Home
Login.
Artikelilmiahs
28840
Update
MENTARI BUDIYANA NURHASANAH
NIM
Judul Artikel
ANALISIS SPASIAL KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2018
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar Belakang : Kabupaten Banyumas merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Tengah yang kasus DBD berfluktuatif setiap tahunnya. Analisis spasial sangat diperlukan untuk membantu dalam mengidentifikasi risiko tinggi daerah dan periode DBD untuk pengendalian dan eliminasi DBD secara efektif di Kabupaten Banyumas. Tujuan penelitian adalah mengetahui penyebaran dan pengelompokan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Banyumas Tahun 2018 berdasarkan analisis spasial. Metodologi : Penelitian ini menggunakan metode studi deskriptif dengan pendekatan ecological study. Sampel penelitian menggunakan total populasi yaitu sebanyak 55 kasus. Analisis spasial dengan pendekatan elementary analysis of disease, Nearest Neighbour Index (NNI) dan Convex hulls. Hasil Penelitian : Rata-rata umur penderita DBD di Kabupaten Banyumas yaitu 25 tahun. Jenis kelamin lebih banyak perempuan dengan jumlah 33 (58%). Kejadian DBD berpola acak (random) dengan nilai NNI sebesar 1,012 atau menyebar di seluruh wilayah Kabupaten Banyumas. Hasil analisis spasial menunjukkan sebaran kasus DBD di Kabupaten Banyumas sebagian besar berada pada wilayah permukiman, dengan kategori daerah padat penduduk, curah hujan sedang dan jarak <1km dengan puskesmas. Kesimpulan : Sebaran kasus DBD memiliki keterkaitan secara spasial dengan tataguna lahan permukiman, kepadatan penduduk, curah hujan dan jarak fasilitas kesehatan. Saran untuk masyarakat yang tinggal di wilayah permukiman serta padat penduduk diharapkan untuk senantiasa menjaga kebersihan lingkungan dan melakukan pemberantasan sarang nyamuk. Pada saat musim hujan masyarakat perlu melakukan pengendalian yang baik agar potensi peningkatan kasus DBD berkurang dan memanfaatkan fasilitas kesehatan terdekat sebagai upaya preventif serta kuratif untuk menurunkan angka kematian yang disebabkan oleh penyakit DBD.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Background : Banyumas Regency is one of the districts in Central Java Province where dengue cases fluctuate each year. Spatial analysis is needed to assist in identifying high risk areas and dengue periods for effective control and elimination of DHF in Banyumas Regency. The purpose of this study was to determine the spread and grouping of Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) in Banyumas Regency in 2018 based on spatial analysis. Methodology : This research uses descriptive study method with ecological study approach. The study sample used a total population of 55 cases. Spatial analysis with the approach of elementary analysis of disease, Nearest Neighbor Index (NNI) and Convex hulls. Research result : The average age of DHF sufferers in Banyumas Regency is 25 years. More sexes are women by 33 (58%). The incidence of DHF is random (random) with an NNI value of 1.012 or spread throughout the Banyumas Regency. The results of spatial analysis showed the distribution of dengue cases in Banyumas Regency were mostly in residential areas, with the category of densely populated areas, moderate rainfall and a distance of <1km from the puskesmas. Conclusion : The distribution of dengue cases has a spatial relationship with residential land use, population density, rainfall and distance of health facilities. Suggestions for people who live in residential areas and are densely populated are expected to always maintain environmental cleanliness and eradicate mosquito nests. During the rainy season the community needs to exercise good control so that the potential increase in dengue cases is reduced and use the nearest health facility as a preventive and curative measure to reduce mortality caused by dengue disease.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save