Artikel Ilmiah : H1B015021 a.n. FADINA MONICA ADELIA
| NIM | H1B015021 |
|---|---|
| Namamhs | FADINA MONICA ADELIA |
| Judul Artikel | Analisis Spasial Risiko Banjir Spatial Analysis of Flood Risk (Studi Kasus Provinsi Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat) |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Bencana yang terjadi di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat bahwa sepanjang tahun 2018 telah terjadi 3.397 kali bencana. Banjir merupakan salah satu bencana yang sering terjadi di Indonesia dan penyebab utamanya adalah curah hujan yang tinggi. Berdasarkan data dari BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana), dalam kurun waktu tahun 2009 – 2018 di seluruh provinsi di Indonesia tercatat ada 7.225 kejadian banjir, dimana jumlah kejadian banjir yang paling tinggi adalah pada tahun 2010 yaitu sebanyak 1.060 kejadian. Provinsi DKI Jakarta dengan jumlah kejadian banjir sebesar 148 kejadian, provinsi Banten 158 kejadian. Sedangkan Provinsi Jawa Barat merupakan provinsi dengan jumlah kejadian banjir yang tinggi, yaitu sebesar 842 kejadian selama kurun waktu sepuluh tahun terakhir, dengan jumlah kejadian banjir terbesar berada di Kabupaten Bandung yang tercatat hingga 208 kejadian. Permasalahan banjir sampai saat ini belum dapat diselesaikan secara tuntas bahkan persoalan bencana banjir tersebut kecenderungan semakin meningkat baik dari sisi intensitas, frekuensi, maupun sebarannya akibat perubahan iklim dan kerusakan Daerah Aliran Sungai (DAS). Berdasarkan kondisi diatas, perlu dilakukan suatu penelitian yang dapat memberikan informasi tentang faktor-faktor penyebab utama dan memprediksi wilayah yang berpeluang mengalami bencana banjir. Dalam mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan model analisis spasial risiko banjir yang dilakukan berdasarkan sebaran tingkat ancaman banjir, tingkat kerentanan sosial, ekonomi, fisik, dan lingkungan. Hasil pemodelan didapatkan pola sebaran tingkat risiko banjir dalam bentuk peta di wilayah studi menggunakan metode skoring. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Disasters that occur in Indonesia continue to increase from year to year. The National Disaster Management Agency (BNPB) noted that during 2018 there were 3,397 disasters. Flooding is one of the disasters that often occur in Indonesia and the main cause is high rainfall. Based on data from BNPB (National Disaster Management Agency), in the period of 2009 - 2018 in all provinces in Indonesia there were 7,225 flood events, where the highest number of flood events was in 2010 which was 1,060 events. DKI Jakarta Province with 148 flood incidents, Banten 158 incidents. While the Province of West Java is a province with a high number of flood events, which amounted to 842 events during the past ten years, with the largest number of flood events in Bandung Regency which were recorded up to 208 events. Up to now the problem of flooding has not yet been completely resolved, even the problem of flood disaster has tended to increase both in terms of intensity, frequency and distribution due to climate change and damage to watersheds. Based on the conditions above, it is necessary to conduct a study that can provide information about the main causative factors and predict areas that are likely to experience a flood. In achieving this goal, this study uses a spatial model of flood risk analysis based on the distribution of flood threat levels, social, economic, physical and environmental vulnerability levels. The modeling results obtained the distribution pattern of the level of flood risk in the form of maps in the study area using the scoring method. |
| Kata kunci | Banjir, risiko, bahaya, kerentanan |
| Pembimbing 1 | Dr. Ing. Suroso, ST., M.Sc |
| Pembimbing 2 | Dr. Eng Purwanto Bekti S, ST., MT. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2019 |
| Jumlah Halaman | 16 |
| Tgl. Entri | 2020-01-12 13:38:12.993724 |