Home
Login.
Artikelilmiahs
36147
Update
CINANTYA NARESWARI PERMATA SAPUTRI
NIM
Judul Artikel
ANALISIS KEBUTUHAN TENAGA KERJA DAN DISTRIBUSINYA PADA BANGUNAN BERTINGKAT MENGGUNAKAN METODE AHSP DAN RESOURCE LEVELING (Studi Kasus Pembangunan Gedung Instalasi Bedah Sentral RSUD Banyumas)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Bangunan bertingkat memiliki pekerjaan yang kompleks dan membutuhkan perencanaan tenaga kerja serta pendistribusian yang optimal. Keberhasilan di dalam suatu proyek konstruksi ditentukan oleh kualitas maupun kuantitas sumber daya khususnya tenaga kerja. Pemakaian sumber daya tenaga kerja yang dilakukan secara efektif dan efisien menghasilkan pelaksanaan proyek yang terkendali dalam segi waktu dan biaya. Pemakaian tenaga kerja yang berlebih akan mengakibatkan pemborosan, sedangkan kekurangan tenaga kerja akan mengakibatkan keterlambatan pelaksanaan proyek. Untuk mengatasi masalah tidak meratanya tenaga kerja maka perlu dilakukan perataan sumber daya. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kebutuhan tenaga kerja dengan menggunakan metode AHS (Analisis Harga Satuan) dan mengatur distribusi tenaga kerja dengan menggunakan metode Resource Leveling pada proyek gedung bertingkat yaitu proyek pembangunan Instalasi Bedah Sentral RSUD Banyumas. Metode Resource Leveling digunakan untuk mendapatkan histogram tenaga kerja yang paling optimal dan menghindari adanya fluktuasi yang tajam. Resource Leveling dilakukan dengan bantuan aplikasi Microsoft Project 2019. Setelah dilakukannya resource leveling, terjadi penurunan pada masing-masing kebutuhan maksimum tenaga kerja. Hasil penurunan kebutuhan maksimum tenaga kerja dalam bentuk persentase pada proyek Instalasi Bedah Sentral RSUD Banyumas yaitu pekerja 27,71%, tukang besi 3,23%, tukang batu 1,1%, tukang aluminium 3,7%, kepala tukang 23,7%, dan mandor 25%. Hasil dari analisis resource leveling yang telah dilakukan mampu mengurangi fluktuasi penggunaan tenaga kerja dan mampu mengalami pemerataan yang signifikan.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Multi-storey buildings have complex work and require workforce planning and optimal distribution. Success in a construction project is determined by the quality and quantity of resources, especially labor. Effective and efficient use of labor resources results in controlled project implementation in terms of time and cost. The use of excessive labor will result in wastage, while the shortage of labor will result in delays in project implementation. To overcome the problem of unequal workforce, it is necessary to do resource distribution. The purpose of this study is to obtain the labor requirements using the AHS (Unit Price Analysis) method and regulate the distribution of labor using the Resource Leveling method on a multi-storey building project, namely the construction project of the Central Surgical Installation of RSUD Banyumas. Resource Leveling method is used to get the most optimal workforce histogram and avoid sharp fluctuations. Resource Leveling was carried out with the help of the Microsoft Project 2019 application. After doing resource leveling, there is a decrease in each of the maximum labor requirements. The results of the decrease in the maximum demand for labor in the form of percentages on the Central Surgical Installation project at RSUD Banyumas are 27.71% workers, 3.23% blacksmiths, 1.1% masons, 3.7% aluminum craftsmen, 23.7% head craftsmen, and 25% foreman. The results of the resource leveling analysis that have been carried out are able to reduce fluctuations in the use of labor and are able to experience significant equity.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save