Artikel Ilmiah : F1A015068 a.n. ADI PRASETYO

Kembali Update Delete

NIMF1A015068
NamamhsADI PRASETYO
Judul ArtikelKomunitas Balap Liar Ngedrag di Kecamatan Jatilawang Banyumas
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui anggota Komunitas balap liar ngedrag memaknai balapan liar. Hampir semua anggota dari komunitas balapan liar ngedrag merupakan remaja di mana pada masa ini mereka selalu ingin tahu dan mencoba halhal yang menantang sehingga sering timbul pelanggaran-pelanggaran terhadap norma dan nilai dalam suatu masyarakat. Namun penyimpangan yang dilakukan remaja ini dilakukan secara berkelompok dan juga terorganisir. Penelitian ini dilaksanakan di kecamatan Jatilawang tepatnya di perbatasan dengan kecamatan Rawalo kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian adalah memiliki kriteria tertentu (purposive sampling) untuk pemilihan informan. Informan yang dipilih remaja tergabung dalam team. Beberapa diantaranya adalah Joki, pemilik motor, pemegang uang taruhan sebagai informan utama dan untuk informan pendukung adalah mekanik dan pihak kepolisan. Penelitian ini dilakukan dengan teknik pengumpulan data, yaitu dengan pengamatan (observasi), wawancara, dan dokumentasi. Untuk menguji keabsahan data digunakan teknik triangulasi. Triangulasi adalah teknik membandingkan data dengan sesuatu yang lain di luar data itu. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan model analisis yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Remaja bergabung dalam Komunitas atau lebih di kenal dengan nama Team yang melakukan aksi balapan liar ngedrag kerena di pengaruhi faktor lingkungan seperti teman bermain, anggota keluarga dan juga teman satu sekolahnya yang membuat bergabung dalam team namun, faktor ekonomi juga yang membuat seseorang terdorong bergabung dalam team balap liar karena terkendala biaya mengikuti balapan resmi. Dalam team balapan liar anggotanya memiliki peran seperti joki , pemilik motor, pemegang uang taruhan atau manajer dan anggota pendukung lainnya yang berguna agar kegiatan balapan liar ngedrag berjalan lancar dan juga memenangkan pertandingannya. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa Anggota team memaknai balapan liar ngedrag sebagai hobi dari mereka karena mendapatkan kesenangan dan juga temanteman yang satu hobi. Namun bukan hanya itu saja hal yang di dapat dalam balapan liar ngdrag ada juga hal lain yang didapatkan seperti menyalurkan bakat untuk menuju ke jenjang yang profesional, mendapatkan nama untuk terkenal, dan juga yang paling utama memenangkan taruhan uang. Balapan liar bukan hanya melanggar peraturan lalulintas namun ada tindak perjudian yang terjadi di dalamnya jadi bisa dikatakan balapan liar bukan lagi sebagai kenakalan remaja namun tindakan kriminalitas.
Abtrak (Bhs. Inggris)This study aims to determine the members of the wild drag racing community to interpret the meaning of wild racing. Almost all members of the wild drag racing community are teenagers where at this time they are always curious and try things that are challenging so that violations of norms and values often occur in a society. But the deviations committed by adolescents are done in groups and also organized. This research was conducted in Jatilawang sub-district precisely on the border with Rawalo sub-district in Banyumas. This research uses descriptive qualitative method. The sampling technique used in this study is to have certain criteria (purposive sampling) for the selection of informants. The informants selected by adolescents joined the team. Some of them are racers, motorcycle owners, holders of betting money as the main informants and for supporting informants are mechanics and police. This research was conducted with data collection techniques, namely by observation, interviews, and documentation. To test the validity of the data used triangulation techniques. Triangulation is a technique of comparing data with something else outside of that data. Data analysis techniques in this study used an analysis model that included data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Teenagers join the community or are better known by the name of Team who do wild drag racing because they are influenced by environmental factors such as playmates, family members and also one of their school friends who make joining the team but, also economic factors that make someone encouraged to join the team wild racing due to cost constraints following the official race. In the wild race team, its members have roles such as racers, motorcycle owners, betting money holders or managers and other supporting members that are useful so that the wild drag racing activities run smoothly and also win the race. The results of this study stated that team members interpret wild drag racing as their hobbies because they get fun and also friends who are hobbies. But not only that, in the wild drag racing, there are also other things that are obtained such as channeling talent to go to a professional level, getting a name to be famous, and also the most important win money bets. Wild race does not only violate traffic rules but there are gambling acts that occur in it so it can be said that wild racing is no longer a juvenile delinquency but an act of crime.
Kata kunci Remaja, Team Balap Liar, Memaknai
Pembimbing 1F.X Wardiono
Pembimbing 2Nalfaridas Baharudin
Pembimbing 3Masrukin
Tahun2020
Jumlah Halaman17
Tgl. Entri2020-02-17 23:34:42.622788
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.