| NIM | F1F014062 |
| Namamhs | TRI SADEWO |
| Judul Artikel | Cecilia’s Delusional Phases in Gaarder “Through a Glass, Darkly” |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Penelitian yang berjudul “Cecilia’s Delusional Phases in Gaarder’s Through a Glass, Darkly” ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana fase delusi yang dialami oleh Cecilia yang digambarkan dalam novel Through a Glass, Darkly yang ditulis oleh Jostein Gaarder. Hal ini menjelaskan setiap fase delusi yang dimiliki Cecilia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dalam menganalisis data. Data utama diambil dari percakapan, tindakan dan narasi atau setiap bagian dari novel yang berisi masalah yang terkait delusi dalam novel Through a Glass, Darkly yang ditulis oleh Jostein Gaarder. Selain itu, penelitian ini terbagi menjadi lima bagian dengan menggunakan teori fase fase delusi oleh Klaus Conrad. Teori tersebut ada Trema, Apophany, Anastrophe, Consolidation dan Residum. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: Cecilia telah mengalami banyak kejadian sehingga banyak perasaan yang ia miliki sering kali muncul tanpa sebab. Setelah mengalami Trema, Malaikat bernama Ariel muncul. Kemunculan Ariel menyebabkan Cecilia salah menangkap sebuah kesimpulan dari topik pembicaraan. Anastrophe digambarkan dengan delusional reference, dimana setiap kejadian berhubungan dengan Cecilia. Hal tersebut digambarkan dengan pernjanjian antara Ariel dan Cecilia mengenai surga dan bumi. Dalam fase ke empat Cecilia mulai menyendiri dan sering kali membuat orang di sekitarnya pergi. Pada fase terakhir, Cecilia dalam keadaan autis yang membuat dia sangat sulit untuk berkomunikasi dengan orang tuanya. Sebagai bukti khayalannya, Dia merasa lebih cepat sembuh jika dia bersama Ariel daripada orang tuanya.
|
| Abtrak (Bhs. Inggris) | The research entitled "Cecilia's Delusional Phases in Gaarder’s Through a Glass, Darkly" is aimed to find out how Cecilia’s delusional phases are depicted in the novel Through a Glass, Darkly written by Jostein Gaarder. This explains each delusional phases that Cecilia has. This research uses qualitative methods in analyzing data. The primary data are taken from the dialogue, action and narration or any part of this novel which contain the related issue of delusions in the novel Through a Glass, Darkly written by Jostein Gaarder. Futhermore, this research is divided into five parts by using the theory of delusional phases by Klaus Conrad. There are Trema, Apophany, Anastrophe, Consolidation and Residum. The results of the research show that: Cecilia had experienced many events, because there are a lot of feelings that she had which often appeared without any reason. After experiencing Trema, an Angel named Ariel appears. Ariel's appearance caused Cecilia incorrectly grasp a conclusion from the topic of conversation. Anastrophe is described by delusional reference, where every incident is related to Cecilia. This is illustrated by the agreement between Ariel and Cecilia regarding heaven and earth. In the fourth phase Cecilia begins to be alone and often make people around her go away. In the last phase, Cecilia is in autistic state that makes her difficult to communicate with her parents. As a proof of her delusion, She felt to be healed faster if she was with Ariel rather than with her own parents.
|
| Kata kunci | Cecilia, Ariel, Delusion, Delusional phases, Trema, Apophany, Anastrophe, Consolidation and Residum |
| Pembimbing 1 | Eni Nur Aeni, S.S., M.A., |
| Pembimbing 2 | Dra. Mimien Aminah Sudja’ie, MA., |
| Pembimbing 3 | Mia Fitria Agustina., S.S., M.A., |
| Tahun | 2019 |
| Jumlah Halaman | 65 |
| Tgl. Entri | 2020-02-19 12:13:31.811361 |
|---|