, sedangkan kelembaban udara memperlambat pembungaan dan mengurangi ukuran bunga. Kesimpulannya, variasi faktor lingkungan pada berbagai ketinggian signifikan mempengaruhi karakteristik pembungaan A. leptopus, dengan implikasi bahwa pengetahuan ini penting untuk merancang penyediaan pakan bagi budidaya lebah klanceng. | This study aims to investigate the flowering variations of Antigonon leptopus (coral vine) at different altitudes of Tetragonula sp. beekeeping locations and to understand the relationship between environmental factors and flowering variations. A survey method was used to observe plants at three locations: Faculty of Biology Unsoed (110.5 m.a.s.l.), Kebumen Village (225.5 m.a.s.l.), and Serang Village (1,138 m.a.s.l.). Variables observed included altitude, flowering phase, number of flowers, flower diameter, and environmental factors such as air temperature, air humidity, soil moisture, soil pH, and sunlight intensity. The results showed that at 110.5 and 225.5 meters above sea level, the flowering phase was faster with larger and more numerous flowers compared to 1,138 meters above sea level, where the flowering phase was longer and the flowers were fewer and smaller. Multivariate analysis indicated that altitude significantly affects flowering variation, while Pearson correlation analysis showed that higher air temperature and sunlight intensity accelerate flowering and increase flower size, whereas air humidity tends to slow down the flowering process and reduce flower size. In conclusion, variations in environmental factors at different altitudes significantly influence the flowering characteristics of A. leptopus. This knowledge is crucial for designing the provision of feed for Tetragonula sp. beekeeping. | |
| 32979 | 36146 | L1B018018 | Profil Darah Ikan Lele (Clarias gariepenus) yang Dibudidayakan di Desa Panembangan, Cilongok, Banyumas | Pemantauan kesehatan ikan lele (Clarias gariepinus) penting dilakukan untuk menunjang keberhasilan produksi ikan lele berkualitas, salah satunya dengan pengukuran parameter darah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah eritrosit, hemoglobin, hematokrit dan kadar glukosa darah ikan lele yang dibudidayakan di desa Panembangan, Cilongok, Banyumas. Penelitian ini dilaksanakan pada 16 September 2021 - 28 November 2021. Pengamatan dilakukan pada masing-masing 10 sampel ikan lele dari 4 pokdakan meliputi Pokdakan Mina Mandiri, Talang Mas, Prukut Ulam Sari dan Berkah Randu Alas. Hasil menunjukan bahwa jumlah eritrosit lele pada Pokdakan Pokdakan Mina Mandiri, Talang Mas, Prukut Ulam Sari dan Berkah Randu Alas masing-masing 9,54x105 sel/mm3 hingga 14,54x105 sel/mm3. Rata-rata kadar hemoglobin berkisar 7,84 g/dL hingga 9,26 g/dL. Kadar hematokrit berada pada kisaran 23,52% hingga 27,78%. Kadar glukosa darah lele pada keempat pokdakan masing-masing berkisar antara 105,6 mg/L hingga 207,7 mg/L. Hasil ini menandakan jumlah eritrosit, kadar hemoglobin dan hematokrit tergolong normal, namun kadar glukosa darah tergolong tinggi. | Monitoring the health of catfish (Clarias gariepinus) is important to support the success of high quality catfish production, one of which is by measuring blood parameters. The purpose of this study was to determine the number of erythrocytes, hemoglobin, hematocrit and blood glucose levels of catfish cultured in Panembangan village, Cilongok, Banyumas. This research was conducted on September 16, 2021 - November 28, 2021. Observations were made on each of 10 catfish samples from 4 pokdakan including Pokdakan Mina Mandiri, Talang Mas, Prukut Ulam Sari and Berkah Randu Alas. The results showed that the number of erythrocytes was ranged 9.54x105 cells/mm3 to 14.54x105 cells/mm3. The average hemoglobin level ranged from 7.84 g/dL to 9.26 g/dL. Hematocrit levels were in the range of 23.52% to 27.78%. The blood glucose levels of catfish in the four pokdakan ranged from 105.6 mg/L to 207.7 mg/L respectively. These results indicate the number of erythrocytes, hemoglobin and hematocrit levels are normal, but blood glucose levels are high. | |
| 32980 | 36147 | H1B018051 | ANALISIS KEBUTUHAN TENAGA KERJA DAN DISTRIBUSINYA PADA BANGUNAN BERTINGKAT MENGGUNAKAN METODE AHSP DAN RESOURCE LEVELING (Studi Kasus Pembangunan Gedung Instalasi Bedah Sentral RSUD Banyumas) | Bangunan bertingkat memiliki pekerjaan yang kompleks dan membutuhkan perencanaan tenaga kerja serta pendistribusian yang optimal. Keberhasilan di dalam suatu proyek konstruksi ditentukan oleh kualitas maupun kuantitas sumber daya khususnya tenaga kerja. Pemakaian sumber daya tenaga kerja yang dilakukan secara efektif dan efisien menghasilkan pelaksanaan proyek yang terkendali dalam segi waktu dan biaya. Pemakaian tenaga kerja yang berlebih akan mengakibatkan pemborosan, sedangkan kekurangan tenaga kerja akan mengakibatkan keterlambatan pelaksanaan proyek. Untuk mengatasi masalah tidak meratanya tenaga kerja maka perlu dilakukan perataan sumber daya. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kebutuhan tenaga kerja dengan menggunakan metode AHS (Analisis Harga Satuan) dan mengatur distribusi tenaga kerja dengan menggunakan metode Resource Leveling pada proyek gedung bertingkat yaitu proyek pembangunan Instalasi Bedah Sentral RSUD Banyumas. Metode Resource Leveling digunakan untuk mendapatkan histogram tenaga kerja yang paling optimal dan menghindari adanya fluktuasi yang tajam. Resource Leveling dilakukan dengan bantuan aplikasi Microsoft Project 2019. Setelah dilakukannya resource leveling, terjadi penurunan pada masing-masing kebutuhan maksimum tenaga kerja. Hasil penurunan kebutuhan maksimum tenaga kerja dalam bentuk persentase pada proyek Instalasi Bedah Sentral RSUD Banyumas yaitu pekerja 27,71%, tukang besi 3,23%, tukang batu 1,1%, tukang aluminium 3,7%, kepala tukang 23,7%, dan mandor 25%. Hasil dari analisis resource leveling yang telah dilakukan mampu mengurangi fluktuasi penggunaan tenaga kerja dan mampu mengalami pemerataan yang signifikan. | Multi-storey buildings have complex work and require workforce planning and optimal distribution. Success in a construction project is determined by the quality and quantity of resources, especially labor. Effective and efficient use of labor resources results in controlled project implementation in terms of time and cost. The use of excessive labor will result in wastage, while the shortage of labor will result in delays in project implementation. To overcome the problem of unequal workforce, it is necessary to do resource distribution. The purpose of this study is to obtain the labor requirements using the AHS (Unit Price Analysis) method and regulate the distribution of labor using the Resource Leveling method on a multi-storey building project, namely the construction project of the Central Surgical Installation of RSUD Banyumas. Resource Leveling method is used to get the most optimal workforce histogram and avoid sharp fluctuations. Resource Leveling was carried out with the help of the Microsoft Project 2019 application. After doing resource leveling, there is a decrease in each of the maximum labor requirements. The results of the decrease in the maximum demand for labor in the form of percentages on the Central Surgical Installation project at RSUD Banyumas are 27.71% workers, 3.23% blacksmiths, 1.1% masons, 3.7% aluminum craftsmen, 23.7% head craftsmen, and 25% foreman. The results of the resource leveling analysis that have been carried out are able to reduce fluctuations in the use of labor and are able to experience significant equity. |