Artikelilmiahs

Menampilkan 25.241-25.260 dari 50.303 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
2524128170J1B015031BAHASA JAWA DI KABUPATEN PEMALANG TINJAUAN DIALEKTOLOGIRINGKASAN

Penelitian ini berjudul “Bahasa Jawa di Kabupaten Pemalang Tinjauan Dialektologi”. Tujuan penelitian ini ialah mendeskripsikan sistem fonologi, variasi leksikal, dan analisis kuantitatif bahasa Jawa di Kabupaten Pemalang. Bentuk penelitian ini yaitu kualitatif dan kuantitatif. Sumber data pada penelitian ini yaitu data primer dan sekunder. Sumber data primernya yaitu data lisan dalam bentuk kosakata dialek yang dituturkan oleh masyarakat di Kabupaten Pemalang. Sumber data sekundernya yaitu data yang diperoleh melalui sumber lain baik lisan maupun tulis yang berkaitan dengan wilayah Kabupaten Pemalang. Metode yang digunakan untuk pengumpulan data dalam penelitian adalah metode simak dengan teknik dasar berwujud teknik sadap diikuti dengan teknik lanjutan berupa teknik simak libat cakap, teknik catat, dan teknik rekam. Selain itu, penelitian ini juga menggunakan metode cakap dengan teknik dasar berupa teknik pancing yang dijabarkan ke dalam teknik lanjutan berupa teknik cakap semuka. Metode analisis data yang digunakan adalah metode padan intralingual. Teknik dasar yang digunakan adalah teknik pilah unsur penentu (PUP), dengan teknik lanjutan berupa teknik hubung banding membedakan. Metode penyajian hasil analisis data dalam penelitian ini menggunakan penyajian secara informal dan formal.
Hasil penelitian ini yaitu ditemukan adanya sistem fonologi meliputi kemunculan fonem vokal, fonem konsonan, deret vokal, deret konsonan, gugus konsonan, dan karakteristik bahasa Jawa di Kabupaten Pemalang pada tataran fonologi. Selain itu, ditemukan variasi leksikal bahasa Jawa di Kabupaten Pemalang berjumlah 398 leksikon yang menunjukkan karakteristik Bahasa Jawa di Kabupaten Pemalang dipengaruhi oleh tiga wilayah yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Pemalang. Akan tetapi, status bahasa Jawa di Kabupaten Pemalang berdasarkan perhitungan dialektometri dengan membandingkan titik pengamatan yang berdampingan langsung disimpulkan tidak terjadi perbedaan dialek.
Kata kunci : Dialektologi, Karakteristik Bahasa, Sistem Fonologi, Variasi Leksikal
SUMMARY

This study is entitled “A Dialectological Analysis of Javanese in Kabupaten Pemalang”. This study aims to describe the phonological system, lexical variaations, and quantitative analysis of Javanese in Kabupaten Pemalang. Qualitative method and quantitative method was adopted in this research. Data sources in this study were divided into primary data and secondary data. Oral data in the form of dialect vocabulary spoken by community in Kabupaten Pemalang as primary data. Secondary data sources were obtained through other sources both oral and written releted to Kabupaten Pemalang. The data was collected through observation method, convensation observation technique was used in this basic technique followed by advanced techniques in the form of involved conversation observation technique, writing technique, and recording technique. Morever, the research was used conversation method with stimulation technique as basic technique then was translated into face to face technique as advanced technique. The analysis method using in this research was padan intralingual method. This research was used Pilah Unsur Penentu (PUP) technique as basic technique and hubung banding membedakan as advanced technique. The next step was served the data in informal and formal.
The result of this study found a phonological system including the appearanced of vocal phonemes, consonant phonemes, vocal line, consonant line, kluster, and Javanese characteristics in Kabupaten Pemalang basen on phonology. Morover, it was found lexical variations of Javanese in Kabupaten Pemalang totaling 398 lexicons which showed characteristics of Javanese in Kabupaten Pemalang influenced by three regions bordering Kabupaten Pemalang. However, the status of Javanese in Kabupaten Pemalang based on dialectometry calculations by comparing observing points directly side by side concluded that no differences occurred.
Keywords : Dialectology, characteritic of Language, Phonological System, Lexical Variations
2524228156F1G013032ANALISIS GAYA BAHASA DALAM KUMPULAN PUISI KETIKA RAKYAT PERGI KARYA WIDJI THUKULPenelitian ini berjudul “Analisis Gaya Bahasa dalam Kumpulan Puisi Ketika Rakyat Pergi Karya Widji Thukul”. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan gaya bahasa dalam puisi Widji Thukul, serta mendeskripsikan makna utuh dalam setiap puisi Widji Thukul.
Bentuk penelitian berupa deskriptif kualitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis. Metode ini dilakukan dengan cara mendeskripsikan fakta-fakta yang kemudian dilengkapi dengan analisis. Pada penelitian ini proses analisis dilakukan untuk menganalisis gaya bahasa yang ada dalam kumpulan puisi Ketika Rakyat Pergi karya Widji Thukul dengan menggunakan pendekatan stilistika. Pendekatan stilistika adalah pendekatan yang memberikan perhatian utama terhadap tampilan bahasa di dalam karya sastra
Berdasarkan penelitian, gaya bahasa yang terdapat dalam kumpulan puisi Ketika Rakyat Pergi karya Widji Thukul adalah erotesis, paradoks, simile, ironi, sinisme, sarkasme, dan satire. Makna dalam kumpulan puisi tersebut adalah perjuangan dalam menegakkan keadilan manusia.

Kata kunci: stilistika
This research is entitled "Analisis gaya bahasa dalam kumpulan puisi Ketika Rakyat Pergi karya Widji Thukul ". The purpose of this study is to describe the style of language in Widji Thukul's poetry, as well as describe the full meaning in each of Widji Thukul's poems.
The form of this research is descriptive qualitative, uses descriptive analysis method by describing the facts which are followed by analysis. the analysis process was carried out to analyze the language styles in the collection of poetry Ketika Rakyat Pergi by Widji Thukul using the stylistic approach. It is an approach that gives discipline concerned with the study of the language of literature.
Based on the research, the style of the language contained in the collection of poetry Ketika Rakyat Pergi by Widji Thukul is erotesis, paradox, simile, irony, cynicism, sarcasm, and satire. The meaning in the collection of poetry is the struggle in upholding human justice.
Key words: stylistic
2524328157F1F015050UPAYA AUSTRALIA DALAM MELESTARIKAN TERUMBU KARANG PADA TAHUN 2016-2018 BERDASARKAN PADA RESOLUSI UNEA-2Terumbu karang merupakan salah satu kekayaan alam yang sangat penting karena menjadi habitat makhluk hidup di wilayah pesisir dan laut. Salah satu terumbu karang terbesar di dunia adalah Great Barrier Reef, yang merupakan karang sepanjang 2.600 kilometer di wilayah pantai timur Australia dan terdiri dari 900 lebih pulau. Pencermaran laut, perubahan iklim, eksploitasi wilayah pantai hingga pemanasan global menjadi ancaman yang sangat serius terhadap kelestarian Great Barrier Reef. Australia sebagai negara tempat adanya Great Barrier Reef, melakukan berbagai upaya guna menjaga serta memulihkan kelestarian Great Barrier Reef. Upaya yang dilaksanakan mengacu pada resolusi yang dikeluarkan oleh UNEA-2, Australia melakukan upaya-upaya pelestarian terumbu karang Great Barrier Reef dengan berbagai pihak. Upaya-upaya yang dilakukan oleh Australia ini pun masuk dalam prilaku yang dapat sesuai dengan teori Enviromentalisme atau lebih tepatnya sangat selaras dengan salah satu transisi teori enviromentalisme yaitu Light green environmentalism karena upaya yang dilakukan Australia untuk melestarikan Great Barrier Reef diantaranya adalah: mengubah perilaku konsumen; pengembangan teknologi hijau bagi industri dan pemerintah; dan pengelolaan ekologi langsung oleh semua pihak.Coral reef is one of the most important natural resources and also habitat for many species in coast and sea. One of the largest coral reefs in the world is the Great Barrier Reef which is 2,600 kilometres long along the east coast of Australia and consists of more than 900 islands. Sea pollution, marine debris, climate change, global warming and other coast exploitation caused harm to the existence of the Great Barrier Reef. The Great Barrier Reef is located in Australia, to maintain and restore the conditions of the Great Barrier Reef, Australia issued green policies. Australia using resolution issued by UNEA–2 as the reference to main-tain and preserve the Great Barrier Reef. The efforts made by Australia are in line with the Environmental theory and even more accurate with one of the transitions of the Environmental theory which is the light green environment because all of Australia's efforts to preserve the Great Barrier Reef are classified as development of green technology for industry and government; and direct ecological management by all parties.

2524428158I1C015089FORMULASI GUMMY CANDY ZINC SEBAGAI ALTERNAIF SEDIAAN ANTI DIAREDiare masih merupakan masalah di dunia, termasuk Indonesia. Menurut data Riset Kesehatan Dasar (2018) prevalensi diare di Indonesia sebesar 8%. Zinc mempunyai efek protektif terhadap diare sebanyak 11 % dan menurut hasil pilot study menunjukkan bahwa zinc mempunyai nilai outcome sebesar 67 %. Gummy candy zinc adalah sediaan permen zinc yang bertujuan untuk hancur dan larut di dalam mulut. Bentuk sediaan zinc yang sudah tersedia di pasaran meliputi tablet zinc, sirup, capsule, dan drop. Perlu adanya pengembangan sediaan yang diterima anak-anak, maka dari itu zinc dibuat dalam bentuk sediaan permen kenyal gummy candy.Diarrhea is still a problem in the world, including Indonesia. According to Basic Health Research data (2018) the prevalence of diarrhea in Indonesia is 8%. Zinc has a protective effect against diarrhea as much as 11% and according to the results of a pilot study shows that zinc has an outcome value of 67%. Gummy candy zinc is a zinc candy preparation that aims to break down and dissolve in the mouth. Zinc dosage forms that are already available on the market include zinc tablets, syrups, capsules, and drops. It is necessary to develop preparations received by children, therefore zinc is made in the form of gummy candy.
2524528167A1D015050EVALUASI UNSUR HARA NITROGEN DAN FOSFOR UNTUK PENGEMBANGAN TANAMAN BUAH DI KEBUN BUAH JAMBUSARI, KABUPATEN CILACAPPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1) status unsur hara nitrogen dan fosfor serta distribusinya di Kebun Buah Jambusari Kabupaten Cilacap, 2) tindakan perbaikan lahan untuk pengembangan tanaman buah di Kebun Buah Jambusari Kabupaten Cilacap dan 3) rekomendasi pemupukan nitrogen dan fosfor di Kebun Buah Jambusari Kabupaten Cilacap. Penelitian dilaksanakan mulai bulan Juni sampai Agustus 2019 di Kebun Buah Jambusari Kecamatan Jeruklegi, Kabupaten Cilacap dan Laboratorium Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survei dengan skala peta 1:1.500 (detail). Penentuan lokasi pengambilan sampel tanah didasarkan pada katena tanah, yaitu posisi sampel tanah di bagian atas tengah dan bawah lereng. Hasil penelititan menunjukkan bahwa status unsur hara N-total tanah di Kebun Buah Jambusari, Kecamatan Jeruklegi, Kabupaten Cilacap adalah rendah, berkisar antara 0,12-0,23 % N. Status unsur hara P-tersedia di Kebun Buah Jambusari adalah sangat rendah, berkisar antara 2-19 ppm P2O5 dengan rerata P-tersedia tanah sebesar 5 ppm P2O5 dengan status sangat rendah. Perlu dilakukan perbaikan lahan berupa pemupukan untuk meningkatkan ketersediaan unsur hara N dan P. Rekomendasi pemupukan untuk setiap jenis tanaman beragam, rekomendasi pemupukan N pada tanaman alpukat, jeruk dan manggis berkisar antara 8,6-11,9 g N/tanaman atau setara dengan 18,7-25,9 g Urea/tanaman, sedangkan rekomendasi pemupukan P2O5 berkisar antara 33,5-54,2 g P2O5/tanaman atau setara dengan 93,2-134,2 g SP36/tanaman. Rekomendasi pemupukan N pada tanaman durian, jambu, kelengkeng dan mangga berkisar antara 46,9-136,7 g N/tanaman atau setara dengan 102-297,2 g Urea/tanaman, sedangkan rekomendasi pemupukan P2O5 berkisar antara 145,3-285,8 g P2O5/tanaman atau setara dengan 403,6-793,9 g SP36/tanaman.This study aimed to determine: 1) the status of nitrogen and phosphorus nutrients and its distribution in Jambusari Fruit Garden in Cilacap Regency, 2) land improvement measures for fruit plant development in Jambusari Fruit Garden in Cilacap Regency, and 3) recommendations for fertilizing nitrogen and phosphorus in Jambusari Fruit Garden Cilacap Regency. The study was conducted from June to August 2019 in the Jambusari Fruit Farm in Jeruklegi District, Cilacap Regency and the Soil Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University. The method used in this study is a survey method with a map scale of 1: 1,500 (detail). Determination of the location of soil sampling is based on soil catena, namely the position of the soil sample at the top and bottom slopes. Research results show that the status of N-total nutrients in Jambusari Fruit Farm, Jeruklegi District, Cilacap Regency is low, ranging from 0.12 to 0.23% N. P-nutrient status available at Jambusari Fruit Farm is very low, ranging between 2-19 ppm P2O5 with average P-available land of 5 ppm P2O5 with very low status. Land improvement needs to be done in the form of fertilization to increase the availability of nutrients N and P. Fertilization recommendations for each type of plant vary, N fertilizer recommendations for avocado, orange and mangosteen plants range between 8.6-11.9 g N / plant or equivalent to 18, 7-25.9 g Urea / plant, while P2O5 fertilization recommendations range from 33.5-54.2 g P2O5 / plant or equivalent to 93.2-134.2 g SP36 / plant. N fertilizer recommendations for durian, guava, longan and mango plants ranged from 46.9-136.7 g N / plant or equivalent to 102-297.2 g Urea / plant, whereas P2O5 fertilization recommendations ranged from 145.3-285, 8 g P2O5 / plant or equivalent to 403.6-793.9 g SP36 / plant.
2524628159E1A015077PEMBATALAN PERKAWINAN KARENA KETERPAKSAAN KAWIN (Tinjauan Yuridis Putusan Pengadilan Agama Banyumas Nomor: 443/Pdt.G/2019/PA.Bms)
Perkawinan dapat dikatakan sah jika dilakukan menurut hukum masing-masing agamanya dan kepercayaannya. Apabila perkawinan tersebut dilakukan tidak sesuai dengan segala rukun dan syaratnya maka perkawinan tersebut dapat dibatalkan. Pembatalan perkawinan diajukan di Pengadilan Agama atas beberapa unsur yang menjadi dasar dalam mengajukan pembatalan perkawinan mengacu pada Pasal 71 Kompilasi Hukum Islam, salah satunya yaitu unsur paksaan. Dalam penelitian ini peneliti menganalisis bagaimana pertimbangan hukum Hakim terhadap pembatalan perkawinan pada Putusan Pengadilan Agama Banyumas Nomor:443/Pdt.G/2019/PA.Bms, serta akibat hukum pembatalan perkawinan tersebut, dengan menggunakan metode penelitian yuridis normatif dihasilkan dua kesimpulan. Pertama menunjukan bahwa Pertimbangan hukum Hakim dalam membatalkan perkawinan ini didasarkan pada 2 hal yang pertama, sesuai dengan ketentuan Pasal 71 huruf (f) KHI yakni, suatu perkawinan dapat dibatalkan apabila didalamnya terkandung unsur paksaan. Unsur paksaan tersebut dibuktikan bahwa Pemohon dan Termohon dipaksa untuk tetap menikah oleh kedua orang tua kedua belah pihak. kedua yaitu, dalam mengajukan permohonan pembatalan perkawinan terdapat jangka waktu untuk mengajukan yaitu selama 6 bulan setelah perkawinan tersebut dilaksanakan sesuai ketentuan Pasal 27 ayat (3) UU No. 1 tahun 1974 Jo Pasal 72 ayat (3) KHI, perkawinan antara Pemohon dan Termohon baru berlangsung selama 3 bulan maka permohonan pembatalan perkawinan Pemohon masih dalam tempo yang dibolehkan oleh Undang-undang. Menurut Peneliti Hakim dalam memberikan pertimbangan hukum harus menyertakan Pasal 6 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan, yang menyatakan bahwa perkawinan harus didasarkan atas persetujuan kedua calon mempelai yang merupakan syarat materiil suatu perkawinan. Akibat hukum pembatalan perkawinan ini yaitu Perkawinan yang telah dilakukan tersebut tidak memenuhi syarat suatu persetujuan, yakni para pihak yang melangsungkan perkawinan tidak ada kesepakat, yang mana kesepakatan merupakan salah satu syarat subyektif suatu persetujuan sesuai Pasal 6 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan. Maka perkawinan menjadi dapat dibatalkan setelah adanya putusan pengadilan yang mempunyai kekuatan hukum tetap.Marriage can be valid if done according to the laws of their own religion and beliefs. If marriage is not accordance with all the principles and requirements so marriage can be cancelled. The cancellation of marriage filed in the Religious Court for several elements that are the basis of submitting a cancellation of marriage refers to article 71 of the compilation of Islamic law, one of the things is coercion. Hence, this study analyzed how the legal consideration of the judges to the cancellation of marriage at the decision of Banyumas’s Religious Court number: 443/PDT. G/2019/PA. BMS, as well as the legal consequences of the marriage’s cancellation, using normative juridical methods the researcher found two conclusions. First, it shows that the consideration of the judge’s law in cancelling this marriage is based on 2 things, first one is accordance with the article 71 letter (F) of the Islamic Law’s compilation; a marriage can be canceled if there is an element of compulsion. Moreover, the coercion element’s is evidenced that the two brides are forced to remain married by both parents so the marriage still be held. The second legal consideration is applying for the cancellation of the marriage, there is a period of time to apply for 6 months after the marriage according to article 27 paragraph (3) UU No. 1 year 1974 Jo article 72 paragraph (3) Islamic Law compilation, the marriage between two brides lasted for 3 months so that still within the time allowed by law. According to the Judge Researcher in providing legal considerations must include Article 6 paragraph (1) of Law Number 1 of 1974 concerning Marriage, which states that marriage must be based on the agreement of the two brides who are the material requirements of a marriage. However, the result of the cancellation of marriage is the marriage that the marriage deemed to have never occur, both of parties who held the marriage is no agreement, which agreement is one of the subjective requirements according to Article 6 paragraph (1) of Law Number 1 of 1974 concerning marriage. To sum up, the marriage becomes cancelled after a court has a fixed legal force.
2524729174K1A015057VALIDASI METODE ANALISIS SENYAWA KETOROLAK DARI SEDIAAN TABLET MENGGUNAKAN METODE KROMATOGRAFI CAIR KINERJA TINGGI (KCKT)Ketorolak merupakan salah satu obat anti-inflamasi non-steroid (AINS) yang memiliki efek analgetik, anti piretik dan anti inflamasi. Validasi metode analisis untuk penentuan senyawa ketorolak menggunakan metode Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT) telah dilakukan. Sistem KCKT optimum didapatkan menggunakan kolom SUPERCOSIL LC-18 ukuran 15 cm x 4 mm; komposisi fase gerak asetonitril:air (80:20); laju alir 0,5 mL/menit; panjang gelombang 320 nm; dan diinjeksi dengan volume 5 µL. Kurva kalibrasi dengan rentang 5 - 50 ppm menghasilkan nilai koefisien korelasi 0,9999; batas deteksi (LOD) dan batas kuantitasi (LOQ) masing-masing sebesar 0,64 dan 2,12 ppm; koefisien variasi (KV) dan HORRAT masing-masing sebesar 0,47 % dan 0,044; % recovery sebesar 98,28 %; dan nilai selektivitas 1,35. Penentuan kadar ketorolak dalam sampel tablet yang dianalisis menggunakan sistem KCKT didapatkan kadar sampel sebesar 14,83 ppm.Ketorolac is one of the non-steroidal anti-inflamatory drugs (NSAIDs) that has analgesic, antipyretic, and anti-inflamatory drugs. Validation of analytical methods for the determination of ketorolac compunds using the High-Performance Liquid Chromatography (HPLC) method has been carried out. The optimum HPLC system was obtained using a SUPERCOSIL LC-18 column measuring 15 cm x 4 mm; mobile phase composition of actonitrile:water (80:20); flow rate 0,5 mL/minute; wavelength 320 nm; and injected with a 5 µL volume. Calibration curves in the range of 5 - 50 ppm produce correlation coeffecient of 0,9999; the detection limit (LOD) and the quantitation limit (LOQ) are 0,64 ppm and 2,12 ppm respectively; coeffecient variation (CV) and HORRAT respectively 0,47 % and 0,044; % recovery value 98,28 %; and selectivity value 1,35. Determination of ketorolac levels in tavlet samples analyzed using HPLC system obtained a sample value of 14,83 ppm.
2524828762A1A015072FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EKSPOR TEH INDONESIA DAN POSISI DAYA SAINGNYA DI PASAR INTERNASIONALABSTRAK
Indonesia merupakan negara produsen teh di dunia. Teh adalah salah satu komoditas ekspor Indonesia yang mendatangkan devisa dari sub-sektor perkebunan setiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi ekspor teh Indonesia, dan 2) mengetahui posisi daya saing teh Indonesia di pasar internasional. Penelitian dilaksanakan pada bulan September 2019. Penelitian ini menggunakan data sekunder time series tahun 2008 sampai 2017 yang diperoleh dari badan atau lembaga yang terkait dengan pembahasan penelitian. Penelitian mengkaji komoditas teh secara umum dengan kode HS 0902 dan empat komodtias teh kode HS 090210, HS 090220, HS 090230 dan HS 090240. Data dianalisis dengan regresi linear berganda dengan metode Ordinary Least Square (OLS) dan Revealed Comparative Advantage (RCA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi ekspor teh Indonesia yaitu volume produksi teh, nilai kurs dan harga ekspor teh Indonesia. Posisi daya saing teh Indonesia tergolong kuat pada komoditas kode HS 09210 dan HS 090240 sedangkan untuk kode HS 09220 tergolong sedang dan kode HS 09230 tergolong lemah.
ABSTRACT
Indonesia is the producers tea in the world.. Tea is one of Indonesia's export commodities that wreaked foreign exchange from the sub-sector plantation each year. This study aims to: 1) know the factors that affect Indonesia’s tea exports, and 2) know the position of the competitiveness of the Indonesia's tea in the international market. This research carried out in September 2019. This study used secondary time series data from 2008 to 2017 derived from the agency or institutions associated with the research. This research examines tea commodity in common with a code HS 0902 and four tea commodities code HS 090210, HS 090220, HS 090230 and HS 090240. The data analyzed with multiple linear regression with Ordinary Least Square (OLS) and Revealed Comparative Advantage (RCA) methods. The results of research suggest that the factors affecting the Indonesia’s tea exports are the volume of tea production, the value of echange rate and the price of Indonesia’s tea exports. The position of the competitiveness of Indonesia’s tea is classified as strong in a commodity code HS 09210 and HS 090240, while HS 09220 is medium and HS 09230 is weak.
2524928160J1B015042Register Game Mobile LegendPenelitian ini berjudul “Register Game Mobile Legend”. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Fokus penelitian ini mengenai analisis bentuk, makna leksikal dan makna kontekstual yang terkandung dalam register game Mobile Legend, serta mengenai analisis fungsi penggunaan register game Mobile Legend. Data dalam penelitian ini satuan lingual berupa kata monomorfemis dan frasa yang dalam hal ini merupakan register game Mobile Legend. Register game Mobile Legend dikelompokan berdasarkan bentuk kata monomorfemis yaitu kata dasar dan abreviasi yaitu singkatan dan akronim serta bentuk frasa.
Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi metode cakap dan simak. Metode cakap menggunakan teknik dasar pancing dengan teknik lanjutan cakap bertemu muka dan cakap tak bertemu muka. Metode simak menggunakan teknik dasar simak libat cakap sekaligus simak bebas libat cakap dengan teknik lanjutan yaitu teknik catat. Teknik-teknik tersebut digunakan untuk memperoleh data penelitian dari informan dan dokumen-dokumen tertulis yang berkaitan dengan game Mobile Legend sebagai sumber data. Kemudian, berdasarkan analisis data penelitian yang telah dilakukan dengan menggunakan metode padan dengan teknik dasar pilah unsur penentu dan teknik lanjutan teknik hubung banding memperbedakan agar dapat diketahui adanya perubahan makna antara makna leksikal dan makna kontekstual yang terkandung pada register game Mobile Legend
SUMMARY
This research is titled “Register Game Mobile Legend”. This research used descriptive qualitative method. The focus of this research is about the analysis of forms, lexical meanings and contextual meanings contained in the register game Mobile Legend. The data in the form of words monomorfemis and phrases which in this case are register of the game Mobile Legend. Register game Mobile Legend are group based on the word form monomorfemis are basic words and abreviations, abreviations and acronyms as well as phrase forms.
Data colletion methods used in this research include conversational and listening methods. The proficient method uses the basic techniques capable of meeting face to face and capable of not meeting face to face. The method of refer to using the basic technique of referring to engaging in proficiency at the same time listening to free engaging involved with advanced techniques is note taking technique. These techniques are used to obtain research data from informants and written documents relating to the Mobile Legend game as data sources. Then, based on the analysis of research data that has been done using the matching method with the basic technique of comparative linking technique, it can be seen that there is a change in meaning between the lexical meaning and the contextual meaning contained in the Mobile Legend game register.



2525028747F1F016075STRATEGI PEMERINTAH KOREA SELATAN MENINGKATKAN WISATAWAN ‘MICE TOURISM’ INDONESIA TAHUN 2016-2018Pariwisata telah menjadi suatu kegiatan yang dampaknya telah meluas ke berbagai sektor kehidupan. Dampak pariwisata juga dirasakan oleh para pendukung kegiatan tersebut seperti penyedia jasa perhotelan dan transportasi, restoran, cindera mata, dan lain-lain. Maka dari itu tren pariwisata saat ini membuat kedudukannya beranjak dari sektor sekunder menjadi sektor primer, dan bahkan sudah dikategorikan sebagai sebuah industri. Beberapa negara telah menjadikan sektor pariwisata sebagai salah satu prioritas utama pengembangan untuk mendukung pembangunan negara, seperti yang dilakukan Korea Selatan. Selain pariwisata yang bersifat leisure, pariwisata MICE Korea juga memiliki keunggulan yang mampu menarik wisatawan MICE global termasuk Indonesia. Dalam mencapai tujuannya meningkatkan wisatawan MICE Indonesia, Korea menggunakan strategi diplomasi publik Leonard dengan melaksanakan tiga dimensinya yaitu 1.) manajemen berita, 2.) komunikasi strategis, dan 3.) membangun hubungan. Pada penelitian akan dibahas lebih lanjut mengenai apa saja strategi diplomasi publik Korea melalui tiga dimensi tersebut untuk meningkatkan wisatawan MICE Indonesia yang berkunjung ke Korea selama tahun 2016-2018.Tourism has become an activity whose impact has extended to various sectors of life. The impact of tourism is also felt by supporters of these activities such as hospitality and transportation service providers, restaurants, souvenirs, and others. Therefore the current tourism trend makes its position which was in the secondary sector become the primary sector, and even has been categorized as an industry. Some countries have made the tourism sector one of the main development priorities to support the country's development, as did South Korea. In addition to leisure tourism, MICE Korea tourism also has the advantage of being able to attract global MICE tourists including Indonesia. In achieving its goal of increasing Indonesian MICE tourists, Korea uses Leonard's public diplomacy strategy by carrying out its three dimensions namely 1.) news management, 2.) strategic communication, and 3.) building relationships. The research will discuss further about what are the Korean public diplomacy strategies through these three dimensions to increase Indonesian MICE tourists visiting Korea during 2016-2018.
2525128857K1C016018RANCANG BANGUN ALAT PENGUKUR PH DAN KEKERUHAN AIR MENGGUNAKAN SENSOR PH DAN FOTOTRANSISTORAlat pengukur kekeruhan dan pH air bertujuan untuk mengetahui nilai pH dan kekeruhan air yang akan dimanfaatkan untuk memenuhi syarat kualitas air bersih. Sistem ini dapat mengukur dua parameter secara bersamaan. Sistem pengukur dibuat menggunakan sensor fototransistor dengan memanfaatkan pantulan cahaya dan sensor pH. Sistem tersebut diatur oleh mikrokontroller Arduino uno yang diprogram untuk menghasilkan nilai kekeruhan dan pH pada air dan ditampilkan melalui LCD I2C. Hasil penelitian pada sistem pengukur diperoleh dari beberapa pengujian, diantaranya pengujian sensor yang terdiri dari uji sensor fototransistor dan uji sensor pH untuk mengetahui tegangan keluaran sensor serta dilakukan pengujian sistem dengan menggunakan lima sampel. Sistem pengukur memiliki karakteristik yang baik dengan rata-rata akurasi sebesar 97,295%, rata-rata presisi sebesar 98,533%, dan rata-rata error sebesar 1,245%.Turbidity and water pH gauges aim to find out the pH and turbidity values of the water that will be utilized to meet clean water quality requirements. This system can measure two parameters simultaneously. The measuring system is made using a pH sensor and a phototransistor sensor using light reflection. The system is regulated by an Arduino uno microcontroller which is programmed to produce turbidity and pH values in water and displayed via an I2C LCD. The results of the research on the measuring system were obtained from several tests, namely sensor testing consisting of the phototransistor sensor test and the pH sensor test, to determine the sensor output voltage, and the system testing using five samples. The measuring system has good characteristics with an average accuracy of 97.295%, an average precision of 98.533%, and an average error of 1.245%.
2525228161E1A015113TINDAK PIDANA MENGUBAH, MENAMBAH, MENGURANGI, MELAKUKAN TRANSMISI, MERUSAK, MENGHILANGKAN, MEMINDAHKAN, MENYEMBUNYIKAN SUATU INFORMASI ELEKTRONIK DAN/ATAU DOKUMEN ELEKTRONIK
MILIK ORANG LAIN ATAU MILIK PUBLIK

(Studi Putusan PN Bandung No. 674/Pid. Sus/2017/PN Bdg)

Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui penerapan unsur-unsur Pasal 32 ayat (1) Undang-undang No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan untuk mengetahui dasar pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhkan pidana terhadap terdakwa pada putusan Pengadilan Negeri Bandung Nomor : 674/Pid.Sus/2017/PN Bdg, dengan metode pendekatan yuridis normatif. Spesifikasi penelitian deskriptif analisis, Sumber data sekunder Putusan Pengadilan Negeri Bandung Nomor : 674/Pid.Sus/2017/PN Bdg.
Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa penerapan unsur-unsur Pasal 32 ayat (1) Undang-undang No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dalam putusan Pengadilan Negeri Bandung Nomor : 674/Pid.Sus/2017/PN Bdg seluruh unsur dakwaan alternatif pertama telah terpenuhi, terdakwa bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana didakwakan oleh Penuntut Umum. Perbuatan terdakwa telah memenuhi unsur-unsur : Setiap orang; Dengan sengaja; Tanpa hak atau melawan hukum; Dengan cara apapun mengubah, menambahkan mengurangi, melakukan transaksi, merusak, menghilangkan, memindahkan, menyembunyikan; Suatu informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik milik orang lain atau milik publik.
Dasar pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhkan pidana terhadap terdakwa a) Pertimbangan terhadap fakta hukum yang memenuhi unsur-unsur Pasal 32 ayat (1) Undang-undang No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik b) Pembuktian berdasarkan alat-alat bukti sebagaimana diatur dalam Pasal 184 KUHAP berupa : keterangan saksi, keterangan ahli, dan keterangan terdakwa. c) Pertimbangan berdasarkan ketentuan Pasal 197 ayat (1) huruf f KUHAP yaitu : tentang hal-hal yang memberatkan dan meringankan terdakwa.
Majelis Hakim menyatakan bahwa Terdakwa Buni Yani bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum mengubah, menambah, mengurangi, melakukan transmisi dan menghilangkan suatu informasi elektronik dan atau dokumen elektronik milik orang lain atau milik publik; Menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa Buni Yani selama 1 (satu) tahun dan 6 (enam) bulan. Terdakwa tetap berada dalam tahanan.

This study aims to determine the application of the elements of Article 32 paragraph (1) of Law no. 11 of 2008 concerning Information and Electronic Transactions and to find out the legal basis of judges' judgments in convicting a criminal against a defendant in a Bandung District Court ruling Number: 674 / Pid.Sus / 2017 / PN Bdg, using the normative juridical approach. Specifications descriptive analysis research, Secondary data source Bandung District Court Decision Number: 674 / Pid.Sus / 2017 / PN Bdg.
Based on the results of the research note that the application of the elements of Article 32 paragraph (1) of Law no. 11 of 2008 concerning Information and Electronic Transactions in the decision of the Bandung District Court Number: 674 / Pid.Sus / 2017 / PN For all elements of the first alternative indictment have been fulfilled, the defendant is guilty of committing a criminal offense as charged by the Public Prosecutor. The defendant's actions fulfill the following elements: Everyone; Purposely; Without rights or against the law; In any way change, add reduce, make transactions, damage, eliminate, move, hide; An electronic information and / or electronic document owned by another person or public property.
Basis for legal considerations of judges in convicting a defendant a) Consideration of legal facts that meet the elements of Article 32 paragraph (1) of Law No. 11 of 2008 concerning Information and Electronic Transactions b) Proof based on evidence as regulated in Article 184 of the Criminal Procedure Code in the form of: witness statements, expert statements, and defendant statements. c) Consideration based on the provisions of Article 197 paragraph (1) letter f of the Criminal Procedure Code, namely: concerning matters that incriminate and alleviate the defendant.
The Panel of Judges stated that Defendant Buni Yani was guilty of committing a criminal act intentionally and without rights or against the law changing, adding, reducing, transmitting and eliminating an electronic information and or electronic document that belonged to another person or public property; Imprison Buni Yani for 1 (one) year and 6 (six) months. The defendant remains in custody.
2525328165D1A015243TOTAL PADATAN DAN WARNA KEFIR SUSU KAMBING DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK DAUN KELOR (Moringa oleifera L.) DENGAN PERSENTASE YANG BERBEDATujuan dari penelitian adalah mengetahui pengaruh penambahan ekstrak daun kelor (Moringa oleifera L.) terhadap total padatan kefir susu kambing terhadap warna hijau pada kefir susu kambing. Materi yang digunakan adalah satu liter susu kambing setiap perlakuan, biji kefir 12,5gr setiap perlakuan dan ekstrak daun kelor 1000ml. Peralatan adalah toples, panci, kompor, oven, kulkas, timbangan, desikator, colorimeter, gelas ukur 250ml, thermometer, erlenmeyer dan cawan porselin. Penelitian dilaksanakan dengan metode eksperimen menggunakan rancangan acak lengkap. Perlakuan yang di uji yaitu susu kambing 250 ml ditambah ekstrak daun kelor 1% (P1), susu kambing 250 ml ditambah ekstrak daun kelor 3% (P2), susu kambing 250 ml ditambah ekstrak daun kelor 5% (P3), susu kambing 250 ml ditambah ekstrak daun kelor 7% (P4). Rataan total padatan kefir dengan penambahan ekstrak daun kelor (Moringa oleifera L.) antara 15,09 ± sampai dengan 16,65% tidak berpengaruh nyata. Rata-rata pada warna kecerahan (L*) kisaran 67,36 sampai dengan 69,62 sedangkan rataan kemerahan (a*) berkisar -1,84 sampai dengan -2. Rataan warna kekuningan (b*) kisaran 5,54 sampai dengan 6,16 tidak berpengaruh nyata.
Kata kunci : Total Padatan, Warna, Kefir, Ekstrak daun kelor, Persentase yang berbeda
The purpose of this study is to know the effect of extract moringa addition (Moringa oleifera L.) on total solid of goat milk kefir to green color of goat milk kefir. The materials were one liter of goat milk treatment, 12,5gr kefir seeds treatment and 1000ml of moringa leaf extract. Tools are jars, pans, stoves, ovens, refrigerators, scales, desiccators, colorimeters, 250 ml measuring cylinder, thermometers, erlenmeyer and porcelain cups. The study was carry out by the experimental method using a completely randomized design. The treatment tested were 250 ml goat milk and 1% moringa leaf extract (P1), 250 ml goat milk and 3% moringa leaf extract (P2), 250 ml goat milk and 5% moringa leaf extract (P3), 250 goat milk ml and 7% moringa leaf extract (P4). The average total solid of kefir with the addition of Moringa oleifera L extract is between 15,09 ± up to 16,65% with no real effect. The average brightness color (L*) ranges from 67,36 to 69,62 while the reddish (a*) ranges from -1,84 to -2. The average yellowish color (b*) ranges from 5,54 to 6,16 no real effect.
Keywords : Total solid, Color, Kefir, Extract moringa leaf, Different percentage
2525427773D1A015194TINGKAT ABNORMALITAS DOD DAN SALABLE DUCKLING
PADA TELUR ITIK YANG DIOLES CAIRAN
CUKA PADA AKHIR PENETASAN
Penelitian ini berjudul “Tingkat Abnormalitas DOD dan Salable Duckling pada Telur Itik yang Dioles Cairan Cuka pada Akhir Penetasan”. Penelitian ini dilaksanakan mulai 3 Mei 2018 sampai 1 Juni 2019 di Laboratorium Produksi Ternak Unggas, Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pengolesan telur menggunakan cairan asam cuka dengan konsentrasi yang berbeda pada proses penetasan terhadap Abnormalitas DOD dan Salable Duckling pada telur itik Tegal. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah telur itik Tegal yang layak ditetaskan sebanyak 200 butir. Percobaan dilakukan dengan metode eksperimen dan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan pengolesan terdiri dari P0 = Asam cuka 0%, P1 = Asam cuka 10%, P2 = Asam Cuka 20%, masing- masing untuk 40 butir telur. Setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali. Bahan yang digunakan adalah asam asetat atau asam cuka dan aquadest. Alat yang digunakan yaitu seperangkat mesin tetas sebanyak 4 unit, gelas ukur 100 ml 1 unit, pipet ukur 10 ml, filler 1 unit dan kuas 2 buah. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa pengolesan cairan asam cuka pada telur itik di akhir penetasan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap abnormalitas DOD dan Salable Duckling. Berdasarkan penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa pencelupan telur itik Tegal pada cairan asam cuka konsentrasi 10% di akhir penetasan menurunkan Abnormalitas DOD dan meningkatakan Salable Duckling. This study is entitled "DOD Abnormalities and Salable Duckling in Duck Eggs Smeared with Vinegar at the End of Hatching". This research was conducted from 3 May 2018 to 1 June 2019 at the Poultry Production Laboratory, Faculty of Animal Husbandry, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. This study aims to examine the effect of egg smearing using vinegar acid liquid with different concentrations in the hatching process against DOD Abnormalities and Salable Duckling in Tegal duck eggs. The material used in this research is Tegal duck eggs that are worth hatching as many as 200 eggs. The experiments were carried out using the experimental method and using a completely randomized design (CRD). The dyeing treatment consisted of P0 = 0% vinegar acid, P1 = 10% vinegar acid, P2 = 20% vinegar acid, each for 40 eggs. Each treatment was repeated 4 times. The ingredients used are acetic acid or vinegar and aquadest acid. The tools used were a set of 4 incubators, 100 ml measuring cups 1 unit, 10 ml measuring pipettes, 1 unit filler and 2 brushes. The results of the analysis of variance showed that the application of vinegar to the duck eggs at the end of hatching had a very significant effect (P <0.01) on DOD Abnormalities and Salable Duckling. Based on these studies it can be concluded that dipping Tegal duck eggs in 10% vinegar acid concentration at the end of hatching decreases DOD abnormality and increases Salable Duckling.
2525528166E1A015241IMPLEMENTASI HUKUM PELAYANAN KESEHATAN TRADISIONAL JAMU GENDONG (Studi di Kecamatan Patikraja Kabupaten Banyumas)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi hukum pelayanan kesehatan tradisional jamu gendong di Kecamatan Patikraja Kabupaten Banyumas dan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap implementasi hukum pelayanan kesehatan tradisional jamu gendong di Kecamatan Patikraja Kabupaten Banyumas.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan yuridis sosiologis dan spesifikasi penelitian deskriptif. Penelitian ini mengambil lokasi di Kecamatan Patikraja Kabupaten Banyumas. Jenis dan sumber data yang digunakan meliputi data primer dan data sekunder dengan metode wawancara dan observasi. Metode pengolahan data dengan reduksi data, display data dan kategorasi data kemudian disajikan dalam bentuk matriks kualitatif dan teks naratif. Metode analisis data dengan content analysis dan comparative analysis.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan tradisional jamu gendong di Kecamatan Patikraja Kabupaten Banyumas telah terimplementasikan dengan baik. Hal ini dapat dilihat dari parameter sebagai berikut : implementasi bentuk pelayanan kesehatan tradisional oleh pengusaha jamu gendong yang telah berjalan efektif, efektifnya penggunaan alat dan obat tradisional yang aman dan sesuai dengan pengetahuan penyehat tradisional, terealisasinya hak-hak pengusaha jamu gendong, efektifnya pelaksanaan kewajiban-kewajiban pengusaha jamu gendong yang sesuai dengan apa yang diatur dalam peraturan perundang-undangan dan telah terealisasinya pengawasan oleh Dinas Kesehatan. Adapun faktor-faktor yang berpengaruh terhadap implementasi pengawasan terhadap pelayanan kefarmasian di apotek meliputi faktor hukum, faktor penegak hukum, faktor sarana dan fasilitas, faktor masyarakat dan faktor budaya.
The purpose of this research is to find out the implementation of the legal health services of traditional herbal medicine in the District Patikraja Banyumas District and the factors that influence the implementation of the traditional health service law carrying the herbal medicine in the District Patikraja Banyumas.
This research uses qualitative research methods with a sociological juridical approach and descriptive research specifications. This research took place in Patikraja District, Banyumas Regency. Types and sources of data used include primary data and secondary data with interview and observation methods. Data processing methods with data reduction, data display and data categorization are then presented in the form of qualitative matrices and narrative texts. Data analysis methods with content analysis and comparative analysis.
The results showed that the traditional health services of carrying herbs in Patikraja District, Banyumas Regency had been implemented well. This can be seen from the following parameters: implementation of traditional forms of health services by the carrying herbal medicine businessman who has been running effectively, effective use of traditional tools and medicines that are safe and in accordance with traditional sanitary knowledge, the realization of the rights of the holding herbal medicine businessman, effective implementation of obligations - the obligations of the herbal medicine businessman in accordance with what is stipulated in the laws and regulations and the realization of supervision by the Health Service. The factors that influence the implementation of supervision of pharmacy services in pharmacies include legal factors, law enforcement factors, facility and facility factors, community factors and cultural factors.
2525628172I1C015020Skrining Fitokimia dan Uji Aktivitas Sitotoksik Kombinasi Ekstrak Etanol Zingiber zerumbet (L.) Sm dan Zingiber officinale Roscoe Terhadap Sel Kanker Payudara MCF-7Ekstrak etanol rimpang lempuyang gajah (Zingiber zerumbet) dan jahe putih (Zingiber officinale) terbukti memiliki aktivitas sitotoksik terhadap sel MCF-7. Kombinasi dua atau lebih ekstrak dilaporkan memiliki aktivitas sitotoksik lebih baik daripada ekstrak tunggal. Uji identifikasi terpenoid, flavonoid dan fenol pada esktrak etanol rimpang lempuyang gajah dan jahe putih dilakukan dengan metode Kromatografi Lapis Tipis. Uji sitotoksik ekstrak etanol rimpang lempuyang gajah, jahe putih dan kombinasi keduanya dilakukan dengan metode MTT assay pada konsentrasi 15,625; 31,25; 62,5; 125; 250; 500 μg/ml dan kontrol positif doksorubisin pada konsentrasi 0,3125; 0,625; 1,25; 2,5; 5; 10 μg/ml. Data absorbansi masing-masing bahan uji dihitung nilai persentase sel hidupnya. Nilai IC50 ekstrak tunggal dan kombinasinya dianalisis menggunakan one way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol rimpang lempuyang gajah dan jahe putih terbukti mengandung terpenoid, flavonoid dan fenol. Nilai IC50 Ekstrak etanol rimpang lempuyang gajah, jahe putih dan kombinasi keduanya berturut-turut adalah 72,44; 75,37 dan 29,17 μg/ml.Ethanol extracts of lempuyang gajah (Zingiber zerumbet) and white ginger rhizome (Zingiber officinale) have cytotoxic activity against MCF-7 cells. The combination of two or more extracts is reported to have better cytotoxic activity than a single extract. Identification of terpenoids, flavonoids and phenols in ethanol extracts of lempuyang gajah and white ginger rhizome was done by Thin Layer Chromatography method. Cytotoxic test of ethanol extracts of lempuyang gajah, white ginger rhizome and the combination of both were examined by MTT assay method at concentration of 15,625; 31.25; 62.5; 125; 250; 500 μg / ml and positive control of doxorubicin at concentrations of 0,3125; 0,625; 1,25; 2,5; 5; 10 μg / ml. The absorbance value of each test material was calculated as the percentage of cell life. The IC50 value of a single extract and their combination were analyzed using one way ANOVA. The result showed that the ethanol extract of white ginger and elephant ginger rhizome was proven to contain terpenoids, flavonoids and phenols. The IC50 value of ethanol extract of lempuyang gajah, white ginger rhizome and the combination of both were 72.44; 75.37 and 29.17 μg / ml.
2525728763E1A015216IMPLEMENTASI PENYELENGGARAAN REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT DALAM UPAYA KESEHATAN (Studi Di Rumah Sakit Wijaya Kusuma Purwokerto) Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi penyelenggaraan rekam medis di rumah sakit dalam upaya kesehatan studi di Rumah Sakit Wijaya Kusuma Purwokerto dan pengaruh faktor komunikasi, fasilitas dan kedisiplinan terhadap implementasi penyelenggaraan rekam medis di rumah sakit dalam upaya kesehatan studi di Rumah Sakit Wijaya Kusuma Purwokerto.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan yuridis sosiologis, dan spesifikasi penilitian deskriptif. Lokasi penelitian ini di Rumah Sakit Wijaya Kusuma Purwokerto. Pengambilan sampel melalui metode simple random sampling. Data yang digunakan meliputi data primer dan data sekunder yang diperoleh dengan metode angket, dokumenter, dan kepustakaan. Pengolahan data secara editing, coding, dan tabulasi. Analisis data kuantitatif menggunakan metode distribusi frekuensi analisis, tabel silang analisis, analisis isi, dan analisis perbandingan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi penyelenggaraan rekam medis di Rumah Sakit Wijaya Kusuma Purwokerto dalam upaya kesehatan adalah efektif. Hal ini dibuktikan dengan hasil penelitian terhadap 5 (lima) indikator meliputi lengkapnya isi rekam medis, sesuainya tata cara penyelenggaraan rekam medis, sesuainya penyimpanan, pemusnahan dan kerahasiaan rekam medis, baiknya kepemilikan, pemanfaatan dan tanggung jawab rekam medis dan efektifnya pembinaan dan pengawasan rekam medis. Faktor komunikasi, fasilitas dan kedisiplinan cenderung berpengaruh positif terhadap tingkat implementasi penyelenggaraan rekam medis di Rumah Sakit Wijaya Kusuma Purwokerto dalam upaya kesehatan.
Wijaya Kusuma Purwokerto Hospital and the factors of communication, facilities and discipline regarding the application of medical records officers in hospitals at Wijaya Kusuma Purwokerto Hospital.
This research uses quantitative research methods using sociological juridical, and descriptive research specifications. The location of this research is at Wijaya Kusuma Purwokerto Hospital. Sampling through simple random sampling method. The data used using primary data and secondary data obtained by questionnaire, documentary, and literature methods. Processing data by editing, coding, and tabulating. Quantitative data analysis uses the method of frequency comparison analysis, cross table analysis, content analysis, and selection analysis.
The results of research that show how to implement medical records at Wijaya Kusuma Purwokerto Hospital in health efforts are effective. This is evidenced by the results of research on 5 (five) indicators added by complete medical records, governance procedures that enable the organizing, installation of storage, destruction and confidentiality of medical records, formulation of interests, assistance and accountability of medical records and the effective guidance and supervision of medical records. . Communication factors, facilities and discipline apply positively to the level of implementation of medical records at Wijaya Kusuma Purwokerto Hospital in health efforts.
2525828173L1C015016KOMPARASI KARAKTERISTIK SUARA BERDASARKAN JARAK DARI KAPAL PERIKANAN YANG MEMILIKI LAJU DI PERAIRAN CILACAPSuara dalam air dapat berasal dari suara biotik, abiotik dan antropogenik. Sumber suara antropogenik dapat berasal dari aktivitas perkapalan. Aktivitas perkapalan merupakan sumber utama kebisingan antropogenik di lautan. Kebisingan tersebut dapat dijadikan sebagai objek penelitian akustik pasif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik suara kapal berdasarkan jenis kapal dan hubungan dengan jarak di alur pelayaran Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap. Metode yang digunakan adalah observasi dan wawancara. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa intensitas suara kapal bernilai 64,77 – 69,00 dB re µPa; frekuensi suara kapal bernilai 717,17 – 763,40 Hz; durasi interval suara bernilai 56,49 - 67,40 ms; dan durasi pulsa suara bernilai 44,21 – 61,60 ms. Intensitas dan frekuensi memiliki hubungan yang signifikan terhadap jarak, dimana nilai karakteristik tersebut mengalami penurunan seiring meningkatnya jarak. Durasi interval dan durasi pulsa berkorelasi rendah terhadap jarak.
Kata Kunci: suara kapal, intensitas, frekuensi, durasi pulsa, durasi interval
Sound of the sea come from biotic, abiotic, and anthropogenic. Anthropogenic sound sources can come from shipping activities. Shipping activity is the main source of oceanic anthropogenic noise. This resulting noise can be use as a passive acoustict object. This study aims to determine the characteristics of the sound of the ship based on the type of ship ang the relationship with the distance in the shipping of the Cilacap Ocean Fisheries Port. Sound data are obtained from the result of the recording using the Hydrophone installed at a depht of 1-2 meters in the water and the distance data of the ship obtained using coordinate measurements on the Google Eart software. The result of this study indicate that the sound of intesity is 64,77 – 69,00 dB re µPa; sound of frequency is 717,17 – 763,40 Hz; sound of duration interval is 56,49 - 67,40 ms; and the voice pulsa duration of sound is 44,21 – 61,60 ms. Intensity and frequency have a significant relationship so distance, where the value of these characteristics has decreased with increasing distance. Interval duration dan pulse duration correlate low risth distance.
Keyword : Ship sound, intensity, frequency, interval duration, pulse duration
2525928174F1A015068Komunitas Balap Liar Ngedrag di Kecamatan Jatilawang BanyumasPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui anggota Komunitas balap liar ngedrag memaknai balapan liar. Hampir semua anggota dari komunitas balapan liar ngedrag merupakan remaja di mana pada masa ini mereka selalu ingin tahu dan mencoba halhal yang menantang sehingga sering timbul pelanggaran-pelanggaran terhadap norma dan nilai dalam suatu masyarakat. Namun penyimpangan yang dilakukan remaja ini dilakukan secara berkelompok dan juga terorganisir. Penelitian ini dilaksanakan di kecamatan Jatilawang tepatnya di perbatasan dengan kecamatan Rawalo kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian adalah memiliki kriteria tertentu (purposive sampling) untuk pemilihan informan. Informan yang dipilih remaja tergabung dalam team. Beberapa diantaranya adalah Joki, pemilik motor, pemegang uang taruhan sebagai informan utama dan untuk informan pendukung adalah mekanik dan pihak kepolisan. Penelitian ini dilakukan dengan teknik pengumpulan data, yaitu dengan pengamatan (observasi), wawancara, dan dokumentasi. Untuk menguji keabsahan data digunakan teknik triangulasi. Triangulasi adalah teknik membandingkan data dengan sesuatu yang lain di luar data itu. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan model analisis yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Remaja bergabung dalam Komunitas atau lebih di kenal dengan nama Team yang melakukan aksi balapan liar ngedrag kerena di pengaruhi faktor lingkungan seperti teman bermain, anggota keluarga dan juga teman satu sekolahnya yang membuat bergabung dalam team namun, faktor ekonomi juga yang membuat seseorang terdorong bergabung dalam team balap liar karena terkendala biaya mengikuti balapan resmi. Dalam team balapan liar anggotanya memiliki peran seperti joki , pemilik motor, pemegang uang taruhan atau manajer dan anggota pendukung lainnya yang berguna agar kegiatan balapan liar ngedrag berjalan lancar dan juga memenangkan pertandingannya. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa Anggota team memaknai balapan liar ngedrag sebagai hobi dari mereka karena mendapatkan kesenangan dan juga temanteman yang satu hobi. Namun bukan hanya itu saja hal yang di dapat dalam balapan liar ngdrag ada juga hal lain yang didapatkan seperti menyalurkan bakat untuk menuju ke jenjang yang profesional, mendapatkan nama untuk terkenal, dan juga yang paling utama memenangkan taruhan uang. Balapan liar bukan hanya melanggar peraturan lalulintas namun ada tindak perjudian yang terjadi di dalamnya jadi bisa dikatakan balapan liar bukan lagi sebagai kenakalan remaja namun tindakan kriminalitas.This study aims to determine the members of the wild drag racing community to interpret the meaning of wild racing. Almost all members of the wild drag racing community are teenagers where at this time they are always curious and try things that are challenging so that violations of norms and values often occur in a society. But the deviations committed by adolescents are done in groups and also organized. This research was conducted in Jatilawang sub-district precisely on the border with Rawalo sub-district in Banyumas. This research uses descriptive qualitative method. The sampling technique used in this study is to have certain criteria (purposive sampling) for the selection of informants. The informants selected by adolescents joined the team. Some of them are racers, motorcycle owners, holders of betting money as the main informants and for supporting informants are mechanics and police. This research was conducted with data collection techniques, namely by observation, interviews, and documentation. To test the validity of the data used triangulation techniques. Triangulation is a technique of comparing data with something else outside of that data. Data analysis techniques in this study used an analysis model that included data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Teenagers join the community or are better known by the name of Team who do wild drag racing because they are influenced by environmental factors such as playmates, family members and also one of their school friends who make joining the team but, also economic factors that make someone encouraged to join the team wild racing due to cost constraints following the official race. In the wild race team, its members have roles such as racers, motorcycle owners, betting money holders or managers and other supporting members that are useful so that the wild drag racing activities run smoothly and also win the race. The results of this study stated that team members interpret wild drag racing as their hobbies because they get fun and also friends who are hobbies. But not only that, in the wild drag racing, there are also other things that are obtained such as channeling talent to go to a professional level, getting a name to be famous, and also the most important win money bets. Wild race does not only violate traffic rules but there are gambling acts that occur in it so it can be said that wild racing is no longer a juvenile delinquency but an act of crime.
2526028985C1I016020THE EFFECT OF CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY
DISCLOSURE, LEVERAGE, AND FREE CASH FLOW ON EARNINGS
MANAGEMENT
Penelitian ini meneliti tentang manajemen laba. Penelitian ini mengambil judul: “The Effect of CSR Disclosure, Leverage, and Free Cash Flow on Earnings Management”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh CSR disclosure, leverage, dan free cash Flow terhadap earnings management. Populasi dalam penelitian ini adalah adalah perusahaan manufaktur di sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode 2016-2018, Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling, dan jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian adalah sebanyak 26 data perusahaan makanan dan minuman. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menggunakan SPSS menunjukkan bahwa: (1) pengungkapan CSR tidak mempengaruhi earnings management, (2) Leverage tidak mempengaruhi earnings management, dan (3) Free cash flow tidak mempengaruhi earnings management. Hasil penelitian ini menyiratkan bahwa peng CSR Disclosure bukan satusatunya indikator yang dipertimbangkan oleh investor. Investor dapat lebih memperhatikan prospek perusahaan di masa depan bersama dengan kinerja perusahaan. Diharapkan bahwa perusahaan dapat lebih memperhatikan tanggung jawab sosial sebagai upaya untuk menetapkan kebijakan dalam mempromosikan keseimbangan antara keuntungan perusahaan dan manfaat masyarakat secara keseluruhan. Selain itu, dalam kondisi di mana leverage dan free cash flow, manajer tidak selalu berpikir untuk melakukan manajemen laba untuk mengatasi masalah. Manajer dapat mempertimbangkan dampak pembalikan setelah earnings management yang dapat memberikan dampak lebih negatif pada perusahaan. This research examines earnings management. This research takes the title: "The Effect of CSR Disclosure, Leverage, and Free Cash Flow on Earnings Management". The purpose of this study was to determine the effect of CSR Disclosure, Leverage, and Free Cash Flow on profit management. The population in this study was manufacturing companies in the food and beverage sector which were listed on the Indonesia Stock Exchange (BEI) in the 2016-2018 period. Sampling was carried out using a purposive sampling method, and the number of samples used in the study was 26 data of food companies and drinks. Based on the results of research and data analysis using SPSS shows that: (1) CSR disclosure does not affect earnings management, (2) Leverage does not affect earnings management, and (3) Free cash flow does not affect earnings management. The results of this study imply that CSR disclosure is not the only indicator that is considered by investors. Investors may pay more attention to the company's prospects in the future along with the performance of the company. It is expected that companies can pay more attention to social responsibility as an effort to establish policies in promoting a balance between company profits and the benefits of society as a whole. Besides, in conditions where leverage and free cash flow are high, managers do not always think to undertake earning management to overcome the problems. Managers may consider the reversal impact after the earning management which may give a more negative impact on the company.