Home
Login.
Artikelilmiahs
44838
Update
KHANSA MURTAJA SALSABIL
NIM
Judul Artikel
Perbedaan Laju Alir Saliva, Derajat Keasaman (pH), dan Kejadian Karies Gigi Sulung pada Anak Stunting dan Non-Stunting (Studi Cross Sectional di Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Stunting merupakan keadaan seorang anak mengalami kegagalan dalam tumbuh kembangnya akibat kurangnya intake nutrisi secara kronis. Anak stunting memiliki tinggi atau panjang badan yang pendek atau rendah, ditandai nilai z-score berada <-2 SD. Stunting dapat memengaruhi kondisi kesehatan gigi dan mulut, yaitu meningkatnya risiko terhadap kejadian karies. Peningkatan risiko karies terjadi akibat penurunan laju alir dan pH saliva. Tujuan penelitian ini adalah melihat perbedaan dan hubungan laju alir saliva, pH saliva, dan kejadian karies gigi sulung pada anak stunting dan non-stunting. Jenis penelitian ini adalah studi cross sectional pada 60 anak di Desa Sokawera, 30 anak stunting dan 30 anak non-stunting. Metode pengambilan data dilakukan dengan pengukuran laju alir saliva dan pH saliva dan dilakukan uji statistik Independent T-Test untuk laju alir saliva dan kejadian karies, uji Mann-Whitney untuk pH saliva, uji Pearson Correlation untuk hubungan laju alir saliva terhadap kejadian karies dan uji Spearman Correlation untuk hubungan pH saliva terhadap kejadian karies dan laju alir terhadap pH saliva. Hasil penelitian menunjukkan pada anak stunting rerata laju alir saliva (0,31ml/min) dan pH saliva (6,40) lebih rendah dibandingkan non-stunting dan rerata indeks dmft (9,37) lebih tinggi pada anak stunting. Terdapat hubungan yang signifikan antara laju alir saliva terhadap kejadian karies gigi sulung (p=0,000, r= -0,513), pH saliva terhadap kejadian karies gigi sulung (p=0,000, r= -0,520), dan laju alir saliva terhadap pH saliva (p=0,000, r= 0,466). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat perbedaan dan hubungan yang signifikan antara laju alir saliva, pH saliva, dan kejadian karies gigi sulung pada anak stunting dan non-stunting.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Stunting is a condition which a child experiences failure in growth and development Stunting is a condition which a child experiences failure in growth and development due to chronic malnutrition. Stunting children are defined as having a z-score<-2 SD, indicating low height or short stature. Stunting can affect oral health conditions, increasing the risk of caries. The increased risk of caries due to decreased saliva flow rate and pH. The goal of this research was to observe the differences and correlations between saliva flow rate, saliva pH, and primary tooth caries in stunting and non-stunting children. This study was a cross sectional study involving 60 children in Sokawera Village, 30 stunting children and 30 non-stunting children. Data collection was conducted by measuring saliva flow rate and saliva pH, and statistical analysis was performed using Independent T-Test for saliva flow rate and caries, Mann-Whitney test for saliva pH, Pearson Correlation test for correlation between saliva flow rate and primary tooth caries, and Spearman Correlation test for correlation between saliva pH and primary tooth caries and saliva flow rate to saliva pH. The results was indicated that in stunting children, the mean saliva flow rate (0.31 ml/min) and saliva pH (6.40) are lower compared to non-stunting children, and the mean dmft index (9.37) is higher in stunting children. There is a significant correlations between saliva flow rate and primary tooth caries (p=0.000, r = -0.513), saliva pH and primary tooth caries (p=0.000, r = -0.520), and saliva flow rate and saliva pH (p=0.000, r =0.466). The conclusion of this study is there are significant differences and correlations between saliva flow rate, saliva pH, and occurrence of primary tooth caries in stunting and non-stunting children.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save