Artikelilmiahs
Menampilkan 24.781-24.800 dari 50.309 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 24781 | 27776 | G1A015069 | HUBUNGAN KARAKTERISTIK DEMOGRAFI, TINGKAT PENGETAHUAN, KEBERSIHAN LINGKUNGAN DENGAN KEJADIAN PENYAKIT SKABIES DI PONDOK PESANTREN X WILAYAH KECAMATAN JATILAWANG KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2018 | ABSTRAK Latar belakang: Skabies atau yang biasa disebut dengan kudis merupakan penyakit kulit yang disebabkan oleh infestasi tungau Sarcoptes scabiei. Di Indonesia kejadian skabies menduduki urutan ketiga dari 12 masalah penyakit kulit tersering. Beberapa faktor yang berperan dalam kejadian skabies antaralain faktor karakteristik demografi, tingkat pendidikan dan kebersihan lingkungan. Kejadian skabies banyak ditemukan pada tempat dengan kepadatan penduduk tinggi seperti pondok pesantren, X merupakan salah satu pondok pesantren tertua dan memiliki santri yang cukup banyak. Tujuan penelitian: Mengetahui hubungan kejadian skabies berdasarkan karakteristik demografi, tingkat pengetahuan dan kebersihan lingkungan di Pondok Pesantren X Kecamatan Jatilawang Kabupaten Banyumas pada tahun 2018. Metode penelitian: Bentuk penelitian yang akan dilakukan adalah observasional analitik dengan menggunakan rancangan case control 1:1. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Subjek penelitian kali ini adalah santri pondok pesantren yang didiagnosis skabies oleh dokter Puskesmas Jatilawang dalam periode bulan Juli – September. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hanya kebersihan lingkungan yang memiliki hasil hubungan bermakna dengan kejadian skabies di pondok pesantren X (p=0.027; OR=2.528) sedangkan karakteristik demografi seperti usia, jenis kelamin dan tingkat pendidikan serta tingkat pengetahuan tidak terdapat hubungan yang bermakna. Kesimpulan: Kebersihan lingkungan memiliki pengaruh yang besar terhadap kejadian penyakit skabies di pondok pesantren, hal ini disebabkan karena kebersihan lingkungan di pondok pesantren yang rata-rata masih kurang bersih baik kebersihan perorangan maupun kebersihan tempat tinggal sehingga menjadikan tingginya angka kejadian penyakit skabies di pondok pesantren X. | ABSTRACT Background: Scabies or commonly referred to as kudis is a contagious skin infestation disease caused by the mite Sarcoptes scabiei. In Indonesia, Scabies is ranked third out of the 12 most frequent skin diseases. Several factors contribute to the disease spreading among others are factors relating to demographic characteristic, education level, and environmental hygiene. The occurrence of Scabies is abundantly found in highly populated places such as in Islamic boarding schools, X is one of the oldest Islamic boarding schools and has a plentiful amount of Muslim students. Objective: Understanding the relationship between the occurrence of scabies based on demographic characteristic, education level, and environmental hygiene in X Islamic boarding school located in Jatilawang District, Banyumas Regency in the year 2018. Research Method: The research format that will be conducted is an analytical observation method using 1:1 case control design. The sampling method uses purposive sampling. The research subject in the matter were students from the Islamic boarding school diagnosed with scabies by a Jatilawang health centre doctor in the period from July – September. Result: The result of this research shows that only environmental hygiene has a significant relationship with the occurrence of scabies in X Islamic Boarding School (p=0.02Conclusion: Environmental hygiene has a large influence on the incidence of scabies in Islamic boarding schools, this is due to the cleanliness of the environment in boarding schools which on average are still not clean both personal hygiene and cleanliness of the living area, making the incidence of scabies at X isclamic boarding school.7; OR=2.528), while demographic characteristics such as age, gender, and educational level also level of understanding knowledge does not appear to have a significant relationship. | |
| 24782 | 28719 | E1A115036 | UPAYA HUKUM BANDING YANG DIKABULKAN DALAM PERKARA TINDAK PIDANA PEMERASAN (STUDI TERHADAP PUTUSAN NOMOR 242/PID/2018/PT.DKI JUNCTO PUTUSAN NOMOR 575/PID.B/2017/PN.JKT.UTR) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertimbangan hukum Hakim Pengadilan Tinggi DKI Jakarta serta akibat hukum dikabulkannya upaya hukum banding dalam tindak pidana pemerasan pada perkara nomor 242/PID/2018/PT.DKI juncto Putusan Nomor 575/Pid.B/2017/PN.Jkt.Utr. Metode pendekatan yang digunakan adalah metode pendekatan yuridis normatif. Data yang digunakan adalah data sekunder dengan metode analisis normatif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa perbuatan tergugat/terbanding tidak memenuhi unsur-unsur tindak pidana pemerasan dalam Peraturan Perundang-undangan, antara lain Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 Tentang Peraturan Hukum Pidana Pasal 368, Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 Tentang Pajak Daerah dan Retribusi daerah Pasal 136, Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 Tentang Perikanan Pasal 6 ayat (2), Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2007 Tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Pasal 4 huruf c dan Pasal 61 ayat (2), Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2012 Tentang Retribusi Daerah, Peraturan Daerah DKI Jakarta Nomor 1 Tahun 2013 Tentang Perubahan Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2012 Tentang Retribusi Daerah. Syarat formil banding yang diajukan terdakwa/pembanding sesuai Pasal 233 ayat (2) KUHAP. Akibat hukum dari upaya hukum banding yang dikabulkan bagi terdakwa ialah terdakwa diputus bebas karena tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah telah melakukan tindak pidana pemerasan, lalu memulihkan nama baik terdakwa. Bagi jaksa penuntut umum ialah dibatalkannya putusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara Nomor 575/Pid.B/2017/PN.Jkt.Utr., dan jaksa penuntut umum tidak dapat mengajukan upaya hukum kasasi ke Mahkamah Agung sebagaimana yang disebutkan dalam Pasal 244 KUHAP. | This study aims to determine the legal considerations of the Judge of the Jakarta High Court and the legal consequences of the appeal of appeal in the extortion crime in case number 242 / PID / 2018 / PT.DKI juncto Decision Number 575 / Pid.B / 2017 / PN.Jkt. Utr. The method used is a normative juridical approach. The data used are secondary data with qualitative normative analysis methods. The results of the study showed that the defendant / comparable act did not meet the elements of extortion in the Regulations and Regulations, including Law Number 1 of 1946 concerning Criminal Law Regulations Article 368, Law Number 28 of 2009 concerning Regional Taxes and Levies Article 136, Law Number 31 Year 2004 Concerning Fisheries Article 6 paragraph (2), Law Number 27 Year 2007 Concerning Management of Coastal Areas and Small Islands Article 4 letter c and Article 61 paragraph (2), Government Regulation Number 3 of 2012 concerning Regional Retribution, Regional Regulation of DKI Jakarta Number 1 of 2013 concerning Amendment to Government Regulation Number 3 of 2012 concerning Regional Retribution. The formal requirements of the appeal submitted by the defendant/comparator are by Article 233 paragraph (2) of the Criminal Procedure Code. The legal consequence of the appeal that was granted to the defendant was that the defendant was acquitted because it was not legally proven and convincingly guilty of the crime of extortion, then restored the defendant's good name. For the public prosecutor is the cancellation of the North Jakarta District Court Number 575 / Pid.B / 2017 / PN.Jkt.Utr., And the public prosecutor cannot submit an appeal to the Supreme Court as referred to in Article 244 of the Criminal Procedure Code. | |
| 24783 | 27762 | H1A015013 | PERANCANGAN DAN ANALISIS INVERTER SUMBER ARUS TIGA TINGKAT UNTUK PHOTOVOLTAIC YANG DILENGKAPI SISTEM MPPT METODE PERTURB AND OBSERVE | Modul sel surya (photovoltaic) umumnya memiliki nilai efisiensi yang rendah bergantung dengan pola iradiasi matahari dan temperatur. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu sistem untuk mengoptimalkan daya keluaran photovoltaic. Sistem ini umumnya dikenal dengan sistem maximum power point tracking (MPPT). Sistem MPPT ini memiliki beberapa algoritma atau metode. Diantara semua algoritma MPPT, perturb and observe merupakan algoritma yang sering digunakan karena kesederhanaan dan kemudahan dalam implementasi. Pada penelitian ini, menggunakan photovoltaic sebagai catu daya arus searah (DC) yang dilengkapi sistem MPPT metode perturb and observe agar daya keluaran photovoltaic menjadi optimal. Inverter sumber arus tiga tingkat juga digunakan untuk mengubah keluaran photovoltaic yang berupa arus searah (DC) menjadi arus bolak-balik (AC) agar dapat mensuplai peralatan listrik yang membutuhkan arus bolak-balik (AC). Pada penelitian ini, akan diamati bagaimana karakteristik gelombang pada bagian arus dan tegangan sebelum dan sesudah pemasangan sistem MPPT algoritma perturb and observe serta dapat dianalisis bagaimana pengaruh sistem MPPT algoritma perturb and observe pada unjuk kerja CSI tiga tingkat. Selain itu, dalam penelitian ini juga akan menganalisis pengaruh pembayangan sebagian pada panel surya serta efek harmonisa pada CSI tiga tingkat, efisiensi sistem, dan paramater lainnya yang kemudian dilakukan pengambilan data hasil simulasi menggunakan software PSIM. Hasil yang diperoleh pada pengujian menunjukkan bahwa pemberian sistem MPPT metode perturb and observe pada sistem photovoltaic yang terhubung dengan inverter sumber arus tiga tingkat akan menghasilkan daya keluaran yang lebih besar dan stabil dibandingkan dengan sistem photovoltaic yang tidak dilengkapi sistem MPPT. Namun, pemberian sistem MPPT metode perturb and observe pada sistem photovoltaic yang terhubung dengan inverter sumber arus tiga tingkat tidak menimbulkan peningkatan terhadap efisiensi inverter yang diperoleh. | Solar cell modules (photovoltaics) generally have a low efficiency value depending on the sun's irradiation pattern and temperature. Therefore, a system is needed to optimize the photovoltaic output power. This system is known as the maximum power point tracking (MPPT) system. This MPPT has several algorithms or methods. Among all MPPT algorithms, perturbations are often used because of their simplicity and ease of implementation. In this study, using photovoltaic as a direct current (DC) power supply equipped with an MPPT system perturb and observe methods so that photovoltaic output power becomes optimal. A three-tier current source inverter is also used to convert photovoltaic output in the form of direct current (DC) to alternating current (AC) in order to supply electrical equipment that requires alternating current (AC). In this study, it will be observed how the wave characteristics of the current and voltage sections before and after the installation of the perturb and observe MPPT system and can be analyzed how the influence of the perturb and observe MPPT algorithm on CSI three-level performance. In addition, in this study it will also analyze the effect of partial shading on photovoltaic and also harmonic effects on three levels of CSI, system efficiency, and other parameters which are then carried out using simulation data using PSIM software. The results obtained in the test show that the application of the MPPT system perturb and observe method in a photovoltaic system connected to a three-level current source inverter will produce a greater and more stable output compared to a photovoltaic system that is not equipped with an MPPT system. However, the application of the MPPT system perturb and observe method in a photovoltaic system connected to a three-level current source inverter does not cause an increase in the efficiency of the inverter obtained. | |
| 24784 | 27778 | I1C015107 | Hubungan Karakteristik Pasien dengan Kepatuhan Minum Obat Antiplatelet dan Kualitas Hidup Pasien Rawat Jalan Stroke Iskemik di RSUD Banyumas | Pasien stroke memiliki risiko tinggi pada terjadinya stroke berulang sehingga pasien stroke perlu diberikan terapi pencegahan yaitu obat antiplatelet. Kualitas hidup pada pasien pasca stroke dapat membantu mengevaluasi terapi yang telah diterapkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik pasien apa saja yang berhubungan terhadap kepatuhan minum obat dan kualitas hidup pasien stroke iskemik di RSUD Banyumas. Jumlah sampel penelitian sebanyak 44 orang dan menggunakan teknik total sampling. Kepatuhan minum obat diukur menggunakan kuesioner MARS 5 sedangkan kuesioner WHOQOL-Bref digunakan untuk mengukur kualitas hidup. Hasil yang didapat pada penelitian ini adalah tidak ada hubungan antara karakteristik pasien yaitu jenis kelamin, usia, pendidikan, pekerjaan dan status tinggal terhadap kepatuhan minum obat antiplatelet. Terdapat hubungan yang signifikan antara karakteristik pasien yaitu usia (p=0.004), pendidikan (p=0.000), pekerjaan (p=0.013) dan status tinggal (p=0.042) terhadap kualitas hidup pasien stroke iskemik. | Stroke patients have a high risk of recurrent strokes, so stroke patients need to be given preventative therapy, namely antiplatelet drugs. Quality of life in post-stroke patients can help evaluate the therapy that has been applied. The purpose of this study was to determine the characteristics of any patient-related to medication adherence and the quality of life of ischemic stroke patients in RSUD Banyumas. The number of samples was 44 people and used a total sampling technique. Compliance with treatment was measured using the MARS 5 questionnaire while the WHOQOL-Bref questionnaire was used to measure quality of life.The results are there was no relationship between patient characteristics such as sex, age, education, occupation and status of residence to adherence to taking antiplatelet drugs. There is a significant relationship between patient characteristics, namely age (p = 0.004), education (p = 0.000), occupation (p = 0.013) and residence status (p = 0.042) to the quality of life of ischemic stroke patients | |
| 24785 | 27779 | C1C015016 | Pengaruh Sanksi Perpajakan, Tarif Pajak dan Penerapan E-Filing Terhadap Kepatuhan Wajib pajak UMKM di Kota Banjar, Jawa Barat | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sanksi perpajakan, tarif pajak dan penerapan e-Filing terhadap kepatuhan wajib pajak UMKM di Kota Banjar, Jawa Barat. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah UMKM di Kota Banjar.Sampel dalam penelitian ini berjumlah 120 responden. Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa secara parsial sanksi perpajakan, tarif pajak, dan penerapan e-Filing berpengaruh positif terhadap kepatuhan wajib pajak UMKM di Kota Banjar, Jawa Barat. Implikasi dari penelitian ini yaitu pemerintah pajak perlu meningkatan ketegasan sanksi, keadilan tarif, dan penerapan e-Filing guna meningkatkan kepatuhan wajib pajak khususnya UMKM. Kata Kunci : Sanksi perpajakan, Tarif pajak, penerapan e-Filing, kepatuhan Wajib pajak | This study aims to determine the effect of tax sanctions, tax rates and the application of e-Filing to MSME taxpayer compliance in Banjar City, West Java. This type of research is quantitative research. The population in this study was MSMEs in Banjar City. The sample in this study amounted to 120 respondents. Data analysis in this study used multiple linear regression analysis. The results of this study indicate that partially tax anction, tax rates, and the application of e-Filing have a positive effect on MSME taxpayer compliance in Banjar City, West Java. The implication of this research is that the tax government needs to increase the firmness of sanctions, fairness of tariffs, and the application of e-Filing in order to improve taxpayer compliance, especially MSMEs. Keywords: Tax sanctions, Tax rates, e-Filing implementation, compliance Taxpayer | |
| 24786 | 27787 | H1B015021 | Analisis Spasial Risiko Banjir Spatial Analysis of Flood Risk (Studi Kasus Provinsi Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat) | Bencana yang terjadi di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat bahwa sepanjang tahun 2018 telah terjadi 3.397 kali bencana. Banjir merupakan salah satu bencana yang sering terjadi di Indonesia dan penyebab utamanya adalah curah hujan yang tinggi. Berdasarkan data dari BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana), dalam kurun waktu tahun 2009 – 2018 di seluruh provinsi di Indonesia tercatat ada 7.225 kejadian banjir, dimana jumlah kejadian banjir yang paling tinggi adalah pada tahun 2010 yaitu sebanyak 1.060 kejadian. Provinsi DKI Jakarta dengan jumlah kejadian banjir sebesar 148 kejadian, provinsi Banten 158 kejadian. Sedangkan Provinsi Jawa Barat merupakan provinsi dengan jumlah kejadian banjir yang tinggi, yaitu sebesar 842 kejadian selama kurun waktu sepuluh tahun terakhir, dengan jumlah kejadian banjir terbesar berada di Kabupaten Bandung yang tercatat hingga 208 kejadian. Permasalahan banjir sampai saat ini belum dapat diselesaikan secara tuntas bahkan persoalan bencana banjir tersebut kecenderungan semakin meningkat baik dari sisi intensitas, frekuensi, maupun sebarannya akibat perubahan iklim dan kerusakan Daerah Aliran Sungai (DAS). Berdasarkan kondisi diatas, perlu dilakukan suatu penelitian yang dapat memberikan informasi tentang faktor-faktor penyebab utama dan memprediksi wilayah yang berpeluang mengalami bencana banjir. Dalam mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan model analisis spasial risiko banjir yang dilakukan berdasarkan sebaran tingkat ancaman banjir, tingkat kerentanan sosial, ekonomi, fisik, dan lingkungan. Hasil pemodelan didapatkan pola sebaran tingkat risiko banjir dalam bentuk peta di wilayah studi menggunakan metode skoring. | Disasters that occur in Indonesia continue to increase from year to year. The National Disaster Management Agency (BNPB) noted that during 2018 there were 3,397 disasters. Flooding is one of the disasters that often occur in Indonesia and the main cause is high rainfall. Based on data from BNPB (National Disaster Management Agency), in the period of 2009 - 2018 in all provinces in Indonesia there were 7,225 flood events, where the highest number of flood events was in 2010 which was 1,060 events. DKI Jakarta Province with 148 flood incidents, Banten 158 incidents. While the Province of West Java is a province with a high number of flood events, which amounted to 842 events during the past ten years, with the largest number of flood events in Bandung Regency which were recorded up to 208 events. Up to now the problem of flooding has not yet been completely resolved, even the problem of flood disaster has tended to increase both in terms of intensity, frequency and distribution due to climate change and damage to watersheds. Based on the conditions above, it is necessary to conduct a study that can provide information about the main causative factors and predict areas that are likely to experience a flood. In achieving this goal, this study uses a spatial model of flood risk analysis based on the distribution of flood threat levels, social, economic, physical and environmental vulnerability levels. The modeling results obtained the distribution pattern of the level of flood risk in the form of maps in the study area using the scoring method. | |
| 24787 | 27780 | C1A015018 | FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENYERAPAN TENAGA KERJA INDUSTRI MEBEL DI KOTA TASIKMALAYA | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel modal, upah, dan produksi terhadap penyerapan tenaga kerja dan variabel mana yang paling berpengaruh industri mebel di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah industri mebel di Kota Tasikmalaya. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 70 responden. Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa secara simultan modal, upah, produksi berpengaruh terhadap peneyerapan tenaga kerja industri mebel dan upah merupakan variabel paling berpengaruh terhadap peneyerapan tenaga kerja industri mebel di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Implikasi dari penelitian ini yaitu pemerintah harus membantu dalam penjualan hasil produksi contohnya membuat wadah atau organisasi untuk membantu keluhan atau kekurangan yang dihadapi para pemilik usaha industri mebel. Kata Kunci: Penyerapan Tenaga Kerja, Modal, Upah, Produk | This study aims to determine the effect of variable capital, wages, and production on employment and which variables most influence the furniture industry in Tasikmalaya City, West Java. This type of research is quantitative research. The population in this study is the furniture industry in the City of Tasikmalaya. The sample in this study amounted to 70 respondents. Data analysis in this study used multiple linear regression analysis. The results of this study indicate that simultaneously capital, wages, production affect the absorption of the furniture industry workforce and wages are the most influential variables on the absorption of the furniture industry workforce in Tasikmalaya City, West Java. The implication of this research is that the government must assist in the sale of production for example by making a container or organization to help complaints or shortcomings faced by furniture industry business owners. Keywords: Labor Absorption, Capital, Wages, Production | |
| 24788 | 27827 | J1B015040 | Analisis Struktur Kalimat dalam Judul Berita di Situs Tribunnews.com | Penelitian ini berjudul “Analisis Struktur Kalimat dalam Judul Berita di Situs Tribunnews.com”. Tujuan penelitian yaitu untuk mendeskripsikan struktur kalimat dan jenis kalimat berdasarkan jumlah klausa yang terdapat dalam judul berita di situs tribunnews.com. Bentuk penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data yang dianalisis adalah satuan lingual berupa judul berita di situs tribunnews.com. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode simak dengan teknik dasar teknik sadap dan metode lanjutannya teknik bebas libat cakap yang dilanjutkan dengan teknik catat. Metode yang digunakan untuk menganalisis data adalah metode agih dengan teknik dasar bagi unsur langsung (BUL), kemudian teknik lanjutannya digunakan teknik lesap dan teknik balik. Data disajikan secara formal dan informal. Jumlah data penelitian ini adalah 54 judul berita. Berdasarkan hasil penelitian jenis kalimat berdasarkan jumlah klausa dan struktur kalimat dalam judul berita di situs tribunnews.com, ditemukan 5 jenis kalimat, yaitu kalimat tunggal, kalimat majemuk setara, kalimat majemuk bertingkat, kalimat majemuk rapatan, dan kalimat majemuk kompleks. Kelima jenis kalimat tersebut menghasilkan 34 pola kalimat. Kalimat tunggal terdiri dari 16 pola kalimat, kalimat majemuk setara terdiri dari 3 pola kalimat, kalimat majemuk bertingkat terdiri dari 5 pola kalimat, kalimat majemuk rapatan terdiri dari 9 pola kalimat, dan kalimat majemuk kompleks terdiri dari 1 pola kalimat. Berdasarkan pola-pola kalimat yang dihasilkan tersebut, dapat dilihat bahwa jumlah pola kalimat tunggal lebih banyak dibandingkan dengan pola-pola kalimat yang lain. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa judul berita pada situs tribunnews.com menggunakan struktur kalimat yang sederhana dan singkat, sehingga isi atau maksud dalam judul berita tersebut dapat tersampaikan dengan baik kepada pembaca. | The research is titled "Sentence Structure analysis in news headlines on the site Tribunnews.com". Research aims to describe the structure of sentences and type of sentences based on the number of clauses contained in the news headlines on the tribunnews.com website. This form of research is a qualitative descriptive. The Data analyzed are lingual units in the form of news headlines on the site tribunnews.com. Data collection method used is a method of reading with basic techniques of tapping technique. And the advanced method of proficient see-free techniques followed by a note taking technique. The method used to analyze the data is a Agih method with basic techniques for direct elements (BUL), then the advanced technique is used technique of dyping and reverse engineering. Data is presented formally and informally. Data is presented formally and informally. The amount of the research data is 54 headlines. Based on the results of sentence type research based on number of clauses and sentence structure in the news title on tribunnews.com site, found 5 types of sentences, namely single sentences, equivalent compound sentences, multilevel compound sentences, dense compound sentences, and complex compound sentences. The five types of sentences produce 34 sentence patterns. Single sentences consist of 16 sentence patterns, equivalent compound sentences consist of 3 sentence patterns, multilevel compound sentences consist of 5 sentence patterns, dense compound sentences consist of 9 sentence patterns, and complex compound sentences consist of 1 sentence pattern. Based on the sentence patterns produced, it can be seen that the number of single sentence patterns is more than the other sentence patterns. Therefore, it can be concluded that the headline on the tribunnews.com site uses a simple and concise sentence structure, so that the contents or intent in the headline can be conveyed well to the reader. | |
| 24789 | 27782 | C1B014080 | Perilaku Adaptif Pemasaran UMKM Batik di Kabupaten Banyumas | Ringkasan Penelitian ini berfokus pada eksplorasi terhadap fenomena perilaku adaptif pemasaran dari UMKM batik di Kabupaten Banyumas. Penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif. Bagian-bagian dari metode penelitian kualitatif, termasuk observasi partisipan, wawancara mendalam dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menggunakan model interaktif dapat diketahui bahwa: 1.) Perilaku adaptasi usaha kecil menengah batik didorong oleh motivasi intrinsik dan ekstrinsik, terdapat berbagai pendorong UMKM batik membuat adaptasi yang dikelompokkan menjadi intrinsik dan motivasi ekstrinsik. 2.) UMKM batik mengadaptasi produk dengan menyesuaikan produknya dengan selera target pasar. 3.) UMKM batik mengadaptasi strategi harga mereka dengan menyesuaikan harga produk mereka dengan keinginan dan kemampuan untuk membayar dari target pasar mereka. 4.) UMKM batik mengadaptasi strategi promosi mereka dengan menyesuaikan cara mempromosikan produk mereka ke perkembangan teknologi. 5.) UMKM batik mengadaptasi strategi saluran distribusi mereka dengan menyesuaikan cara mereka mendistribusikan produk mereka ke lokasi target pasar mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UMKM batik termotivasi untuk beradaptasi dengan dua jenis motivasi, motivasi intrinsik dan ekstrinsik. dalam motivasi ekstrinsik mereka dipaksa untuk beradaptasi dengan lingkungan bisnis, berdasarkan hasil penelitian terdapat beberapa macam motif seperti motif ekonomi, motif kompetitif dan motif menghindari kerugian. sedangkan motif motivasi intrinsik berdasarkan motivasi ada beberapa macam seperti motif melestarikan batik Banyumasan, motif cinta atau gairah untuk seni batik dan motif sosial. Penelitian ini juga menunjukkan strategi adaptasi mereka terhadap lingkungan bisnis berdasarkan strategi bauran pemasaran mereka. Kata Kunci: Perilaku Adaptif, Motivasi, Bauran Pemasaran, Motivasi Intrinsik dan Motivasi Ekstrinsik | This research focuses on exploration on the phenomenon of marketing adaptif behaviour of batik small to medium enterprises influence in Banyumas Regency. Research uses qualitative research methods. The parts of qualitative reseach method, including participant observation, depth interviews and documentation. Based on the research result and data analysis using interactive model can be known that: 1.) The adaptation behaviour of batik small to medium enterprises is driven by intrinsic and extrinsic motivation, there are various drivers of batik SMEs making adaptations which are grouped into intrinsic and extrinsic motivation. 2.) Batik SMEs adapt products by adjusting their products to the tastes of the target market. 3.) SMEs batik adapt their price strategies by adjusting the pricing of their products to the desires and ability to pay from their target market. 4.) Batik SMEs adapt their promotion strategies by adjusting how to promote their products to technological developments. 5.) Batik SMEs adapt their distribution channel strategy by adjusting the way they distribute their products to the location of their target market. The results of the study showed that batik SMEs were motivated to adapt by two types of motivation, intrinsic and extrinsic motivation. in extrinsic motivation they are forced to adapt to the business environment, based on the results of research there are several kinds of motives such as economic motives, competitive motives and the motive of avoiding losses. while motives based on intrinsic motivational motivations there are several kinds such as motifs of preserving Banyumasan batik, motifs of love or passions for batik art and social motives. This research also shows their adaptation strategies to the business environment based on their marketing mix strategies. Keywords: Adaptive Behaviour, Motivation, Marketing Mix, Intrinsic Motivation and Extrinsic Motivation | |
| 24790 | 27784 | B1A015060 | Keanekaragaman dan Pola Sebaran Spesies Makroalga di Perairan Pantai Menganti, Kebumen, Jawa Tengah | Pantai Menganti merupakan sebuah pantai wisata yang berlokasi di Desa Karangduwur, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Pantai Menganti memiliki tipe substrat dasar perairan berupa pasir dan pecahan karang yang sesuai untuk pertumbuhan makroalga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman spesies dan pola sebaran makroalga yang terdapat di Pantai Menganti, Kebumen, Jawa Tengah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Pengambilan sampel menggunakan metode line transect dengan pengambilan sampel secara acak terpilih menggunakan plot kuadrat 1x1 m2. Variabel penelitian meliputi keanekaragaman spesies makroalga, dan pola sebaran spesies makroalga. Parameter utama terdiri dari jumlah spesies dan jumlah individu masing-masing spesies makroalga. Parameter pendukung terdiri atas kecepatan arus, nitrat, kecerahan, kedalaman, pasang surut, salinitas, suhu dan pH. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan indeks keanekaragaman Shannon-Wiener (H’) dan indeks penyebaran Morisita (Id) untuk mengetahui tingkat keanekaragaman spesies dan pola sebaran spesies makroalga Hasil dari penelitan ini ditemukan 13 spesies makroalga yang terdiri dari 2 spesies dari divisi Ulva intestinalis dan Ulva lactuca, 8 spesies dari divisi Rhodophyta meliputi Callophyllis crispata, Chondracanthus harveyanus, Eucheuma Spinosum, Gracilaria canaliculata, Gracilaria lichenoides, Halymenia harveyana, Palmaria palmata, dan Portieria hornemanii, 3 spesies dari divisi Phaeophyta meliputi Dictyota dichotoma, Sargassum crassifolium, dan Sargassum polycystum. Keanekaragaman makroalga di Pantai Menganti, Kebumen, Jawa Tengah tergolong sedang dengan nilai indeks keanekaragaman Shannon-Wiener (H’) sebesar 2.02067. Pola sebaran semua spesies makroalga mengelompok dengan hasil nilai indeks pola sebaran (Id) >1. Hasil dari pengukuran parameter fisika-kimiawi perairan menunjukkan kondisi perairan Pantai Menganti cukup baik untuk pertumbuhan makroalga. | Menganti Beach is a tourism beach located in Karangduwur Village, Ayah District, Kebumen Regency, Central Java Province, Indonesia. This area still has quite natural conditions since it has substrate type base in the form of sand and coral fragments suitable for macroalgae growth. The purpose of this research is to determine the diversity of species and the dispersal patterns of macroalgae found in Menganti Beach, Kebumen, Central Java. This research was conducted by applying a survey method with a purposive random sampling technique using a line transect method with 1x1 m2 quadrat plot. Variables include the diversity of macroalgae species, and the dispersal patterns of macroalgae species. The main parameters are the number of species and the number of individuals of each species. Supporting parameters consist of water flow velocity, dissolved-nitrate, brightness, depth, tides, salinity, temperature and pH. To determine the level of species diversity and dispersal patterns of macroalgae species, obtained data were analyzed using the Shannon-Wiener diversity index (H') and the Morisita dispersal index (Id). The results of this research found 13 species of macroalgae species consisting of 2 species from the Chlorophyta division including Ulva intestinalis and Ulva lactuca, 8 species from the Rhodophyta division including Chondracanthus harveyanus, Eucheuma Spinosum, Gracilaria canaliculata, Gracilaria lichenoides, Halymenia harveyana, Palmaria palmata, and Portieria hornemanii, 3 species from the Phaeophyta division including Dictyota dichotoma, Sargassum crassifolium, and Sargassum polycystum. Macroalgae diversity in Menganti Beach, Kebumen Regency, Central Java Province is classified as moderate with the Shannon-Wiener (H') diversity index value of 2.02067. Dispersal patterns of all macroalgae species is clumped with the results of the dispersal patterns index value (Id)> 1. The results of the measurement of water environmental factors indicate the condition of the sea water of the Menganti Beach is still good for macroalgae growth. | |
| 24791 | 28490 | I1B016012 | HUBUNGAN PERSEPSI KERENTANAN DAN MANFAAT TERHADAP UPAYA PENGENDALIAN DIRI PENDERITA HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUMBANG 1 | Latar Belakang : Penderita hipertensi semakin bertambah seiring berjalanya waktu. Berbagai komplikasi akibat hipertensi dapat terjadi. Maka perlu dilakukan pengendalian diri bagi penderita hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan persepsi kerentanan dan manfaat terhadap upaya pengendaian diri penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Sumbang 1. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif analitik dengan metode cross sectional. Teknik sampling menggunakan simple random sampling, yakni sebanyak 84 penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Sumbang 1 Kabupaten Banyumas. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner adaptasi dari penelitian serupa yang telah disesuaikan dengan teori Health Belief Model. Analisis data menggunakan Uji Chi Square. Hasil : Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian responden (63%) memiliki upaya pengendalian diri hipertensi yang baik. Mayoritas responden menunjukan tingkat persepsi kerentanan yang baik (58.8%) dan persepsi manfaat yang tinggi (84.5%). Terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi kerentanan dengan upaya pengendalian diri hipertensi (p = 0.024) namun tidak terdapat hubungan antara persepsi manfaat dengan upaya pengendalian diri pada penderita hipertensi (p = 0.325). Kesimpulan : Variabel persepsi kerentanan memiliki hubungan yang signifikan dengan upaya pengendalian diri pada penderita hipertensi. Sedangkan pada variabel persepsi manfaat, tidak terdapat hubungan yang signifikan dengan upaya pengendalian diri penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Sumbang 1. | Background: Hypertension sufferers are increasing time to time. Various comorbidity caused by hypertension can occur easily. Therefore, self-control for hypertension sufferers needs to be done. This study aimed to analyze the relation between susceptibility perception and benefits of self-control of hypertension sufferers in Puskesmas Sumbang 1. Research Method: This study was an analytical quantitative using cross sectional method. The sampling technique was used simple random sampling with the 84 hypertension sufferer in Puskesmas Sumbang 1 Banyumas regency working area. The data collected by using an adopted questionnaire from the similar previous study which had been adjusted according to the health belief model theory. The data were analyzed by chi square test. Results: the results showed that most of the respondents (63%) had good Self-control efforts. The majority of respondents showed a high susceptibility (58.8%) and benefits (84.5%) perceptions. There was sygnificant relation between susceptibility perception with the Self-control effort of hypertension sufferer in Puskesmas Sumbang 1 but there is not sygnificant relation between benefits perceptions with the Self-control effort of hypertension sufferer in Puskesmas Sumbang 1 working area (p = 0.024, p = 0.325). Conclusion: The susceptibility perception had a sygnificant relation with Self-control effort meanwhile the benefits perception had not sygnificant relation with the Self-control effort of hypertension of hypertension sufferer in Puskesmas Sumbang 1 working area. | |
| 24792 | 28720 | I1A016056 | RELIABILITAS DAN RESPONSIVITAS PELAYANAN KESEHATAN TERHADAP PASIEN LAKALANTAS TUNGGAL DENGAN JKN DI RS ORTHOPAEDI PURWOKERTO | ABSTRAK RELIABILITAS DAN RESPONSIVITAS PELAYANAN KESEHATAN TERHADAP PASIEN KECELAKAAN LALU LINTAS TUNGGAL DENGAN JAMINAN KESEHATAN NASIONAL DI RUMAH SAKIT ORTHOPAEDI PURWOKERTO Nur Aulia, Arif Kurniawan, Arih Diyaning I Latar Belakang : Program Jaminan Kesehatan Nasional Republik Indonesia melalui BPJS Kesehatan yang bekerja sama dengan PT. Jasa Raharja dalam memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan pasien akibat kecelakaan lalu lintas tunggal. Program ini dilaksanakan oleh RS Orthopaedi Purwokerto berdasarkan sistem INSIDEN dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan guna memudahkan pasien kecelakaan lalu lintas tunggal. Kualitas pelayanan kesehatan dapat diukur melalui beberapa indikator diantaranya reliabilitas dan responsivitas, ketidakpahaman pasien dalam memanfaatkan jaminan BPJS Kesehatan dan kurang tanggapnya petugas kesehatan berpengaruh pada kualitas kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengalaman yang dialami pasien terhadap reliabilitas dan responsivitas pelayanan kesehatan dengan JKN di RS Orthopaedi purwokerto. Metodologi : Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan desain studi fenomenologi. Sumber data didapatkan melalui wawancara mendalam, studi dokumen dan observasi. Hasil Penelitian : Inkonsistensi Reliabilitas dan Responsivitas pelayanan kesehatan yang tidak maksimal terhadap pelayanan pasien kecelakaan lalu lintas tunggal dengan JKN mempengaruhi kualitas pelayanan kesehatan. Perbaikan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia serta sosialisasi yang menjangkau seluruh pihak dalam mengimplementasikan program. Kesimpulan : Keterbatasan petugas dalam menyelenggarakan pelayanan secara akurat dan kurangnya respon petugas terhadap harapan, keinginan serta aspirasi pasien yang ingin memanfaatkan pelayanan. Kata Kunci : Reliabilitas, Responsivitas, JKN | ABSTRACT Background: The National Health Insurance Program through the Health BPJS in collaboration with PT. Jasa Raharja in meeting the needs of patient health services due to a single traffic accident. This program is carried out by Orthopedic Hospital Purwokerto based on the INSIDEN system in improving the quality of health services in order to facilitate single traffic accident patients. The quality of health services can be measured through several indicators including reliability and responsiveness, patient misunderstanding in utilizing BPJS Health insurance and lack of responsiveness of health workers affect the quality of health. This study aims to describe the experiences experienced by patients of the reliability and responsiveness of health services with national health insurance (JKN) in Orthopedic Hospital Purwokerto. Methodology: The research used qualitative descriptive with fenomenologi study desain. Data source were obtained through in-dept interview, documentation studies and observation. Results: Inconsistency The reliability and responsiveness of health services that are not optimal to the service of single traffic accident patients with JKN affect the quality of health services. Improvements through improving the quality of human resources and outreach that reach all parties in implementing the program. Conclusion: Limitations of staff in carrying out services accurately and the lack of staff responses to the hopes, desires and aspirations of patients who want to take advantage of services. Keywords: Reliability, Responsiveness, JKN | |
| 24793 | 27790 | C1I015026 | FACTORS AFFECTING THE DECISION TO ACCESS CREDIT BY MICRO SMALL AND MEDIUM ENTERPRISES | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat pendidikan, tingkat suku bunga, dan kualitas pelayanan terhadap keputusan pengambilan kredit perbankan oleh UMKM. Penelitian ini menggunakan data primer, dengan populasi UMKM pada sektor Batik yang terdaftar pada Dinas Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kota Pekalongan. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling terhadap pusat pengambilan sampel dan dibagi berdasarkan proporsi unit usaha, sehingga didapatkan 91 sampel. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) tingkat pendidikan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pengambilan kredit perbankan oleh UMKM; (2) tingkat suku bunga berpengaruh negatif dan signifikan terhadap keputusan pengambilan kredit perbankan oleh UMKM; (3) kualitas pelayanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pengambilan kredit perbankan oleh UMKM. Implikasi dari penelitian ini, yaitu perbankan diharapkan untuk dapat meningkatkan sosialisasi terkait produk keuangan, khususnya program kredit bagi para pelaku UMKM. Selain itu, pemerintah juga diharapkan dapat memerhatikan pembuatan kebijakan dalam menentukan tingkat suku bunga agar lebih efektif dan terjangkau bagi para pelaku UMKM, dan bagi pihak perbankan diharapkan untuk dapat meningkatkan kualitas pelayanannya agar minat para pelaku UMKM dalam mengambil kredit dapat meningkat. | This study aims to determine the effect of education level, interest rates, and service quality on the decision to access credit by MSMEs. This study uses primary data, with the population of MSMEs in the Batik sector registered at the Department of Trade, Cooperatives and MSMEs in Pekalongan City. The sampling technique uses purposive sampling and divided based on the proportion of business units, so that 91 samples are obtained. The data analysis technique used in this study is multiple linear regression analysis. The results of this study indicate that: (1) the level of education has a positive and significant effect on decision making for bank credit by MSMEs; (2) interest rates have a negative and significant effect on the decision to take bank loans by MSMEs; (3) the quality of service has a positive and significant effect on the decision to take bank credit by MSMEs. The implication of this research is that the banks are expected to increase socialization related to their financial products, especially the credit program for MSMEs. In addition, the government is also expected to pay attention in determining interest rates to be more effective and affordable for MSMEs, and it is expected for banks to improve their service quality so that MSMEs interest in taking credit can increase. | |
| 24794 | 27791 | E1A014261 | PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN DAGING SAPI GLONGGONGAN BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN DALAM PUTUSAN PENGADILAN NEGERI NOMOR: 175/PID.SUS/2017/PN.NJK | Penelitian ini mengkaji tentang perlindungan hukum terhadap konsumen terhadap pedagang yang menjual daging sapi dengan cara di glonggongkan yang merugikan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelindungan hukum terhadap konsumen menurut Putusan Pengadilan Negeri Nomor: 175/PID.SUS/2017/PN.NJK untuk mengetahui ada atau tidaknya perlindungan konsumen berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan yuridis-normatif, spesifikasi penelitian adalah deskriptif dengan menggunakan data sekunder yang disajikan dengan uraian secara sistematis dan logis, kemudian dianalisa secara normatif-kualitatif. Hasil penelitian pada Putusan Pengadilan Negeri Nomor: 175/PID.SUS/2017/PN.NJK ini menunjukan bahwa Agus Cahyono alias Pak Cong Bin Suyono sebagai pelaku usaha telah melanggar ketentuan Pasal 4 huruf a, dan c, Pasal 7 huruf a, dan b, Pasal 8 ayat (2), dan Pasal 62 ayat (1) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen Penjual/Pedagang tidak bisa memenuhi kewajiban sebagai pelaku usaha karena telah memperdagangkan barang yang rusak, cacat atau bekas, dan tercemar tanpa memberikan informasi secara lengkap dan benar atas barang dimaksud serta Pasal 135 jo Pasal 71 ayat (2) Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan. | This study examines the legal protection of consumers against traders who sell beef by way of glonggongan beef which is detrimental to consumers. This study aims to determine how the legal protection of consumers according to District Court Decree Number: 175/PID.SUS/2017/PN.NJK to determine whether or not there is consumer protection based on applicable laws and regulations. The method of approach used in this study is a juridical-normative approach, the research specification is descriptive using secondary data presented with a systematic and logical description, then analyzed normatively-qualitatively. The results of this research in District Court Decision Number: 175/PID.SUS/2017/PN.NJK show that Agus Cahyono alias Pak Cong Bin Suyono as a business actor violated the provisions of Article 4 letters a, and c, Article 7 letters a, and b, Article 8 paragraph (2) and Article 62 paragraph (1) of Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection Seller / Trader cannot fulfill obligations as a business actor because he has traded damaged, defective or used, and polluted goods without providing information completely and correctly for the intended goods as well as Article 135 in conjunction with Article 71 paragraph (2) of Law Number 18 Year 2012 concerning Food. | |
| 24795 | 27792 | K1B015056 | GERAK BROWN FRAKSIONAL: DEFINISI DAN SIFAT-SIFATNYA | Gerak Brown merupakan proses stokastik yang memiliki sifat kenaikannya saling bebas dan berdistribusi normal. Gerak Brown fraksional merupakan pengembangan dari gerak Brown dengan menambahkan indeks bernilai nol sampai satu. Pergerakan harga saham merupakan salah satu contoh yang dapat dimodelkan dengan gerak Brown. Namun, gerak Brown hanya mampu memodelkan harga saham yang kenaikannya saling bebas. Sedangkan, untuk memodelkan harga saham yang kenaikannya tidak saling bebas diperlukan gerak Brown fraksional. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menjelaskan gerak Brown fraksional dan sifat-sifatnya terkait dengan aplikasinya dalam bidang keuangan, khususnya pergerakan harga saham. Metodologi penelitian yaitu studi pustaka dan simulasi kasus. Hasil yang diperoleh adalah gerak Brown merupakan kasus khusus pada saat gerak Brown fraksional dan saat gerak Brown fraksional dan memiliki kenaikan yang tidak saling bebas. | Brownian motion is a stochastic process that has independent and normally distributed increments. Fractional Brownian motion is the development of Brownian motion by adding the index of worth zero to one. The movement of stock prices is one example that can be modeled with Brownian motion. However, Brownian motion is only able to model the stock prices whose increments are independent. While fractional Brownian motion is needed to model of stock prices whose increments are not independent. The purpose of this study is to explain fractional Brownian motion and its properties related to its application in the financial field, especially stock price movements. The research methodology used are library research and case simulation. This study concludes that if the value of in fractional Brownian motion equqls to , the increments will be independent and if the value of in fractional Brownian motion is less than and more than the increments will not be independent. | |
| 24796 | 27777 | F1D015038 | Politik Pelayanan Jalan Umum Bagi Penyandang Disabilitas di Kabupaten Banyumas | Penelitian ini Berjudul “Politik Pelayanan Jalan Umum Bagi Penyandang Disabilitas di Kabupaten Banyumas”, bertujuan untuk memahami dan mendeskripsikan politik pelayanan jalan umum bagi penyandang disabilitas di Kabupaten Banyumas karena Pemerintah Kabupaten Banyumas telah mengeluarkan Peraturan Daerah Nomor 19 Tahun 2014 tentang Pelayanan dan Perlindungan Bagi Penyandang Disabilitas di Kabupaten Banyumas.Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan paradigma kontruktivisme serta pendekatan studi kasus. Data diperoleh dari hasil observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis interaktif. Sedangkan untuk keabsahan data menggunakan teknik analisis triangulasi data. Hasil penelitian ini adalah, bahwa politik pelayanan publik tentang pelayanan jalan umum bagi penyandang disabilitas di Kabupaten Banyumas berdasarkan teori Carlson dan Schwarz hanya akan mengkaji tiga indikator yaitu kemudahan, keamanan, dan pengaruh warga negara. Dalam aspek kemudahan ternyata Pemerintah Kabupaten Banyumas kurang merespon sarana dan prasana bagi penyandang disabilitas. Kemudian dalam aspek keamanan belum sesuai peraturan menteri , peraturan daerah Nomor 19 Tahun 2014 tentang Pelayanan dan Perlindungan Bagi Penyandang Disabilitas, dan dari aspek pengaruh masyarakat Banyumas belum paham dan terhadap lingkungan sesama masyarakat lain yaitu penyandang disabilitas dan kurangnya pemahanan tentang kebijakan yang telah dibuat. Faktor pendorong yaitu adanya regulasi Peraturan Daerah No 19 Tahun 2014 dan adanya anggaran. Faktor penghambat yaitu stigma negatif dari masyarakat dan pemerintah, penegakkan peraturan daerah yang lemah, kurangnya pengawasan DPRD, minimnya kesadaran umum, dan kurangnya faktor kemudahan dan keamanan bagi penyandang disabilitas. | This study entitled "The Politics of Public Road Services for Persons with Disabilities in Banyumas Regency", aims to understand and describe the politics of public road services for people with disabilities in Banyumas Regency because the Banyumas District Government has issued Regional Regulation No. 19 of 2014 concerning Services and Protection for Persons with Disabilities in Banyumas Regency. This research uses a qualitative research method with a constructivism paradigm and a case study approach. Data obtained from observations, interviews, and documentation studies. Data analysis techniques using interactive analysis techniques. As for the validity of the data using data triangulation analysis techniques. The results of this study are that the politics of public services regarding public road services for persons with disabilities in Banyumas Regency based on Carlson and Schwarz's theory will only examine three indicators namely ease, security, and influence of citizens. In the aspect of convenience, it turns out that the Banyumas Regency Government has not responded to facilities and infrastructure for people with disabilities. Then in terms of security not yet in accordance with ministerial regulations, regional regulation No. 19 of 2014 concerning Services and Protection for Persons with Disabilities, and from the aspect of the influence of Banyumas people do not understand and the environment of other community members, namely persons with disabilities and lack of understanding of the policies that have been made. The driving factors are the regulation of Regional Regulation No. 19 of 2014 and the existence of a budget. The inhibiting factors are negative stigma from the community and government, weak enforcement of local regulations, lack of DPRD supervision, lack of public awareness, and lack of convenience and safety factors for persons with disabilities. | |
| 24797 | 27793 | I1C015044 | Evaluasi Kepuasan Pasien Terhadap Pelayanan Oleh Apoteker Di Ruang Farmasi Puskesmas Purwokerto Timur I | Tujuan : Mengetahui gambaran kepuasan pasien dan hubungan kepuasan dengan kelompok karakteristik berdasarkan perbedaan skor kepuasan pada kelompok jenis kelamin, usia, pendidikan dan pekerjaan pasien terhadap pelayanan oleh apoteker di Puskesmas. Metodologi : Studi observasional dengan desain cross-sectional. Pengukuran kepuasan diukur dengan kuesioner PSPSQ (Patient Satisfaction With Pharmacist Service) versi kedua. Pengambilan data dilakukan kepada 110 responden menggunakan teknik accidental sampling. Seluruh data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Mann Whitney dan uji Kruskal Wallis. Hasil : Skor rata-rata kepuasan pasien sebesar 3,10 yang termasuk dalam kategori puas. Terdapat perbedaan yang signifikan pada kelompok karakteristik usia dan pendidikan dengan nilai p=0,000 dan p=0,009 (p<0,05). Namun tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada kelompok karakteristik jenis kelamin dan pekerjaan dengan nilai p=0,166 dan p=0,107 (p>0,05). Kesimpulan : Pasien merasa puas dengan pelayanan yang dilakukan oleh apoteker di farmasi, namun pelayanan kefarmasian oleh apoteker di Puskesmas masih perlu ditingkatkan. | Objective : To determine the description of patient satisfaction and relationship between patient satisfaction with patient characteristics group based on differences in satisfaction score such as gender, age, educational background, occupation characteristics towards pharmacy service provided by pharmacist in public health center. Methodology : Observational study with cross-sectional approach. Patient satisfaction was measured by the second version of PSPSQ (Patient Satisfaction With Pharmacist Service Questionnaire). Data collection was tested to 110 respondents by accidental sampling technique. All data were analyzed in univariate analysis and bivariate using Mann Whitney and Kruskal Wallis test. Results : Average satisfaction score was 3,10 which included tothe satisfied patient category. The result of bivariate analysis showed significant differences between satisfaction and characteristic group in age (p=0,000) and educational background (p=0,009) but no significant differences for the gender (p=0,166) and occupation (p=0,107). Conclusion : Patients were satisfied with pharmacy service provided by pharmacist in public health center, but pharmacy service provided by pharmacist in public health center still need to be improved. | |
| 24798 | 27795 | G1A015015 | HUBUNGAN SKABIES DENGAN PRESTASI BELAJAR PADA SANTRI PONDOK PESANTREN Studi pada Nurul Huda Desa Langgongsari Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas | ABSTRAK Latar belakang: Skabies merupakan penyakit kulit yang disebabkan oleh parasit tungau Sarcoptes scabei. Manifestasi dari skabies salah satunya gatal hebat pada malam hari, keluhan tersebut dapat menyebabkan gangguan tidur sehingga pada pagi harinya penderita tampak lelah dan lesu sehingga dapat menganggu konsentrasi dan mempengaruhi prestasi belajar santri yang menderita skabies. Hal ini menjadi latar belakang untuk mengetahui adakah hubungan antara skabies dengan prestasi belajar pada santri. Tujuan: Mengetahui hubungan skabies dengan prestasi belajar pada santri pondok pesantren Nurul Huda di kecamatan Cilongok. Metode: Penelitian ini menggunakan metode cross sectional dengan jumlah sampel yang diteliti sebanyak 46 orang. Penderita skabies ditegakkan dengan menemukan 2 dari 4 tanda kardinal, dan prestasi belajar dilihat dari nilai rerata nilai raport semester ganjil. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan prevalensi skabies sebesar 60,9%. Berdasarkan analisis data menggunakan uji statistik chi square didapatkan hubungan antara skabies dengan prestasi belajar dengan p-value 0,002 (<0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara skabies dengan prestasi belajar. Kata kunci: skabies, prestasi belajar, faktor resiko skabies | Background: Scabies is a skin disease caused by the mite parasite Sarcoptes scabei. The manifestation of scabies is one of the great itching at night, the complaint can cause sleep disturbance so that in the morning the patient looks tired and lethargic so that it can disturb concentration and affect the learning achievement of students suffering from scabies. This is the background for knowing whether there is a relationship between scabies and learning achievement in santri. Objective: Knowing the relationship between scabies and learning achievement in the santri Islamic boarding school in Nurul Huda in the district of Cilongok. Method: This study uses a cross sectional method with a total sample of 46 people. Scabies sufferers are enforced by finding 2 out of 4 cardinal signs, and learning achievement is seen from the average value of odd semester report cards. Result: The results showed that the prevalence of scabies was 60.9%. Based on data analysis using the chi square statistical test, it was found that the relationship between scabies and learning achievement was p-value 0.002 (<0.05) Conclusion: There is a significant relationship between scabies and learning achievement | |
| 24799 | 28721 | E1A113098 | ETIOLOGI KRIMINAL PADA TINDAK PIDANA PENCURIAN DENGAN KEKERASAN TERHADAP PENGENDARA SEPEDA MOTOR (BEGAL MOTOR) (Studi di Kepolisian Sektor Duren Sawit Jakarta Timur) | Abstrak Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya tindak pidana pencurian sepeda motor dengan kekerasan (begal motor) di wilayah Kepolisian Sektor Duren Sawit Jakarta Timur dan kebijakan yang diterapkan oleh Kepolisian Sektor Duren Sawit Jakarta Timur dalam menanggulangi begal motor. Penelitian kualitatif dengan pendekatan yuridis sosiologis. Spesifikasi Penelitian deskriptif analitis, Sumber data sekunder meliputi peraturan perundang-undangan, literatur, Pengumpulan data wawancara dan studi kepustakaan, disajikan dalam bentuk uraian, dianalisis dengan metode normatif kualitatif. Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya tindak pidana pencurian sepeda motor dengan kekerasan (begal motor) di wilayah Kepolisian Sektor Duren Sawit Jakarta Timur, dapat dilihat dari dua aspek yaitu pertama dari aspek calon korban dan dari aspek pelaku pembegalan, yaitu : a. Dari aspek calon korban, terdapat empat faktor yang menyebabkan pelaku melakukan pembegalan terhadap calon korban, yakni: 1) Faktor penampilan calon korban, 2) Faktor waktu pembegalan, 3) Faktor tempat pembegalan, dan 4) Faktor cara / modus operandi pembegalan. b. Dari aspek pelaku, terjadinya pembegalan secara khusus disebabkan oleh dua hal yakni : 1) Faktor gaya hidup konsumerisme, dan 2) Faktor latar belakang keluarga para pelaku yang sebagian besar adalah anak broken home. Kebijakan yang diterapkan oleh Kepolisian Sektor Duren Sawit Jakarta Timur dalam menanggulangi begal motor, yaitu : a. Upaya preventif: Sebagai wujud kebijakan yang diterapkan Kepolisian Sektor Duren Sawit, Kota Jakarta Timur dalam penanggulangan aksi pembegalan motor adalah dengan melakukan upaya preventif berupa mengadakan patroli yang dilakukan setiap 30 menit di beberapa titik yang rawan pembegalan dan mengadakan penyuluhan kepada masyarakat terkait keamanan lingkungan melalui Binmas. b. Upaya represif : Upaya represif yang dilakukan Kepolisian Sektor Duren Sawit adalah dengan melakukan penindakan berupa penegakan hukum terhadap pelaku begal motor sesuai dengan proses peradilan pidana. | Abstract This study was conducted to determine the factors that cause the occurrence of criminal acts of motorcycle theft with violence (begal motor) in the East Jakarta Palm Oil Sector Police and the policies adopted by the East Jakarta Palm Oil Sector Police in tackling motorcycles begal. Qualitative research with a sociological juridical approach. Specifications Analytical descriptive research, secondary data sources include legislation, literature, data collection interviews and literature studies, presented in the form of a description, analyzed by qualitative normative methods. Factors that cause the occurrence of criminal acts of motorcycle theft with violence (begal motorbike) in the East Jakarta Sector Duren Sawit Police Sector, can be seen from two aspects, first from the aspect of potential victims and from the aspect of the perpetrators, namely: a. From the aspect of potential victims, there are four factors that cause perpetrators to hijack the potential victims, namely: 1) Factors of appearance of potential victims, 2) Factors of time of hijacking, 3) Factors of place of hijackings, and 4) Factors of manner / modus operandi of legalization. b. From the aspect of the perpetrators, the occurrence of hijacking is specifically caused by two things namely: 1) Consumerism lifestyle factors, and 2) Family background factors of the perpetrators, most of whom are broken home children. The policies implemented by the East Jakarta Duren Sawit Sector Police in tackling motorcycles, namely: a. Preventive measures: As a form of policy implemented by the Duren Sawit Sector Police, the City of East Jakarta in the prevention of motorbike raid is by conducting a preventive effort in the form of patrolling which is carried out every 30 minutes at several points that are prone to legalization and conducting counseling to the community related to environmental security through Binmas . b. Repressive measures: Repressive efforts by the Duren Sawit Sector Police are to take action in the form of law enforcement against motorbike perpetrators in accordance with the criminal justice process. | |
| 24800 | 27797 | K1B015063 | METODE RIDGE REGRESSION DAN PERMASALAHAN MULTIKOLINEARITAS | Penelitian ini membahas regresi linier berganda yang mengalami multikolinearitas. Pendeteksian multikolinearitas dilakukan dengan VIF dan kappa. Metode yang sesuai untuk kasus ini adalah metode ridge regression. Analisis dilakukan terhadap data kasus dan simulasi pengurangan variabel independen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simulasi dengan empat variabel independen dari enam variabel independen menghasilkan model ridge regression yang cenderung sama. Metode ridge regression merupakan solusi signifikan untuk kasus data yang mengalami multikolinearitas. | This riset discusses multiple linear regression that have multicollinearity. Multicollinearity detection with VIF and kappa. Analysis was carried out on case and simulation of reduction of independent variables data. The result indicated that simulation with four independent variable of six independent variable is a ridge regression model tended to be the same. Ridge regression method is a significant solution for a data have multicollinearity cases. |