Artikel Ilmiah : F2B016007 a.n. IRVAN OKTAVIANTO
| NIM | F2B016007 |
|---|---|
| Namamhs | IRVAN OKTAVIANTO |
| Judul Artikel | STUDI KONTRIBUSI OWNER BIRO PERJALANAN WISATA DALAM ORGANISASI PAGUYUBAN BIRO PERJALANAN EKS-KARASIDENAN BANYUMAS |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Permasalahan owner biro perjalanan wisata perempuan dalam PEBEMAS berpusat pada kontribusi, kendala dan upaya yang mereka hadapi saat berorganisasi serta relasi gender para owner dengan pelaku wisata yang menjadi mitra selama ini. Seluruh upaya telah dilakukan guna menjaga keharmonisan dan keberlangsungan organisasi tersebut. Namun, persaingan dilapangan pada akhirnya yang sedikit menggeser visi misi organisasi PEBEMAS selama ini. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kontribusi owner biro perjalanan perempuan dalam organisasi Paguyuban Biro Perjalanan Eks-Karasidenan Banyumas. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif dengan pendeketan deskriptif. Sasaran penelitian adalah owner/pemilik biro perjalanan wisata perempuan dalam organisasi PEBEMAS. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, validasi data, observasi dan dokumentasi. Metode analisis data menggunakan analisis interaktif dari Huberman dengan teknik triangulasi. Teknik pemilihan informan adalah purposive sampling dengan tujuan telah menentukan kandidat informan utama dan pendukung. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa kesejahteraan owner baik perempuan dan laki-laki tidak memiliki perbedaan terlalu signifikan, dikarenakan pasar bebas serta banyak pendapat menilai perempuan justru lebih variatif dalam prihal memasarkan perusahaan travelnya, yang menjadi patokan adalah jumlah omset bukan dari banyak jumlah pemberangkatan dalam setahun. Akses dan kesadaran kritis owner perempuan dengan laki-laki dinilai setara, bahkan pendekatan perempuan dan dibantu oleh pekerjaan suaminya akses mereka lebih banyak. Sedangkan, partisipasi perempuan dalam organisasi tetap hanya pada posisi strategis. Namun untuk kontrol, perempuan dan laki-laki sama rata. Segala hambatan dan kesenjangan gender seperti kerjasama yang belum maksimal, kompetisi tidak sehat dan pengambilan keputusan internal. Dapat diupayakan dengan perempuan menjadi fasilitator, implementator dan motivator bagi para pelaku wisata sebagai bentuk kontribusi. Kata kunci : kontribusi, owner biro wisata, PEBEMAS |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | The problem of the female tour and travel agent owner in PEBEMAS is centered on the contributions, constraints and efforts they face when organizing and the gender relations of the owners and the tourism actors who have become partners so far. All efforts have been made to maintain harmony and sustainability of the organization. However, competition in the field ultimately shifted the vision and mission of the PEBEMAS organization so far. Therefore, the purpose of this study is to describe the contribution of the female travel agency owner in the Organization of Travel Agent Eks-Karasidenan Banyumas. The research method used in this study is qualitative with descriptive approach. The research objective is the owner of a women's travel agency in the PEBEMAS organization. Data collection methods are interviews, observation and documentation. The data analysis method uses interactive analysis by Huberman and data validation with triangulation techniques. The informant selection technique is purposive sampling with the aim of determining the main and supporting candidate informants. Based on the results of the study showed that the welfare of the owner both women and men did not have too significant differences, because the free market and many opinions considered women to be even more varied in terms of marketing their travel companies, the benchmark was the amount of turnover rather than the number of departures in a year. Access and critical awareness of female owners with men is considered equal, even the approach of women and assisted by the work of their husbands has more access. Meanwhile, women's participation in the organization remains only in strategic positions. But for control, women and men are equally equal. All gender barriers and gaps such as inadequate cooperation, unfair competition and internal decision making. Efforts can be made with women to become facilitators, implementers and motivators for tourism actors as a form of contribution. Keywords: contribution, travel agency owner |
| Kata kunci | Keywords: contribution, travel agency owner |
| Pembimbing 1 | Dr. Tyas Retno Wulan, M.Si |
| Pembimbing 2 | Dr. Sotji Lestari, M.Si |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2020 |
| Jumlah Halaman | 39 |
| Tgl. Entri | 2020-11-26 13:30:03.100386 |