Home
Login.
Artikelilmiahs
32135
Update
SYIFA FAUZIAH
NIM
Judul Artikel
Hubungan Unsafe Action dan Unsafe Condition dengan Kecelakaan Kerja pada Pengrajin Pandai Besi di Desa Pasir Wetan Kecamatan Karanglewas
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar Belakang: Kecelakaan kerja adalah kejadian yang tidak dikehendaki dan tidak terduga yang dapat menimbulkan kerugian. Unsafe action dan unsafe condition salah satu faktor yang menyebabkan kecelakaan kerja. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan unsafe action dan unsafe condition dengan kecelakaan kerja pada pengrajin pandai besi di Desa Pasir Wetan Kecamatan Karanglewas. Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan desain penelitian analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini pengrajin pandai besi yang berjumlah 59 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel 48. Analisis data yang dilakukan adalah analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji Chi Square. Hasil: Variabel yang berhubungan adalah variabel unsafe action dengan p-value 0,004. Variabel yang tidak berhubungan adalah variabel unsafe condition dengan p-value 0,390. Kesimpulan: Kategori umur berisiko 60,4%, masa kerja lama menjadi masa kerja terbanyak dengan 60,4%, tingkat pendidikan terbanyak yaitu pendidikan dasar 83,3%, Frekuensi unsafe action dan unsafe condition terbanyak 52,1% dan 70,8%, dan kecelakaan kerja terbanyak kategori sedang 58,3%. Terdapat hubungan antara unsafe action dengan kecelakaan kerja. Tidak terdapat hubungan antara unsafe condition dengan kecelakaan kerja. Kata Kunci: Unsafe Action, Unsafe Condition, Kecelakaan Kerja
Abtrak (Bhs. Inggris)
Background: Work accidents are unwanted and unexpected events that can cause losses. Unsafe actions and unsafe conditions are one of the factors that cause work accidents. The purpose of this study was to determine the relationship between unsafe action and unsafe conditions with work accidents in blacksmith craftsmen in Pasir Wetan Village, Karanglewas District. Methods: This study is a quantitative study using an analytical research design with aapproach cross sectional. The population in this study was blacksmith craftsmen, amounting to 59 people. Sampling using purposive sampling technique with a sample size of 48. The data analysis performed was univariate analysis and bivariate analysis with test Chi Square. Results: The variable that is related is the variable unsafe action with a p-value of 0,004. The unrelated variable is the variable unsafe condition with a p-value of 0,390. Conclusion: The risk age category is 60,4%, the longest working period is the highest category with 60,4%, the highest education level is basic education 83,3%, the most frequency of unsafe actions and unsafe conditions is 52,1% and 70,8%, and most work accidents are in the moderate category 58,3%. There is a relationship between unsafe action and work accidents. There is no relationship between unsafe conditions and work accidents. Keywords: Unsafe Action, Unsafe Condition, Work Accident
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save