Artikel Ilmiah : L1C017002 a.n. ADILLA REANDINNY AZ ZAHRA SETIA

Kembali Update Delete

NIML1C017002
NamamhsADILLA REANDINNY AZ ZAHRA SETIA
Judul ArtikelPERUBAHAN GARIS PANTAI BERDASARKAN KERAPATAN MANGROVE MENGGUNAKAN CITRA SENTINEL 2A
DI PESISIR INDRAMAYU
Abstrak (Bhs. Indonesia)Ekosistem mangrove merupakan ekosistem pesisir yang dipengaruhi oleh daratan dan lautan. Ekosistem mangrove memiliki fungsi untuk menjaga kestabilan garis pantai, karena perubahan ekosistem mangrove akibat alih fungsi lahan, dan penurunan kerapatan tutupan dapat berdampak pada perubahan garis pantai. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kondisi luasan dan kerapatan mangrove, perubahan garis pantai, serta hubungan kerapatan mangrove dan perubahan garis pantai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi dengan pengolahan data sekunder berupa citra satelit sentinel 2A. Hasil penelitian menunjukan bahwa Wilayah Pesisir Indramayu pada tahun 2016 memiliki luas hutan mangrove sebesar 493,56 Ha dengan tingkat kerapatan kategori jarang memiliki luas 1,83 Ha, kategori sedang memiliki luas 38,93 Ha, dan kategori lebat memiliki luas 452,8 Ha. Sedangkan tahun 2020, Wilayah Pesisir Indramayu memiliki luas hutan mangrove sebesar 397,29 Ha dengan tingkat kerapatan kategori jarang memiliki 17,71 Ha, kategori sedang memiliki luas 238,04 Ha, dan kategori lebat memiliki luas 141,54 Ha. Kemudian hasil perubahan garis pantai tahun 2016-2020 di Pesisir Indramayu mengalami abrasi sebesar 102,50 Ha dan akresi sebesar 94,54 Ha. Selanjutnya 43,87-55,31% menunjukan hubungan kerapatan mangrove dan perubahan garis pantai yang terjadi di Wilayah Pesisir Indramayu
Abtrak (Bhs. Inggris)The mangrove ecosystem is a coastal ecosystem which is influenced by terestrial and oceans. mangrove ecosystem has fuction to perserve the stavlbility of coastline, because the change of the mangrove ecosystem cause conversion and degradation of mangrove density and covering give impact for shoreline condition. This reserach aimed to determine the condition of the potency and density of mangroves, changes in shoreline, and the relationship between mangrove density and shoreline changes. The method of this research used the observation method with secondary data processing using sentinel 2A satellite images. The results showed that the Indramayu Coastal Area in 2016 had 493.56 hectares mangrove area with rare density was 1.83 hectares, the medium density was 38.93 hectares, and the high denaity was of 452.8 hectares. Meanwhile, in 2020, the Indramayu had 397.29 hectares of mangrove forest with rare d3nsity was 17.71 hectares, the medium denaity was 238.04 hectares, and the high denaity was 141.54 hectares. Then the results shoreline change in Indramayu among 2016-2020 had an abrasion with 102.50 hectares and an accretion with 94.54 hectares. Furthermore, the relationship between mangrove density and shoreline changes between 43,87 -55,31 %
Kata kunciMangrove density, shoreline change, Sentinel 2A
Pembimbing 1Dr. Endang Hilmi S.Hut., M.Si.
Pembimbing 2Rizqi Rizaldi Hidayat S.I.K., M,Si.
Pembimbing 3-
Tahun2021
Jumlah Halaman10
Tgl. Entri2021-06-18 08:25:37.926786
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.