| NIM | F1A014057 |
| Namamhs | AJAR WIDHIANTO |
| Judul Artikel | Perempuan dan Ekologi: Kajian Dampak Pembangunan PLTP Gunung Slamet terhadap Kehidupan Perempuan |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Interaksi timbal balik antara manusia dengan alam telah terjalin sepanjang peradaban, dan melahirkan berbagai bentuk dinamika dalam kehidupan. Pola interaksi tersebut tidak hanya tercermin sebagai relasi pemanfaatan manusia terhadap alam, melainkan tercermin dalam berbagai bentuk kehidupan sosial, ekonomi, budaya, ataupun spiritual masyarakat. Perempuan di Desa Karangtengah terbiasa memanfaatkan alam secara langsung melalui sumber daya air dari sekitar lereng Gunung Slamet sebagai upaya pemenuhan konsumsi domestik. Hal ini kemudian membentuk pengalaman unik akibat peran domestik bagi perempuan serta relasinya dengan sumber daya air. Pembukaan lahan pada proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) di Gunung Slamet yang merupakan salah satu bagian dari wacana pengembangan proyek energi baru dan terbarukan. Pada saat proses tersebut, terjadi persoalan akibat longsoran sedimen tanah hasil dari penebangan dan pengeprasan bukit di Gunung Slamet ke aliran sungai yang akhirnya berdampak pada sulitnya akses masyarakat, khususnya perempuan terhadap air bersih. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Interaction between human and nature has been taken for a long time, and give more form of dynamics in the life. Form of that interaction isn’t just seems as nature use by human, because it can releasa by form of people social, economic, culture, or spirituality lifes. Women in Karangtengah’s Village always takes a nature using as lives through a water resources from Mount Slamet ecology. That is was forming the uniqal experience because the domestic role in to women and every relations with that water resources. Forest logging in the development of Mount Slamet geothermal power plant which is a one form of discourse about new and renewable energy development project. While that process ocurrs, there’s problems due to landsliding sediments from a cut and fill in the Mount Slamet forest into river and in the end give impact to difficult access by people, especially women on clean water. |
| Kata kunci | Perempuan, Gunung Slamet, PLTP, Ekofeminisme |
| Pembimbing 1 | Dr. Tri Wuryaningsih, M.Si |
| Pembimbing 2 | Dr. Soetji Lestari, M.Si |
| Pembimbing 3 | Dr. Masrukin, M.Si |
| Tahun | 2020 |
| Jumlah Halaman | 20 |
| Tgl. Entri | 2020-02-19 14:32:01.135215 |
|---|