Artikelilmiahs

Menampilkan 33.001-33.020 dari 50.008 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
3300136167I1C016096PENGETAHUAN APOTEKER TERKAIT SUPLEMEN SAAT PANDEMI COVID-19Latar Belakang: Coronavirus disease 19 merupakan penyakit menular yang penyebarannya meluas sampai ke berbagai negara. Penggunaan suplemen di masa pandemi covid-19 ini ditujukan untuk membantu meningkatkan imunitas sebagai tindakan pencegahan covid-19, maka dari itu peran apoteker sangat penting untuk menyampaikan informasi terkait suplemen kesehatan. Pengetahuan apoteker yang baik dapat mendukung pengendalian terhadap covid-19.
Tujuan: Penelitian bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan apoteker terkait suplemen saat pandemi covid-19.
Metodelogi: Penelitian ini menggunakan metode survey cross sectional. Sebanyak 141 responden yang memenuhi kriteria inklusi dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Kuesioner dibagikan kepada apoteker di Kabupaten Banyumas pada bulan Juli 2021 secara online melalui google form. Data yang diperoleh dilakukan analisa secara deskriptif.
Hasil penelitian: Tingkat pengetahuan apoteker tentang suplemen saat pandemi Covid-19 yang termasuk dalam kategori baik sebanyak 45 responden (33,08%), cukup baik sebanyak 67 responden (49,26%) dan kurang baik sebanyak 24 responden (17,64%).
Kesimpulan: Hasil penelitian tingkat pengetahuan apoteker kabupaten Banyumas yang memiliki jumlah responden terbanyak pada kategori cukup baik, sehingga apoteker perlu meningkatkan pengetahuan melalui pelatihan peningkatan kompetensi maupun secara mandiri.
Background: Coronavirus disease 19 is an infectious disease that spreads to various countries. The use of supplements during the covid-19 pandemic is intended to help increase immunity as an act of exposure to covid-19, therefore the role of pharmacists is very important to convey information related to health supplements. Good pharmacist knowledge can support the control of covid-19.
Purpose: This study aims to determine the level of pharmacist knowledge regarding supplements during the covid-19 pandemic.
Methodology: This study used a cross sectional survey method. The questionnaire was made by the researcher herself based on previous studies about each supplements. A total of 141 respondents who met the inclusion and exclusion criteria were selected using the accidental sampling method. Questionnaires were distributed to pharmacists in Banyumas district. The data which obtained were analyzed descriptively.
Results: The level of pharmacist knowledge about supplements during the Covid-19 pandemic which was included in the good category was 45 people (33.08%), quite good as many as 67 people (49.26%) and not good as many as 24 people (17.64%).
Conclusion: The results of the study on the level of knowledge of pharmacists in Banyumas district which had the largest number of respondents in the fairly good category, so that to increase knowledge, pharmacists could conduct training or attend seminars held by related parties to increase knowledge every pharmacist
3300236168I1C018036STUDI POTENSI INTERAKSI OBAT ANTIBIOTIK LEVOFLOKSASIN PADA PASIEN COVID-19 DI INSTALASI RAWAT INAP RSUD BANYUMASAbstrak
COVID-19 merupakan penyakit yang menyerang sistem pernafasan yang disebabkan virus SARS-CoV2. Levofloksasin merupakan salah satu antibiotik yang ditetapkan oleh Kemenkes RI sebagai terapi penanganan COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi innteraksi obat levofloksasin pada pasien COVID-19 di RSUD Banyumas. Penelitian ini bersifat deskriptif observasional dengan data rekam medis pasien COVID-19 di RSUD Banyumas periode Juni 2020-Juni 2021 secara total sampling. Analisis interaksi obat menggunakan Lexicomp® Drug Interaction dan Drugs.Interaction Checker. Diperoleh sebanyak 217 sampel dan interaksi obat levofloksasin berpotensi muncul pada 176 pasien (81,11%). Berdasarkan tingkat keparahannya, tingkat mayor sebanyak 106 kejadian (37,06%), tingkat moderate sebanyak 161 kejadian (56,30%) dan tingkat minor sebanyak 19 kejadian (6,64%). Berdasarkan mekanisme kerjanya, interaksi farmakokinetika sebanyak 31 kejadian (10,83%) dan interaksi farmakodinamika sebanyak 255 kejadian (89,17%). Tata laksana yang dapat dilakukan yaitu monitoring ketat khususnya bagi pasien dengan faktor risiko tinggi (lansia, gangguan ginjal, gangguan jantung dan pasien kritis lainnya).
COVID-19 is a disease that attacks the respiratory system caused by the SARS-CoV2 virus. Levofloxacin is one of the antibiotics prescribed by the Indonesian Ministry of Health as a treatment for COVID-19. This study aims to determine the potential for levofloxacin drug interactions in COVID-19 patients at the Banyumas Hospital. This research is descriptive observational with medical record data of COVID-19 patients at the Banyumas Hospital for the period June 2020-June 2021 by total sampling. Drug interaction analysis using Lexicomp® Drug Interaction and Drugs.Interaction Checker. A total of 217 samples were obtained and levofloxacin drug interactions had the potential to appear in 176 patients (81.11%). Based on the severity, the major level was 106 events (37.06%), the moderate level was 161 events (56.30%) and the minor level was 19 events (6.64%). Based on the mechanism of action, pharmacokinetic interactions were 31 events (10.83%) and pharmacodynamic interactions were 255 events (89.17%). The management that can be done is close monitoring, especially for patients with high risk factors (elderly, kidney disorders, heart problems and other critical patients).
3300336169K1A018027Formulasi, Karakterisasi, dan Pengujian Potensi Tabir Surya Nanoemulsi Minyak Atsiri Daun Pala (Myristica Fragrans Houtt.)Minyak daun pala (Myristica Fragrans Houtt) merupakan salah satu bahan alam yang memiliki aktivitas antioksidan dan berpotensi sebagai tabir surya. Penelitan ini bertujuan untuk membuat nanoemulsi minyak daun pala, karakterisasi, dan menguji potensi minyak daun pala dan nanoemulsi minyak daun pala sebagai tabir surya. Nanoemulsi minyak daun pala dibuat dengan variasi kandungan minyak daun pala sebesar 0,5; 1; 3; 5; dan 7 mL dan kontrol tanpa kandungan minyak daun pala. Emulsi juga dibuat dengan formula yang sama sebagai pembanding. Karakterisasi nanoemulsi meliputi uji organoleptis, uji pH, uji viskositas, uji persen transmitan, uji tipe nanoemulsi, uji PSA, dan uji stabilitas termodinamik dan kinetik, sedangkan karakterisasi emulsi dilakukan tanpa uji PSA dan uji stabilitas. Pengujian potensi tabir surya dilakukan dengan menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada rentang panjang gelombang 290-400 nm dengan etanol sebagai blanko. Hasil pengujian organoleptis nanoemulsi menunjukkan penampakan jernih dan stabil, sedangkan emulsi memiliki penampakan yang lebih keruh dan tidak stabil. Hasil pengujian pH, viskositas, tipe nanoemulsi, persen transmitan, dan uji ukuran partikel nanoemulsi menunjukkan hasil yang baik dan sesuai dengan parameter. Emulsi memiliki pH, viskositas, tipe rmulsi yang baik, namun emulsi dengan kandungan minyak daun pala 5 dan 7 mL tidak dapat digolongan ke dalam emulsi yang baik karena memiliki persen transmitan kurang dari 90% dan memiliki penampakan yang keruh. Emulsi tidak dilakukan pengukuran SPF karena tidak memenuhi syarat pengukuran pada spektrofotometer yaitu larutan yang jernih. Oleh karena itu, digunakan minyak daun pala tanpa dijadikan nanoemulsi sebagai pembanding. Hasilnya diperoleh aktivitas tabir surya nanoemulsi minyak daun pala lebih tinggi daripada aktivitas tabir surya minyak daun pala tanpa dibuat nanoemulsi. Sediaan nanoemulsi yang memiliki aktivitas tabir surya terbaik adalah nanoemulsi dengan kadar minyak daun pala 7 mL dengan nilai SPF sebesar 1,503; nilai %Te sebesar 48,391%; dan nilai %Tp sebesar 80,257%. Nanoemulsi dengan kadar minyak daun pala 7 mL termasuk kategori regular suntan.Nutmeg leaf oil (Myristica Fragrans Houtt) is one of the natural ingredients that has antioxidant activity and has the potential as a sunscreen. This study aims to make nutmeg leaf oil nanoemulsions, characterize, and test the potential of nutmeg leaf oil and nutmeg leaf oil nanoemulsions as sunscreens. Nutmeg leaf oil nanoemulsion was made with variations in nutmeg leaf oil content of 0.5; 1; 3; 5; and 7 mL and control without nutmeg leaf oil content. Emulsions were also made with the same formula as a comparison. Nanoemulsion characterization included organoleptic test, pH test, viscosity test, percent transmittance test, nanoemulsion type test, PSA test, and thermodynamic and kinetic stability test, while emulsion characterization was carried out without PSA test and stability test. Testing the potential of sunscreens was carried out using a UV-Vis spectrophotometer at a wavelength range of 290-400 nm with ethanol as a blank. The results of the organoleptic test of nanoemulsion showed a clear and stable appearance, while the emulsion had a more cloudy and unstable appearance. The test results of pH, viscosity, nanoemulsion type, percent transmittance, and nanoemulsion particle size test showed good results and were in accordance with the parameters. The emulsion had a good pH, viscosity, emulsion type, but emulsions with 5 and 7 mL of nutmeg leaf oil content could not be classified as good emulsions because they had a transmittance percentage of less than 90% and had a cloudy appearance. The emulsion SPF was not measured because it did not meet the measurement requirements on the spectrophotometer, namely a clear solution. Therefore, nutmeg leaf oil was used without being used as a nanoemulsion as a comparison. The results obtained that the sunscreen activity of nutmeg leaf oil nanoemulsion was higher than the sunscreen activity of nutmeg leaf oil without making a nanoemulsion. The nanoemulsion preparations that had the best sunscreen activity were 7% nutmeg leaf oil nanoemulsion with an SPF value of 1,503; the value of %Te is 48.391%; and the %Tp value is 80.257%. Nutmeg leaf oil nanoemulsion 7 mL belongs to the regular suntan category.
3300436173I1E015043HUBUNGAN ANTARA PANJANG LENGAN, KOORDINASI MATA TANGAN, DAN PUSH-UP DENGAN KEMAMPUAN SHOOTING PADA SISWA PUTRA EKSTRAKURIKULER BOLA BASKET SMA NEGERI 1 SOKARAJAHUBUNGAN ANTARA PANJANG LENGAN, KOORDINASI MATA TANGAN, DAN PUSH UP DENGAN KEMAMPUAN SHOOTING
PADA SISWA PUTRA EKSTRAKURIKULER BOLA BASKET
SMA NEGERI 1 SOKARAJA
Muhammad Zulfikar Burhanudin
Jurusan Pendidikan Jasmani, Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan
Universitas Jenderal Soedirman,
Purwokerto, Indonesia

Latar Belakang : Bola basket adalah olah raga bola berkelompok yang terdiri atas dua tim beranggotakan masing-masing 5 (lima) orang yang saling bertanding mencetak poin dengan memasukkan bola ke dalam ring atau keranjang lawan
Metodologi : Penelitian ini menggunakan penelitian survey dengan teknik pengumpulan data menggunakan test dan test pengukuran. Dengan desain penelitian menggunakan desain correlation product moment. Penelitian ini dilaksanakan di lapangan basket SMA 1 Sokaraja menggunakan sampel 20 siswa putra dengan teknik sampling jenuh. Analisis data menggunakan uji normalitas, uji linearitas , dan uji korelasi.
Hasil Penelitian : (1) Terdapat hubungan antara panjang lengan dengan kemampuan shooting bola basket dengan nilai p= 0,028. (2) Terdapat hubungan antara koordinasi mata tangan dengan kemampuan shooting bola basket dengan nilai p= 0,029. (3) Terdapat hubungan antara push up dengan kemampuan shooting bola basket dengan nilai p= 0,000
Kesimpulan: Terdapat hubungan antara panjang lengan koordinasi mata-tangan dan push- up dengan kemampuan shooting bola basket
Kata Kunci: Panjang Lengan, Koordinasi Mata Tangan, push-up, shooting bolabasket
1Mahasiswa Pendidikan Jasmani Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman
2Dosen Pendidikan Jasmani Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman
RELATIONSHIP BETWEEN ARM LENGTH, EYE HAND COORDINATION, PUSH UP AND SHOOTING ABILITY FOR EXTRACURRICULAR BASKETBALL BOY STUDENTS SOKARAJA STATE 1 SMA.
Muhammad Zulfikar Burhanudin
Jurusan Pendidikan Jasmani, Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan
Universitas Jenderal Soedirman,
Purwokerto, Indonesia

Background: Basketball is a group ball sport consisting of two teams of 5 (five) people each competing to score points by putting the ball into the opponent's ring or basket.
Methods: This study uses survey research with data collection techniques using tests and measurement tests. The research design uses a product moment correlation design. This research was conducted in the basketball court of SMA 1 Sokaraja using a sample of 20 male students with a saturated sampling technique. Data analysis used normality test, linearity test, and correlation test.
Results: (1) There is a relationship between arm length and basketball shooting ability with p value = 0.028. (2) There is a relationship between hand eye coordination and basketball shooting ability with p value = 0.029. (3) There is a relationship between push up and basketball shooting ability with p value = 0.000
Conclusion: There is a relationship between arm length eye-hand coordination and push-up with basketball shooting ability
Keywords: Arm Length, Eye hand Coordination, push-up, basketball shooting
1Student of Physical Education Department, Faculty of Health Science, Jenderal Soedirman University
2Lecturer of Physical Education Department, Faculty of Health Science, Jenderal Soedirman University
3300536170I1C018016ISOLASI, IDENTIFIKASI DAN SKRINING TOKSISITAS JAMUR ENDOFIT RIMPANG LEMPUYANG GAJAH (Zingiber zerumbet (L.) Smith) YANG DIKULTUR PADA MEDIA JAGUNGLempuyang gajah (Zingiber zerumbet) mengandung senyawa bioaktif potensial sebagai antikanker. Penemuan senyawa antikanker dapat diperoleh dari mikroorganisme yang hidup di dalam tanaman tersebut seperti jamur endofit. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengindentifikasi jamur endofit dari rimpang lempuyang gajah, menganalisis kandungan kimia serta mengevaluasi toksisitasnya terhadap larva udang. Tahapan penelitian terdiri dari isolasi rimpang dari lempuyang gajah hingga diperoleh isolat jamur tunggal dan murni. Isolat dilakukan identifikasi secara morfologi dan molekuler menggunakan Polymerase Chain Reaction (PCR). Fermentasi jamur dilakukan pada media jagung manis dan beras sebagai kontrol media. Etil Asetat (EtOAc) digunakan sebagai pelarut dalam proses ekstraksi menggunakan metode maserasi dalam shaking incubator. Identifikasi kandungan kimia dilakukan dengan metode KLT dan HPLC. Metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) digunakan sebagai uji toksisitas terhadap larva udang (Artemia salina) dan dilanjutkan analisis probit untuk memperoleh nilai LC50.
Hasil penelitian menunjukan bahwa jamur endofit yang diisolasi dari rimpang lempuyang gajah (Zingiber zerumbet) teridentifikasi secara morfologi dan molekuler sebagai Aspergillus flavus. Ekstrak EtOAc jamur endofit A. flavus pada media jagung menunjukan adanya senyawa terpenoid ataupun steroid, alkaloid dan flavonoid. Berdasarkan profil kromatogram HPLC menunjukan bawa ekstrak EtOAc jamur A. flavus dalam media jagung memiliki pola spektra UV yang berbeda dengan kontrol media jagung dan ekstrak EtOAc jamur A. flavus dalam media beras. Hal ini menandakan bahwa strategi OSMAC berhasil diaplikasikan untuk memproduksi keberagaman senyawa. Berdasarkan uji BSLT, ekstrak EtOAc jamur A. flavus yang dikultur pada media jagung bersifat toksik dengan nilai LC50 sebesar 328,451 ppm. Jamur endofit Aspergillus flavus yang telah diisolasi dari tanah dan difermentasikan dalam media jagung mengandung senyawa terpenoid / steroid, alkaloid dan flavonoid dan berpotensi toksik terhadap larva Artemia salina.
Lempuyang Gajah (Zingiber zerumbet) contains potential bioactive compounds as anticancer. The discovery of anticancer can be obtained from microorganisms that live in these plants such as endophytic fungi. This study aims to isolate and identify endophytic fungi from the rhizome of lempuyang elephant, analyze the chemical content and evaluate its toxicity to shrimp larvae.
The research stage consisted of isolating the rhizomes of elephant lempuyang until a single and pure fungal isolate was obtained. Isolates were identified morphologically and molecularly using Polymerase Chain Reaction (PCR). Mushroom fermentation was carried out on sweet corn and rice media as control media. Ethyl Acetate (EtOAc) was used as a solvent in the extraction process using the maceration method in a shaking incubator. Identification of chemical content was carried out using the TLC and HPLC methods. The Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) method was used as a toxicity test for shrimp larvae (Artemia salina) and continued with probit analysis to obtain an LC50. The endophytic fungus isolated from the rhizome of the elephant lempuyang (Zingiber zerumbet) was identified morphologically and molecularly as Aspergillus flavus. The EtOAc extract of the endophytic fungus A. flavus on corn media showed the presence of terpenoids or steroids, alkaloids and flavonoids. Based on the HPLC chromatogram profile, it was shown that the EtOAc extract of A. flavus in corn media had different UV spectral patterns from the control corn medium and the A. flavus in rice media. This indicates that the OSMAC strategy has been successfully applied to produce a variety of compounds. Based on the BSLT test, the EtOAc extract of A. flavus cultured on corn media was toxic with an LC50 value 328.451 ppm.
The endophytic fungus Aspergillus flavus which has been isolated from the soil and fermented in corn media contains terpenoids / steroids, alkaloids and flavonoids and is potentially toxic to Artemia salina larvae.
3300637878D1A018192FESES SAPI PERAH DIPERKAYA DENGAN BERBAGAI JENIS DAN DOSIS PUPUK BUATAN PADA JUMLAH TANAMAN DAN JUMLAH DAUN RUMPUT GAJAH (Pennisetum purpureum)Penggunaan pupuk organik dan pupuk anorganik dapat bermanfaat bagi tanaman, akan tetapi belum ada formulasi yang tepat sehingga perlu dilakukan pemupukan. Penelitian dilaksanakan bulan juni 2022 – Agustus 2022, di experimental farm, dan Lahan BUMDES Desa Limpakuwus. Tujuan penelitian untuk mengetahui formula terbaik antara pupuk feses sapi perah dengan jenis dan dosis pupuk buatan terhadap jumlah tanaman dan jumlah daun rumput gajah (Pennisetum purpureum). Materi penelitian meliputi stek rumput gajah, pupuk feses sapi perah 30 ton/ha/defoliasi, pupuk Urea, ZA dan NPK. Dosis yang digunakan 100, 200, 300 kg/ha/defoliasi berdasarkan penyetaraan kandungan dosis nitrogen. Metode penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial. Hasil perlakuan dosis pupuk terhadap jumlah tanaman dengan pupuk anorganik ZA dosis 657,14 kg/ha/defoliasi menunjukkan pengaruh sangat nyata (P<0,01) pada jumlah tanaman dengan rataan tertinggi sebesar 23,55±4,10. Perlakuan jenis pupuk terhadap jumlah daun rumput gajah dilakukan uji lanjut Beda nyata jujur dikarenakan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap jumlah daun rumput gajah, Perlakuan jenis pupuk NPK dengan penambahan pupuk feses sapi perah mampu meningkatkan respon pertumbuhan jumlah daun rumput gajah dengan hasil rataan tertinggi yaitu 157,15±19,34 helai. Kesimpulan penelitian perlakuan pupuk feses sapi perah diperkaya jenis dan dosis pupuk buatan mampu menghasilkan respon baik dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman.The use of organic fertilizers and inorganic fertilizers can be beneficial for plants, but there is no right formulation so it is necessary to fertilize. The research was carried out in June 2022 – August 2022, at the experimental farm, and the Limpakuwus Village BUMDES Land. The purpose of the study was to determine the best formula between dairy cow feces fertilizer and the type and dose of artificial fertilizer against the number of plants and the number of elephant grass leaves (Pennisetum purpureum). The research material includes elephant grass cuttings, 30 tons/ha/defoliated dairy cow feces fertilizer, Urea, ZA and NPK fertilizers. The doses used are 100, 200, 300 kg/ha/defoliation based on equalization of nitrogen dose content. The research method uses a complete randomized design (RAL) factorial pattern. The results of the fertilizer dose treatment of the number of plants with ZA inorganic fertilizer dose 657.14 kg / ha / defoliation showed a very noticeable influence (P<0.01) on the number of plants with the highest average of 23.55±4.10. The treatment of the type of fertilizer on the number of elephant grass leaves was carried out further tests Differences are real honestly because of the real effect (P<0.05) on the number of elephant grass leaves, NPK fertilizer type treatment with the addition of dairy cow feces fertilizer is able to increase the growth response of the number of elephant grass leaves with the highest average yield of 157.15±19.34 strands. Conclusion of the study on the treatment of dairy cow feces fertilizer enriched with the type and dose of artificial fertilizer is able to produce a good response in increasing plant growth.
3300736172D1A018063RATIO OF NITROGEN INTAKE TO DIGESTIBLE ORGANIC MATTER OF Indigofera sp.-BASED FEED WITH DIFFERENT FORMS IN MALE SAPERA GOATSPenelitian dengan judul “Rasio Konsumsi Nitrogen dengan Bahan Organik Tercerna Pakan Berbasis Indigofera Sp. dengan Bentuk yang Berbeda pada Kambing Sapera Jantan” bertujuan untuk mengkaji penggunaan Indigofera sp. dengan bentuk yang berbeda pada pakan terhadap konsumsi nitrogen, bahan organik tercerna, dan rasio konsumsi nitrogen dengan bahan organik tercerna kambing Sapera jantan. Penelitian dilakukan menggunakan metode eksperimen dengan dengan Cross Over Design dengan 3 periode, 3 perlakuan dan 2 ulangan, menggunakan 6 ekor kambing Sapera jantan. Perlakuan yang berpengaruh diuji lanjut dengan uji Beda Nyata Jujur. Perlakuan yang diberikan yaitu P1 = 20% Rumput segar + 40% Konsentrat komersial +40% Indigofera sp. segar; P2 = 20% Rumput segar + 40% Konsentrat komersial + 40% Indigofera sp. kering; P3 = 20% Rumput segar + 40% Konsentrat komersial + 40% Indigofera sp. tepung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Indigofera sp. dengan bentuk yang berbeda tidak berbeda nyata (P>0,05) terhadap konsumsi nitrogen dengan nilai rata-rata 39,35±5,68 (g/ekor/hari); tidak berbeda nyata (P>0,05) terhadap kecernaan bahan organik kambing sapera jantan dengan nilai rata-rata 74,72±8,26 (%); dan tidak berbeda nyata (P>0,05) terhadap bahan organik tercerna (BOT) kambing Sapera jantan dengan nilai rata-rata 1047,79±187,26 (g/ekor/hari). Penggunaan Indigofera sp. dengan bentuk yang berbeda menunjukkan pengaruh yang berbeda nyata (P<0,05) terhadap rasio konsumsi nitrogen dengan bahan organik tercerna (N/BOT) yang memiliki nilai rata-rata 0,038±0 dengan pakan P1 mendekati signifikan terhadap pakan P3. Rasio konsumsi nitrogen dengan bahan organik tercerna (BOT) yang seimbang berdampak pada efektifitas pemanfaatan kandungan nutrien pakan untuk menunjang produktivitas kambing Sapera jantan. Research with the title of "Ratio of Nitrogen Intake to Digestible Organic Matter of Indigofera Sp.-Based Feed with Different Forms in Male Sapera Goats" aims to study the use of Indigofera Sp. with different forms of feed on nitrogen intake, digestible organic matter, and the ratio of nitrogen intake to digestible organic matter male Sapera goats. The study was conducted using an experimental method of Cross Over Design with 3 periods, 3 treatments and 2 repeats, 6 male Sapera goats were used. The significant treatment tested with Tukey’s HSD test. The treatment given were T1 = 20% native grass + 40% commercial concentrate +40% fresh Indigofera sp.; T2 = 20% native grass + 40% commercial concentrate + 40% hay Indigofera sp.; T3 = 20% native grass + 40% commercial concentrate + 40% flour Indigofera sp.. The results showed that the use of Indigofera sp. with different forms were not significantly different (P>0.05) to the nitrogen intake with average value of 39,35±5,68 (g/head/day); not significantly different (P>0.05) to the organic matter digestibility with average value of 74,72±8,26 (%); and not significantly different (P>0.05) to the digestible organic matter (DOM) of male Sapera goats with average value of 1047,79±187,26 (g/head/day). The use of Indigofera sp. with different forms showed significantly different effect (P<0.05) on the ratio of nitrogen intake to digested organic matter (N/DOM) which has an average value of 0,038±0 with feed T1 which was close to significant to feed T3. The balanced ratio of nitrogen intake to digestible organic matter (DOM) has an impact on the effectiveness of nutrient content utilization of the feed to support male Sapera goats productivity.
3300838073A1D018105Studi Status Unsur Hara P dan Serapannya pada Tanaman Padi Sawah di Kecamatan Kalimanah, Kabupaten PurbalinggaTujuan dari penelitian ini untuk mengetahui: (1) status unsur hara fosfor dan distribusinya di Kecamtan Kalimanah, Kabupaten Purbalingga, (2) hubungan antara hasil tanaman padi dengan sifat kimia tanah dan serapan fosfor oleh tanaman di Kecamatan Kalimanah, Kabupaten Purbalingga, dan (3) takaran pupuk fosfor yang optimal untuk meningkatkan hasil tanaman padi sawah di Kecamatan Kalimanah, Kabupaten Purbalingga. Penentuan titik sampel penelitian menggunakan metode survei berdasarkan peta SLH (Satuan Lahan Homogen) dengan skala 1:50.000. Penentuan lokasi pengamatan berdasarkan transek dan assebilitas di lokasi pengamatan, ada 14 lokasi (titik) pengamatan. Pengambilan sampel tanah dilakukan secara komposit di setiap lokasi pengamatan, pada masa vegetatif padi yaitu pada umur 45-50 Hari Setelah Tanam (HST). Sampel tanah diambil dengan melakukan pengeboran tanah pada kedalaman 0-25 cm dan 25-50 cm. Variabel yang digunakan yaitu pH H2O, pH KCl, Daya Hantar Listrik (DHL), potensial redoks, P-tersedia tanah, Serapan P oleh tanaman, hasil tanaman padi, dan rekomendasi pemupukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebaran hara fosfor di Kecamatan Kalimanah memiliki status sangat tinggi. Status pH H2O dan pH KCl berada pada kategori agak masam sampai netral. Varietas tanaman padi di Kecamatan Kalimanah terdiri atas Ciherang, Inpari 42, IR 64, dan Situ bagendit. Status serapan P oleh tanaman padi di lokasi penelitian memiliki rata-rata 0,26 mgP2O5/daun tanaman. Hubungan antara P-tersedia tanah dan serapan pada tanaman dengan hasil tanaman padi memiliki korelasi positif yang lemah. Rekomendasi pemupukan P di lokasi penelitian pada SLH 1 di titik 2 Desa Rabak dengan jenis tanah Aluvial Kelabu adalah sebesar 27,36 kg P2O5/ha atau setara dengan 76,00 kg SP-36/ha atau 60,80 kg TSP/ha. SLH 2 pada titik 14 Desa Babakan dengan jenis tanah Aluvial Kelabu yaitu sebesar 28,50 kg P2O5/ha atau setara dengan 79,16 kg SP-36/ha atau 63,33 kg TSP/ha.The aims of this study were to determine: (1) the status of phosphorus nutrients and their distribution in Kalimanah Subdistrict, Purbalingga Regency, (2) the relationship between rice yields with soil chemical properties and phosphorus uptake by plants in Kalimanah Subdistrict, Purbalingga Regency, and (3 ) the optimal dose of phosphorus fertilizer to increase the yield of lowland rice in Kalimanah District, Purbalingga Regency. Determination of the research sample points using a survey method based on the LU map (Land Unit) with a scale of 1:50,000. Determination of the observation location based on the transect and accessibility at the observation site, there are 14 locations (points) of observation. Soil sampling was carried out in a composite manner at each observation location, during the vegetative period of rice at the age of 45-50 Days After Planting (DAT). Soil samples were taken by drilling the soil at a depth of 0-25 cm and 25-50 cm. The variables used were pH H2O, pH KCl, Electrical Conductivity (EC), redox potential, available soil P, P uptake by plants, rice yields, and fertilizer recommendations. The results showed that the distribution of phosphorus nutrients in Kalimanah District has a very high status. The pH status of H2O and pH of KCl were in the slightly acidic to neutral category. Rice varieties in Kalimanah sub-district consist of Ciherang, Inpari 42, IR 64, and Situ bagendit. The status of P uptake by rice plants at the study site had an average of 0.26 mgP2O5/plant leaf. The relation between soil P-available and plant uptake with rice yields has a weak positive correlation. Recommendations for P fertilization at the study site at SLH 1 at point 2 Rabak Village with gray Alluvial soil type is 27.36 kg P2O5/ha or equivalent to 76.00 kg SP-36/ha or 60.80 kg TSP/ha. SLH 2 at point 14 Babakan Village with Gray Alluvial soil type, which is 28.50 kg P2O5/ha or equivalent to 79.16 kg SP-36/ha or 63.33 kg TSP/ha.
3300936174A1D017057RESPON FISIOLOGIS DAN PRODUKSI BIOMASSA TANAMAN BAYAM MERAH (Amaranthus gangeticus L.) PADA VARIASI WARNA CAHAYA BUATAN DALAM SISTEM PLANT FACTORYPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Pengaruh variasi sumber cahaya buatan terhadap respon fisiologis tanaman bayam merah dalam sistem plant factory; 2) Pengaruh variasi sumber cahaya buatan terhadap produksi biomassa tanaman bayam merah dalam sistem plant factory. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Teknik Pengelolaan dan Pengendalian Bio-Lingkungan (TPPBL), Fakultas Pertanian, UNSOED dari bulan April-November 2021. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 ulangan. Perlakuan terdiri dari 1 faktor yaitu variasi warna cahaya dengan taraf A: lampu LED merah biru, B: lampu LED tub putih, C: lampu LED merah, D: lampu LED biru. Variabel penelitian meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, indeks luas daun, bobot segar tanaman, bobot kering tanaman, kerapatan stomata, laju asimilasi bersih, laju pertumbuhan relatif, kandungan karotenoid, kehijauan daun, lebar bukaan stomata, dan panjang akar total. Data dianalisis menggunakan anova dan apabila berbeda nyata maka diuji lanjut menggunakan BNT pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi warna cahaya buatan mampu meningkatkan respon fisiologis dan produksi biomassa tanaman bauam merah pada budidaya plant factory. Cahaya lampu LED merah biru memberikan peningkatan respon fisiologis terbaik pada tinggi tanaman pada tinggi tanaman sebesar 21,96 cm, jumlah daun 14,13 helai/tanaman, luas daun 22,16 cm2, kerapatan stomata 99,01 unit/mm2, kehijauan daun 28,29 SPAD Unit, dan panjang akar total 606,89 cm. Cahaya lampu LED Biru menunjukkan kemampuan terbaik dalam meningkatkan kandungan karotenoid sebesar 526,55 µmol/L. Cahaya lampu LED merah biru memberikan produksi biomassa tertinggi pada laju asimilasi bersih sebesar 376,0 mg/dm2/minggu, laju pertumbuhan relatif 1,54 mg/minggu, indeks luas daun 1,86, bobot segar tanaman 11.918 mg, dan bobot kering tanaman 943,87 mg.This study aims to determine: 1) The effect of variations in artificial light sources on the physiological response of red spinach plants in the plant factory system; 2) The effect of variations in artificial light sources on the biomass production of red spinach in the plant factory system. The research was carried out at the Bio-Environmental Management and Control Engineering Laboratory (TPPBL), Faculty of Agriculture, UNSOED from April–November 2021. This study used a Randomized Block Design (RBD) with 3 replications. The treatment consisted of 1 factor, namely the variation of light color with level A: red-blue LED light, B: white tub LED light, C: red LED light, D: blue LED light. The research variables included plant height, number of leaves, leaf area, leaf area index, plant fresh weight, plant dry weight, stomata density, net assimilation rate, relative growth rate, carotenoid content, leaf greenness, stomata opening width, and total root length. The data were analyzed using ANOVA and if they were significantly different then further tested using BNT at the 5% level. The results showed that variations in the color of artificial light were able to increase the physiological response and biomass production of red bauam plants in plant factory cultivation. Red and blue LED lights gave the best physiological response increase in plant height at plant height of 21.96 cm, number of leaves 14.13 strands/plant, leaf area of 22.16 cm2, stomata density of 99.01 units/mm2, leaf greenness of 28.29 SPAD Units, and a total root length of 606.89 cm. Blue LED light showed the best ability to increase the carotenoid content by 526.55 mol/L. Red and blue LED lights gave the highest biomass production at a net assimilation rate of 376.0 mg/dm2/week, a relative growth rate of 1.54 mg/week, a leaf area index of 1.86, a plant fresh weight of 11,918 mg, and a dry weight of 943.87 mg.
3301036175H1B018012ANALISA PERBANDINGAN QUANTITY TAKE OFF MATERIAL DENGAN METODE KONVENSIONAL DAN BIM REVIT TERHADAP BIAYA DAN WAKTU
(Studi Kasus Gedung 8 Pada Proyek Rumah Susun Pracetak Pekerja Industri Batang III)
(Comparison Analysis of Quantity Take Off Materials With Conventional Methods and BIM Revit On Cost And Time)
{Case Study Of Building 8 in the Batang III Prefabricated Flats Project }
Dewasa ini perkembangan konstruksi di Indonesia sangatlah pesat. Hal tersebut merupakan kemajuan serta tantangan yang harus dihadapi oleh para penyedia jasa konstruksi. Berbagai teknologi serta solusi dalam dunia konstruksi semakin beragam. Salah satu yang populer yaitu Building Information Modelling (BIM). Penggunaan BIM untuk desain yang inovatif dan terintegrasi menghasilkan informasi dari proyek secara akurat dan cepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan quantity take off metode BIM dan konvensional pada pekerjaan struktur maupun arsitektur. Objek penelitian yaitu Proyek Rumah Susun Pracetak Pekerja Industri Batang III menggunakan bantuan program Revit 2021. Dari penelitian ini didapatkan metode BIM lebih efisiensi terhadapat volume pekerjaan beton konvensional, beton precast, dan arsitek dibandingkan perhitungan metode konvensional.Today the development of construction in Indonesia is very fast. These are progress and challenges that must be faced by construction service providers. Various technologies and solutions in the construction world are increasingly diverse. One of the most popular is Building Information Modeling (BIM). BIM functions for innovative and integrated design to produce information from the project accurately and quickly. This study aims to determine the difference quantity take off BIM and conventional method of structural and architectural works. The object of research is the Batang III Prefabricated Flats Project using the assistance of the Revit 2021 program. From this research, it was found that the BIM method is more efficient with respect to the volume of work of conventional concrete, precast concrete, and architects compared to the calculation of the conventional method.
3301136176I1E017055HUBUNGAN KONDISI FISIK DENGAN KEBERHASILAN PENALTI
SISWA EKSTRAKURIKULER FUTSAL SMA N PATIKRAJA
Keberhasilan shooting penalti futsal dipengaruhi oleh kekuatan, kecepatan, kelincahan, daya ledak, dan koordinasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kondisi fisik terhadap keberhasilan penalti futsal pada siswa ekstrakurikuler futsal SMA N Patikraja. Penelitian ini merupakan penelitian korelasional untuk mengetahui hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat. Pengambilan sampel sebanyak 45 siswa ekstrakurikuler SMA N Patikraja menggunakan metode pengumpulan data dengan teknik tes dan pengukuran. Instrumen penelitian kekuatan otot tungkai menggunakan leg dynamometer, kecepatan menggunakan test lari 20 meter, Kelincahan menggunakan illionis agility test, Power menggunakan standing board jump test, koordinasi menggunakan koordinasi mata dan kaki. Uji statistik menggunakan Shapiro Wilk, uji linieritas, dan uji korelasi (1) ada hubungan yang signifikan antara kekuatan otot tungkai dengan keberhasilan penalti dengan nilai r sebesar 0,506 dan sumbangan efektif sebesar 5,5% (2) ada hubugan yang signifikan antara kecepatan dengan keberhasilan penalti dengan nilai r sebesar 0,485 dan sumbangan efektif sebesar 9,4%. (3) ada hubungan yang signifikan antara kelincahan dengan keberhasilan penalti dengan nilai r sebesar 0,676 dan sumbangan efektif sebesar 34,4%. (4) ada hubungan yang signifikan antara daya ledak otot tungkai dengan keberhasilan penalti dengan nilai r sebesar 0,511 dan sumbangan efektif sebesar 8,9% (5) ada hubungan yang signifikan antara koordinasi dengan keberhasilan penalti dengan nilai r sebesar 0,364 dan sumbangan efektif sebesar 5,5% (6) ada hubungan yang signifikan antara kekuatan, kecepatan, kelincahan, daya ledak dan koordinasi dengan keberhasilan penalti dengan nilai R square sebesar = 0,594. Ada hubungan kekuatan, kecepatan, kelincahan, daya ledak, dan koordinasi dengan keberhasilan penalti pada siswa SMA N Patikraja.

Kata Kunci: kekuatan, kecepatan, kelincahan, power, koordinasi.
The success of futsal penalty shooting is influenced by strength, speed, agility, explosive power, and coordination. This study aims to determine the relationship between physical conditions and the success of futsal penalties for futsal extracurricular students at SMA N Patikraja. This research is a correlational study to determine the relationship between the independent variable and the dependent variable. Sampling of 45 extracurricular students of SMA N Patikraja used a survey method with data collection techniques using tests and measurements. The research instrument for leg muscle strength is using a leg dynamometer, speed using a 20 meter running test, agility using the illionis agility test, power using a standing board jump test, coordination using eye and foot coordination. Statistical test using Shapiro Wilk, linearity test, and correlation test. (1) there is a significant relationship between leg muscle strength and penalty success with an r value of 0.506 and an effective contribution of 5.5% (2) there is a significant relationship between speed and penalty success with an r value of 0.485 and an SE of 9.4 %. (3) there is a significant relationship between agility and penalty success with an r value of 0.676 and an SE of 34.4%. (4) there is a significant relationship between leg muscle explosive power and penalty success with an r value of 0.511 and an SE of 8.9% (5) there is a significant relationship between coordination and penalty success with an r value of 0.364 and an SE of 5.5 % (6) there is a significant relationship between strength, speed, agility, explosive power and coordination with penalty success with an R square value of = 0.594. here is a relationship between strength, speed, agility, explosive power, and coordination with the success of the penalty on the students of SMA N Patikraja.

Keywords: strength, speed, agility, power, coordination
3301236177C1G018029The Effect of Minimum Wage on Employment Opportunity with Quality of Human Resources as Moderating Variables in Central JavaTujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi hubungan antara upah minimum terhadap kesempatan kerja dengan kualitas sumber daya manusia sebagai variabel moderasi. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang didapat dari Badan Pusat Statistik (BPS). Pada penelitian ini juga data yang dihimpun adalah data panel terdiri dari 10 Kabupaten/Kota dengan tingkat TPAK tertinggi dan 10 Kabupaten/Kota dengan tingkat TPAK terendah yang ada di Provinsi Jawa Tengah dalam rentang waktu 5 tahun, dimulai dari 2016 – 2020. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan mengkonversikan hasil dari seluruh pengamatan ke dalam numerik yang selanjutnya dianalisis melalui statistik.Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menggunakan uji-t menunjukan bahwa: (1) Terdapat pengaruh PDRB Terhadap TPAK Provinsi Jawa Tengah, (2) Terdapat Pengaruh upah Minimum terhadap TPAK Provinsi Jawa Tengah, (3) Tidak Terdapat Pengaruh SDM terhadap TPAK Provinsi Jawa Tengah, (4) terdapat Pengaruh PDRB dimoderasi SDM terhadap TPAK Provinsi Jawa Tengah, dan (5) tidak terdapat pengaruh upah minimum dimoderasi SDM terhadap TPAK Provinsi Jawa Tengah.The purpose of this study was to analyze the effect of the influence between the minimum wage and employment opportunities and the quality of human resources as a moderation variable. This study uses secondary data obtained from the Central Bureau Statistics (BPS). In this study, the data collected is panel data consisting of ten regencies/cities with the highest LFPR levels and ten regencies/cities with the lowest LFPR levels in Central Java Province within a span of 5 years, starting from 2016 – 2020. This research uses a quantitative approach by converting the results of all observations into numerical which is then analyzed through statistics. Based on the effect of research and data analysis using t-tests showed that: (1) There is the influence of GRDP on LFPR of Central Java Province, (2) There is an Effect of Minimum Wage on LFPR of Central Java Province, (3) There is no quality of human resources influence on LFPR central Java Province, (4) there is an influence of GRDP moderated by quality of human resources on LFPR of Central Java Province, and (5) and there is no effect of minimum wage moderated by quality of human resources on LFPR Central Java Province.
3301336178C1A018018Determinan Kemiskinan Di Indonesia Sebelum dan Selama Pandemi Covid-19 Periode
Tahun 2015-2020
Kemiskinan adalah suatu kondisi serba kekurangan yang hanya memiliki pengeluaran perkapitanya selama satu bulan dalam mengumpulkan keinginan gaya hidup minimal seseorang. Pada 2 Maret 2020, Presiden Joko Widodo melaporkan penemuan pertama dua kasus infeksi covid-19 di Indonesia pada tahun 2020. Di Indonesia, per Juni 2020 tercatat 31.186 kasus terkonfirmasi dan 1.851 kasus meninggal dunia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh variabel pertumbuhan ekonomi, tingkat penyerapan tenaga kerja, tingkat pengangguran terbuka dan angka harapan hidup saat lahir terhadap kemiskinan di Indonesia sebelum dan selama adanya pandemi dan untuk mengetahui variabel yang paling berpengaruh terhadap kemiskinan di Indonesia. Data yang yang digunakan adalah data sekunder, teknik analisis data menggunakan regresi data panel untuk mencapai tujuan pertama dan untuk mencapai tujuan kedua yaitu menggunakan uji elastisitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel pandemi covid-19 dan pertumbuhan ekonomi tidak berpengaruh terhadap kemiskinan di Indonesia, sedangkan variabel tingkat penyerapan tenaga kerja, tingkat pengangguran terbuka, dan angka harapan hidup saat lahir berpengaruh terhadap kemiskinan di Indonesia. Implikasi yang diharapkan pemerintah dapat terus menekan kasus covid-19, seperti halnya dengan kebijakan yang memberikan bantuan pada masyarakat kurang mampu dan memberikan subsidi kepada para UMKMPoverty is a condition of complete deprivation that only has one month's per capita
expenditure in accumulating one's minimum lifestyle desires. On March 2, 2020, President Joko Widodo reported the first discovery of two cases of COVID-19 infection in Indonesia in 2020. In Indonesia, as of June 2020, there were 31,186 confirmed cases and 1,851 deaths. The purpose of this study was to analyze the effect of the variables of economic growth, employment rate, open unemployment rate and life expectancy at birth on poverty in Indonesia before and after the pandemic and to find out which variables have the most influence on poverty in Indonesia.The data used is secondary data, the data analysis technique uses panel data regression to achieve the first goal and to achieve the second goal, namely using the elasticity test. The results show that the variables of the COVID-19 pandemic and economic growth have no effect on poverty in Indonesia, while the variables of the rate of employment, the open unemployment rate, and life expectancy at birth have an effect on poverty in Indonesia. The implication that the government hopes is to continue to suppress cases of COVID-19, as is the case with policies that provide assistance to the underprivileged and provide subsidies to MSMEs.
3301436183E1A018347TINJAUAN YURIDIS TERHDAP PUTUSAN HAKIM DALAM PERKARA TANAH ANTARA PERBUATAN MELAWAN HUKUM DAN WANPRESTASI
(Studi Putusan Nomor : 53/Pdt.G/2019/PN SMN jo Putusan Nomor : 12/PDT/2020/PT YYK)
Tanah mempunyai arti dan peranan yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Sehingga membuat manusia ingin mendapatkan dan menguasai tanah. Namun, tidak jarang keinginan untuk menguasai tanah ini pada akhirnya menimbulkan sengketa tanah yang bermuara ke pengadilan.
Penelitian ini bertujuan menganalisis pertimbangan hukum hakim dalam memutus perkara tanah dan menganalisis pertimbangan hukum hakim dalam memutuskan besarnya ganti rugi dalam perkara tanah. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan undang-undang dan pendekatan kasus. Spesifikasi penelitian preskriptif, sumber data sekunder, metode penyajian dalam bentuk teks naratif dan disusun secara sistematis menggunakan metode analisis normatif kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, Putusan No. 53/Pdt.G/2019/PN SMN menyatakan bahwa tindakan tergugat menjual tanah yang masih dalam proses upaya hukum peninjauan kembali kepada penggugat merupakan perbuatan melawan hukum. Sedangkan Putusan No. 12/PDT/2020/PT YYK menyatakan tergugat telah melakukan ingkar janji. Menurut Penulis, Putusan Pengadilan Tinggi tersebut tidak tepat jika dikualifikasikan sebagai wanprestasi karena para pihak telah memenuhi prestasi. Lebih tepat jika dikualifikasikan sebagai perbuatan melawan hukum karena memenuhi unsur melanggar hak subyektif dan bertentangan dengan keharusan yang harus diindahkan dalam pergaulan masyarakat mengenai orang dan benda. Perihal penentuan besarnya ganti rugi, Majelis Hakim menetapkan ganti rugi sejumlah uang harga pembelian yang telah diterima Tergugat berupa biaya (costen) sebesar Rp.5.938.475.000,- untuk diserahkan kepada Penggugat.
Soil has a very important meaning and role for human life. So that makes people want to get and control the land. However, it is not uncommon for the desire to control this land to eventually lead to land disputes that lead to courts.
This study aims to analyze the legal considerations of judges in deciding land cases and analyze the legal considerations of judges in deciding the amount of compensation in land cases. This study uses a normative juridical method with a law approach and a case approach. Specifications of prescriptive research, secondary data sources with the method of presentation in the form of narrative text and arranged systematically using qualitative normative analysis methods.
Based on the results of research and discussion, Decision No. 53/Pdt.G/2019/PN SMN stated that the defendant's act of selling the land which was still in the process of judicial review to the plaintiff was against the law. While Decision No. 12/PDT/2020/PT YYK stated that the defendant had broken his promise. According to the author, the High Court's decision is not appropriate if it is qualified as a default because the parties have fulfilled their achievements. It is more appropriate if it is qualified as an unlawful act because it fulfills the element of violating subjective rights and is contrary to the must that must be heeded in public relations regarding people and things. Regarding the determination of the amount of compensation, the Panel of Judges determined the compensation in the amount of the purchase price money that had been received by the Defendant in the form of a fee of Rp. 5,938,475,000, - to be submitted to the Plaintiff.
3301536179E1A018131WALI ADHAL KARENA KETIDAKCOCOKAN PERHITUNGAN WETON (Tinjauan Yuridis Penetapan Pengadilan Agama Kabupaten Malang Nomor 1044/Pdt.P/2021/PA.Kab.Mlg)Pasal 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan merumuskan bahwa sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan yang Maha Esa. Pernikahan harus dilaksanakan berdasarkan rukun dan syarat yang diatur dalam fikih munakahat. Rukun dalam perkawinan ada 5 yaitu calon suami, calon istri, wali, dua orang saksi, akad. Pada penelitian ini terdapat wali Pemohon yang enggan menikahkan Pemohon dengan calon suami Pemohon karena alasan ketidakcocokan perhitungan weton antara Pemohon dengan calon suami Pemohon.
Peneliti mengangkat rumusan masalah mengenai bagaimana dasar pertimbangan hukum hakim dalam menetapkan wali adhal karena ketidakcocokan perhitungan weton pada penetapan Pengadilan Agama Kabupaten Malang Nomor: 1044/Pdt.P/2021/PA.Kab.Mlg. Metode penelitian yang digunakan yuridis normatif, spesifikasi penelitian menggunakan perspektif analitis, sumber data yang digunakan adalah sumber data sekunder, metode pengumpulan data dengan inventarisasi data dan metode analisis dengan menggunakan normatif kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa Majelis Hakim berwenang mengadili perkara ini berdasarkan Pasal 49 Undang-Undang No.3 Tahun 2006 jo Undang-Undang No. 50 Tahun 2009 Tentang Peradilan Agama. Majelis Hakim dalam penetapannya mengabulkan permohonan penetapan wali adhal mendasarkan pada terpenuhinya alasan wali adhal pada Pasal 2 Ayat (3) Peraturan Menteri Agama Nomor 2 Tahun 1987 jo. Keputusan Ketua Mahkamah Agung Nomor KMA/032/SK/IV/2006 dan juga Pasal 23 Kompilasi Hukum Islam. Ketentuan – ketentuan tersebut menunjukkan terpenuhinya 3 syarat penetapan wali adhal yaitu calon suami Pemohon sudah meminang Pemohon, adanya penolakan dari wali Pemohon dan Pengadilan Agama telah memanggil wali Pemohon. Dalam perkara ini wali Pemohon menolak menikahkan Pemohon dengan alasan ketidakcocokan weton antara Pemohon dengan calon suami Pemohon. Menurut peneliti, Hakim dapat menambahkan Pasal 13 huruf b Peraturan Menteri Agama Nomor 20 Tahun 2019 Tentang Pencatatan Pernikahan bahwa wali adhal ditetapkan oleh Pengadilan Agama atau Mahkamah Syari’ah.
Article 1 of Law Number 1 of 1974 concerning Marriage defines that as husband and wife with the aim of forming a happy and eternal family (household) based on the One Godhead. Marriage must be carried out based on the pillars and conditions stipulated in the fiqh munakahat. There are 5 pillars in marriage, namely prospective husband, prospective wife, guardian, two witnesses, contract. In this study, there was a guardian of the Petitioner who was reluctant to marry the Petitioner to the Petitioner's prospective husband due to the incompatibility of the weton calculation between the Petitioner and the Petitioner's prospective husband.
The researcher raised the formulation of the problem regarding how the judge's legal considerations in determining the adhal guardian were due to the incompatibility of the weton calculation in the decision of the Malang Regency Religious Court Number: 1044/Pdt.P/2021/PA.Kab.Mlg. The research method used is normative juridical, the research specification uses analytical perspective, the data source used is secondary data source, the data collection method uses data inventory and the analytical method uses qualitative normative.
Based on the results of the study, it was concluded that the Panel of Judges had the authority to hear this case based on Article 49 of Law No. 3 of 2006 in conjunction with Law no. 50 of 2009 concerning Religious Courts. The Panel of Judges in their decision granted the application for the determination of guardian adhal based on the fulfillment of the reasons for adhal guardian in Article 2 Paragraph (3) Regulation of the Minister of Religion Number 2 of 1987 jo. Decision of the Chief Justice of the Supreme Court Number KMA/032/SK/IV/2006 and also Article 23 of the Compilation of Islamic Law. These provisions indicate the fulfillment of 3 conditions for the determination of adhal guardian, namely the Petitioner's prospective husband has proposed to the Petitioner, there is a refusal from the Petitioner's guardian and the Religious Court has summoned the Petitioner's guardian. In this case, the Petitioner's guardian refuses to marry the Petitioner on the grounds of the weton incompatibility between the Petitioner and the Petitioner's prospective husband. According to the researcher, the judge can add Article 13 letter b of the Regulation of the Minister of Religion Number 20 of 2019 concerning Marriage Registration that adhal guardians are determined by the Religious Court or the Syari'ah Court.
3301636182I1C018028PENGARUH PEMBERIAN NANOPARTIKEL EKSTRAK ETANOL SAMBILOTO (Andrographis paniculata) TERHADAP HISTOPATOLOGIS HEPAR PADA TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) JANTAN YANG DIINDUKSI STREPTOZOTOCINLatar Belakang: Sambiloto (Andrographis paniculata) merupakan tanaman obat yang mengandung senyawa aktif andrographolide yang memiliki aktivitas sebagai antiinflamasi, antioksidan, antidiabetik, dan hepatoprotektor. Untuk meningkatkan efektivitas terapinya, ekstrak etanol sambiloto dikembangkan menggunakan nanoteknologi. Salah satu indikator yang digunakan untuk melihat bagaimana efektivitas nanopartikel ekstrak etanol sambiloto adalah dengan melihat dan menilai gambaran kerusakan pada histopatologis hepar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efek pemberian nanopartikel ekstrak etanol sambiloto (Andrographis paniculata) terhadap histopatologis hepar tikus putih (Rattus norvegicus) jantan yang diinduksi streptozotocin.
Metodologi: Penelitian ini bersifat eksperimental yang dilakukan terhadap 36 ekor tikus putih jantan yang dibagi ke dalam 6 kelompok secara acak, yaitu kelompok kontrol sehat (A), kelompok kontrol negatif yang diinduksi streptozotocin sebanyak 40 mg/kgBB (B), kelompok kontrol positif yang diinduksi streptozotocin dan glibenklamid sebanyak 0,09 mg/200gBB (C), kelompok yang diinduksi streptozotocin dan ekstrak etanol sambiloto sebanyak 2gr/kgBB (D), kelompok yang diinduksi streptozotocin dan nanopartikel ekstrak etanol sambiloto ekuivalen 2gr/kgBB (E), serta kelompok yang diinduksi streptozotocin dan nanopartikel kosong sebanyak 1 mL (F). Preparat histopatologi hepar diwarnai dengan haematoksilin dan eosin (HE) dan tingkat kerusakannya dinilai menggunakan skoring Arsad.
Hasil Penelitian: Pada uji Kruskal Wallis didapatkan hasil yang berbeda signifikan (p < 0,05) pada kriteria kerusakan aktivasi sel kupffer, dilatasi sinusoid, vakuolisasi sitoplasma, inflamasi portal, dan inflamasi lobular. Uji post hoc Mann-Whitney menunjukkan tidak ada perbedaan bermakna (p > 0,05) antara kelompok E dan A pada kriteria inflamasi portal dan vakuolisasi sitoplasma, terdapat perbedaan bermakna (p < 0,05) antara kelompok E dan B, C pada kriteria inflamasi portal, tidak terdapat perbedaan bermakna (p > 0,05) antara kelompok E dan D, F untuk hampir semua kriteria kerusakan.
Kesimpulan: Pemberian nanopartikel ekstrak etanol sambiloto (Andrographis paniculata) berefek menurunkan kerusakan histopatologis hepar yang diinduksi streptozotocin pada semua kriteria kerusakan.
Background: Sambiloto (Andrographis paniculata) is a herbs medicinal plant containing andrographolid as an active compound which has activity that used for anti-inflammatory, antioxidant, antidiabetic, and hepatoprotector. To improve the effectiveness of the treatment, the ethanolic extract of sambiloto was developed using nanotechnology. One of the indicators used to know the effectiveness of the nanoparticles of sambiloto ethanolic extract by observation of the liver histopathology. The purpose of this research is to find out the effectiveness of sambiloto (Andrographis paniculata) ethanolic extract nanoparticles on liver histopathology in streptozotocin-induced male rats (Rattus norvegicus).
Methods: This research is an experimental study conducted on 36 male rats were divided into 6 groups randomly, a healthy control group (A), a negative control group induced by streptozotocin with dosage 40 mg/kgBW (B), a positive control group induced by streptozotocin and glibenclamide with dosage 0.09 mg/200gBW (C), the group induced by streptozotocin and sambiloto ethanolic extract with dosage 2gr/kgBW (D), the group induced by streptozotocin and nanoparticles of sambiloto ethanolic extract equivalent 2gr/kgBW (E), and the group induced streptozotocin with 1 mL empty nanoparticles (without extract) (F). Histopathological liver preparations were stained with haematoxylline and eosine (HE) and the level of liver damage was assessed using the Arsad scoring.
Results: The Kruskal Wallis test showed significant difference results (p < 0.05) on the criteria for Kupffer cell activation, sinusoidal dilatation, cytoplasmic vacuolization, portal and lobular inflammation. Post hoc Mann-Whitney test showed no significant difference (p > 0.05) between groups E and A on portal inflammation and cytoplasmic vacuolization, there was significant difference (p < 0.05) between groups E and B, C on portal inflammation, there was no significant difference (p > 0.05) between groups E and D, F for all criteria of damage.
Conclusion: The administration of sambiloto (Andrographis paniculata) ethanol extract nanoparticles had the reducing effect of histopathological liver induced by streptozotocin on all criteria of damage.
3301743914D1A020003Pengaruh Penggunaan Complete Rumen Modifier Dalam Pakan yang Disusun Berdasarkan Indeks Sinkronisasi Protein Energi Terhadap Konsumsi dan Kecernaan Energi Pakan DombaPenelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh interaksi antara complete rumen modifier (CRM) dan indeks sinkronisasi protein energi (SPE) terhadap konsumsi dan kecernaan energi pakan domba. Penelitian dilakukan pada 20 ekor domba lokal Jantan berumur 7 – 8 bulan dengan bobot badan 16,26±3,22 kg. Metode penelitian eksperimental secara in vivo menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial dengan pengelompokan berdasarkan bobot badan domba dan terdiri dari dua faktor yaitu CRM dan indeks SPE. Sebagai faktor 1, CRM yang digunakan yaitu 0% dan 1% dari BK pakan. Sebagai faktor 2, pakan indeks SPE yang digunakan adalah silase pakan komplit yang disusun berdasarkan indeks SPE 0,6 dan 0,7. Adapun perlakuan yang diujikan adalah: P1) CRM 0% dalam pakan yang disusun berdasarkan indeks SPE 0,6; P2) CRM 1% dalam pakan yang disusun berdasarkan indeks SPE 0,6; P3) CRM 0% dalam pakan yang disusun berdasarkan indeks SPE 0,7; dan P4) CRM 1% dalam pakan yang disusun berdasarkan indeks SPE 0,7. Variabel yang diukur yaitu konsumsi energi dan kecernaan energi. Hasil ANAVA menunjukan bahwa terdapat interaksi yang sangat nyata (p<0,01) antara penggunaan CRM dalam indeks SPE terhadap konsumsi dan kecernaan energi pakan domba. Interaksi yang terbaik dalam menghasilkan konsumsi dan kecernaan energi adalah perlakuan yang menggunakan CRM 0% dalam pakan yang disusun berdasarkan indeks SPE 0,6 (P1) masing-masing sebesar 2.091,52±50.39 kkal/ekor/hari dan 72,35±1,53%.The study aimed to examine the effect of interaction between complete rumen modifier (CRM) and protein energy synchronization (PES) index on the intake and digestibility of feed energy of sheep. The research was conducted on 20 local male sheep aged 7 - 8 months with initial body weight 16.26 ± 3.22 kg. Experimental research method in vivo using Randomized Complete Block Design (RAK) factorial pattern with grouping based on sheep body weight and consists of two factors, namely CRM and PES index. As factor 1, CRM used was 0% and 1% of feed BK. As factor 2, the PES index feed used was complete feed silage which was arranged based on PES index 0.6 and 0.7. The treatments tested were: P1) 0% CRM in feed prepared based on PES index 0.6; P2) CRM 1% in feed prepared based on SPE index 0.6; P3) 0% CRM in feed prepared based on PES index 0.7; and P4) CRM 1% in feed prepared based on PES index 0.7. The measured variables were energy intake and energy digestibility. ANOVA results showed that there was a very significant interaction (p<0.01) between the use of CRM in the PES index on the intake and digestibility of sheep feed energy. The best interaction in producing energy intake and digestibility was the treatment that used 0% CRM in feed prepared based on PES index 0.6 (P1) which amounted to 2,091.52±50.39 kcal/head/day and 72.35±1.53%, respectively.
3301836180E1A018018IMPLEMENTASI PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 37 TAHUN 2021 TENTANG PENYELENGGARAAN PROGRAM JAMINAN KEHILANGAN PEKERJAAN DI KABUPATEN MAJALENGKA Peneliti dilatarbelakangi oleh Pandemi covid-19 memberikan dampak yang menyeluruh di segala bidang salah satunya ketenagakerjaan. PHK merupakan salah satu permasalahan kerap terjadi pada masa pandemi covid-19. Dengan begitu pemerintah membuat keputusan menambahkan jaminan sosial bagi tenaga kerja yaitu program jaminan kehilangan pekerjaan. Penelitian ini bertujuan mengetahui implementasi Peraturan Pemerintah No 37 Tahun 2021 tentang Penyelelenggaraan program Jaminan Kehilangan Pekerjaan serta mengetahui kendala dan upaya dalam penyelenggaraan program jaminan kehilangan pekerjaan di Kabupaten Majalengka. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriftif. Data yang digunakan adalah data sekunder bersumber pada studi kepustakaan dan peraturan perundang-undangan. Data diolah dan dianalisis dengan metode normative kualitatif. Hasil Penelitian menunjukan bahwa Implementasi Peraturan Pemerintah No 37 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Kehilangan pekerjaan di Kabupaten Majalengka sudah berjalan namun belum optimal, karena masih ada beberapa perusahaan yang belum mendaftarkan pekerja/buruhnya ke dalam program BPJS. Belum optimalnya program tersebut diakibatkan kendala-kendala yang muncul diantaranya kendala Intern dan ekstern. Researchers are motivated by the Covid-19 pandemic to have a comprehensive impact in all fields, one of which is employment. Layoffs are one of the problems that often occur during the Covid-19 pandemic. That way the government made the decision to add social security for workers, namely the job loss guarantee program. This study aims to determine the implementation of Government Regulation No. 37 of 2021 concerning the Implementation of the Job Loss Insurance program and find out the obstacles and efforts in implementing the job loss guarantee program in Majalengka Regency. The research method used is normative juridical with descriptive research specifications. The data used is secondary data sourced from literature studies and laws and regulations. The data is processed and analyzed by normative qualitative methods. The results showed that the implementation of Government Regulation No. 37 of 2021 concerning the Implementation of the Job Loss Guarantee Program in Majalengka Regency has been running but not optimally, because there are still some companies that have not registered their workers/workers into the BPJS program. The lack of optimal program is due to obstacles that arise including internal and external constraints.
3301936181E1A018077IMPLEMENTASI PROGRAM JAMINAN HARI TUA BERDASARKAN PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 60 TAHUN 2015 DI KABUPATEN MAJALENGKA
Peneliti dilatarbelakangi oleh peningkatan klaim manfaat untuk program Jaminan Hari Tua yang bengkak Rp.26,14 triliun per Agustus 2021. Artikel hasil penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi JHT berdasarkan Peraturan Pemerintah No.60 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan hari Tua serta mengetahui kendala dan upaya dalam hal pencairan klaim JHT di Kabupaten Majalengka.
Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif, sumber data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari studi kepustakaan berupa bahan hukum primer,sekunder dan tersier. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah normatif kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyelenggaraan program jaminan hari tua di Kabupaten Majalengka telah dilaksanakan dilihat dari data mengenai daftar PKBU BPJSTK Majalengka 2021 yang terdiri dari 652 badan yang mendaftarkan kepesertaannya dalam program BPJS Ketenagakerjaan. Terkait implementasinya yaitu penyelenggaraan program jaminan hari tua di Kabupaten Majalengka mengalami peningkatan klaim dilihat dari tidak adanya minimal kepesertaan. Namun disisi lain, terdapat suatu kendala dalam pencairan klaim JHT yaitu mengacu pada kurangnya kelengkapan data dalam hal persyaratan mengajukan klaim JHT dan kurangnya pemahaman peserta dalam menggunakan sosial media di era digital ini.
The researcher was motivated by the increase in benefit claims for the Old Age Security program which was swollen by Rp. 26,14 trillion as of August 2021.This article aims to determine the implementation of JHT based on Government Regulation No. 60 of 2015 concerning the Implementation of the Old Age Security Program and to find out the obstacles and efforts in disbursing JHT claims in Majalengka Regency.
This study uses a normative juridical method, the source of the data used is secondary data obtained from literature studies in the form of primary, secondary and tertiary legal materials. The data analysis used in this research is normative qualitative.
The results of the study indicate that the implementation of the old-age insurance program in Majalengka Regency has been implemented, seen from the data regarding the list of PKBU BPJSTK Majalengka 2021 which consists of 652 bodies that register their participation in the BPJS Employment program. Regarding its implementation, namely the implementation of the old-age insurance program in Majalengka Regency, claims have increased as seen from the absence of a minimum membership. But on the other hand, there is an obstacle in disbursing JHT claims, which refers to the lack of completeness of data in terms of the requirements for submitting JHT claims and the lack of understanding of participants in using social media in this digital era.
3302036184E1A017332CERAI TALAK KARENA PERSELISIHIAN TERUS MENERUS
(Tinjauan yuridis Putusan Pengadilan Agama Cirebon Nomor 618/Pdt.G/2021/PA.CN)
Pasal 1 Undang-Undang No.1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan menyebutkan bahwa “Perkawinan ialah ikatan lahir batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan ketuhanan Yang Maha Esa”. Adanya ikatan lahir batin ini merupakan tujuan membentuk rumah tangga yang bahagia dan kekal. Dalam prakteknya hubungan rumah tangga tentunya tidak selamanya berjalan baik sesuai apa yang telah diinginkan, seperti konflik dan permasalahan di antara suami isteri yang akhirnya jalan di tempuh untuk penyelesaian sebuah perselihsihan rumah tangga yaitu dengan cara penceraian, sehingga tidak tercapainya tujuan dari perkawinan tersebut, seperti salah satu perkara mengenai cerai talak di Putusan Pengadilan Agama Cirebon Nomor 618/Pdt.G/2021/PA.CN.
Pokok pikiran yang telah diangkat dalam penulisan skripsi ini, maka dapat mengemukakan rumusan masalah : Bagaimanakah dasar pertimbangan hukum Hakim dalam memutus perkara Cerai Talak terhadap putusan Pengadilan Agama Cirebon Nomor 618/Pdt.G/2021/PA.CN. Metode penelitian ini menggunakan menggunakan metode pendekatan yuridis normatif, Teknik pengumpulan data diperoleh melalui studi kepustakaan. Data yang terkumpul dari hasil penelitian ini di sajikan dalam bentuk uraian-uraian yang tersusun secara sistematis.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa hakim dalam menjatuhkan talak raj’i yang dimohonkan oleh Pemohon dengan alasan antara suami isteri terus-menerus terjadi perselisihan dan juga Istri sering meminum-minuman keras hingga mabuk sehingga berdasarkan simpulan ini dalam Putusan Pengadilan Agama Cirebon Nomor 618/Pdt.G/2021/PA.CN. mengabulkan talak satu raj’i dengan memutuskan perkara cerai gugat tersebut mendasarkan pada ketentuan Pasal 19 huruf (f) Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 jo. Pasal 116 huruf (f), Pasal 117, Pasal 118 Kompilasi Hukum Islam. Menurut peneliti hendaknya hakim lebih cermat dan teliti lagi, agar lebih terjamin keadilan dan kepastian hukum.
Article 1 of Law No.1 of 1974 concerning Marriage states that "Marriage is an inner and outer bond between a man and a woman as husband and wife with the aim of forming a happy and eternal family (household) based on God Almighty". The existence of this inner and outer bond is the goal of forming a happy and eternal household. In practice, domestic relations of course do not always go well according to what has been desired, such as conflicts and problems between husband and wife which are finally the way to settle a household dispute, namely by means of divorce, so that the purpose of the marriage is not achieved, such as one one case cerai talak divorce in the Cirebon Religious Court Decision Number 618/Pdt.G/2021/PA.CN.
The main ideas that have been raised in the writing of this thesis, can put forward the formulation of the problem: What is the basis for the judge's legal considerations in deciding the Divorce Talak case against the Cirebon Religious Court's decision Number 618/Pdt.G/2021/PA.CN. This research method uses a normative juridical approach. Data collection techniques are obtained through literature study. The data collected from the results of this study are presented in the form of systematic descriptions.
Based on the results of the research and discussion, it can be concluded that the judge in handing down the divorce raj'i requested by the Petitioner on the grounds that between husband and wife there are continuous disputes and also the wife often drinks alcohol until she is drunk, so based on this conclusion in the Decision of the Cirebon Religious Court Number 618/Pdt.G/2021/PA.CN. granted the divorce of one raj'i by deciding the divorce case based on the provisions of Article 19 letter (f) Government Regulation Number 9 of 1975 jo. Article 116 letter (f), Article 117, Article 118 of the Compilation of Islamic Law. According to the researcher, judges should be more careful and thorough, to ensure justice and legal certainty.