Home
Login.
Artikelilmiahs
54114
Update
PASCAL ABIMANYU RAMADHANI
NIM
Judul Artikel
STUDI GEOKIMIA BATUAN INDUK DAN BIOMARKER UNTUK KORELASI OIL-OIL DAN OIL-SOURCE ROCK PADA LAPANGAN “PAR”, CEKUNGAN TARAKAN
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Cekungan Tarakan yang terletak di timur laut Pulau Kalimantan memiliki kompleksitas lingkungan pengendapan mulai dari fluvial hingga laut dangkal yang menyebabkan variasi karakteristik batuan induk dan material organik, penelitian terdahulu dalam studi korelasi korelasi oil-oil dan oil-source rock masih menggunakan pendekatan parsial berupa interpretasi biomarker secara individual dan crossplot konvensional sehingga menghasilkan tingkat keakuratan yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik geokimia batuan induk meliputi kuantitas, kualitas, dan tingkat kematangan, serta mengetahui karakteristik biomarker meliputi litologi, asal material organik, lingkungan pengendapan, dan tingkat kematangan termal, serta menentukan korelasi oil-oil dan oil-source rock pada Lapangan "PAR", Cekungan Tarakan menggunakan pendekatan kuantitatif berbasis metode Chemometrics. Penelitian menggunakan data sekunder berupa tujuh sampel ekstraksi batuan Formasi Sembakung dan dua sampel minyak mentah, dengan analisis Total Organic Carbon dan Rock-Eval Pyrolysis untuk kuantitas, kualitas, dan kematangan, serta analisis Gas Chromatography-Mass Spectrometry untuk menghasilkan parameter biomarker, serta korelasi menggunakan metode Chemometrics yang dibagi menjadi tiga metode yaitu, Principal Component Analysis, Hierarchical Cluster Analysis, dan Multidimensional Scaling menggunakan perangkat lunak Orange. Hasil penelitian menunjukkan batuan induk tergolong poor hingga fair dengan tipe kerogen III-IV dan tingkat kematangan immature hingga postmature sehingga menjadi batuan induk yang kurang efektif, asal material organik didominasi tumbuhan darat dengan kontribusi material akuatik, terendapkan pada lingkungan transisi darat-perairan berkondisi redoks anoksik-suboksik hingga oksidatif. Ketiga metode Chemometrics secara konsisten menunjukkan sampel minyak bumi membentuk klaster tersendiri yang terpisah signifikan dari kelompok batuan induk, dengan nilai Kruskal Stress 0,112 yang mengonfirmasi kecocokan representasi data, sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada korelasi genetik antara minyak bumi dengan batuan induk yang dianalisis, sehingga mengindikasikan adanya batuan induk lain yang lebih berpotensi sebagai sumber hidrokarbon di Cekungan Tarakan.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Tarakan Basin located in northeastern Kalimantan has a complex depositional environment ranging from fluvial to shallow marine which causes variations in the characteristics of source rocks and organic materials, previous research in the study of petroleum correlation with source rocks still uses a partial approach in the form of individual biomarker interpretation and conventional crossplots resulting in a low level of accuracy. This study aims to determine the geochemical characteristics of source rocks including quantity, quality, and maturity level, determine the characteristics of biomarkers including lithology, origin of organic material, depositional environment, and thermal maturity level, and determine the correlation of oil-oil and oil-source rock in the "PAR" Field, Tarakan Basin using a quantitative approach based on the Chemometrics method. The study uses secondary data in the form of seven rock extraction samples of the Sembakung Formation and two crude oil samples, with Total Organic Carbon and Rock-Eval Pyrolysis analysis for quantity, quality, and maturity, as well as Gas Chromatography-Mass Spectrometry analysis for biomarker parameters, as well as correlation using the Chemometrics method which is divided into three methods, namely, Principal Component Analysis, Hierarchical Cluster Analysis, and Multidimensional Scaling using Orange software. The results show that the source rock is classified as poor to fair with kerogen type III-IV and immature to postmature maturity levels so that it becomes a less effective source rock, as long as the organic material is dominated by terrestrial plants with aquatic material contributions, deposited in a land-water transition environment with anoxic-suboxic to oxidative redox conditions. The three Chemometrics methods consistently show that petroleum samples form their own clusters that are significantly separated from the source rock group, with a Kruskal Stress value of 0.112 which confirms the suitability of the data representation, so it can be concluded that there is no genetic correlation between petroleum and the source rock analyzed, thus indicating the existence of other source rocks that are more potential as a source of hydrocarbons in the Tarakan Basin.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save