| NIM | I1C018071 |
| Namamhs | FARADINA QORINA NADZIF |
| Judul Artikel | Pengaruh Penggunaan N-Asetilsistein (NAC) Terhadap Gejala Klinik Pasien Rawat Inap COVID-19 di RSU Santa Elisabeth Purwokerto |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Infeksi SARS-CoV-2 atau COVID-19 dikaitkan dengan ketidakseimbangan oksidan dan antioksidan yang menyebabkan inflamsi dan kerusakan jaringan. N-Asetilsististein (NAC) selain sebagai mukolitik, NAC diketahui efektif sebagai antioksidan melalui beberapa mekanisme yang dimediasi GSH untuk mengurangi pneumonia dan Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS) pada COVID-19. Penelitian ini dilakukan dengan rancangan deskriptif observasional. Pengumpulan data secara retrospektif didapat dari data rekam medis pasien rawat inap COVID-19 RSU Santa Elisabeth Purwkerto periode Juli 2020 – Juli 2021. Analisis statistik yang dilakukan terkait pengaruh penggunaan NAC terhadap gejala klinik pasien menggunakan uji Wilcoxon dan uji tanda (Sign Test). Hasil penelitian menunjukan bahwa mayoritas pasien yang dirawat di RSU Santa Elisabeth yaitu pasien derajat ringan, mayoritas merupakan pasien wanita dan rentang usia paling banyak yaitu pada 46 - 55 tahun. Komorbid yang didominasi oleh diabetes melitus, hipertensi dan penyakit jantung. NAC yang digunakan pada pasien rawat inap COVID-19 di RSU Santa Elisabeth yaitu NAC oral dengan dosis 600 mg dan NAC secara intravena 5 gram/hari. Lama pemberian NAC paling banyak pada rentang 8-14 hari yaitu. Penggunaan NAC berpengaruh pada gejala klinik batuk, SPO2 dan RR pada pasien COVID-19 derajat ringan serta sedang (p-value < 0,05), namun tidak berpengaruh pada gejala klinik batuk, RR dan SPO2 pada pasien COVID-19 derajat berat (p-value > 0,05). |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | SARS-CoV-2 or COVID-19 infection is associated with an imbalance of oxidants and antioxidants that causes inflammation and tissue damage. N-Acetylcysteine (NAC) apart from being a mucolytic, NAC is known to be effective as an antioxidant through several GSH-mediated mechanisms to reduce pneumonia and Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS) in COVID-19. This research was conducted with a descriptive observational design. Data collected from medical records of patients with COVID-19 patients at Santa Elisabeth Hospital, Purwkerto for the period July 2020 – July 2021 retrospectively. Statistical analysis was carried out regarding the effect of using NAC on patients' clinical symptoms using the Wilcoxon test and sign test (Sign Test). The results showed that the majority of patients treated at Santa Elisabeth General Hospital were mild grade patients, the majority were female patients and the most age range was 46 - 55 years. The comorbidities are dominated by diabetes mellitus, hypertension and heart disease. The NAC used for COVID-19 inpatients at Santa Elisabeth General Hospital is oral NAC at a dose of 600 mg and NAC intravenously 5 grams/day. The longest duration of NAC administration was in the range of 8-14 days, namely. The use of NAC had an effect in clinical symptoms of cough, SPO2 and RR in mild and moderate COVID-19 patients (p-value < 0.05), but had no effect on clinical symptoms of cough, RR and SPO2 in severe COVID-19 patients (p-value > 0.05). |
| Kata kunci | N-Asetilsistein (NAC), COVID-19, Rumah Sakit Umum Santa Elisabeth |
| Pembimbing 1 | Heny Ekowati |
| Pembimbing 2 | Masita Wulandari Suryoputri |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2022 |
| Jumlah Halaman | 16 |
| Tgl. Entri | 2022-06-26 21:24:13.419813 |
|---|