Artikelilmiahs
Menampilkan 29.321-29.340 dari 50.097 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 29321 | 32650 | H1A016074 | PERANCANGAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA (PLTS) OFF GRID SYSTEM BERBASIS HOMER DI GEDUNG DEKANAT FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN | Energi terbarukan sangat dibutuhkan mengingat energi fosil semakin lama semakin menipis dan harganya selalu meningkat dan melambung tajam. Salah satu energi terbarukan yang digunakan adalah energi surya. Pemanfaatan energi surya melalui sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap menjadi salah satu andalan percepatan peningkatan pemanfaatan energi terbarukan di Indonesia. Pada penelitian ini akan membahas cara perancangan PLTS Off Grid System untuk mengetahui potensi energi surya di gedung Dekanat FT UNSOED. Penelitian ini memiliki beberapa tahapan yaitu: tahap persiapan, tahap perancangan, tahap pengambilan data, tahap simulasi, tahap analisis data, dan tahap akhir. Data yang digunakan pada penelitian ini yaitu: data beban gedung Dekanat FT UNSOED, data radiasi matahari FT Unsoed per bulan pada tahun 2020, dan data suhu rata-rata bulanan di FT UNSOED pada Tahun 2020. Hasil dari perancangan PLTS Off Grid System ini adalah jumlah dan kapasitas panel surya, jumlah dan kapasitas baterai, serta jumlah dan kapasitas inverter. Berdasarkan hasil simulasi HOMER didapatkan nilai Net Present Cost (NPC) sebesar Rp. 4.773.212.716,16, Cost Of Energy (COE) sebesar Rp. 3.474/kWh, dan Break Event Point (BEP) 8 tahun 6 bulan. | Renewable energy is needed considering that fossil energy is getting depleted and the price is always increasing and soaring. One of the renewable energies used is solar energy. Utilization of solar energy through the Rooftop Solar Power Plant (PLTS) system is one of the mainstays of accelerating the increase in the use of renewable energy in Indonesia. In this study, we will discuss how to design a PLTS Off Grid System to determine the potential for solar energy in the FT UNSOED Dekanat building. This research has several stages, namely: the preparation stage, the design stage, the data collection stage, the simulation stage, the data analysis stage, and the final stage. The data used in this study are: load data for the Dekanat of the FT UNSOED building, data on solar radiation from FT Unsoed per month in 2020, and data on monthly average temperature in FT UNSOED in 2020. The results of the PLTS Off Grid System design are the number and capacity of solar panels, the number and capacity of batteries, and the number and capacity of the inverter. Based on the results of the HOMER simulation, the Net Present Cost (NPC) value is Rp. 4,773,212,716.16, Cost Of Energy (COE) value is Rp. 3,474/kWh, and Break Event Point (BEP) 8 years 6 months. | |
| 29322 | 32659 | I1B017034 | HUBUNGAN KARAKTERISTIK PERSONAL ORANG TUA DAN REMAJA TUNAGRAHITA DENGAN KEMANDIRIAN PERAWATAN DIRI DI SEKOLAH LUAR BIASA (SLB) PUTRA MANUNGGAL GOMBONG | HUBUNGAN KARAKTERISTIK PERSONAL ORANG TUA DAN REMAJA TUNAGRAHITA DENGAN KEMANDIRIAN PERAWATAN DIRI DI SEKOLAH LUAR BIASA (SLB) PUTRA MANUNGGAL GOMBONG Siti Aisah, Iwan Purnawan, Erni Setiyowati Latar belakang: Kemandirian perawatan diri remaja tunagrahita dipengaruhi oleh faktor internal, faktor eksternal dan faktor lain yang mempengaruhi perawatan diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan karakteristik personal orang tua dan remaja tunagrahita terhadap kemandirian perawatan diri di Sekolah Luar Biasa (SLB) Putra Manunggal Gombong. Metodologi: Rancangan penelitian cross sectionl dengan sampel 30 orang tua dan remaja tunagrahita di SLB Putra Manunggal Gombong. Analisis data menggunakan uji somers’d untuk menunjukan hubungan karakteristik personal orang tua dan remaja tunagrahita terhadap kemandirian perawatan diri. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan bermakna antara tingkat pendidikan remaja tunagrahita dengan kemandirian perawatan diri (p=0,014), serta tidak terdapat hubungan bermakna antara karakteristik personal orang tua (usia, jumlah anak, pendidikan, penghasilan, pekerjaan) dan karakteristik personal remaja tunagrahita (usia, jenis kelamin, pendidikan, citra tubuh, dan praktik sosial) dengan kemandirian perawatan diri (p=0,413; p=954; p=0,610; p=0,875; p=0,400; p=0,804; p=0,868; p=0,231; p=0,956). Kesimpulan: Karakteristik personal tingkat pendidikan remaja tunagrahita memiliki hubungan dengan kemandirian perawatan diri, Sedangkan karakteristik personal orang tua (usia, jumlah anak, pendidikan, penghasilan, pekerjaan) dan karakteristik personal remaja tunagrahita (usia, jenis kelamin, citra tubuh, dan praktik sosial) tidak memiliki hubungan dengan kemandirian perawatan diri. Kata kunci: Tunagrahita, karakteristik personal, kemandirian perawatan diri, remaja | THE RELATIONSHIP BETWEEN THE PERSONAL CHARACTERISTICS OF PARENTS AND ADOLESCENTS WITH INTELLECTUAL DISABILITIES ON SELF-CARE INDEPENDENCE AT THE PUTRA MANUNGGAL SPECIAL SCHOOL, GOMBONG Siti Aisah, Iwan Purnawan, Erni Setiyowati Background : Self-care independence of intellectually disabled adolescents is influenced by internal factors, external factors and factors that affect self-care. This study aims to determine the relationship between the personal characteristics of parents and adolescents with intellectual disabilities on self-care independence at the Putra Manunggal Special School, Gombong. Methodology: Cross sectional research design with a sample of 30 parents of intellectually disabled adolescents at Putra Manunggal Special School Gombong. Data analysis used somers'd test to show the relationship between the personal characteristics of parents and adolescents with intellectual disabilities on self-care independence. Research Results: The results showed that there is a significant relationship between the educational level of intellectually disabled adolescents and self-care independence (p=0.014), and there is no significant relationship between the personal characteristics of parents (age, number of children, education, income, occupation) and personal characteristics of mentally retarded adolescents (age, gender, education, body image, and social practices) with self-care independence (p=0.413; p=954; p=0.610; p=0.875; p=0.400; p=0.804; p=0.868; p= 0.231; p=0.956). Conclusion: Personal characteristics of the education level of intellectually disabled adolescents have a relationship with self-care independence, while the personal characteristics of parents (age, number of children, education, income, occupation) and personal characteristics of intellectually disabled adolescents (age, gender, body image, and social practices) has no relationship with self-care independence. Keywords: intellectual disabilities, personal characteristics, self-care independence, adolescents | |
| 29323 | 32665 | C1A016112 | ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN USAHA PETERNAKAN KELINCI HIAS DI KECAMATAN KEMBARAN KABUPATEN BANYUMAS | Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui apakah lama usaha, tingkat pendidikan, dan jumlah indukan berpengaruh terhadap pendapatan peternak kelinci di Kecamatan Kembaran. Penelitian ini menggunakan metode survey secara langsung dengan responden melalui kuesioner. Jumlah sampel yang digunakan pada penelitian ini yaitu 50 responden Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner, Alat analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis regresi linier berganda, uji asumsi klasik, uji t, uji F, uji R^2 dan uji elastisitas untuk mengetahui variabel mana yang paling mempengaruhi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa variabel lama usaha, tingkat pendidikan, dan jumlah indukan secara bersama-sama berpengaruh positif dan sigifikan terhadap pendapatan peternak kelinci di Kecamatan Kembaran dan variabel yang paling berpengaruh terhadap pendapatan peternak kelinci di Kembaran adalah variabel tingkat pendidikan. Implikasi dari penelitian ini yaitu dalam upaya meningkatkan pendapatan peternak, sebaiknya para peternak meningkatan Pendidikan mereka dengan mengikuti seminar atau pelatihan peternak. Kata Kunci: Lama Usaha, | The purpose of this study was to determine whether the length of business, education level, and number of brooders had an effect on the income of rabbit breeders in Kembaran District. This study uses a direct survey method with respondents through a questionnaire. The number of samples used in this study were 50 respondents. The data collection technique used a questionnaire. The analytical tools used in this study were classical regression analysis, t test, F test, R^2 test and elasticity test to determine the most influencing variables. The results of this study indicate that the variable length of business, education level, and the number of breeders together have a positive and significant effect on the income of rabbit farmers in Kembaran District and the variable that has the most influence on the income of rabbit farmers in Kembaran is the education level variable. The implication of this research is that in an effort to increase the improvement of breeders, it is better for farmers to improve their education by attending seminars or farmer training. | |
| 29324 | 32651 | C1B016074 | PENGARUH KEPUASAN GAJI, PERCEIVED SUPPORT IN EMPLOYEE DEVELOPMENT DAN WORKPLACE FRIENDSHIP TERHADAP TURNOVER INTENTION AUDITOR MILENIAL (Studi Pada Kantor Akuntan Publik Big Four di Jakarta) | Penelitiannya berjudul “Pengaruh Kepuasan Gaji, Perceived Support in Employee Development dan Workplace Friendship Terhadap Turnover Intention Auditor Milenial (Studi Pada Kantor Akuntan Publik Big Four di Jakarta)”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat turnover intention yang terjadi pada auditor milenial khususnya di KAP big four terhadap kepuasan gaji, dukungan yang dirasakan dalam pengembangan karyawan dan pertemanan di tempat kerja. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah responden yang diperoleh adalah 105 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) kepuasan gaji berpengaruh negatif terhadap turnover intention, (2) persepsi dukungan dalam pengembangan karyawan berpengaruh negatif terhadap turnover intention, (3) pertemanan di tempat kerja berpengaruh negatif terhadap turnover intention. Berdasarkan hasil penelitian ini, implikasinya adalah sebaiknya manajemen Kantor Akuntan Publik: (1) Memberikan gaji yang kompetitif berdasarkan asas keadilan,(2) Memberikan pengawasan yang lebih mendukung kepada karyawannya, (3) Membangun lingkungan kerja yang mendukung. | This research is entitled "The Influence of Salary Satisfaction, Perceived Support in Employee Development and Workplace Friendship on Turnover Intention of Millennial Auditors (Study at Big Four Public Accounting Firms in Jakarta)". The purpose of this study was to determine the level of turnover intention that occurs in millennial auditors, especially in the big four on pay satisfaction, perceived support in employee development and workplace friendship. The research method used in this research is quantitative method. The sampling technique used is purposive sampling with the number of respondents obtained is 105 respondents. The results of this study indicate: (1) pay satisfaction has a negative effect on turnover intention, (2) perceived support in employee development has a negative effect on turnover intention, (3) workplace friendship has a negative effect on turnover intention. Based on the results of this study, the implication is the management of the Public Accounting Firm should (1) Provide competitive salary based on the principle of fairness, (2) Deliver more supportive supervision to their employees, (3) Establish a supportive working environment . | |
| 29325 | 32653 | D1A017078 | Analisis Kebutuhan Modal Pada Usaha Ternak Sapi Potong di Kabupaten Banyumas | Tujuan dari penelitian tersebut yakni: a) mengetahui besarnya kebutuhan modal investasi dan modal kerja pada usaha ternak sapi potong di Kabupaten Banyumas; b) mengetahui modal yang paling dibutuhkan dalam usaha ternak sapi potong di Kabupaten Banyumas; c) menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya modal investasi dan modal kerja pada usaha ternak sapi potong di Kabupaten Banyumas. Metode pengambilan sampel wilayah pada penelitian ini menggunakan metode purposive sampling yaitu memilih 3 kecamatan yang terdiri dari Kecamatan Sumbang, Kecamatan Kalibagor, dan Kecamatan Kembaran yang memiliki populasi sapi potong terbanyak di Kabupaten Banyumas. Pengambilan sampel peternak menggunakan Accidental sampling dan didapatkan 58 responden. Variabel yang diamati yaitu variabel dependent yang meliputi modal investasi dan modal kerja, variabel independent meliputi penerimaan, umur peternak, pendidikan peternak, jumlah ternak, pekerjaan utama peternak dan pola pemeliharaan. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis deskriptif, analisis regresi berganda R square, uji F dan uji t. Hasil analisis menunjukkan bahwa: 1) modal investasi yang dibutuhkan oleh peternak sapi potong per usaha sebesar Rp 12.481.466 dan modal untuk operasional rata-rata sebesar Rp 43.325.264 per tahun; 2) modal yang paling dibutuhkan bagi peternak adalah modal untuk pembelian pakan, pembelian ternak sapi dan modal untuk pembuatan bangunan kandang; 3) faktor yang berpengaruh terhadap modal investasi adalah Jumlah ternak dan pekerjaan utama peternak. Faktor yang berpengaruh terhadap modal kerja adalah penerimaan, umur peternak dan pendidikan peternak. | The purpose of this research is: a) determine the amount of investment and working capital needs in beef cattle business in Banyumas Regency; b) knowing the most needed capital in beef cattle business in Banyumas Regency; c) analyze the factors that influence the amount of investment capital and working capital in beef cattle business in Banyumas Regency. The regional sampling method in this study used a purposive sampling method, namely selecting 3 sub-districts consisting of Sumbang District, Kalibagor District, and Kembaran District which had the largest beef cattle population in Banyumas Regency. Sampling of farmers using accidental sampling and obtained 58 respondents. The variables observed are the dependent variable which includes investment capital and working capital, the independent variable includes income, breeder age, farmer education, number of livestock, main occupation of breeder and maintenance pattern. The analytical method used is descriptive analysis, R square multiple regression analysis, F test and t test.The results of the analysis show that: 1) the investment capital required by beef cattle farmers per business is Rp. 12,481,466 and the capital for operations is an average of Rp. 43,325,264 per year; 2) the most needed capital for breeders is capital for purchasing feed, purchasing cattle and capital for building cages; 3) the factors that influence the investment capital are the number of livestock and the main occupation of the breeder. Factors that affect working capital are income, breeder age and farmer education. | |
| 29326 | 32652 | C1B016051 | ANALISIS PENGARUH PROFITABILITAS, CASH FLOW, CAPITAL INTENSITY DAN FINANCIAL LEVERAGE TERHADAP KEPUTUSAN INVESTASI (STUDI PADA PERUSAHAAN SEKTOR PERTAMBANGAN YANG TERDAFTAR DI BEI PERIODE 2015-2019) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh profitabilitas, cash flow, capital intesnity dan financial leverage terhadap keputusan investas. Populasi dalam penelitian ini adalah Perusahaan Pertambangan. Sampel penelitian ini sebanyak 34 perusahaan diambil menggunakan metode purposive sampling. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang dianalisis menggunakan metode analisis regresi data panel eviews. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel profitabilitas memiliki pengaruh positif terhadap keputusan investasi. Cash flow tidak memiliki pengaruh terhadap keputusan investasi. Capital intensity memiliki pengaruh positif terhadap variabel keputusan investasi. Financial leverage tidak memiliki pengaruh terhadap keputusan investasi. Hasil ini dapat memberikan bukti tentang faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan investasi sehingga dapat memberikan implikasi kepada mahasiswa dan perusahaan untuk meningkatkan kemampuan investasi perusahaan secara keseluruhan. | This study aims to determine the effect of profitability, cash flow, capital intensity and financial leverage on investment decisions. The population in this study were mining companies. The research sample of 34 companies was taken using purposive sampling method. This research is a quantitative research which is analyzed using the panel data regression analysis method eviews. Based on the results of the study, it shows that the profitability variable has a positive influence on investment decisions. Cash flow has no influence on investment decisions. Capital intensity has a positive influence on investment decision variables. Financial leverage has no influence on investment decisions. These results can provide evidence about the factors that influence investment decisions so that it can have implications for students and companies to improve the investment ability of the company as a whole. | |
| 29327 | 32655 | C1B016117 | PENGARUH NEGARA ASAL DAN SPONSOR ACARA TERHADAP CITRA MEREK DAN DAMPAKNYA PADA KEPUTUSAN PEMBELIAN SEPATU VANS | Penelitian ini merupakan jenis penelitian survei dengan menggunakan pendekatan kuantitatif pada konsumen sepatu merek Vans. Penelitian ini berjudul: pengaruh negara asal dan sponsor acara terhadap citra merek dan dampaknya pada keputusan pembelian sepatu Vans. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis Pengaruh negara asal dan sponsor acara terhadap citra merek dan dampaknya pada keputusan pembelian. Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen sepatu merek Vans yang jumlahnya tidak dapat diketahui secara pasti. Jumlah sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah 107 responden. Metode pengumpulan jumlah sampel yang digunakan adalah metode purposive sampling.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa negara asal sponsor acara, citra merek, daya tarik mempunyai pengaruh positif terhadap keputusan pembelian | This research is a type of survey research using a quantitative approach to consumers of Vans shoes. This study entitled: the influence of country of origin and event sponsorship on brand image and its impact on purchasing decisions for Vans shoes.The research objective was to analyze the influence of country of origin and event sponsorship on brand image and its impact on purchasing decisions. The population in this study were consumers of Vans shoes whose numbers were not known with certainty. The number of samples taken in this study were 107 respondents. The method of collecting the number of samples used was purposive sampling method.Based on the results of the study, it can be concluded that the country of origin of the event sponsor, brand image, attractiveness has a positive influence on purchasing decisions | |
| 29328 | 32656 | C1A017011 | ANALISIS STRUKTUR KINERJA DAN PERILAKU MASKAPAI PENERBANGAN BERBIAYA RENDAH (LOW COST CARRIER) DI INDONESIA | Penelitian ini bertujuan menganalisis struktur, perilaku industri dan kinerja industri maksapai penerbangan biaya rendah (LCC) di Indonesia. Populasi penelitian ini adalah 4 maskapai penerbangan berbiaya rendah (LCC) di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan dengan CR4 dan IHH untuk menganalisis struktur pasar, perilaku dianalisis pada aspek promosi, rute dan frekuensi serta fasilitas dan layanan, dan kinerja dianalisis pada pertumbuhan jumlah penumpang domestik 4 maskapai tahun 2017-2019.Berdasarkan hasil dan analisis data didapati hasil CR4 struktur pasar industri adalah pasar monopolistic dan berdasarkan Index Herfindahl Hirschman (IHH) adalah pasar terkonsentrasi atau kompetitif. Struktur pasar mempengaruhi perilaku pasar industri maskapai penerbangan dan kinerja maskapai penerbangan mengalami pertumbuhan jumlah penumpang domestik. | he research objective is to analyze the structure, industry behavior and performance of the low cost airline (LCC) industry in Indonesia. The population of this research is 4 low cost airlines (LCC) in Indonesia. Market structure is analyzed with CR4 and IHH, behavior is analyzed on aspects of promotion, route and frequency as well as facilities and services, and performance is analyzed on the growth in the number of domestic passengers of 4 airlines in 2017-2019. Based on the results and data analysis, it was found that the results of the CR4 industrial market structure were monopolistic markets and based on Herfindahl Hirschman Index (IHH) were concentrated or competitive markets. The market structure affects the market behavior of the airline industry and the airline's performance is experiencing a growth in the number of domestic passengers. | |
| 29329 | 32657 | C1A017071 | Analisis Nilai Tambah dan Kontribusi Usaha Kerajinan Sapu Terhadap Pendapatan Rumah Tangga (Studi Kasus Desa Kajongan, Kabupaten Purbalingga) | Penelitian ini dilakukan di Desa Kajongan, Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini bertujuan menganalisis besaran nilai tambah dan kontribusi usaha kerajinan sapu terhadap pendapatan rumah tangga pengusaha dalam periode waktu satu tahun. Jenis kerajinan sapu yang dihasilkan dan diteliti yaitu sapu gelagah, sapu ijuk, dan hamada (sapu berbahan tanaman gandum). Responden dalam penelitian ini berjumlah 34 orang pengusaha sapu. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dan wawancara. Metode analisis yang digunakan adalah analisis nilai tambah metode hayami dan analisis kontribusi pendapatan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ketiga bahan baku utama dalam produksi ketiga jenis sapu yaitu sapu gelagah, sapu ijuk, dan sapu hamada menghasilkan nilai tambah. Nilai tambah dan rasio nilai tambah tertinggi dihasilkan produksi sapu hamada. Kemudian tertinggi kedua dihasilkan dari produksi sapu ijuk. Produksi sapu gelagah menyumbang nilai tambah dan rasio nilai tambah terendah. Sedangkan kontribusi pendapatan terbesar hingga terkecil secara berturut-turut dihasilkan dari produksi sapu hamada, sapu gelagah, dan sapu ijuk. | This research was conducted in Kajongan Village, Purbalingga Regency. This study aims to analyze the added value and contribution of the broom craft business to the household income of entrepreneurs in a period of one year. The types of brooms that were produced and studied were gelagah brooms, ijuk brooms, and hamada (brooms made from wheat plants). Respondents in this study amounted to 34 broom entrepreneurs. Data collection techniques were carried out through questionnaires and interviews. The analytical method used is the hayami method added value analysis and income contribution analysis. Based on the results of the study, it can be concluded that the three main raw materials in the production of the three types of brooms, namely gelagah brooms, ijuk brooms, and hamada brooms produce added value. The added value and the highest added value ratio were produced by the production of hamada brooms. Then the second highest is produced from the production of ijuk brooms. The production of gelagah broomss contributes the lowest added value and value added ratio. Meanwhile, the largest to the smallest income contribution was generated from the production of hamada brooms, gelagah brooms, and ijuk brooms, respectively. | |
| 29330 | 32658 | D1A017220 | PENGARUH SUHU THAWING DAN BANGSA SAPI YANG BERBEDA TERHADAP KUALITAS SEMEN POST-THAWING | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi antara suhu thawing dan bangsa sapi yang berbeda untuk menjaga motilitas dan viabilitas serta menekan angka abnormalitas pada spermatozoa post-thawing. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial. Hasil analisis variansi menunjukkan faktor A (suhu thawing) memberikan pengaruh sangat nyata terhadap (P<0,01) terhadap motilitas dan viabilitas spermatozoa post-thawing. Hasil analisis variansi menunjukkan faktor B (bangsa sapi) tidak memberikan pengaruh nyata (P>0,05) terhadap motilitas dan abnormalitas sedangkan pada viabilitas memberikan pengaruh sangat nyata (P<0,01) spermatozoa post-thawing. Hasil analisis variansi menunjukkan interaksi faktor A (suhu thawing) dan B (bangsa sapi) berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap motilitas, abnormalitas, dan viabilitas. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi antar faktor perlakuan A (suhu thawing) dan perlakuan B (bangsa sapi) terhadap persentase motilitas, abnormalitas, dan viabilitas. Suhu thawing paling optimal dicapai pada suhu 37oC selama 30 detik, dengan hasil persentase motilitas dan viabilitas tertinggi dan persentase abnormalitas terendah. Bangsa sapi memberikan respon yang sama terhadap motilitas dan abnormalitas sedangkan pada viabilitas dihasilkan respon yang berbeda terhadap spermatozoa post thawing. | The Purpose of research to knows interaction between thawing temperature and different breeds of cattle to maintain motility, viability and reduce abnormality in post-freezing sperm. The research design used was a completely randomized design (CRD) with a factorial pattern. The results of the analysis of variance showed that the A factor (thawing temperature) had a very significant effect on (P<0.01) on the motility and viability of post-thawing spermatozoa. The results of the analysis of variance showed that the B factor (bovine breed) did not have a significant effect (P>0.05) on motility and abnormalities, while on viability it had a very significant effect (P<0.01) on post-thawing spermatozoa. The results of the analysis of variance showed that the interaction of factors A (thawing temperature) and B (cow breed) had no significant effect (P>0.05) on motility, abnormality, and viability. The conclusion of this study showed that there was no interaction between treatment factors A (thawing temperature) and treatment B (cattle breed) on the percentage of motility, abnormality, and viability. The most optimal thawing temperature was achieved at 37⁰C for 30 seconds, with the highest percentage of motility and viability and the lowest percentage of abnormality. Cattle breeds gave the same response to motility and abnormalities, while the viability produced a different response to post-thawing spermatozoa. | |
| 29331 | 32715 | H1B017006 | STUDI KEKUATAN LEKAT TULANGAN ULIR DIAMETER 19 MM YANG TERTANAM DALAM BETON BERAGREGAT KASAR DARI SAMPAH PLASTIK POLYPROPYLENE (PP) YANG DILAPISI PASIR SUNGAI BERGRADASI KASAR | Penggunaan plastik di Indonesia meningkat pesat, untuk mengurangi dampak sampah plastik, dilakukan berbagai macam inovasi. Salah satu inovasi yang dilakukan adalah mendaur ulang plastik tersebut menjadi kerikil buatan untuk menggantikan agregat kasar alami pada campuran beton. Karena menggunakan agregat plastik, menyebabkan beton lebih ringan dibanding beton alami, sehingga beton masuk klasifikasi beton ringan. Beton dan tulangan dapat bekerja sama akibat adanya lekatan (adhesi) antara tulangan dengan beton. Untuk mengetahui nilai kuat lekat beton dengan tulangan dilakukan pengujian Pull-Out. Penelitian ini dilakukan dengan membandingkan kuat lekatan pada beton beragregat sampah plastik polypropylene (PP) dan beton yang beragregat alami dengan menggunakan variasi fas 0.28, fas 0.30, dan fas 0.34. Benda uji kuat tekan dibuat dengan silinder 10/20 cm sebanyak 5 sampel per variasi. Benda uji pull-out dengan kubus bersisi 20 cm yang tertanam dengan tulangan ulir berdiameter 19 mm. Tulangan ditanam melintang kubus, dengan bagian tak terganggu sebesar 10 cm. pengujian dilakukan pada saat beton berumur 28 hari menggunakan Universal Testing Machine (UTM) dengan metode RILEM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lekatan beton beragregat plastik polypropylene (PP) memiliki kuat lekat lebih rendah dibandingkan dengan beton beragregat alami. Nilai rata-rata kuat lekat beton agregat plastik polypropylene (PP) dengan fas 0.28 sebesar 19.34 MPa, fas 0.3 sebesar 18.00 MPa, dan fas 0.34 sebesar 16.91 MPa. Sedangkan nilai rata-rata kuat lekat beton agregat alami dengan fas 0.28 sebesar 26.98 MPa, fas 0.3 sebesar 24.91 MPa, dan fas 0.34 sebesar 22.94 MPa. | The use of plastic in Indonesia is increasing rapidly, to reduce the impact of plastic waste, various innovations are carried out. One of the innovations made is to recycle the plastic into artificial gravel to replace the natural coarse aggregate in the concrete mix. Because it uses plastic aggregate, it causes the concrete to be lighter than natural concrete, so that the concrete is classified as lightweight concrete. Concrete and rebar can work together due to the adhesion between rebar and concrete. To determine the value of the bond strength of concrete with rebar, a pullout test was carried out. This research was conducted by comparing the bond strength of polypropylene (PP) plastic waste aggregated concrete and natural aggregated concrete by using variations of water-cement ratio 0.28, 0.30, and 0.34. The compressive strength test object was made with a 10/20 cm cylinder with 5 samples per variation. Pullout test object with 20 cm side cube embedded with 19 mm diameter deformed rebar. The rebar is planted across the cube, with an undisturbed section of 10 cm. The test was carried out when the concrete was 28 days old using the Universal Testing Machine (UTM) with the RILEM method. The results showed, the bond strength of polypropylene (PP) plastic aggregated concrete was lower than of natural aggregated concrete. The average value of bond strength of polypropylene (PP) plastic aggregate with 0.28 water-cement ratio was 19,34 MPa, 0.3 water-cement ratio was 18.00 MPa, and 0.34 water-cement ratio was 16.91 MPa. While the average value of bond strength with natural aggregate concrete with 0.28 water-cement ratio was 26.98 MPa, 0.3 water-cement ratio was 24.91 MPa, and 0.34 water-cement ratio was 22.94 Mpa. | |
| 29332 | 32742 | A1D017070 | PENGARUH KONSENTRASI AGENSIA HAYATI TRICHODERMA SP TERHADAP MIKROBA TANAH DAN PERTUMBUHAN BIBIT AREN PADA MEDIA INCEPTISOLS | Tanaman Aren (Arenga pinnata Merr) adalah salah satu jenis tanaman tahunan yang hampir setiap bagiannya dimanfaatkan untuk kebutuhan pangan, sandang dan papan. Permasalahan dalam pengembangan tanaman aren adalah umumnya aren belum dibudidayakan secara masal. Aren adalah tanaman yang mudah beradaptasi dengan baik pada berbagai agroklimat. BIO-T10 merupakan agensia hayati yang mengandung metabolit sekunder dari jamur. Penggunaan Trichoderma sp. Hasil menunjukkan bahwa pemberian larutan BIO-T10 sebagai agensia hayati dalam media tanam pembibitan aren tidak berpengaruh nyata terhadap variabel pertumbuhan tanaman, tetapi berpengaruh nyata terhadap Variabel Kualitas Biologi Media Tanam. Hal ini diduga bahwa Trichoderma harzianum perannya bukan sebagai penyedia nutrisi secara langsung melainkan Trichoderma harzianum lebih berperan dalam pengendalian penyakit dan juga pendegradasi bahan organic. | Aren (Arenga pinnata Merr.) is a type of perennial plant, almost every part of which is used for food, clothing and shelter needs. The problem in the development of aren plants is that generally, aren has not been cultivated massesly. Aren is a plant that easily adapts well to various agricultural climates. BIO-T10 is a biological agent that contains secondary metabolites from fungi. The results showed that the application of BIO-T10 solution as a biological agent into the planting media for aren nurseries not significally effect on plant growth variables, yet significally effect on the Biological Quality Variables of Planting Media. It is assumed that Trichoderma harzianum does not play a role as a direct nutrient provider, but rather Trichoderma harzianum plays a greater role in disease control and degradation of organic matter. | |
| 29333 | 32661 | C1L017034 | PENGARUH SELF EFFICACY, DISIPLIN SISWA DAN PENYESUAIAN DIRI TERHADAP PRESTASI BELAJAR EKONOMI BISNIS DENGAN KEMANDIRIAN BELAJAR SEBAGAI VARIABEL MEDIASI (Studi Pada Siswa Kelas X di SMK Negeri 1 Purbalingga) | Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif pada siswa siswi kelas X SMK Negeri 1 Purbalingga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh self efficacy, disiplin siswa dan penyesuaian diri terhadap prestasi belajar melalui kemandirian belajar sebagai variabel mediasi. Metode pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan kuesioner. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMK Negeri 1 Purbalingga yang mengambil mata pelajaran ekonomi bisnis. Penentuan sampel dengan menggunakan teknik simple random sampling. Jumlah sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah 189 responden. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menunjukkan bahwa pertama, terdapat pengaruh positif self efficacy terhadap prestasi belajar; kedua, terdapat pengaruh positif disiplin siswa terhadap prestasi belajar; ketiga, tidak terdapat pengaruh antara penyesuaian diri terhadap prestasi belajar; keempat, terdapat pengaruh positif kemandirian belajar terhadap prestasi belajar; kelima, kemandirian belajar memediasi pengaruh antara self efficacy terhadap prestasi belajar; keenam, kemandirian belajar memediasi pengaruh disiplin siswa terhadap prestasi belajar; ketujuh, kemandirian belajar memediasi pengaruh penyesuaian diri terhadap prestasi belajar. | This research is a quantitative research on students of class X SMK Negeri 1 Purbalingga. This study aims to determine whether or not there is an influence of self-efficacy, student discipline and self-adjustment on learning achievement through independent learning as a mediating variable. The data collection method in this study used a questionnaire. The population used in this study were all students of class X SMK Negeri 1 Purbalingga who took business economics subjects. . Determination of the sample using simple random sampling technique.The number of samples taken in this study were 189 respondents. Based on the results of research and data analysis shows that first, there is a positive influence of self-efficacy on learning achievement; second, there is a positive influence of student discipline on learning achievement; third, there is no influence between self-adjustment on learning achievement; fourth, there is a positive influence of learning independence on learning achievement; fifth, learning independence mediates the effect of self-efficacy on learning achievement; sixth, independent learning mediates the influence of student discipline on learning achievement; seventh, independent learning mediates the effect of self-adjustment on learning achievement. | |
| 29334 | 32686 | I1C017031 | ANALISIS KUALITATIF PERSEPSI APOTEKER DI APOTEK TERHADAP PERAN DAN PERILAKU APOTEKER SELAMA PANDEMI COVID-19 | Latar Belakang: Pasien dan masyarakat merasa khawatir untuk mendatangi fasilitas kesehatan seperti rumah sakit dan puskesmas selama pandemi COVID-19. Apotek menjadi alternatif utama untuk memperoleh pelayanan kesehatan. Oleh karena itu, apoteker di apotek memiliki peran dan perilaku yang strategis di masa pandemi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi apoteker di apotek terhadap peran, perilaku, serta faktor-faktor yang mempengaruhi peran dan perilaku di masa pandemi COVID-19. Metodologi: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui wawancara mendalam kepada apoteker di apotek. Perekrutan informan dilakukan dengan teknik purposive sampling dan jumlah informan ditentukan hingga data jenuh (n=7). Wawancara dilakukan secara daring kemudian ditranskrip kata demi kata. Uji kredibilitas data dilakukan melalui member check. Data dikoding dan dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil dan Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa apoteker memiliki peran yang strategis sebagai garda terdepan diantaranya menyediakan layanan farmasi klinik, obat dan alat kesehatan yang digunakan untuk mencegah atau mengobati gejala COVID-19, mencegah penyebaran dan penularan COVID-19, meluruskan misinformasi, memberikan edukasi, mencegah penyalahgunaan penggunaan obat, serta mengidentifikasi dan memantau pasien COVID-19. Apoteker menunjukkan kemauan untuk selalu memperbarui pengetahuan, mencari peluang usaha, dan mengambil hikmah positif dibalik pandemi. Apoteker menunjukkan perilaku altruisme. Apoteker merasa belum mendapatkan dukungan yang cukup dalam menghadapi pandemi COVID-19. | Background: Public are worried about visiting health facilities such as hospitals and health centers during COVID-19 pandemic. Pharmacies are the main alternative to obtain heath services. Therefore, pharmacist in pharmacies have a strategic role and practice during a pandemic. This research aimed to explore the perception of pharmacist in pharmacies on their roles, practices, and factors that influence role and practice during pandemic. Methods: This study used a qualitative method through in-depth interviews with pharmacist in pharmacies. The participant was carried out by purposive sampling technique and the number of participants was determined until data was saturated (n=7). Online interviews were conducted and transcribed verbatim. The credibility of data is tested through member check. Data were coded and analyzed by using thematic analysis. Results and Conclusion: The result showed that pharmacist had a strategic role, including providing clinical pharmacy service, drugs and medical device used to prevent or treat symptoms of COVID-19, preventing the spread and transmission of COVID-19, correcting misinformation, providing education, preventing irrational drug use, identifying and monitoring COVID-19 patients. Pharmacist showed willingness to learn, looked for business opportunities, and took positive lessons behind the pandemic. Pharmacist showed altruism. Pharmacist felt that they had not received adequate support during the pandemic. | |
| 29335 | 32741 | I1A017057 | FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA PADA PEKERJA BAGIAN PRODUKSI TAHAP PENGGUNTINGAN BULU MATA DI PT. MAHKOTA TRI ANGJAYA KABUPATEN PURBALINGGA | ABSTRAK Latar belakang: Produktivitas kerja merupakan ukuran bagaimana baiknya suatu sumber daya diatur dan dimanfaatkan untuk mencapai hasil yang diinginkan. Produktivitas kerja dapat dipengaruhi oleh faktor internal maupun faktor eksternal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap produktivitas kerja. Metodologi: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan yaitu purposive sampling. Sampel penelitian ini berjumlah 91 pekerja bagian produksi tahap pengguntingan bulu mata di PT. Mahkota Tri Angjaya Kabupaten Purbalingga. Instrumen penelitian ini menggunakan angket, recall 24 jam, daftar ukur. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat, analisis bivariat dengan uji Chi-Square, dan analisis multivariat dengan uji regresi logistik model prediksi, Hasil penelitian: Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa variabel motivasi kerja(0,004), kemampuan kerja(0,008), asupan energi(0,001), status gizi(0,045) berhubungan dengan produktivitas kerja. Hasil analisis multivariat menunjukkan variabel motivasi kerja, kemampuan kerja, asupan energi, status gizi berpengaruh terhadap produktivitas kerja dengan variabel yang paling berpengaruh adalah motivasi kerja (OR=4,093). Kesimpulan: Variabel yang paling berpengaruh terhadap produktivitas kerja adalah motivasi kerja Saran: Produktivitas kerja dapat ditingkatkan dengan cara peningkatan motivasi kerja berupa penghargaan terhadap prestasi kerja dalam bentuk insentif tambahan maupun non materi kepada pekerja yang telah berhasil memenuhi target produksi. Kata kunci: produktivitas kerja, motivasi kerja, kemampuan kerja, asupan energi, status gizi | ABSTRAK Background: Work productivity is a measure of how well a resource is managed and utilized to achieve the desired results.Work productivity can be influenced by internal and external factors. The purpose of this study is to determine the factors that affect work productivity Methods: This study uses a quantitative analytic design with a cross-sectional approach. The sampling technique used is purposive sampling. The sample of this study was found 91 workers in the production section of the eyelash cutting stage at PT. Mahkota Tri Angjaya, Purbalingga Regency. The research instrument used a questionnaire, 24-hour recall, and a list of measurements. The data analysis used was univariate, bivariate analysis with Chi-Square test, and multivariate analysis with logistic regression test prediction model. Results: The results of the bivariate analysis showed that the variables of work motivation (0.004), workability (0.008), energy intake (0.001), nutritional status (0.045) were related to work productivity. The results of the multivariate analysis showed that the variables of work motivation, workability, energy intake, nutritional status had an effect on work productivity with the most influential variable being work motivation (OR=4,093). Conclusion: The most influential variable on work productivity is work motivation. Suggestion: Work productivity can be increased by increasing work motivation in the form of rewards for work performance in the form of additional and non-material incentives to workers who have succeeded in meeting production targets. Keywords: work productivity, work motivation, workability, energy intake, nutritional status. | |
| 29336 | 32663 | H1A016075 | EVALUASI PERANCANGAN INSTALASI LISTRIK PADA GEDUNG IBS LANTAI TIGA RSUD DR. R. GOETENG TAROENADIBRATA PURBALINGGA | Setiap pembangunan gedung memiliki perencanaan instalasi listrik yang disesuaikan untuk kebutuhan operasionalnya masing masing. Namun banyak ditemukan di lapangan perancangan instalasi listrik tidak sesuai dengan ketentuan Undang-Undang dan PUIL (Persyaratan Umum Instalasi Listrik) baik dari sisi variabel dan variabel yang dipengaruhi oleh usia, lingkungan, serta kecerobohan manusia. Hal ini dapat berdampak buruk pada keamanan pengguna bangunan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kelayakan instalasi listrik yang dipasang pada gedung IBS lantai tiga dari RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga apakah sesuai dengan PUIL 2011 atau tidak. Penelitian dilakukan dengan menganalisis hal hal meliputi perhitungan pengaman MCB dan perhitungan besar luas penampang kabel yang dibutuhan dengan meghitung arus nominal pada instalasi listrik; keseuaian penerangan dengan menghitung kebutuhan intensitas lampu berdasarkan luas bidang kerja dan fungsi ruangan; keseuaian pengunaan Air Conditioner (AC) dengan menghitung kebutuhan kapasitas pendinginan BTU/hr dan nilai Energy Eviciency Rating (EER). Hasil evaluasi menunjukan sebagian besar rating pengaman yang digunakan berukuran lebih besar daripada yang dibutuhkan untuk mengamankan komponen. Begitu pula pada ukuran penghantar. Pada sistem tata udara didapatkan hasil bahwa hampir semua kapasitas AC yang digunakan sesuai dengan kebutuhan. Namun didapati beberapa AC yang memiliki nilai EER yang lebih kecil daripada batas bawah label tanda hemat energi sesuai Peraturan Menteri ESDM Nomor 57 Tahun 2017. Pada sistem pencahayaan didapatkan bahwa hampir semua ruangan memenuhi kebutuhan sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 24 tahun 2016. | Each building construction has an electrical installation plan tailored to its respective operational needs. However, many found in the field that the design of electrical installations is not in accordance with the provisions of the Law and PUIL (General Requirements for Electrical Installation) both in terms of variables and variables that are built up by age, environment, and human error. This can lead to a negative impact on the users of the building. The purpose of this study was to determine the feasibility level of electrical installations installed on the third floor of the IBS building from RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga whether in accordance with PUIL 2011 or not. The research was conducted by analyzing matters including the calculation of MCB safety and the calculation of the required cable cross-sectional area by calculating the nominal current in electrical installations; suitability of lighting by calculating the need for light intensity based on the work area and the function of the room; the suitability of using Air Conditioner (AC) by calculating the cooling capacity requirement of BTU/hr and the value of Energy Efficiency Rating (EER). The evaluation results show that most of the safety ratings used are larger than those required to secure components. The same applies to the size of the conductor. In the air conditioning system, it was found that almost all of the AC capacity used was in accordance with the needs. However, it was found that several air conditioners had an EER value that was smaller than the lower limit of the energy-saving sign label according to the Minister of Energy and Mineral Resources Regulation Number 57 of 2017. In the lighting system, it was found that almost all rooms met the needs according to the Regulation of the Minister of Health of the Republic of Indonesia Number 24 of 2016. | |
| 29337 | 32664 | G2A018008 | Uji Efek Larvasidal Ekstrak Daun Gamal (Gliricidia sepium) Terhadap Larva Nyamuk Aedes aegypti | Daun Gamal (Gliricidia sepium) selain digunakan sebagai pupuk organik cair, juga diketahui berpotensi sebagai larvasida nabati karena terdapat senyawa flavonoid, triterpenoid, coumarin, asam coumaric, asam melitotik, dan glukosida stigmastanol yang dapat diidentifikasi dan diisolasi dari berbagai bagian tubuh tanaman Gamal. Tujuan penelitian ini adalah menguji efek larvisidal ekstrak daun Gamal (G. sepium) terhadap larva nyamuk Aedes aegypti. Penelitian dilakukan menggunakan desain eksperimental dengan rancangan Post test only control group design dan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri atas 6 kelompok perlakuan. Dua kelompok sebagai kontrol (kontrol positif dan negatif) sedangkan 4 kelompok lainnya mendapat perlakuan pemberian ekstrak daun Gamal (G. sepium) dosis 50 ppm (P1), 150 ppm (P2), 250 ppm (P3), dan 350 ppm (P4). Tidak terjadi mortalitas larva Ae. aegypti dari galur murni setelah pemberian ekstrak daun Gamal, namun mortalitas hanya terjadi pada larva Ae. aegypti kelompok kontrol positif yang berasal dari lapangan. Tidak diketahui LC50 dan LC90. Sebanyak 13 ekor (52%) larva Ae. aegypti galur murni tergolong toleran sedangkan sebanyak 19 ekor (76%) larva Ae. aegypti yang berasal dari lapangan tergolong resisten | Gamal leaves (Gliricidia sepium) well known as liquid organic fertilizer, are also known to have potential as vegetable larvicides because there are flavonoids, triterpenoids, coumarin, coumaric acid, mitotic acid, and stigmastanol glucoside which can be identified and isolated from various parts from Gamal. The aim of this study was to examine the larvicidal effect of Gamal (G. sepium) leaf extract against larvae of Aedes aegypti mosquitoes. The study was conducted using an experimental design with a posttest only control group design and a completely randomized design consisting of 6 treatment groups. Two groups as control (positive and negative control), while 4 other groups received treatment of Gamal leaf extract (G. sepium) at doses of 50 ppm (P1), 150 ppm (P2), 250 ppm (P3), and 350 ppm (P4). There was no mortality of larvae Ae. aegypti from pure lines after giving Gamal leaf extract, but mortality only occurred in Ae. aegypti larvae positive control group originating from the field. Unknown LC50 and LC90. A total of 13 (52%) Ae. aegypti strain classified as tolerant, while as many as 19 (76%) larvae of Ae. aegypti originating from the field are classified as resistant | |
| 29338 | 32666 | C1A016091 | ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN PEDAGANG BATIK DI KOTA PEKALONGAN (Studi Kasus Pasar Batik Setono) | Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis faktor apa saja yang mempengaruhi pendapatan pedagang batik di Pasar Batik Setono Kota Pekalongan. Penelitian ini menggunakan metode simple random sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pedagang Pasar Batik Setono yaitu sebanyak 550 pedagang dengan sampel penelitian sebanyak 85 responden yang diperolah dengan rumus slovin. Teknik analisis yang digunakan pada penelitian ini yaitu regresi linier berganda dan untuk mengetahui Variabel yang paling berpengaruh menggunakan uji elastisitas. Data dalam penelitian ini diperoleh dengan melalui wawancara dan kuesioner. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukan bahwa variabel modal, jam kerja, pendidikan terakhir, lokasi usaha, dan online shop secara bersama-sama berpengaruh terhadap pendapatan pedagang batik di Pasar Batik Setono Pekalongan. Secara parsial hanya variabel modal dan lokasi usaha yang berpengaruh signifikan terahadap pendapatan pedagang batik, sedangkan variabel jam kerja, pendidikan terakhir, dan online shop tidak berpengaruh secara signifikan terhadap pendapatan pedagang batik di Pasar Batik Setono Pekolangan. Dan variabel yang sangat berpengaruh terhadap pendapatan pedagang batik di Pasar Batik Setono Pekalongan adalah variabel modal. | The purpose of this study is to analyze what factors affect the income of batik traders in Setono Batik Market, Pekalongan City.This study uses simple random sampling method. The population in this study is all traders of Setono Batik Market which is as many as 550 traders with a research sample of 85 respondents who are compared with the slovin formula. The analysis technique used in this study is multiple linear regression and to find out the most influential variables using elasticity test. The data in this study were conducted through interviews and questionnaires. Based on the results of this study shows that the variables of capital, working hours, last education, business locations, and online shop together affect the income of batik traders in The Batik Market Setono Pekalongan. Partially only the capital variables and business locations that have a significant impact on the income of batik traders, while the variable working hours, last education, and online shop do not significantly affect the income of batik traders in the Batik Market Setono Pekolangan. And the variable that is very influential to the income of batik traders in The Batik Market Setono Pekalongan is the capital variable. | |
| 29339 | 32667 | D1A017157 | PENGARUH TINGKAT KEPADATAN KANDANG CLOSED HOUSE TERHADAP JUMLAH ERITROSIT, KADAR HEMOGLOBIN, DAN NILAI HEMATOKRIT AYAM BROILER STRAIN COBB | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah eritrosit, kadar hemoglobin, dan nilai hematokrit dari tingkat kepadatan kandang closed house serta menemukan kepadatan kandang optimal dari hasil darahnya. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Ayam broiler Cobb sebanyak 200 ekor unsex dibagi kedalam setiap kepadatan kandang: T1 = 8 ekor/m2, T2 = 9 ekor/m2, T3 = 10 ekor/m2, T4 = 11 ekor/m2, dan T5 = 12 ekor/m2, pada umur 21 hari hingga 35 hari umur pemeliharaan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis variansi lalu dilanjutkan dengan Duncan Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepadatan kandang tidak berpengaruh nyata pada jumlah eritrosit dan nilai hematokrit (P>0,05), sedangkan kepadatan kandang pada kadar hemoglobin berpengaruh sangat nyata (P<0,01). Jumlah eritrosit, kadar hemoglobin, dan nilai hematokrit secara umum mengalami penurunan dengan meningkatnya kepadatan kandang. Kondisi ayam berdasarkan indeks eritrosit (MCV, MCH, dan MCHC) menunjukkan ayam mengalami anemia defisiensi zat besi. Kesimpulannya kepadatan kandang terbaik ada pada kepadatan 8 ekor/m2 secara aspek kondisi jumlah eritrosit, kadar hemoglobin, dan nilai hematokrit dengan pertimbangan aspek ekonomi dan produktivitas ayam broiler strain Cobb. | The study was designed to determine the total of erythrocytes, hemoglobin levels, and hematocrit values at a closed house’s stocking density and finding the best stocking density based on blood profile. This research design used was Completely Randomized Design (CRD) with 5 treatments and 4 replications. A total of 200 Cobb broiler chickens unisex divided into each number of stocking density: T1 = 8 bird/m2, T2 = 9 bird/m2, T3 = 10 bird/m2, T4 = 11 bird/m2, dan T5 = 12 bird/m2 and the treatments started from the age of 21 days to 35 days. The data obtained were analyzed using analysis of variance and then continued to Duncan Multiple Range Test (DMRT). Overall, the rate of stocking density didn’t affect (P>0,05) for the number of erythrocytes and hematocrit values, while hemoglobin levels were significantly influenced (P<0,01) by the rate of stocking density. The number of erythrocytes, hemoglobin levels, and hematocrit values has decreased in general as stocking density was increasing. Birds were indicated iron deficiency anemia based on erythrocyte indices (MCV, MCH, and MCHC) results. It can be concluded that 8 bird/m2 stocking density was the best treatment viewed from blood parameters and Cobb strain broiler chicken productivity. | |
| 29340 | 32668 | H1B017062 | EVALUASI KINERJA PENERAPAN SISTEM SATU ARAH KOTA PURWOKERTO (STUDI KASUS JALAN JENDERAL SOEDIRMAN) | Sebagai ibu kota kabupaten Banyumas, Purwokerto menjadi kawasan dengan perkembangan yang paling pesat dengan banyaknya pusat kegiatan. Permasalahan transportasi berupa kepadatan kendaraan tinggi sehingga menurunkan kinerja dari jalan tersebut terjadi pada ruas jalan tersebut. Dibutuhkan manajemen lalu lintas untuk mengatasi permasalahan tersebut,Salah satu alternatif sebagai pemecahan adalah penerapan Sistem Satu Arah pada ruas jalan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis kinerja pada ruas jalan sebelum dan sesudah penerapan sistem satu arah serta mengevaluasi penerapanya. Penelitian dilakukan degan 2 metode analisis yaitu PKJI 2014 dan HCM 2010. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan hasil ruas jalan sisi timur simpang Alun-Alun dengan metode PKJI 2014 meningkatkan dari tingkat pelayanan jalan C dengan V/C ratio rata-rata 0.59 menjadi B dengan V/C ratio rerata 0.21 dan dengan metode HCM 2010 meningkatkan tingkat pelayanan jalan dari D dengan ratio ATS/BFFS sebesar 47.5% menjadi B dengan ratio ATS/BFFS sebesar 68.32%. Pada ruas jalan sisi timur simpang Sutasoman dengan metode PKJI 2014 meningkatkan dari tingkat pelayanan jalan C dengan V/C ratio rata-rata 0.55 menjadi B dengan V/C ratio rerata 0.26 dan dengan metode HCM 2010 meningkatkan tingkat pelayanan jalan dari D dengan ratio ATS/BFFS sebesar 47.04% menjadi B dengan ratio ATS/BFFS sebesar 68.87%.Berdasarkan hasil analisis dengan kedua metode dapat disimpulkan bahwa penerapan SSA pada ruas jalan Jenderal Soedirman mampu mengatasi permasalahan kepadatan kendaraan yang ada dan meningkatkan tingkat pelayanan jalan. | As the capital city of Banyumas district, Purwokerto is the city with the most rapid development with many centers of activity.The transportation problem is high density of vehicle that can reduce the road performance. Traffic management is needed to overcome these problems, one alternative as a solution is the application of a One way system on these roads. The purpose of this study is analyze the performance on roads before and after the application of the one-way system and the effectiveness of its application. In this research we use 2 methods,PKJI 2014 and HCM 2010. Based on the analysis the east side of the Alun-Alun intersection ,the PKJI 2014 increase the level of road service from C with an average V/C ratio of 0.59 to B with an average V/C ratio of 0.21 and with the HCM 2010 method increasing the level of road service from C with an ATS/BFFS ratio of 54.35% to B with an ATS/ BFFS of 74.02%. On the east side of the Sutasoman intersection, the 2014 PKJI method increased the service level of road C with an average V/C ratio of 0.55 to B with an average V/C ratio of 0.26 and with the 2010 HCM method, increased road services from C to ATS/BFFS ratio is 54.4% B with ATS/BFFS ratio is 74.4%. Based on the results of the analysis with both methods, it can be said that the application of SSA on Sudirman roads is able to overcome the density of existing vehicles and improve road services. |