Home
Login.
Artikelilmiahs
29732
Update
HUSNAN MUJIBURRAHMAN
NIM
Judul Artikel
GAMBARAN KADAR VITAMIN D BINDING PROTEIN, HBA1C, DAN INSULIN PADA PENDERITA TALASEMIA-BETA
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar Belakang: Talasemia beta merupakan kelainan darah herediter yang ditandai dengan defisiensi atau tidak adanya sintesis rantai globin beta dengan tanda klinis anemia kronik, sehingga diperlukan transfusi darah sebagai terapi kuratif. Transfusi darah berulang menyebabkan kondisi kelebihan besi yang dapat memicu kerusakan berbagai organ. Kerusakan hepar dan pankreas dapat diketahui melalui pemeriksaan kadar vitamin D binding protein, insulin, dan HbA1c. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui distribusi serta perbedaan rerata kadar vitamin D binding protein, insulin dan HbA1c berdasarkan derajat klinis dan tipe alel pada pasien talasemia beta. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan studi cross section. Data diperoleh dari database persatuan orang tua penderita talasemia Indonesia (POPTI) di Samarinda Kalimantan Timur tahun 2019. Sampel diambil secara total sampling melibatkan data 30 pasien dan dilakukan pemeriksaan menggunakan plasma darah pasien. Analisis data menggunakan uji Kruskal-wallis dan Mann-whitney Hasil: Sebanyak 22 sampel (73,3%) memiliki kadar DBP yang rendah. Sejumlah 26 sampel (86,7%) memiliki kadar insulin yang rendah. Sebanyak 25 sampel (83,3%) memiliki kadar HbA1c yang rendah. Tidak terdapat perbedaan rerata yang signifikan (p> 0.05) kadar insulin, HbA1c dan DBP pada kelompok derajat klinis ringan, sedang dan berat. Tidak terdapat perbedaan yang signifikan (p> 0.05) rerata kadar insulin, HbA1c, dan DBP pada kelompok penderita talasemia beta yang memiliki jenis alel beta+ dan beta0. Kesimpulan : Terdapat penurunan kadar insulin, HbA1c dan DBP sebagai biomarker kerusakan hepar dan pankreas pada penderita talasemia beta.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Background: Beta-thalassemia is an inherited blood disorder characterized by reduced or no synthesis of beta globin chain resulting in chronic anemia, so blood transfusion is required as curative therapy. Repeated blood transfusions lead to iron overload that can lead to multiple organs damage. Objective: This study aims to determine the distribution and differences in mean levels of vitamin D binding protein, insulin and HbA1c based on clinical grade and allele type in beta thalassemia patients. Method: This research was an analitic observational with cross sectional study. Data taken from persatuan orang tua penderita talasemia Indonesia (POPTI) in Samarinda, East Kalimantan in 2019. The samples were taken by total sampling and involved 30 patients and the examination was carried out using the patient’s blood plasma. The data was analized by Kruskal-wallis and Mann-whitney tests Result: Total of 22 samples (73.3%) had low DBP levels. Total of 26 samples (86.7%) had low insulin levels. Total of 25 samples (83.3%) had low HbA1c levels. There was no significant difference (p> 0.05) of insulin, HbA1c, and DBP levels between the mild, moderate, and severe groups. There was no significant difference (p> 0.05) of insulin, HbA1c, and DBP levels between the beta+ allel and beta0 allel group. Conclusion: There is a decrease in insulin, HbA1c and DBP levels as biomarkers of liver and pancreatic damage in beta thalassemia patients.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save