Artikelilmiahs

Menampilkan 40.681-40.700 dari 48.897 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
4068142920C1H020011The Effect of Social Media Marketing Activities on Brand Trust and Purchase Intention in Creative Sector SMEs Mediated by Customer Brand Identification and Perceived ValuePenelitian ini memfokuskan berbagai dampak aktivitas pemasaran soosial media terhadap kepercayaan merek yang dapat mengarah pada minat beli Kembali di sektor UKM kreatif di Kabupaten Banyumas. Sudah banyak UKM di Kabupaten Banyumas yang menggunakan sosial media untuk memasarkan produknya secara online. Umumnya sosial media yang digunakan adalah Instagram. Namun banyak juga UKM yang belum memperhatikan pemasaran aktivitas sosial media untuk hasil yang lebih maksimal. Maka dari itu, penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh penggunaan aktivitas pemasaran sosial terhadap kepercayaan merek dan minat beli kembali pada UKM sektor kreatif yang dimediasi oleh identifikasi konsumen merek dan persepsi nilai. Industri kreatif adalah proses penciptaan ide dan kreativitas yang dilakukan oleh individu maupun kelompok Masyarakat untuk menghasilkan karya yang bernilai dan bermanfaat bagi konsumen itu sendiri. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaku UKM dapat menggali efektivitas penggunaan media sosial sebagai media pemasaran dibandingkan dengan pemasaran tradisional. Dan pelaku UKM dapat mengetahui dan membuktikan bahwa pemasaran media sosial lebih menguntungkan daripada pemasaran tradisional. Melalui pemasaran social media, diharapkan UKM akan lebih mengerti dan memahami selera konsumennya. Sehingga followers akan merasa senang dan puas karena UKM tersebut dapat membuat produk sesuai dengan keinginannya.This research focuses on the various impacts of Social Media Marketing Activity (SMMA) on Brand Trust that can lead to consumer Purchase Intentions in the creative SMEs sector in Banyumas Regency. There are already many SMEs in Banyumas Regency that use social media to market their products online. Generally, the social media used is Instagram. However, there are also many SMEs who have not paid attention to marketing social media activities for maximum results. Therefore, this study was conducted to analyze the effect of the use of Social Media Marketing Activity (SMMA) on Brand Trust and Purchase Intention in creative sector SMEs mediated by Customer Brand Identification and Perceived Value. The creative industry is the process of creating ideas and creativity carried out by individuals and groups of society to produce valuable and useful work for consumers. The results of this study show that SMEs can explore the effectiveness of using social media as a marketing medium compared to traditional marketing. And SMEs can know and prove that social media marketing is more profitable than traditional marketing. Through social media marketing, it is hoped that SMEs will better understand and understand the tastes of their consumers. So that followers will feel happy and satisfied because these SMEs can make products according to their wishes.
4068242921L1B019028Produktivitas dan Pertumbuhan Relatif serta Kualitas Air Budidaya Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) di PT Biru Laut Nusantara PangandaranBudidaya udang vaname (Litopenaeus vannamei) merupakan salah satu kegiatan budidaya akuakultur yang banyak dikembangkan di wilayah pesisir Indonesia. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui produktivitas dan pertumbuhan relative serta kualitas air budidaya udang vaname (Litopenaeus vannamei) di PT. Biru Laut Nusantara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dan metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada Tambak 1 dengan luas 500 m² nilai produktivitas sebesar 1,68 kg/m², ADG 0,37 gr/hari, Laju pertumbuhan relative 594,03%/hari, FCR 1,76, dan Survival rate 65%. Pada Tambak 2 dengan luas 3000 m² nilai produktivitas sebesar 1,06 kg/m², ADG 0,20 gr/hari, Laju pertumbuhan relative 405,64%/hari, FCR 1,83, dan Survival rate 64%. kualitas air pada tambak diperoleh hasil yaitu kecerahan berkisar 20-90 cm, suhu berkisar 25,1-31,9°C, pH berkisar 7,0-8,5, DO berkisar 5,0-7,8 mg/L, salinitas berkisar 6-20 ppt, alkalinitas berkisar 91-140 mg/L, magnesium berkisar 300-700 mg/L, kalsium 90-180 mg/L, amonia berkisar 0-2,5 mg/L, nitrit berkisar 0-1 mg/L, nitrat berkisar 0-40 mg/L. Kualitas air pada tambak optimal untuk parameter suhu, pH, DO, alkalinitas, magnesium, kalsium dan nitrat. Kurang optimal untuk parameter kecerahan, salinitas, amonia, dan nitrit. Vaname shrimp farming (Litopenaeus vannamei) is one of the aquaculture activities that are widely developed in coastal areas of Indonesia. The purpose of this study was to determine the productivity and relative growth and water quality of vaname shrimp culture (Litopenaeus vannamei) at PT Biru Laut Nusantara. The method used in this study is a survey method and the data collection method used is the observation method. The results showed that in Pond 1 with an area of 500 m² productivity value of 1,68 kg/m², ADG 0,37 gr/day, relative growth rate of 594,03%/day, FCR 1,76, and Survival rate 65%. In Pond 2 with an area of 3000 m² productivity value of 1,06 kg/m², ADG 0,20 gr/day, relative growth rate of 405,64%/day, FCR 1,83, and Survival rate 64%. Water quality in ponds obtained results are brightness ranging from 20-90 cm, temperature 25,1-31,9°C, pH 7,0-8,5, DO 5,0-7,8 mg/L, salinity 6-20 ppt, alkalinity 91-140 mg/L, magnesium 300-700 mg/L, calcium 90-180 mg/L, ammonia 0-2,5 mg/L, nitrite 0-1 mg/L, nitrate 0-40 mg/L. Water quality in ponds is optimal for temperature, pH, DO, alkalinity, magnesium, calcium and nitrate parameters. Less optimal for brightness, salinity, ammonia and nitrite parameters.
4068342922B1A019094PENGARUH JENIS DAN KONSENTRASI SITOKININ PADA MULTIPLIKASI TUNAS MIKRO Aglaonema ‘Ruby’ DALAM KULTUR IN VITROAglaonema adalah tanaman hias yang memiliki daya tarik utama pada bagian daunnya. Aglaonema merupakan tanaman hias dengan pertumbuhan yang lambat, hal tersebut yang menyebabkan multiplikasi tradisional tidak dapat memenuhi kebutuhan pasar, oleh karenanya perbanyakan dengan teknik kultur in vitro dapat digunakan sebagai alternatif. Multiplikasi Aglaonema secara in vitro dapat diinduksi dengan sitokinin. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh jenis dan konsentrasi sitokinin pada multiplikasi tunas mikro Aglaonema ‘Ruby’, serta menentukan jenis dan konsentrasi sitokinin terbaik pada multiplikasi tunas mikro Aglaonema ‘Ruby’.
Penelitian dilaksanakan secara eksperimental dengan rancangan petak terpisah (split-plot design). Sebagai petak utama adalah jenis sitokinin yang terdiri dari BAP, Kinetin, Thidiazuron (TDZ). Sebagai anak petak adalah konsentrasi sitokinin yang terdiri dari 5 taraf yaitu 0 µM; 5 µM; 10 µM; 15 µM dan 20 µM. Setiap kombinasi perlakuan dilakukan pengulangan sebanyak 3 kali, sehingga diperoleh 45 unit percobaan. Variabel bebas yang dicobakan adalah jenis dan konsentrasi sitokinin, dengan variabel tergantung yang diamati berupa multiplikasi tunas mikro Aglaonema. Parameter yang diukur meliputi jumlah tunas, jumlah daun, dan tinggi tunas. Data hasil pengamatan kemudian digunakan untuk menghitung Laju Pertumbuhan Relatif (LPR) sesuai parameter yang diukur. Data yang diperoleh dianalisis dengan Analysis of Variance (ANOVA) pada tingkat kesalahan 5% dan 1%, dan dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan dengan tingkat kesalahan 5%. Hasil penelitan menunjukkan multiplikasi tunas mikro Aglaonema ‘Ruby’ dipengaruhi oleh jenis, dan konsentrasi sitokinin yang diberikan. Thidiazuron (TDZ) dengan konsentrasi 10 µM menghasilkan jumlah tunas dan laju pertumbuhan tunas Aglaonema ‘Ruby’ terbaik.
Aglaonema is an ornamental plant known for its leaf as main attraction. Aglaonema is a slow-growing ornamental plant, which results in a conventional multiplication methods cannot meet the market demand. Therefore, an alternative in vitro multiplication is proposed. In vitro multiplication of Aglaonema can be induced using cytokinins. This study has been carried out with view to study the effects of different types and concentrations of cytokinin on the multiplication of Aglaonema ‘Ruby’ microshoot, and to determine the best type and concentration of cytokinin for the multiplication of Aglaonema ‘Ruby’ microshoot.
This research has been carried out experimentally using a Split-Plot Design. The main plot was three types of cytokinin i.e., BAP, Kinetin, and Thidiazuron (TDZ). The sub-plots included five concentrations of cytokinin i.e., 0 µM, 5 µM, 10 µM, 15 µM, and 20 µM. Each treatment combination was replicated three times, resulting in a total of 45 experimental units. The independent variables tested were the types and concentrations of cytokinin. The dependent variable observed was the multiplication of Aglaonema microshoot including the number of shoots, number of leaves, and shoot length. The measurement data were then used to calculate their respective Relative Growth Rate/RGR. The data gained were analysed using an Analysis of Variance (ANOVA) at 5% and 1% error rates, followed by Duncan Multiple Range Test at 5% error rate. The research results showed that Aglaonema ‘Ruby’ microshoot multiplication was controlled by the kind and concentration of cytokinin used. The use of 10 µM Thidiazuron (TDZ) resulted in the best number of shoot and RGR of number of shoots formed.
4068442924K1B018014MINAT MAHASISWA BERBELANJA ONLINE DENGAN
METODE TWO-STEP CLUSTER
Corona Virus Disease 2019 memicu transformasi dalam kehidupan
masyarakat, salah satunya fenomena berbelanja online. Analisis cluster adalah salah satu
teknik multivariat yang digunakan untuk mengelompokan objek-objek menjadi beberapa
cluster berdasarkan ukuran kemiripan. Metode yang dapat diterapkan untuk data campuran
antara data kontinu dan data kategorik adalah metode two-step cluster. Penelitian ini akan
menerapkan analisis pada karakteristik mahasiswa S1 Fakultas Matematika dan Ilmu
Pengetahuan Alam Universitas Jenderal Soedirman berdasarkan delapan peubah yaitu:
jenis kelamin, tahun angkatan, jurusan, platform e-commerce, jenis pembayaran, jenis
produk, biaya belanja online per bulan, dan uang saku per bulan. Metode two-step cluster
memiliki dua tahapan yaitu tahap clustering awal dengan metode sekuensial dan tahap ini akhir dengan metode pemusataan berdasarkan ukuran jarak log-likelihood. Penentuan
banyaknya cluster optimal didasarkan pada Bayesian Information Criterion (BIC). Hasil
analisis menunjukan terbentuknya tiga cluster optimal dari 100 mahasiswa. Cluster 1 yang
terdiri dari 25 mahasiswa laki-laki dan 4 mahasiswa perempuan dengan pilihan platfrom
Shopee, Tokopedia, dan Lazada. Cluster 2 yang terdiri dari 11 mahasiswa laki-laki dan 35
mahasiswa perempuan dengan pilihan platfrom Shopee dan Tokopedia. Cluster 3 yang
terdiri dari 14 mahasiswa laki-laki dan 11 mahasiswa perempuan dengan pilihan platform
Shopee, Gojek, dan Grab.
The Corona Virus Disease 2019 has caused a transformation in societal
life, including the phenomenon of online shopping. Cluster Analysis is a multivariate
technique used to group objects based on the similarity measures. The applied method for
mixed data between continuous data and catagorical data is the two-step cluster method.
This study applies analysis to the characteristics of college students in the Faculty of
Mathematics and Natural Sciences at Jenderal Soedirman University based on eight
variables: gender, graduation year, e-commerce platform, payment method, product type,
monthly online shopping expenses, and monthly allowance. The two-step cluster method
comprises an initial clustering stage using a sequential method and a final stage using a
log-likelihood distance-based agglomeration method. The determination of the optimal
number of clusters is based on the Bayesian Information Criterion (BIC). The analysis
results indicate the formation of three optimal clusters out of 100 students: cluster 1
comprising 25 male and 4 female students choosing Shopee, Tokopedia, cluster 2
consisting of 11 male and 35 female students choosing Shopee and Tokopedia, and Lazada,
and cluster 3 including 14 male and 11 female students choosing Shopee, Gojek, and Grab.
4068542946H1B020058STUDI PERBANDINGAN MODEL STRUKTUR RANGKA PEMIKUL MOMEN (SRPM) DAN FLOOR ISOLATION SYSTEM (FIS) PADA BANGUNAN STRUKTUR BAJA 10 LANTAIIndonesia merupakan salah satu negara dengan potensi gempa bumi tinggi, karena letak geografisnya berada di cincin api pasifik (ring of fire). Mitigasi yang dapat dilakukan untuk mengurangi dampak negatif gempa pada bangunan gedung adalah penggunaan sistem base isolation. Namun, sistem ini tidak efektif lagi jika diterapkan pada banguanan gedung bertingkat tinggi karena periode strukturnya sudah besar. Oleh karena itu, inovasi yang dapat diterapkan adalah dengan menempatkan seismic isolator pada lantai atas bangunan atau disebut floor isolation system (FIS). Penggunaan FIS dapat lebih efisien karena penambahan seismic isolator dapat digunakan pada lantai dengan intensitas goyangan paling besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan base shear, displacement, dan intensitas goyangan lantai pada model struktur rangka pemikul momen (SRPM) dan floor isolation system (FIS). Metode penelitian yang digunakan adalah analisis riwayat waktu linier (LTHA) dengan software ETABS. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan floor isolation system (FIS) pada bangunan bisa mereduksi nilai base shear, displacement struktur, dan intensitas goyangan (mSIL) lantai. Berdasarkan hasil analisis, model B (FIS) yang paling efektif adalah model B1. Dengan menambahkan seismic isolator hanya pada lantai 9 dapat mereduksi base shear 27,2%, displacement atap 38,4%, dan intensitas goyangan atap 4,4%.Indonesia possesses a significant earthquake risk as a result of its geographical positioning within the Pacific Ring of Fire. Implementing a base isolation system can successfully mitigate the adverse effects of earthquakes on buildings. Nevertheless, the efficacy of this technique diminishes when implemented in high-rise buildings due to a long period of the building. Hence, a viable solution is to implement seismic isolators on the upper story of the structure, known as a floor isolation system (FIS). Utilizing FIS can enhance efficiency by incorporating seismic isolators on floors experiencing the highest levels of shaking intensity. The objective of this study is to compare the base shear, displacement, and intensity of floor sway between moment-resisting frame (MRF) and floor isolation system (FIS) models. The research method used is linear time history analysis (LTHA) with ETABS software. The results showed that the use of floor isolation system (FIS) in the building can decrease the base shear value, structural displacement, and sway intensity (mSIL) of the floor. According to the analysis results, model B1 is identified as the most efficient variant of building with FIS. By selectively installing seismic isolators on the 9th story, it is possible to decrease the base shear by 27.2%, roof displacement by 38.4%, and roof shaking intensity by 4.4%.
4068642923B1B019001MULTIPLICATION OF Anthurium plowmanii (Croat.) MICROSHOOTS ON SEVERAL MEDIA FORMULATIONS AND PHYTAGEL CONCENTRATIONSAnthurium plowmanii (Croat.) merupakan tanaman hias daun yang mempunyai nilai ekonomi cukup besar. Perbanyakan A. plowmanii selama ini dilakukan secara konvensional dengan menggunakan biji dan pemisahan anakan, sehingga menghasilkan tanaman yang lambat dan tidak seragam. Untuk mengatasi meningkatnya permintaan akan benih A. plowmanii yang berkualitas baik dan seragam dalam jumlah besar, teknik kultur in vitro menawarkan solusi yang menjanjikan. Keberhasilan perbanyakan A. plowmanii secara in vitro ditentukan oleh beberapa faktor antara lain formulasi media dan bahan pemadat. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mempelajari pengaruh interaksi formulasi media dan konsentrasi phytagel terhadap perbanyakan tunas mikro A. plowmanii; serta untuk mengetahui formulasi media dan konsentrasi phytagel terbaik untuk perbanyakan tunas mikro A. plowmanii.
Penelitian ini dilakukan secara eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pola perlakuan faktorial yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama adalah formulasi media yang terdiri dari 4 taraf yaitu MS kekuatan penuh, kekuatan setengah MS, kekuatan setengah MS yang dilengkapi dengan AB-Mix, dan AB-Mix. Faktor kedua adalah konsentrasi phytagel yang terdiri dari 3 taraf yaitu 2,5 g. L-1, 3 g.L-1 dan 3,5 g. L-1. Setiap kombinasi perlakuan diulang sebanyak 6 kali sehingga diperoleh 72 satuan percobaan. Variabel bebas yang diuji meliputi formulasi media dan konsentrasi phytagel, sedangkan variabel terikat yang diamati adalah pertumbuhan tunas mikro A. plowmanii. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi formulasi media dan konsentrasi phytagel tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan tunas mikro A. plowmanii. Namun pemanjangan tunas dan pembentukan akar dikendalikan oleh formulasi media yang digunakan. Formulasi media yang paling hemat biaya untuk menginduksi perbanyakan tunas mikro A. plowmanii adalah MS setengah kekuatan yang dipadatkan dengan 2,5 g.L-1 phytagel.
Anthurium plowmanii (Croat.) is a leaf ornamental plant with considerable economic value. The propagation A. plowmanii has been carried out conventionally using seeds and separation of tillers, which result in both slow and non-uniform plants. To address the growing demand for a large quantity of good quality and uniform A. plowmanii seeds, in vitro culture technique offers a promising solution. The success of A. plowmanii multiplication in vitro is determined by several factors, including media formulation and solidifying agent. This research has been conducted with a view to study the effect of the interaction between media formulations and phytagel concentrations on A. plowmanii microshoots multiplication; as well as to determine the best media formulation and phytagel concentration for A. plowmanii microshoots multiplication.
This research has been carried out experimentally using a Completely Randomized Design (CRD) on a factorial treatment pattern consisting of two factors. The first factor was the media formulation which consists of 4 levels, namely MS full strength, MS half strength, MS half strength supplemented with AB-Mix, and AB-Mix. The second factor was the concentration of phytagel which consisted of 3 levels, i.e. 2.5 g. L-1, 3 g.L-1 and 3.5 g. L-1. Each treatment combination was repeated 6 times, which resulted in 72 experimental units. The independent variables tested involved media formulations and phytagel concentrations, whereas the dependent variable observed was the growth of A. plowmanii microshoots. The results showed that the interaction between media formulations and phytagel concentrations had no effect on A. plowmanii microshoot growth. However, the shoot elongation and root formation were controlled by the media formulation used. The most cost-effective media formulation to induce A. plowmanii microshoots multiplication was half-strength MS solidified with 2.5 g.L-1 phytagel.
4068742925C1G020035ANALYSIS OF THE INFLUENCE OF TOBACCO PLANTATION LAND
AREA, TOBACCO PRODUCTION AND TOBACCO EXPORTS ON
INDONESIAN STATE TOBACCO EXCISE REVENUE 2009-2018
Penerimaan cukai hasil tembakau memegang peranan penting dalam
perekonomian suatu negara. Cukai merupakan salah satu sumber pendapatan utama
pemerintah yang digunakan untuk membiayai berbagai program dan pelayanan
publik, seperti infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan. Penerimaan cukai hasil tembakau dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain luas lahan perkebunan
tembakau, produksi tembakau, dan ekspor tembakau. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis pengaruh ketiga faktor tersebut terhadap penerimaan cukai hasil tembakau.

Data yang diambil merupakan data keseluruhan di Indonesia. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder sehingga pengumpulan
datanya dilakukan melalui media perantara atau diperoleh dan dicatat oleh pihak lain. Metode analisis yang digunakan adalah analisis multipel data time series.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas lahan perkebunan tembakau
berpengaruh positif dan signifikan terhadap penerimaan cukai tembakau negara Indonesia tahun 2009-2018, sedangkan variabel produksi dan ekspor tembakau
berpengaruh negatif terhadap penerimaan cukai tembakau negara Indonesia tahun 2009-2018.

Implikasi penelitian ini bagi pemerintah diharapkan dapat meningkatkan
penerimaan cukai tembakau namun tetap memperhatikan dampak tembakau.
Penerimaan pajak dari sektor tembakau tidak hanya berguna sebagai sumber
pendapatan negara, namun juga dapat digunakan sebagai instrumen kebijakan
untuk mengendalikan konsumsi tembakau, mengurangi dampak negatif rokok
terhadap kesehatan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Tobacco export revenue plays an important role in a country's economy. Excise is one of the main sources of revenue for the government, which is used to finance various public programs and services, such as infrastructure, education, and health. Tobacco export revenue is influenced by several factors including tobacco plantation land area, tobacco production, and tobacco exports. The purpose of this study is to analyze the effect of these three factors on tobacco export revenue.

The data taken is overall data in Indonesia. The type of data used in this study is secondary data so that data collection is carried out through intermediary media or obtained and recorded by other parties. The analysis method used is multiple time series analysis.

The results of this study indicate that the area of tobacco plantations has a positive and significant effect on Indonesia's tobacco export revenue in 2009-2018, while the variables of tobacco production and exports have a negative effect on Indonesia's tobacco export revenue in 2009-2018.

The implications of this research on the government are expected to increase
tobacco export revenue but still pay attention to the impact of tobacco, tax revenue
from the tobacco sector in addition to being useful as a source of state revenue, can
also be used as a policy instrument to control tobacco consumption, reduce the negative impact of smoking on health, and improve public welfare.
4068842926G1A020005PENGARUH RENANG BERBAGAI INTENSITAS TERHADAP KADAR KOLESTEROL TOTAL PADA TIKUS (RATTUS NORVEGICUS) MODEL OBESITASPendahuluan: Obesitas berkorelasi dengan kondisi kolesterol total. Olahraga aerobik dapat menurunkan kadar kolesterol total melalui penurunan kadar LDL-C dan peningkatan HDL-C. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh renang dengan berbagai intensitas terhadap penurunan kadar kolesterol total tikus (Rattus norvegicus) galur Wistar model obesitas.

Metode: Penelitian ini menggunakan penelitian eksperimental murni dengan desain posttest-only with control group. Tikus sebanyak 20 ekor dibagi menjadi 5 kelompok secara acak. Kelompok K II (kontrol positif), P I (renang intensitas ringan), P II (renang intensitas sedang), dan P III (renang intensitas berat) diinduksi High Fat Diet selama 11 minggu. Perlakuan renang dilakukan setiap hari selama 14 hari. Kadar kolesterol total diukur menggunakan metode CHOD-PAP dan dianalisis dengan uji One Way ANOVA. Nilai signifikan adalah p<0,05

Hasil: Rerata kadar kolesterol total pada setiap kelompok yaitu kelompok K I (kontrol negatif)=145,25 mg/dL; kelompok kontrol positif=244,25 mg/dL; kelompok renang intensitas ringan=199,75 mg/dL; kelompok renang intensitas sedang=164,75 mg/dL; kelompok renang intensitas berat=212,25 mg/dL. Melalui Uji Post Hoc LSD diketahui perbedaan signifikan antara kelompok K I dengan kelompok K II, P I, P III, antara kelompok K II dengan kelompok P I, P II, P II, antara kelompok P I dengan kelompok P II, serta antara kelompok P II dengan P III.

Kesimpulan: Perlakuan renang berbagai intensitas memiliki pengaruh signifikan dengan intensitas sedang adalah yang paling signifikan menurunkan kadar kolesterol total tikus Wistar model obesitas.
Introduction: Obesity is correlated with total cholesterol levels. Aerobic exercise can lower total cholesterol levels by lowering LDL-C levels and increasing HDL-C levels. This study aimed to determine the effect of swimming at different intensities on the reduction of total cholesterol levels in obese Wistar rats.

Methods: This study used a true experimental study with a posttest-only control group design. Twenty rats were randomly divided into 5 groups. Groups K II (positive control), P I (low-intensity swimming), P II (moderate-intensity swimming), and P III (high-intensity swimming) were induced with High Fat Diet for 11 weeks. Swimming treatment was performed for 14 days. Total cholesterol levels were measured using the CHOD-PAP method and its analyzed using the One Way ANOVA test. The significant value was p<0.05.

Results: The mean total cholesterol levels in each group were K I (negative control)=145.25 mg/dL; K II=244.25 mg/dL; P I=199.75 mg/dL; P II=164.75 mg/dL; P III=212.25 mg/dL. Through the LSD Post Hoc Test, there were significant differences between K I with K II, P I, and P III, between K II with P I, P II, and P III, between P I with P II, and between P II with P III.

Conclusion: There is a significant effect of swimming at different intensities, especially the moderate intensity on total cholesterol reduction in obese Wistar rat models.
4068942927H1C017031Geologi daerah Majalengka, Kecamatan Bawang, Banjarnegara,Jawa TengahPemetaan geologi dapat menjadi sarana pembelajaran geologi dalam bentuk kegiatan mendapatkan data dan informasi-informasi geologi permukaan yang langsung diambil di daerah penelitian. Kegiatan ini dapat memberikan gambaran mengenai penyebaran dan susunan batuan (lapisan batuan), serta memuat informasi struktur geologi yang mempengaruhi pola penyebaran batuan pada daerah tersebut. Metode penelitian berupa pemetaan geologi serta pengamatan sayatan tipis batuan atau petrografi. Satuan geomorfologi daerah penelitian terbagi menjadi tiga satuan, yaitu Satuan Punggungan Aliran Tubuh Gunung Api Majalengka, Satuan Bukit Intrusi Gentasari dan Satuan Dataran Aliran Lahar Masaran. Urutan tratigrafi yang terdapat pada daerah penelitian terbagi menjadi empat satuan geologi dengan urutan dari tua ke muda yaitu: Satuan Breksi Basalt, Satuan Breksi Piroklastik, Satuan Intrusi Diorit, dan Satuan Breksi Andesit. Potensi Geologi yang terdapat pada daerah penelitian terdapat potensi positif berupa geowisata pada daerah gunung lanang dan potensi negatif berupa bencana Gerakan tanah dan runtuhan batuan (longsor) pada daerah Sabrang dan Masaran Kidul.
Kata kunci : Pemetaan Geologi, Struktur Geologi, Stratigrafi.
Geological mapping can be a means of geological learning in the form of activities to obtain surface geological data and information taken directly in the research area. This activity can provide an overview of the distribution and arrangement of rocks (rock layers), as well as contain information on geological structures that influence rock distribution patterns in the area. Research methods include geological mapping and observation of thin sections of rock or petrography. The geomorphological units of the research area are divided into three units, namely the Majalengka Volcano Body Flow Ridge Unit, the Gentasari Intrusion Hill Unit and the Masaran Lava Flow Plain Unit. The stratigraphicsequence found in the study area is divided into four geological units in order from old to young, namely: Basalt Breccia Unit, Pyroclastic Breccia Unit, Diorite Intrusion Unit, and Andesite Breccia Unit. The geological potential in the research area has positive potential in the form of geotourism in the Gunung Lanang area and negative potential in the form of land movement disasters and rockfalls (landslides) in the Sabrang and Masaran Kidul areas.
4069042928C1H020030The Effect Of Rural Tourism Destination Image, Travel Motivation, Community-Based Tourism On Revisit Intention Mediated By Tourist Satisfaction (Study Of Rural Tourism in Purbalingga Regency)Penelitian ini dilakukan pada pengunjung destinasi wisata pedesaan di Kabupaten Purbalingga untuk menjelaskan pengaruh variabel citra destinasi wisata pedesaan, motivasi perjalanan, pariwisata berbasis komunitas terhadap niat berkunjung kembali dan dimediasi oleh kepuasan wisatawan pada wisata pedesaan di Kabupaten Purbalingga. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengunjung destinasi wisata pedesaan dengan 203 responden. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menggunakan SEM (Structural Equation Modeling) menunjukkan bahwa: (1) Citra destinasi wisata pedesaan tidak berpengaruh positif terhadap kepuasan wisatawan, (2) Motivasi berwisata tidak berpengaruh positif terhadap kepuasan wisatawan, (3) Pariwisata berbasis komunitas berpengaruh positif terhadap kepuasan wisatawan, (4) Kepuasan wisatawan berpengaruh positif terhadap niat berkunjung kembali, (5) Kepuasan wisatawan tidak memediasi hubungan citra destinasi wisata pedesaan terhadap niat berkunjung kembali, (6) Kepuasan wisatawan tidak memediasi hubungan antara motivasi berwisata terhadap niat berkunjung kembali, (7) Kepuasan wisatawan memediasi hubungan antara pariwisata berbasis komunitas terhadap niat berkunjung kembali. Implikasi dari penelitian ini adalah pengelolaan pariwisata dapat membuat strategi seperti memberikan pelatihan kepada masyarakat lokal tentang wisata pedesaan keberlanjutan, etika pariwisata, dan keterampilan yang dibutuhkan untuk berinteraksi dengan pengunjung. Destinasi wisata dapat memfasilitasi peluang bisnis lokal, mendukung produk dan layanan lokal, dan mempromosikan kemitraan dengan pelaku bisnis lokal. Melaksanakan konservasi dan pelestarian aspek budaya dan lingkungan hidup yang menjadi daya tarik tersendiri serta melibatkan masyarakat dalam upaya konservasi.
This thesis research was conducted on visitors to rural tourism destinations in Purbalingga Regency. This research explains the influence of the variables rural tourism destination image, travel motivation, community-based tourism on revisit intention and mediated by tourist satisfaction on rural tourism in Purbalingga Regency. The population used in this research was visitors to rural tourist destinations. The number of respondents in this study was 203 respondents. Using data collection techniques with probability sampling. Based on the results of this research and data analysis using SEM (Structural Equation Modeling) it shows that: (1) Rural tourism destination image does not have a positive effect on tourist satisfaction, (2) Travel motivation does not have a positive effect on tourist satisfaction , (3) Community-based tourism has a positive effect on tourist satisfaction, (4) Tourist satisfaction has a positive effect on revisit intention, (5) Tourist satisfaction does not mediate the relationship between rural tourism destination image on revisit intention, (6) Tourist satisfaction does not mediate the relationship between travel motivation on revisit intention, (7) Tourist satisfaction mediates the relationship between community-based tourism on revisit intention. Implication of the conclusion above is that tourism management can create strategies like provide training to local communities on sustainability, tourism ethics and the skills needed to interact with visitors. Also facilitate local business opportunities, support local products and services, and promote partnerships with local business people. Carry out conservation and preservation of cultural and environmental aspects that are the main attraction. Involving the community in conservation efforts.
4069142929C1B019077Pengaruh Prosocial Motivation terhadap Creative Behavior dan Komitmen Afektif dengan Dukungan Keluarga sebagai ModeratorPengembangan desa wisata menjadi salah satu bentuk percepatan pembangunan desa secara terpadu untuk mendorong transformasi desa. Pengembangan potensi pada desa wisata tentunya membutuhkan sebuah inovasi dari penggerak desa wisata. Kreativitas dan komitmen afektif penggerak wisata adalah sumber penting untuk meningkatkan kemampuan inovasi dan keberlangsungan desa wisata. Maka dari itu perlu adanya peningkatan pada kreativitas dan komitmen afektif dari para penggerak wisata, salah satunya yaitu melalui motivasi prososial. Beberapa penelitian menyatakan bahwa motivasi prososial dapat mempengaruhi kreativitas dan komitmen afektif. Berdasarkan hal tersebut, peneliti memilih Desa Wisata Pekunden sebagai lokasi penelitian. Responden penelitian ini adalah para penggerak wisata dengan populasi sebanyak 79 orang serta menggunakan metode simple random sampling diambil sebanyak 58 orang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh prosocial motivation terhadap creative behavior dan komitmen afektif para penggerak wisata serta menambahkan variabel dukungan keluarga sebagai moderator. Hasil penelitian melalui analasis regresi menunjukkan bahwa prosocial motivation berpengaruh secara positif terhadap creative behavior dan komitmen afektif. Namun Dukungan Keluarga tidak memoderasi hubungan antara prosocial motivation terhadap creative behavior dan komitmen afektif. Implikasi dalam penelitian ini yaitu sebagai upaya untuk mengembangkan desa wisata terutama desa wisata berbasis kreatif secara berkelanjutan, maka perlu adanya upaya untuk meningkatkan prosocial motivation para penggerak wisatanya.The development of tourist villages serves as a form of integrated rural development to accelerate village transformation. Unleashing the potential of tourist villages requires innovation from village activists. The creativity and affective commitment of these activists are crucial for enhancing innovation capabilities and sustaining tourist villages. Therefore, there is a need to boost the creativity and affective commitment of tourism activists, particularly through prosocial motivation. Previous studies indicate that prosocial motivation significantly influences creativity and affective commitment. Based on this, the researcher selected Pekunden Tourist Village as the research location, with 58 randomly sampled tourism activists from a population of 79. This study aims to examine the impact of prosocial motivation on the creative behavior and affective commitment of tourism activists, incorporating family support as a moderator. Regression analysis results demonstrate a positive influence of prosocial motivation on creative behavior and affective commitment. However, family support does not moderate the relationship between prosocial motivation and creative behavior or affective commitment. The implications underscore the necessity of enhancing prosocial motivation among tourism activists for sustainable development, especially in creatively-based tourist villages.
4069242931H1C019012PEMETAAN GEOLOGI DAERAH LUBUKBETUNG DAN SEKITARNYA. KABUPATEN LAHAT, SUMATERA SELATAN Pemetaan geologi dilakukan di daerah Lubuk Betung dan Sekitarnya, Kecamatan Merapi Selatan, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan. Daerah ini termasuk kedalam Zona Bukit Barisan. Pemetaan ini dimaksudkan untuk mengetahui keadaan geologi dari daerah pemetaan dan menambah pengetahuan mengenai pemetaan geologi bagi penyusun. Daerah pemetaan memiliki banyak struktur dan terdiri dari berbagai satuan morfologi dan litologi. Metode yang digunakan pada penelitian ini meliputi pemetaan geologi dengan luas kavling 1.5 x 2 Km2 untuk mengetahui jenis batuan, kondisi geomorfologi, struktur geologi, kolom stratigrafi dan geologi pada daerah penelitian. Dari hasil pemetaan didapatkan pada aspek geomorfologi mengunakan satuan Bentuk Muka Bumi terdiri dari Satuan Pungunggungan Homoklin Perangai dan Pungunggungan Homoklin Lubuk Betung, sedangkan pada bentuk antropogenik didapatkan satuan Pit Excavation PT.BPAC dan Satuan Acumulation Disposal P.T BPAC. Stratigrafi daerah penelitian tersusun atas Satuan Perselingan Batupasir – Batulanau dan Satuan Perselingan Batulempung – Batupasir yang temasuk kedalam Formasi Muaraenim dan terendapkan pada Miosen akhir. Sedangakn pada Satuan Intrusi Andesite termasuk kedalam Formasi Andesit berumur Pliosen. Struktur pada daerah penelitian terdapat dome yang diakibatkan oleh pengaruh magmatik dan sesar turun dengan orientasi utara-selatan.Geological mapping was conducted in Lubuk Betung and its surroundings, Merapi Selatan Sub-district, Lahat Regency, South Sumatra. This area is included in the Bukit Barisan Zone. This mapping is intended to determine the geological conditions of the mapping area and increase knowledge about geological mapping for the authors. The mapping area has many structures and consists of various morphological and lithological units. The method used in this research includes geological mapping with a plot area of 1.5 x 2 Km2 to determine the type of rock, geomorphological conditions, geological structure, stratigraphic column and geology in the study area. From the mapping results obtained in the geomorphological aspect using the Bentuk Muka Bumi unit consists of the Perangai Homocline Ridge Unit and the Lubuk Betung Homocline Ridge, while the anthropogenic form obtained the PT BPAC Excavation Pit unit and the PT BPAC Disposal Acumulation Unit. The stratigraphy of the study area is composed of sandstone - siltstone junction unit and sandstone - siltstone junction unit which is included in the Muaraenim Formation and deposited in the late Miocene. While the Andesite Intrusion Unit is included in the Pliocene aged Andesite Formation. The structure in the study area is a dome caused by magmatic influence and downward faults with a north-south orientation.
4069342932H1C019050IDENTIFIKASI TINGKAT EROSI PADA DAERAH ALIRAN SUNGAI SERAYU HULU MENGGUNAKAN METODE REVISED UNIVERSAL SOIL LOSS EQUATION (RUSLE)Lokasi penelitian berada di daerah Kabupaten Wonosobo dan Kabupaten Banjarnegara dengan luas 994.4385 km2. Daerah penelitian termasuk kedalam fisiografi Jawa Tengah yang terbentuk oleh dua pegunungan yaitu Pegunungan Serayu Utara yang berbatasan dengan jalur Pegunungan Bogor di sebelah barat dan Pegunungan Kendeng di sebelah timur serta Pegunungan Serayu Selatan yang merupakan terusan dari Depresi Bandung di Jawa Barat. Geologi regional daerah penelitian terletak pada lembar Banjarnegara-Pekalongan dan lembar Magelang-Semarang dengan dominasi batuan berumur quarter. Kondisi geomorfologi daerah penelitian terbagi atas beberapa bagian morfologi diantaranya, Bentukan Asal Gunungapi (V) Bentukan Asal Stuktur (S), Bentukan Asal Sungai (F), Bentukan Asal Fluvial Gunungapi (FV), Bentukan Asal Gunungapi Terdenudasi (DV). Faktor-faktor geologi tersebut sangat berperan penting dalam proses erosi. Pasalnya tingginya erosi berkorelasi positif gengan keadaan geologi daerah penelitian. Morfologi daerah penelitian berupa bentukan asal gunung api yang berkorelasi postif dengan tingkat bahaya erosi, formasi Qj yang didominasi oleh mineral hornblend yang mudah tererosi, dan sebaran struktur yang menjadi faktor pendukung pula dalam terjadinya erosi berkorelasi positif. The research site is located in Wonosobo Regency and Banjarnegara Regency with an area of 994.4385 km2. The study area is included in the physiography of Central Java which is formed by two mountain ranges, namely the North Serayu Mountains bordering the Bogor Mountains in the west and the Kendeng Mountains in the east and the South Serayu Mountains which are a channel of the Bandung Depression in West Java. The regional geology of the study area is located on the Banjarnegara-Pekalongan sheet and the Magelang-Semarang sheet with the dominance of quarter age rocks. The geomorphological condition of the study area is divided into several morphological parts including, Volcano Origin Formation (V) Structure Origin Formation (S), River Origin Formation (F), Volcano Fluvial Origin Formation (FV), Denudation Volcano Origin Formation (DV). These geological factors play an important role in the erosion process. This is because the high rate of erosion is positively correlated with the geology of the study area. The morphology of the research area in the form of volcanic formation which is positively correlated with the level of erosion hazard, the Qj formation which is dominated by hornblend minerals that are easily eroded, and the distribution of structures which are also supporting factors in the occurrence of erosion are positively correlated.
4069442933G1A020095HUBUNGAN PERILAKU JAJAN TERHADAP KEJADIAN INFEKSI SOIL
TRANSMITTED HELMINTHS PADA SISWA SDN CIBEREM KECAMATAN
SUMBANG KABUPATEN BANYUMAS
TAHUN AJARAN 2022/2023
Latar Belakang: Infeksi Soil Transmitted Helminths (STH) merupakan infeksi yang
disebabkan oleh kelompok nematoda usus yang menginfeksi manusia melalui tanah. Salah satu faktor risiko STH adalah perilaku jajan yang sering terjadi pada anak sekolah.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku jajan dengan kejadian infeksi STH pada anak sekolah dasar di SDN Ciberem Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional dan dilakukan dengan cara purposive sampling. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas 1-5 SDN Ciberem dengan jumlah sampel yang didapat sebanyak 96 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan pemeriksaan feses di Laboratorium Parasitologi FK Unsoed menggunakan metode apung (kualitatif). Data yang diperoleh dianalisis
menggunakan Fisher’s Exact Test.
Hasil: Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan 5 siswa (5,2%) terinfeksi STH jenis Trichuris trichiura. Karakteristik siswa yang terinfeksi STH berdasarkan jenis kelamin didapatkan mayoritas laki-laki (60,0%) dan berdasarkan usia didapatkan mayoritas berusia 8 tahun (60,0%). Uji statistik menunjukkan frekuensi jajan (p=0,333) tidak memiliki hubungan signifikan dengan
infeksi STH. Kebiasaan membeli jajanan terbuka (p=0,026) dan jajanan yang disekitarnya banyak lalat (p=0,031) memiliki hubungan signifikan dengan infeksi STH.
Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara kebiasaan membeli jajanan terbuka dan jajanan yang disekitarnya banyak lalat terhadap infeksi STH. Variabel frekuensi jajan tidak memiliki hubungan signifikan terhadap infeksi STH.
Background: Soil Transmitted Helminth infection refer to an infection caused by a group of intestinal nematodes that are transmitted to humans by fecally- contaminated soil. One of the risk factors of STH infection is snacking habit usually occurred in elementary school-aged children.
Objective: This study aimed to analyze the association of snacking habit with STH infection in elementary school children at SDN Ciberem, Sumbang, Banyumas.
Method: This study was an observational analytic with cross-sectional design and using purposive sampling method. The population of this study were students of class 1- 5 of SDN
Ciberem. A total of 96 samples were collected by questionnaires, and fecal examination at Laboratory of Parasitology Faculty of Medicine Jenderal Soedirman University using flotation methods. The result were analyzed with Fisher’s Exact Test.
Result: Based on the result of this study, 5 students (5,2%) were infected by STH type Trichuris trichiura. Characteristics of students were infected by STH based on gender, majority were male (60,0%) and based on age, majority were 8 years old (60,0%). The statistical test shows that snacking frequency (p=0.333) is no significant association with STH infection. While habit to buy snacks that were paddle openly (p=0,026) and habit to buy snacks which are already
contaminated by flies (p=0,031) are significant association with STH infection.
Conclusion: There is a significant association between habit to buy snacks that were paddle openly and habit to buy snacks which are already contaminated by flies with STH infection.
4069545105L1B020010UPAYA PENINGKATAN NILAI PROTEIN PAKAN KOMERSIAL DENGAN PENAMBAHAN KONSENTRAT PROTEIN YANG DIBUAT DARI IKAN SAPU-SAPU (Hypostomus sp.)Pakan merupakan biaya terbesar dalam kegiatan budidaya, namun harga pakan yang berkualitas sangat tinggi, sehingga diperlukan alternatif untuk mendapatkan pakan yang berkualitas. Pakan yang berkualitas dapat diperoleh dengan meningkatkan kandungan protein pada pakan komersial. Peningkatan kandungan protein pada pakan komersial dapat dilakukan dengan menambahkan konsentrat protein ikan yang dibuat dari ikan yang tidak memiliki nilai ekonomis seperti ikan sapu-sapu (Hypostomus sp.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai protein daging ikan sapu-sapu sebelum dan sesudah diolah menjadi konsentrat protein ikan sapu-sapu dan mengetahui peningkatan nilai protein pakan komersial dengan penambahan konsentrat protein ikan sapu-sapu. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan masing-masing 3 perlakuan dan 3 kali ulangan. Penelitian dilakukan dengan dua tahap yaitu, pembuatan konsentrat protein ikan sapu-sapu melalui proses ekstraksi yang dilakukan 2 kali, 3 kali, dan 4 kali ekstraksi. Hasil pengujian ikan sapu-sapu yang sudah di ekstraksi menunjukan bahwa ekstraksi 3 kali lebih baik dari 2 kali dan tidak berbeda nyata dengan 4 kali ekstaksi. Kemudian konsetrat protein ikan sapu-sapu ditambahkan ke dalam pakan komersial dengan protein 15,78%, dengan komposisi perbandingan penambahan antara konsentrat protein ikan sapu-sapu dengan pakan komersial, yaitu: 0%:100%; 30%:70%; 50%:50%; dan 70%:30%. Hasil penelitian menunjukan nilai protein pada pakan komersial meningkat antara 25,28% hingga 60,8%.

Feed is the biggest cost in aquaculture, but Quality feed is very expensive, so alternatives are needed to obtain quality feed. Quality feed can be obtained by increasing the protein content of commercial feed. The protein content of commercial feed can be increased by adding fish protein concentrate, which is produced from fish of no economic value, such as pleco fish (Hypostomus sp.). The aims in this study are to of this study is to determinprotein value of pleco fish meat before and after processing into pleco fish protein concentrate and to determine the increase in protein value of commercial feed with of pleco fish protein concentrate addition. The experimental method used was 3 treatments and 3 replications. The research was carried out in two stages, namely the preparation of pleco fish protein concentrate through an extraction process that was carried out twice, three times and four times. The results of broom fish after extraction showed that 3 times extraction was better than 2 times and not significantly different from 4 times extraction. Then the pleco fish protein concentrate was added to the 15.78% protein commercial feed, with the composition of comparative addition between commercial feed and pleco fish protein concentrate, namely: 0%:100%; 30%:70%; 50%:50%; and 70%:30%. The results showed that the protein value in the commercial feed increased between 25.28% and 60.8%.

4069642934C1B020013PENGARUH TRANSFORMATIONAL LEADERSHIP, JOB SATISFACTION, ORGANIZATIONAL COMMITMENT TERHADAP ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOUR DI BUMDES BANYUMASPermasalahan yang sering terjadi didalam organisasi yaitu terkait organizational citizenship behaviour yang merujuk pada perilaku sukarela yang dilakukan karyawan diluar tugas-tugas utama seorang karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari transformational leadership, organizational commitment, dan job satisfaction terhadap organizational citizenship behaviour (OCB) di BUMDes Banyumas, Dengan sampel BUMDes yang diambil yaitu berjumlah 25 BUMDes. Populasi penelitian ini yaitu karyawan yang ada di BUMDes Banyumas. Teknik penentuan sampel menggunakan Teknik sampel jenuh sehingga diperoleh sampel sebanyak 110 responden dari karyawan BUMDes di Kabupaten Banyumas. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan melakukan penyebaran kuesioner. Teknik analisis data penelitian ini menggunakan software SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukan bahwa transformational leadership berpengaruh positif terhadap organizational citizenship behaviour (OCB), organizational commitment berpengaruh positif terhadap organizational citizenship behaviour (OCB), job satisfaction berpengaruh positif terhadap organizational citizenship behaviour (OCB). The problem that often occurs within an organization is related to organizational citizenship behavior, which refers to voluntary behaviors performed by employees outside their primary duties. This study aims to determine the influence of transformational leadership, organizational commitment, and job satisfaction on organizational citizenship behavior (OCB) in BUMDes Banyumas, with a sample of 25 BUMDes. The population of this study is the employees in BUMDes Banyumas. The sample determination technique usedsaturation sampling , resulting in 110 respondents from BUMDes employees in Banyumas Regency. The research method used in this study is quantitative, with the distribution of questionnaires. The data analysis technique used in this research is the SPSS software version 26. The results show that transformational leadership has a positive influence on organizational citizenship behavior (OCB), organizational commitment has a positive influence on organizational citizenship behavior (OCB), and job satisfaction has a positive influence on organizational citizenship behavior (OCB).
4069742910G1A020016Hubungan antara Tekanan Darah dengan Kadar Kreatinin Serum pada Petani yang Terpapar Pestisida di Desa Sikapat Kecamatan SumbangLatar Belakang: Petani merupakan pekerjaan dengan risiko tinggi terpapar pestisida yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan termasuk kenaikan tekanan darah. Pestisida dapat menimbulkan peningkatan tekanan darah melalui penghambatan pada enzim asetilkolinesterase (AChE). Peningkatan tekanan darah dapat menimbulkan komplikasi berupa gangguan ginjal yang dapat meningkatkan parameter kerusakan ginjal salah satunya kadar kreatinin serum. Tujuan: Mengetahui hubungan antara tekanan darah dengan kadar kreatinin serum pada petani yang terpapar pestisida di Desa Sikapat Kecamatan Sumbang. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan pemeriksaan secara langsung dan melalui kuisioner. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling yakni sebanyak 33 responden yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data penelitian dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson. Hasil: Dihasilkan bahwa dari 33 responden terdapat 23 responden mengalami peningkatan tekanan darah dan 6 responden memiliki kadar kreatinin serum di atas nilai normal. Hasil uji korelasi Pearson antara tekanan darah sistolik dan kadar kreatinin serum diperoleh nilai p = 0,237 (p>0,05), r = 0,212 yang berarti tidak terdapat korelasi yang signifikan dengan kekuatan korelasi lemah. Hasil uji korelasi Pearson antara tekanan darah diastolik dan kadar kreatinin serum diperoleh nilai p = 0,303 (p>0,05), r = 0,185 yang berarti tidak terdapat korelasi yang signifikan dengan kekuatan korelasi sangat lemah. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara tekanan darah dan kadar kreatinin serum pada petani yang terpapar pestisida di Desa Sikapat Kecamatan Sumbang.Background: Farmers are a group at high risk of exposure to pesticides that can cause health problems including high blood pressure. Pesticides can increase the blood pressure by inhibiting the enzyme acetylcholinesterase (AChE). Increased blood pressure can cause complications such as kidney disease that can increase the kidney parameters including serum creatinine levels. Purpose: The aim of this study is to learn about the relation between blood pressure
and serum creatinine levels in farmers exposed to pesticides in Sikapat Village, Sumbang District. Methods: This study was an analytical study using cross sectional approach. Data collection was done by direct examination and quistionnaires. The sampling technique used purposive sampling, with 33 respondents who fulfilled the inclusion and exclusion criteria. The data were analyzed using the Pearson Correlation Test. Result: Out of 33 respondents, 23 respondents had elevated blood pressure and 6 respondents had elevated serum creatinine levels. The Pearson correlation test between systolic blood pressure and serum creatinine levels result show a p value = 0,237 (p>0,05), r = 0,212 meaning there is no significant correlation with weak correlation strength. The Pearson correlation test between dastolic blood pressure and serum creatinine levels result show a p value = 0,303 (p>0,05), r = 0,185 meaning there is no significant correlation with very weak correlation strength Conclusion: There is no association between blood pressure and serum creatinine levels in farmers exposed to pesticides in Sikapat Village, Sumbang District.
4069842936I1C020061INTERAKSI SENYAWA AKTIF BUAH TAKOKAK (Solanum torvum) TERHADAP PROTEIN PARP-1 SEBAGAI TARGET AKSI ANTIKANKER SERVIKS: STUDI IN SILICOSalah satu protein penting yang menjadi target antikanker adalah protein Poly-(ADP ribose) polymerase (PARP). PARP membantu memperbaiki kerusakan DNA untai tunggal sehingga proses replikasi sel kanker dapat terus berlangsung. Inhibitor PARP secara selektif menginduksi kematian sintetik pada sel kanker serviks. Senyawa dalam buah takokak (Solanum torvum) seperti metil kafeat, solasodin, yamogenin, neochlorogenin, dan torvosida M dilaporkan memiliki aktivitas antikanker. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji interaksi senyawa aktif buah takokak terhadap protein PARP-1 pada kanker serviks secara in silico. Studi in silico melalui molecular docking dilakukan untuk mengetahui nilai energi ikatan dan jenis ikatan. Selanjutnya, senyawa dengan nilai energi ikatan terendah dan mengikat semua active site diuji melalui molecular dynamic. Hasil molecular docking menunjukkan nilai energi ikatan (kkal/mol) senyawa uji dari yang terendah yaitu neochlorogenin (-7,4), metil kafeat (-6,9), yamogenin (-6,4), solasodin (-5,1), dan torvosida m (-0,4). Ikatan hidrogen yang terjadi yaitu antara residu Tyr907 dengan neochlorogenin, Ser904 dan Gly863 dengan metil kafeat, serta Ser904 dengan solasodin. Sedangkan, interaksi hidrofobik terjadi antara residu Tyr907 dengan semua senyawa uji. Hasil molecular dynamic menunjukkan nilai RMSD neochlorogenin lebih rendah dibandingkan niraparib yaitu 1,276 Å. Nilai RMSF neochlorogenin lebih rendah pada residu Ser904 dibandingkan niraparib yaitu 0,606 Å. Nilai binding energy (kJ/mol) neochlorogenin (-39.704,479) dan metil kafeat (-40.212,995) mendekati nilai binding energy niraparib (-40.332,479). Berdasarkan hasil studi in silico, neochlorogenin dan metil kafeat mengikat active site dan berinteraksi stabil dengan PARP-1.One of the important proteins that is an anticancer target is the Poly-(ADP ribose) polymerase (PARP) protein. PARP helps to repair single-strand DNA damage, allowing the replication process of cancer cells to continue. PARP inhibitors selectively induce synthetic death in cervical cancer cells. Compounds in takokak fruit (Solanum torvum) such as methyl caffeate, solasodine, yamogenin, neochlorogenin, and torvoside M are reported to have anticancer activity. This study aims to examine the interaction of the active compounds of takokak fruit with the PARP-1 protein in cervical cancer through in silico studies. In silico studies through molecular docking were conducted to determine binding energy values and bond types. Subsequently, compounds with the lowest binding energy values that bind to all active sites were tested through molecular dynamics. The results of molecular docking show the binding energy values (kcal/mol) of the test compounds from the lowest to the highest: neochlorogenin (-7.4), methyl caffeate (-6.9), yamogenin (-6.4), solasodin (-5.1), and torvoside M (-0.4). Hydrogen bonds occur between the Tyr907 residue and neochlorogenin, Ser904 and Gly863 with methyl caffeate, as well as Ser904 with solasodin. Meanwhile, hydrophobic interactions occur between the Tyr907 residue and all test compounds. The results of molecular dynamics show that the RMSD value for neochlorogenin is lower than niraparib, namely 1.276 Å. The RMSF value for neochlorogenin is lower at the Ser904 residue compared to niraparib, which is 0.606 Å. The binding energy values (kJ/mol) for neochlorogenin (-39,704.479) and methyl caffeate (-40,212.995) are close to the binding energy value of niraparib (-40,332.479). Based on the results of in silico studies, neochlorogenin and methyl caffeate bind to the active site and interact stably with PARP-1.
4069942870I1C017004AKTIVITAS ANTIBAKTERI JAMUR ENDOFIT SIMBION NUDIBRANCHIA TERHADAP Methicillin Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) Menurut WHO, orang dengan Methicillin Resistansi Staphylococcus aureus (MRSA) pada tubuhnya diperkirakan memiliki kemungkinan 64% lebih tinggi untuk mengalami kematian. Nudibranchia dan jamur endofit yang berasosiasi dengannya berpotensi sebagai antibakteri, diantaranya terhadap MRSA. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jamur endofit dari nudibranchia, mengevaluasi aktivitas antibakterinya terhadap MRSA dan melakukan skrining fitokimia.Nudibranchia yang dikoleksi dari pulau Kapoposang dan pulau Ambon lalu diisolasi jamur endofitnya hingga diperoleh isolat jamur tunggal dan murni. Selanjutnya, diidentifikasi secara morfologi baik makroskopik maupun mikroskopik. Fermentasi jamur dilakukan pada media beras, kemudian diekstraksi menggunakan etil asetat (EtOAc) dengan metode maserasi dalam shaking incubator. Ekstrak jamur endofit diuji aktivitas antibakterinya terhadap MRSA dengan metode difusi cakram Kirby-Bauer dan dilakukan skrining fitokimia dengan reaksi warna. Jamur endofit yang diisolasi dari Nudibranchia teridentifikasi secara morfologi sebagai genus Penicillium sp. Ekstrak EtOAc jamur endofit ini yang dikultur pada media beras dapat menghambat pertumbuhan bakteri MRSA dengan diameter zona hambat sebesar 2 mm. Skrining fitokimia menunjukkan adanya senyawa polifenol pada ekstrak tersebut. Jamur endofit Penicillium sp. yang telah diisolasi dari Nudibranchia dan difermentasikan dalam media beras mengandung senyawa polifenol namun berpotensi lemah sebagai anti-MRSA.
Background: According to WHO, people suffered from infection of Methicillin Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) in their bodies are estimated to have a 64% higher mortality rate. The endophytic fungus associated with symbion Nudibranchia have the potential to act as antibacterials, including against MRSA. This study aims to identification endophytic fungus from Nudibranchia evaluate their antibacterial activity against MRSA and conduct phytochemical screening.
Methodology: Nudibranchia collected from Kapoposang Island and Ambon Island were isolated for their endophytic fungi until a single and pure fungal isolate was obtained, then identified morphologically both macroscopically and microscopically. Fungus fermentation was carried out on rice media. Ethyl Acetate (EtOAc) was used as a solvent in the extraction process using the maceration method in a shaking incubator. Then extracted using EtOAc using the maceration method in a shaking incubator. Endophytic fungal extracts were tested for their antibacterial activity against MRSA using the Kirby-Bauer disk diffusion method and phytochemical screening was carried out using a color reaction.
Results: The endophytic fungus isolated from Nudibranchia was identified morphologically as Penicillium sp. EtOAc extract of the endophytic fungus Penicillium sp. on rice media only showed the presence of phenol. However, the extract can inhibit the growth of MRSA bacteria with an inhibition zone of 2 mm.
Conclusions: Penicillium sp. endophytic fungus which have been isolated from Nudibranchia and fermented in rice media contain phenolic compounds but have weak potential as anti-MRSA.
4070042937C1H020008THE EFFECT OF ENTREPRENEURIAL MARKETING ON MARKETING PERFORMANCE: THE MEDIATING ROLE OF COMPETITIVE ADVANTAGEPenelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif. Tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor strategi pemasaran yang dapat meningkatkan volume penjualan pada UMKM di Kabupaten Banjarnegara. Dalam hal ini penelitian ini bertujuan untuk memberikan masukan dan saran bagi UMKM dalam mengelola manajemen pemasaran yang efektif, serta dapat memberikan dampak positif bagi tingkat usaha kerajinan UMKM, perkembangan daerah dan masyarakat secara keseluruhan di Kabupaten Banjarnegara. Dengan menggunakan metode purposive sampling, penelitian ini memperoleh sampel sebanyak 100 responden. Berdasarkan hasil analisis data menggunakan SEM PLS menunjukkan bahwa: (1) Entrepreneurial Marketing berpengaruh positif terhadap Kinerja Pemasaran, (2) Entrepreneurial Marketing berpengaruh positif terhadap Keunggulan Bersaing, (3) Keunggulan Kompetitif tidak berpengaruh terhadap Kinerja Pemasaran, (4) Keunggulan Kompetitif tidak memediasi pengaruh Pemasaran Wirausaha terhadap Kinerja Pemasaran, (5) Turbulansi Pasar memoderasi secara positif hubungan antara Pemasaran Wirausaha dengan Kinerja Pemasaran. Implikasi dari kesimpulan di atas adalah para pelaku UMKM kerajinan di Banjarnegara dapat menggunakan temuan penelitian ini untuk lebih mengembangkan strategi Entrepreneurial Marketing. Hal ini melibatkan peningkatan inovasi produk, kreativitas kampanye pemasaran, dan tanggung jawab terhadap perubahan pasar. Selain itu, para pelaku UMKM kerajinan di Banjarnegara juga dapat lebih berinteraksi dengan pelanggan dan memahami pasar lokal dengan lebih baik. Dengan menggunakan riset pasar yang lebih intensif dan berinteraksi langsung dengan konsumen untuk dapat memahami kebutuhan dan preferensinya.This study using quantitative research. The general objective of this research is to find out factors of marketing strategies that can increase sales volume for MSMEs in Banjarnegara Regency. In this case, this study aims to provide input and suggestions for MSMEs in managing effective marketing management, and can have a positive impact on the craft business level of MSMEs, regional development and society as a whole in Banjarnegara Regency. Using the purposive sampling method, this study obtained a sample of 100 respondents. Based on the results of data analysis using SEM PLS, it shows that: (1) Entrepreneurial Marketing has a positive effect on Marketing Performance, (2) Entrepreneurial Marketing has a positive effect on Competitive Advantage, (3) Competitive Advantage has no effect on Marketing Performance, (4) Competitive Advantage does not mediate the effect of Entrepreneurial Marketing on Marketing Performance, (5) Market Turbulance positively moderates the relationship between Entrepreneurial Marketing and Marketing Performance. The implication of the above conclusion is handicraft MSME players in Banjarnegara can use the findings of this research to develop more Entrepreneurial Marketing strategies. This involves improvements in product innovation, creativity of marketing campaigns and responsibility to market changes. In addition, craft MSME players in Banjarnegara can also better engage with customers and understand the local market better. By using market research that is more intensive and interacting directly with consumers to be able to understand their needs and preferences.