Artikel Ilmiah : A1D018105 a.n. ALIFFIA NANDA SYAHRONI

Kembali Update Delete

NIMA1D018105
NamamhsALIFFIA NANDA SYAHRONI
Judul ArtikelStudi Status Unsur Hara P dan Serapannya pada Tanaman Padi Sawah di Kecamatan Kalimanah, Kabupaten Purbalingga
Abstrak (Bhs. Indonesia)Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui: (1) status unsur hara fosfor dan distribusinya di Kecamtan Kalimanah, Kabupaten Purbalingga, (2) hubungan antara hasil tanaman padi dengan sifat kimia tanah dan serapan fosfor oleh tanaman di Kecamatan Kalimanah, Kabupaten Purbalingga, dan (3) takaran pupuk fosfor yang optimal untuk meningkatkan hasil tanaman padi sawah di Kecamatan Kalimanah, Kabupaten Purbalingga. Penentuan titik sampel penelitian menggunakan metode survei berdasarkan peta SLH (Satuan Lahan Homogen) dengan skala 1:50.000. Penentuan lokasi pengamatan berdasarkan transek dan assebilitas di lokasi pengamatan, ada 14 lokasi (titik) pengamatan. Pengambilan sampel tanah dilakukan secara komposit di setiap lokasi pengamatan, pada masa vegetatif padi yaitu pada umur 45-50 Hari Setelah Tanam (HST). Sampel tanah diambil dengan melakukan pengeboran tanah pada kedalaman 0-25 cm dan 25-50 cm. Variabel yang digunakan yaitu pH H2O, pH KCl, Daya Hantar Listrik (DHL), potensial redoks, P-tersedia tanah, Serapan P oleh tanaman, hasil tanaman padi, dan rekomendasi pemupukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebaran hara fosfor di Kecamatan Kalimanah memiliki status sangat tinggi. Status pH H2O dan pH KCl berada pada kategori agak masam sampai netral. Varietas tanaman padi di Kecamatan Kalimanah terdiri atas Ciherang, Inpari 42, IR 64, dan Situ bagendit. Status serapan P oleh tanaman padi di lokasi penelitian memiliki rata-rata 0,26 mgP2O5/daun tanaman. Hubungan antara P-tersedia tanah dan serapan pada tanaman dengan hasil tanaman padi memiliki korelasi positif yang lemah. Rekomendasi pemupukan P di lokasi penelitian pada SLH 1 di titik 2 Desa Rabak dengan jenis tanah Aluvial Kelabu adalah sebesar 27,36 kg P2O5/ha atau setara dengan 76,00 kg SP-36/ha atau 60,80 kg TSP/ha. SLH 2 pada titik 14 Desa Babakan dengan jenis tanah Aluvial Kelabu yaitu sebesar 28,50 kg P2O5/ha atau setara dengan 79,16 kg SP-36/ha atau 63,33 kg TSP/ha.
Abtrak (Bhs. Inggris)The aims of this study were to determine: (1) the status of phosphorus nutrients and their distribution in Kalimanah Subdistrict, Purbalingga Regency, (2) the relationship between rice yields with soil chemical properties and phosphorus uptake by plants in Kalimanah Subdistrict, Purbalingga Regency, and (3 ) the optimal dose of phosphorus fertilizer to increase the yield of lowland rice in Kalimanah District, Purbalingga Regency. Determination of the research sample points using a survey method based on the LU map (Land Unit) with a scale of 1:50,000. Determination of the observation location based on the transect and accessibility at the observation site, there are 14 locations (points) of observation. Soil sampling was carried out in a composite manner at each observation location, during the vegetative period of rice at the age of 45-50 Days After Planting (DAT). Soil samples were taken by drilling the soil at a depth of 0-25 cm and 25-50 cm. The variables used were pH H2O, pH KCl, Electrical Conductivity (EC), redox potential, available soil P, P uptake by plants, rice yields, and fertilizer recommendations. The results showed that the distribution of phosphorus nutrients in Kalimanah District has a very high status. The pH status of H2O and pH of KCl were in the slightly acidic to neutral category. Rice varieties in Kalimanah sub-district consist of Ciherang, Inpari 42, IR 64, and Situ bagendit. The status of P uptake by rice plants at the study site had an average of 0.26 mgP2O5/plant leaf. The relation between soil P-available and plant uptake with rice yields has a weak positive correlation. Recommendations for P fertilization at the study site at SLH 1 at point 2 Rabak Village with gray Alluvial soil type is 27.36 kg P2O5/ha or equivalent to 76.00 kg SP-36/ha or 60.80 kg TSP/ha. SLH 2 at point 14 Babakan Village with Gray Alluvial soil type, which is 28.50 kg P2O5/ha or equivalent to 79.16 kg SP-36/ha or 63.33 kg TSP/ha.
Kata kunciProduktiviatas Padi, Status Unsur Hara Fosfor, Pemupukan
Pembimbing 1Dr. Ir. Muhammad Rif’an, M. P.
Pembimbing 2Ir. Agus Sarjito, M.Sc
Pembimbing 3
Tahun2022
Jumlah Halaman11
Tgl. Entri2022-11-21 07:03:23.132868
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.