| NIM | K1A017040 |
| Namamhs | ANGANTI SURATRI |
| Judul Artikel | KELIMPAHAN SPASIAL TEMPORAL MIKRONUTRIEN BESI, ZINK, DAN TEMBAGA PADA ALIRAN YANG BERBEDA DI PANTAI MENGANTI
|
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Penelitian tentang kelimpahan spasial temporal mikronutrien Fe, Zn dan Cu pada aliran yang berbeda di pantai Menganti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan mikronutrien Fe, Zn dan Cu secara spasial yaitu perbedaan lokasi (air laut dan air tanah (SGD)) dan temporal yaitu adanya pengaruh intensitas hujan. Metode analisis menggunakan spektrometer uv-visible untuk analisis kelimpahan Fe dan spektrometer serapan atom untuk analisis kelimpahan Zn dan Cu serta pengolahan data menggunakan SPSS. Pengolahan data spasial menggunakan Kruskal Wallis dan pengolahan data temporal menggunakan paired t-test. Hasil penelitian menunjukan secara spasial kelimpahan tertinggi bulan September pada ST 3 dan TA 1 yaitu masing-masing sebesar 0,098 ppm dan 0,450 ppm untuk Fe serta 0,275 ppm dan 0,692 ppm untuk Zn. Kelimpahan Cu secara spasial tertinggi bulan September pada ST 9 dan TA 1 yaitu masing-masing sebesar 0,657 ppm dan 0,400 ppm. Kelimpahan mikronutrien menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan secara signifikan secara spasial dan temporal. Kelimpahan mikronutrien berbeda-beda karena dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti SGD, pH, salinitas dan DO. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Research on the temporal spatial abundance of Fe, Zn and Cu micronutrients at different flows on the Menganti coast. This study aimed to determine the abundance of Fe, Zn and Cu micronutrients spatially, namely differences in location (sea watater and submarine groundwater (SGD)) and temporal, namely the influence of rain intensity. The analytical method used a Uv-visible spectrometer for Fe abundance analysis and an atomic absorption spectrometer for Zn and Cu abundance analysis and data processed using SPSS. Processing of spatial data used Kruskal Wallis and processing of temporal data using paired t-test. The results showed that spatially the highest abundance were in September on ST 3 and TA 1, which were 0,098 ppm and 0,450 ppm for Fe and 0,275 ppm and 0,692 ppm for Zn, respectively. The highest spatial Cu were in September on ST 9 and TA 1 which were 0,657 ppm and 0,400 ppm, respectively. Spatial and temporal micronutrients showed no significant differences. The abundance of micronutrients varies because it was influenced by several factors such as SGD, pH, salinity and DO. |
| Kata kunci | mikronutrien, SGD, spasial, temporal |
| Pembimbing 1 | Roy Andreas, Ph.D |
| Pembimbing 2 | Mukti Trenggono, S.Si., M.Si |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2021 |
| Jumlah Halaman | 75 |
| Tgl. Entri | 2021-08-07 14:02:26.222887 |
|---|