Home
Login.
Artikelilmiahs
40285
Update
AGLERI RANTE
NIM
Judul Artikel
Keragaman Genetik 7 Aksesi Jahe Merah (Zingiber officinale var. rubrum) dan Varietas Jahira 2 Menggunakan marka Simple Sequence Repeat (SSR)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Jahe (Zingiber officinale Rosc.) merupakan salah satu jenis tanaman rimpang yang berasal dari famili Zingiberaceae yang telah dikenal sebagai tanaman obat. Tanaman jahe dikenal sebagai tanaman obat yang berasal dari Cina dan India. Jahe merupakan salah satu komoditas pertanian yang dapat memberikan peluang dan prospek yang cukup baik untuk dibudidayakan di Indonesia. Sentral budidaya tanaman jahe di Indonesia yang berlokasi di Pulau Jawa. Jahe merah (Zingiber officinale var. rubrum) merupakan salah satu varietas jahe yang ada di Indonesia yang memiliki rasa terpedas, dan ukuran rimpang lebih kecil dengan lapisan kulit berwarna merah. Permintaan jahe merah yang semakin tinggi di Indonesia mengharuskan petani jahe dapat meningkatkan produksinya. Ketersediaan bibit unggul jahe merah menjadi pembatas dalam budidaya, selain itu tanaman jahe hanya diperbanyak secara vegetatif dan sulit melakukan pembungaan, sehingga keanekaragamannya rendah. Informasi terkait keragaman genetik pada spesies jahe merah dapat menjadi dasar dalam seleksi tanaman. Keragaman genetik pada aksesi-aksesi jahe merah dapat dilihat dengan menggunakan penanda molekuler. Marka (penanda) molekuler adalah sekuen DNA yang dapat diidentifikasi, salah satunya adalah menggunakan marka Simple Sequence Repeat (SSR). Penelitian dilakukan untuk mengetahui kekerabatan genetik pada 7 aksesi jahe merah dan varietas Jahira 2 menggunakan marka SSR. Penelitian ini dilakukan dengan metode skoring, hasil skoring akan dimasukkan ke dalam bentuk data biner kemudian data biner tersebut dianalisis dengan menggunakan program Sequential Agglomerative Hierarchial and Nested-Unweighted Pair-Group Method with Arithmetic (SAHN-UPGMA) pada perangkat lunak NTSYSpc 2.02. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 7 akses jahe merah dan varietas Jahira 2 memiliki kekerabatan genetik yang dekat secara molekuler. Informasi mengenai keragaman genetik pada penelitian ini dapat menjadi pedoman untuk melakukan analisis keragaman genetik pada tanaman Zingiberaceae yang masih belum diketahui di Indonesia, sehingga dapat memperluas informasi terkait keragaman genetik yang berguna untuk dasar seleksi tanaman sebagai tetua.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Ginger (Zingiber officinale Rosc.) is a type of rhizome plant from the Zingiberaceae family which has been known as a medicinal plant. Ginger plant is known as a medicinal plant originating from China and India. Ginger is an agricultural commodity that can provide good opportunities and prospects to be cultivated in Indonesia. The center of ginger cultivation in Indonesia is located on the island of Java. Red ginger (Zingiber officinale var. rubrum) is one of the ginger varieties in Indonesia which has the hottest taste, and smaller rhizome size with a red skin layer. The increasing demand for red ginger in Indonesia requires ginger farmers to increase their production. The availability of superior red ginger seeds is a limitation in its cultivation, besides that ginger plants are only propagated vegetatively and it is difficult to flower, so the diversity is low. Information related to genetic diversity in red ginger species can be the basis for plant selection. Genetic diversity in red ginger accessions can be seen using molecular markers. Molecular markers (markers) are DNA sequences that can be identified, one of which is using Simple Sequence Repeat (SSR) markers. This research was conducted to determine the genetic relationship between 7 red ginger accessions and the Jahira 2 variety using SSR markers. This research was conducted using the scoring method, the scoring results will be entered into the form of binary data then the binary data is analyzed using the Sequential Agglomerative Hierarchial and Nested-Unweighted Pair-Group Method with Arithmetic (SAHN-UPGMA) program on NTSYSpc 2.02 software. The results of this study indicate that the 7 accesses of red ginger and the Jahira 2 variety have a close molecular genetic relationship. Information regarding genetic diversity in this study can be used as a guideline for analyzing genetic diversity in Zingiberaceae plants that are still unknown in Indonesia, so as to expand information related to genetic diversity which is useful for the basis of plant selection as parents.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save