Home
Login.
Artikelilmiahs
32814
Update
CESARIA LISTY MEILINDA
NIM
Judul Artikel
Kecernaan Bahan Kering Dan Bahan Organik Pakan Kambing Berbasis Indeks Sinkronisasi Protein-Energi Dengan Sumber Leguminosa Yang Berbeda Secara In Vitro
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan berbasis indeks sinkronisasi protein-energi (SPE) dengan sumber leguminosa yang berbeda terhadap kecernaan bahan kering dan bahan organik. Materi penelitian yang digunakan adalah cairan rumen dari 3 ekor kambing yang diambil dari rumah potong hewan (RPH) Sokaraja, segera setelah kambing dipotong, rumput raja, turi, lamtoro, onggok, dedak, pollard, ampas tahu, bungkil kelapa, dan mineral. Metode penelitian eksperimen in vitro dengan Rancangan Acak Lengkap Pola Faktorial (2x3) dengan faktor A jenis leguminosa (turi dan lamtoro) dan faktor B indeks SPE (0,4 ; 0,5 ; 0,6) yang terdiri dari 6 perlakuan, setiap perlakuan diulang 4 kali sehingga terdapat 24 unit percobaan. Peubah yang diukur kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik. Analisis variansi menunjukkan terdapat interaksi antara indeks SPE dengan jenis leguminosa terhadap kecernaan bahan kering dan bahan organik pakan (p < 0,01). Uji BNJ menunjukkan pakan dengan indeks SPE 0,4 kombinasi turi memiliki kecernaan bahan kering (12,70% + 0,06) dan bahan organik (14,81% + 0,05) lebih rendah dibandingkan pada indeks SPE 0,4 kombinasi lamtoro kecernaan bahan kering (14,29% + 0,07) dan bahan organik (16,44% + 0,02). Pakan dengan indeks SPE 0,5 kombinasi turi memiliki kecernaan bahan kering (13,43% + 0,10) dan bahan organik (15,31% + 0,04) lebih rendah dibandingkan pada indeks SPE 0,5 kombinasi lamtoro kecernaan bahan kering (15,28% + 0,02) dan bahan organik (17,78% + 0,17). Pakan dengan indeks SPE 0,6 kombinsi turi memiliki nilai kecernaan bahan kering (13,84% + 0,07) dan bahan organik (15,88% + 0,37) lebih rendah dibandingkan pada indeks SPE 0,6 dengan kombinasi lamtoro kecernaan bahan kering (16,13% + 0,01) dan bahan organik (18,34% + 0,03). Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa pakan dengan indeks SPE 0,6 kombinasi lamtoro memiliki kecernaan bahan kering dan bahan organik terbaik.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This study aims to know the influence levels of synchronization protein-energy (SPE) with source of different legume on digestibility of dry matter and organic matter. The experiment used rumen liquid from 3 goats taken from slaughterhouse Sokaraja, Purwoketo, king grass, Sesbania leaf, Leucaena leaf, bran, pollard, tofu pulp, coconut meal, and minerals. The study used an in vitro experimental method with a complete randomized design of factorial pattern (2x3) with factor A a type leguminosa (Sesbania leaf and Leucaena leaf) and factor B a level of the SPE index (0,4 ; 0,5 ; 0,6), there were 6 treatments, each treatment repeated 4 times so that there are 24 experimental units. The variables measured are the digestibility of dry matter and organic matter. The results of the variance analysis showed that there is an interaction between levels of SPE index and type a legum to the digestibility of dry matter and organic matter (p <.01). BNJ test showed that feed with SPE index 0,4 combined Sesbania leaf has a lower digestibility of dry matter (12,70% + 0,06) and organic matter (14,81% + 0,05) compared to feed with SPE index 0,4 combined Leucaena leaf which of dry matter (14,29% + 0,07) and organic matter (16,44% + 0,02). Feed with SPE index 0,5 combined Sesbania leaf has a lower digestibility of dry matter (13,43% + 0,10) and organic matter (15,31% + 0,04) compared to feed with SPE index 0,5 combined Leucaena leaves which of dry matter (15,28% + 0,02) and organic matter (17,78% + 0,17). Feed with a SPE index 0,6 combined with turi has a lower digestibility value of dry matter (13,84% + 0,07) and organic matter (15,88% + 0,37) compared to feed with SPE index 0,6 combined with Leucaena leaf which of dry matter (16,13% + 0,01) and organic matter (18,34% + 0,03). Based on the results of the experiment can be concluded that the treatment with a SPE index 0,6 combined Leucaena leaf has the best digestibility of dry matter and organic materials.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save