Artikelilmiahs

Menampilkan 22.041-22.060 dari 51.891 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
2204124943H1A015040ANALISIS PENGGUNAAN PENYEARAH TERKENDALI TERHADAP SISTEM INTERKONEKSI PHOTOVOLTAIC BUS DC DENGAN JALA-JALA Energi matahari merupakan energi alternatif yang mudah digunakan. Salah satu sistem penggunaan energi matahari adalah sistem on-grid PV, dimana photovoltaic (PV) terhubung dengan jala-jala listrik pada bus DC, dengan menggunakan penyearah konvensional sebagai konversi arus AC ke DC, untuk menyuplai daya ke beban. Namun, efek dari sistem ini mengakibatkan daya dari modul PV kurang maksimal, sehingga dilakukan penelitian, yaitu dengan mengubah penyearah konvensional menjadi penyearah terkendali. Ini bertujuan untuk memaksimalkan daya pada modul PV. Pada penelitian ini menggunakan simulasi pada perangkat lunak PSIM untuk meniliti dan menganalisis nilai keluaran pada rangkaian utama seperti rangkaian penyearah terkendali, modul PV, buck converter, batterai, dan beban. Hasil dari penelitian ini, didapat bahwa rangkaian penyearah terkendali dapat berfungsi untuk mengatur aliran daya pada sistem rangkaian yang dirancang, yaitu dengan mengatur sudut penyalaan penyearahnya, berdasarkan hasil simulasinya. Pada sudut penyalaan bernilai rendah, daya dari jala-jala digunakan untuk mengisi batterai maupun beban. Sedangkan saat sudut penyalaan tinggi, daya dari batterai dan modul PV digunakan untuk mengisi beban, sehingga daya pada beban akan stabil. Pada rangkaian buck converter dan modul PV memiliki daya yang stabil karena adanya rangkaian MPPT. Rugi-rugi daya yang dapaat dihasilkan yaitu sebesar 12% untuk nilai maksimumnya sedangkan nilai minimumnya sebesar 3%, ini membuktikan bahwa sistem cukup efisien untuk memasokkan daya ke beban. Solar energy is an alternative energy that is easy to use. One of the systems is the use of solar energy on-grid PV systems, where photovoltaic (PV) connected to the grid on the DC bus, using a conventional rectifier converting AC current into DC, to supply power to the load. However, the effect of this system results in the power of the PV module less than the maximum, so do research, namely by changing into a conventional rectifier controlled rectifier. This aims to maximize power in the PV module. In this study, using simulation software PSIM for to investigate and analyze the output value of the primary circuit as a controlled rectifier circuit, PV modules, buck converters, batteries, and loads. The results of this study, found that a controlled rectifier circuit can function to regulate the flow of power in a designed circuit system, namely by adjusting the ignition angle of the rectifier, based on the simulation results. In the firing angle of low value, power from the grid is used to charge batteries or load. Meanwhile, when the firing angle, high power from the batteries and the PV modules are used to fill the load, so that the power at the load will be stable.The buck converter circuit and PV module have stable power due to the MPPT circuit. The resulting power losses are 12% for the maximum value while the minimum value is 3%, proving that the system is efficient enough to supply power to the load.
2204225883G1B015033PENGARUH PENAMBAHAN NANOSELULOSA SEKAM PADI (Oryza sativa L.) TERHADAP KEKUATAN TARIK DAN STABILITAS DIMENSI
BAHAN CETAK ALGINAT
Bahan cetak alginat masih memiliki beberapa kekurangan, diantaranya kekuatan tarik yang rendah dan dimensi cetakan yang kurang stabil. Kekurangan sifat mekanis bahan cetak alginat dapat ditingkatkan melalui penambahan bahan pengisi berupa bahan alam yaitu nanoselulosa. Pada penelitian ini dilakukan sintesis bahan cetak alginat yang ditambahkan nanoselulosa sekam padi (Oryza sativa L.). Tujuan penelitian ini adalah membandingkan kekuatan tarik dan stabilitas dimensi serta mendeskripsikan karakteristik morfologi permukaan dari bahan cetak alginat yang ditambahkan nanoselulosa sekam padi (Oryza sativa L.) dengan kelompok kontrol. Jenis penelitian ini adalah eksperimental laboratoris dengan rancangan penelitian post test only control group design. Tiga puluh dua sampel dibagi menjadi empat kelompok, yaitu kelompok dengan penambahan nanoselulosa 1%, 2%, 3% dan kelompok kontrol dengan setiap kelompok terdiri dari 8 sampel yang dipilih secara simple random. Masing-masing kelompok dilakukan uji kekuatan tarik, stabilitas dimensi dan karakteristik morfologi. Hasil penelitian menunjukkan kekuatan tarik yang tertinggi sebesar 3,628 ± 1,881 MPa, pada kelompok kontrol, sedangkan yang terendah 0,402 ± 0,134 MPa pada kelompok perlakuan penambahan nanoselulosa 2% dengan nilai kekuatan tarik yang masih berada dalam rentang standar kekuatan tarik minimal yaitu 0,37-0,69 MPa. Nilai perubahan dimensi tertinggi 0,587 ± 0,062% pada kelompok kontrol, sedangkan nilai perubahan dimensi terendah 0,227 ± 0,050% pada kelompok perlakuan penambahan nanoselulosa 3% dengan standar minimal perubahan dimensi 0,5% sesuai ANSI/ADA No. 18 Tahun 1992 tentang Dental Alginat Impression Material. Hasil penelitian uji karakteristik morfologi menunjukkan terdapat porositas dan celah permukaan yang bertambah banyak semakin bertambahnya konsentrasi nanoselulosa. Simpulan penelitian ini adalah terdapat perbedaan yang bermakna nilai kekuatan tarik dan stabilitas dimensi pada kelompok bahan cetak alginat dengan penambahan nanoselulosa sekam padi dengan kelompok tanpa penambahan nanoselulosa sekam padi.

Kata kunci : Nanoselulosa, kekuatan tarik, stabilitas dimensi, bahan cetak
alginat.
Kepustakaan : 36 (2000-2019)
Alginate impression material still has several disadvantages, including low tensile strength and easily changing mold dimensions due to the syneresis and imbibition process. The lack of mechanical properties of the alginate impression material is known to be improved through addition of natural filler materials, nanocelullulose in its composition. In this study, the synthesis of alginate impression material was added by nanocellulose rice husk fiber (Oryza sativa L.). The purpose of this study was to compare the tensile strength, dimensional stability and describe the surface morphological characteristics of the alginate print material which was added by nanocellulose rice husk (Oryza sativa L.) to the control group. Each group carried out tensile strength tests, dimensional stability and morphological characteristics. The results showed the highest tensile strength of 3.628 ± 1.881 MPa in the control group, while the lowest was 0.402 ± 0.134 MPa in the group with the addition of 2% nanocellulose which the tensile strength value is still within the minimum tensile strength standard range (0,37-0,69 MPa). The highest change in dimension value was 0.587 ± 0.062% in the control group, while the lowest dimensional change value was 0.227 ± 0.050% in the group with the addition of 3% nanocellulose with a minimum dimentional change is 0,5% according to ANSI/ADA No. 18 of 1992 concerning Dental Alginate Impression Material. The results of the study of morphological characteristics showed that there was still porosity on each surface of the sample, but the surface became denser the more nanocellulose concentration increased. The conclusion of this study is that there are significant differences in the value of tensile strength and dimensional stability in the alginate printing material group with the addition of rice husk nanocellulose with the group without the addition of rice husk nanocellulose.

Keywords : Nanocellulose, tensile strength, dimentional stability, alginate
impression material.
Bibliography : 36 (1997-2019)
2204324752H1L014047AUDIT KEAMANAN INFORMASI PADA SISTEM LAYANAN PENGADAAN SECARA ELEKTRONIK UNIVERSITAS XYZ MENGGUNAKAN FRAMEWORK ISO 27001Universitas XYZ memiliki Sistem Informasi Layanan Pengadaan Secara Elektronik untuk memudahkan peserta lelang dan staff LPSE dalam mengelola hal yang berkaitan dengan kebutuhan tentang pelelangan secara elektronik, contohnya informasi barang dan jasa. Penelitian ini fokus pada 11 domain, dengan penilaian Maturity Level. Hasil dari audit sistem informasi dapat digunakan sebagai tolak ukur sejauh mana tingkat keamanan pada Sistem Informasi Layanan Pengadaan Secara Elektronik. Penelitian ini menunjukkan Maturity Level pada Sistem Informasi Layanan Pengadaan Secara Elektronik berada pada Level 4 (Managed and Measurable) Hal itu menunjukan bahwa tahap dimana kegiatan dan standar yang ada telah diterapkan secara formal dan terintegrasi.XYZ University has an Electronic Procurement Service Information System to make it easier for auction participants and LPSE staff to manage matters relating to the needs of electronic auctions, for example information on goods and services. This study focuses on 11 domains, with an assessment of Maturity Level. The results of an information system audit can be used as a benchmark for the extent of security in an Electronic Procurement Service Information System. This research shows that Maturity Level in Electronic Procurement Service Information System is at Level 4 (Managed and Measurable). It shows that the stage where the existing activities and standards have been applied formally and integratedly.
2204424753G1D014068HUBUNGAN KECANDUAN GAME ONLINE DENGAN LAMA WAKTU DALAM MENGERJAKAN TUGAS AKHIR PADA MAHASISWA FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS
JENDERAL SOEDIRMAN PURWOKERTO
HUBUNGAN KECANDUAN GAME ONLINE DENGAN LAMA WAKTU DALAM MENGERJAKAN TUGAS AKHIR PADA MAHASISWA FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS
JENDERAL SOEDIRMAN PURWOKERTO

Kristian Adi Nugroho1, Rahmi Setiyani2, Wahyudi Mulyaningrat3

Abstrak


Latar Belakang: Bermain game online dapat menyebabkan kecanduan bagi pemainnya. Kecanduan tersebut dapat menyebabkan seseorang tidak dapat membagi waktu dengan baik. Kecanduan bermain game online dimungkinkan dapat mempengaruhi lama waktu dalam mengerjakan tugas akhir.
Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara kecanduan game online dengan lama waktu dalam mengerjakan tugas akhir pada mahasiswa.
Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskripsi korelasi dengan desain cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 64 responden. Pengukuran kecanduan game online menggunakan kuesioner Internet Gaming Disorder Scale-Short Form (IGDS-9SF), dan pengukuran lama waktu mengerjakan tugas akhir menggunakan kuesioner berisi tahap-tahap responden dalam menyelesaikan tugas akhir. Analisis yang dilakukan menggunakan uji Spearman’s.
Hasil: Skor kecanduan game online dilihat dari nilai median adalah 37 dengan nilai minimum 36 dan nilai maximum 45. Skor lama waktu pengerjaan tugas akhir dilihat dari nilai median adalah 2,5 semester dengan nilai minimum 1 semester dan nilai maximum 5 semester. Hasil uji Spearman’s menunjukkan nilai p = 0,915.
Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara kecanduan game online dengan lama waktu dalam mengerjakan tugas akhir.
Kata Kunci: Game online, kecanduan, mahasiswa, tugas akhir.
THE RELATION OF ONLINE GAME ADDICTION AND DURATION OF WRITING THESIS AMONG UNDERGRADUATE STUDENTS OF HEALTH SCIENCES FACULTY
JENDERAL SOEDIRMAN UNIVERSITY

Kristian Adi Nugroho1, Rahmi Setiyani2, Wahyudi Mulyaningrat3

Abstract


Background: Playing online game can cause addiction for its palyers. The addiction can lead to poor time management. Game online addiction may influence the duration of thesis writing.
Objective: To identify the relation of online game addiction and the duration of thesis writing among students of Helath Science Faculty, Jenderal Soedirman University.
Methods: This study used correlation description method with cross sectional design. A total of 64 respondents were involved. Online game addiction measurement used Internet Gaming Disorder Scale-Short Form (IGDS-9SF), and the duration of thesis writing by questionnaire consists of stages during thesis writing. Data analysis by Spearman’s test
Results: Median score of online game addiction scores was 37 with minimum score was 36 and maximum score was 45. Median score of writing thesis among undergraduate students scores was 2,5 semester with minimum score was 1 semester and maximum score was 5 semester. Spearman’s test results showed p-value=0,915
Conclusion: No relation found of between game online addiction and thesis writing

Keywords: online game addiction, duration of writing thesis, student

2204524754F1J014009Analisis Verba "memakai" dalam Bahasa JepangPenelitian ini mengkaji tentang “Penggunaan Verba ‘Memakai’ Dalam Bahasa Jepang”. bertujuan untuk mendeskripsikan pembentukan dan makna dari verba “memakai” dalam bahasa Jepang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik simak dan catat. Hasil dari penelitian ini ditemukan 9 (sembilan) perubahan bentuk tsukau yaitu : tsukau, tsukaereba, tsukawareru, tsukatte, tsukatta, tsukaeru, tsukaikatta., dan 4 (empat) perubahan bentuk riyou yaitu : riyou dan goriyou. Hasil menunjukan bahwa arti kata memakai dapat berubah bentuk mengikuti struktur kalimatnya dan bisa berubah sesuai dengan konteks kata bendanya.

This research examines about the use of verb “use” in Japanese language. The purpose of this research is to desciribe the form and meaning of “use” verb in Japanese language. This research is categorized as descriptive qualitative research with scrutinized and noted technique. As the result of this research , the researcher found 9 (nine) changes in the form of tsukau namely : tsukau, tsukaereba, tsukawareru, tsukatte, tsukatta, tsukaeru, tsukaikatta, and 4 (four) changes in form of riyou namely : riyou and goriyou. The result shows that meaning of “use” can be deformed following the sentence structure, and can be changed according to be context of its noun.

2204624852E2A016006PEMENUHAN HAK BIOLOGIS SUAMI ISTRI
(CONJUGAL RIGHTS) BAGI NARAPIDANA DI
LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS IIA PERMISAN NUSAKAMBANGAN
EKO NOVYANTO, Program Studi Ilmu Hukum Konsentrasi Sistem Peradilan Pidana, Pemenuhan Hak Biologis Suami Istri (Conjugal Right) Bagi Narapidana Di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Permisan Nusakambangan, Ketua : Prof. Dr. Agus Raharjo, SH, M.Hum. Anggota : Dr. Budiyono, SH, M.Hum
Pemenuhan kebutuhan biologis suami istri bagi narapidana sepertinya tidak terlalu dianggap penting bagi masyarakat saat ini, namun jika tidak terpenuhi maka manusia menjadi mengalami ketidakstabilan emosi, bahkan menjadi pelaku kriminal. Penelitian ini ditujukan untuk menganalisis pelaksanaan pemenuhan hak biologis suami istri (conjugal rights) bagi narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Permisan Nusakambangan. Selain itu juga untuk menganalisis hambatan pelaksanaan pemenuhan hak biologis suami istri (conjugal rights) bagi narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Permisan Nusakambangan melalui metode yuridis sosiologis.
Hasil penelitian menyatakan bahwa, pelaksanaan Pemenuhan Hak Biologis Suami Istri (Conjugal Rights) Bagi Narapidana Yang Telah Menikah di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Permisan Nusakambangan diberikan melalui melalui program CMK (Cuti Mengunjungi Keluarga), CMB (Cuti Menjelang Bebas) dan asimilasi. Kebutuhan bioologis narapidana tidak tersalurkan karena memang instrumen hak narapidana seperti program CMK (Cuti Mengunjungi Keluarga), CMB (Cuti Menjelang Bebas) dan asimilasi tidak mendukung secara langsung pemenuhan hak biologis narapidana. Pelaksanaan pemenuhan hak biologis suami istri (conjugal rights) bagi narapidana yang telah menikah di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Permisan Nusakambangan belum dapat dipenuhi dan berjalan dengan baik. Hambatan dalam pelaksanaan pemenuhan hak biologis suami istri (conjugal rights) bagi narapidana yang telah menikah di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Permisan Nusakambangan terdiri dari hambatan hukum, faktor penegak hukum, faktor sarana atau fasilitas, faktor masyarakat/ pemegang peran dan faktor kebudayaan.
SUMMARY

Eko Novyanto, Legal Studies Program Concentration of the Criminal Justice System, Implementation of Fulfillment of Biological Right of Convicts for Prisoners in Prison Class IIA Permisan Nusakambangan, Chairman: Prof. Dr. Agus Raharjo, SH, M.Hum. Member: Dr. Budiyono, SH, M.Hum
Fulfilling the biological needs of husband and wife for prisoners does not seem too important to the community at this time, but if it is not fulfilled then humans become emotional instability, even become criminals. This study is aimed at analyzing the implementation of the biological rights of conjugal rights for prisoners in the Class IIA Permisan Penitentiary of Nusakambangan. In addition, it is also to analyze barriers to the implementation of biological rights of husband and wife (conjugal rights) for prisoners in Class IIA Permisan Nusakambangan Penitentiary through sociological juridical methods.
The results of the study stated that the implementation of the fulfillment of biological rights of husband and wife for married prisoners in the Permisan Class IIA Penal Prison in Nusakambangan was provided through the CMK program (Family Visit Leave), CMB (Free Approach Leave) and assimilation. The bioological needs of prisoners are not channeled because indeed prisoner rights instruments such as the CMK program (Family Visit Leave), CMB (Free Towards Leave) and assimilation do not directly support the fulfillment of the biological rights of prisoners. The fulfillment of the biological rights of husband and wife (conjugal rights) for married inmates at the Class IIA Permisan Penitentiary of Nusakambangan have not been fulfilled and run well. Obstacles in the implementation of the biological rights of husband and wife (conjugal rights) for married inmates in Class IIA Permisan Nusakambangan Penitentiary consist of legal barriers, law enforcement factors, facility or facility factors, community factors / role holders and cultural factors.
2204724888A1C013047KAJIAN KELAYAKAN FINANSIAL AGROINDUSTRI TEMPE
DI DESA PLIKEN KECAMATAN KEMBARAN
KABUPATEN BANYUMAS
Produksi tempe di Desa Pliken sudah dilaksanakan secara turun temurun. Namun demikian, walaupun industri ini sudah puluhan tahun berdiri tetapi kenyataan masih berbentuk usaha yang bersifat tradisional. Skala usaha juga masih kecil dan belum mengalami perkembangan yang berarti. Oleh karena itu, perlu adanya suatu kajian terhadap kelayakan finansial agroindustri tempe untuk melihat tingkat keberhasilan dari usaha yang sudah lama dilakukan di Desa Pliken. Penelitian ini bertujuan untuk: mengetahui besarnya biaya dan pendapatan; mengetahui tingkat kelayakan finansial; menghitung rentabilitas ekonomi pada agroindustri rumah tangga tempe di Desa Pliken. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 1 sampai 31 Mei 2018. Sasaran dalam penelitian ini adalah perajin yang mengusahakan tempe di Desa Pliken, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas pada bulan Mei 2018. Penelitian menggunakan metode survei. Sampel diambil menggunakan metode pengambilan acak terstratifikasi. Analisis data yang digunakan: analisis biaya, penerimaan, pendapatan, R/C ratio, dan rentabilitas ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total biaya rata-rata sebesar Rp8.282.841,00, penerimaan rata-rata sebesar Rp13.539.560,00, dan pendapatan rata-rata sebesar Rp5.256.719,00. Rata-rata R/C ratio yang diperoleh sebesar 1,65. Rata-rata nilai rentabilitas ekonomi sebesar 65 persen.Production’s of tempe in Pliken Village has been carried out for generations. However, even though this industry has been established for decades, the reality is still in the form of a traditional business. The scale of business is also still small and has not experienced significant developments. Therefore, there is a need for a study of the financial feasibility of tempe agroindustry to see the success rate of the long-standing efforts in Pliken Village. This study aims to: know the magnitude of costs and revenues; knowing the level of financial feasibility; calculate economic rentability in tempe household agroindustry in Pliken Village. The study was conducted on May 1 to 31, 2018. The objectives of this study were artisans who tried tempeh in Pliken Village, Kembaran District, Banyumas Regency in May 2018. The study used the survey method. Samples were taken using randomly stratified retrieval methods. Data analysis used: cost analysis, revenue, income, R / C ratio, and economic profitability. The results of the study show that the average total cost of Rp.8,282,851.00, the average income of Rp13,539,560.00, and the average income of Rp.5,256,719.00. The average R / C ratio obtained is 1.65. The average value of economic rentability is 65 percent.
2204824756F1D014044KONFLIK PENGURUS YAYASAN DAN KARYAWAN RUMAH SAKIT ISLAM PURWOKERTO DALAM PENGELOLAAN ASET RUMAH SAKIT ISLAM PURWOKERTO DI KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2016Penelitian ini membahas mengenai Konflik Pengurus Yayasan dan Karyawan Rumah Sakit Islam Purwokerto Dalam Pengelolaan Aset Rumah Sakit Islam Purwokerto di Kabupaten Banyumas Tahun 2016. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan mendeskripsikan konflik politik antara Yayasan Rumah Sakit Islam Purwokerto (YARSI) dan pihak Karyawan Rumah Sakit Islam Purwokerto dalam konflik pengelolaan aset Rumah Sakit Islam Purwokerto di Kabupaten Banyumas. Menyebutkan dan menjelaskan aktor-aktor yang terlibat dan faktor-faktor yang mendorong terjadinya konflik politik antara pihak Yayasan Rumah Sakit Islam Purwokerto (YARSI) dan Karyawan Rumah Sakit Islam Purwokerto di Kabupaten Banyumas.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Lokasi penelitian dilakukan di Kabupaten Kuningan tepatnya di Rumah Sakit Islam Purwokerto Kabupaten Banyumas. Data diperoleh dari hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi. Untuk menjamin validitas data, penelitian ini menggunakan teknik trianggulasi data.
Dalam hal ini, bahwa roses konflik pengelolaan asset Rumah Sakit Islam Purwokerto diawali oleh adanya klaim organisasi Muhammadiyah atas kepemilikan rumah sakit yang dibarengi penggantian jajaran manajemen secara sepihak yang dilakukan oleh pengurus Yayasan Rumah Sakit Islam Purwokerto (YARSI). Kedua peristiwa tersebut kemudian memicu penolakan sebagian besar karyawan rumah sakit untuk melakukan pemogokan kerja dan aksi demonstrasi. Pada tahap konflik selanjutnya, perselisihan memasuki ranah hukum dimana pihak pekerja yang tergabung dalam serikat pekerja (SP) selaku penggugat mengajukan gugatan kepada pihak Yayasan dan pihak Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Purwokerto yang keduanya diduga kuat bekerjasama melakukan akusisi atas asset Rumah Sakit Islam Purwokerto demi kepentingan organisasi Muhammadiyah dan kepentingan rumah sakit pendidikan Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Terdapat tiga aktor yang terlibat dalam konflik pengelolaan asset Rumah Sakit Islam Purwokerto. Aktor-aktor tersebut adalah pihak Yayasan Rumah Sakit Islam Purwokerto, pihak Serikat Pekerja (SP) Rumah Sakit Islam Purwokerto, dan pihak Pengurus Daerah Muhammadiyah Banyumas Berdasarkan analisa konflik pengelolaan ini, peneliti menganalisis terdapat dua faktor utama yang mendorong terjadinya perselisihan diantara pihak Yayasan Rumah Sakit Islam Purwokerto dengan pihak serikat pekerja (SP). Pertama yakni adanya dualisme cerita sejarah pendirian Rumah Sakit Islam Purwokerto, dimana kedua belah pihak memiliki versi yang berbeda atas proses awal berdirinya Rumah Sakit Islam Purwokerto dan keduanya juga didukung oleh dasar hukum formal yang kuat. Kedua yakni adanya keterlibatan pihak lain di Luar Rumah Sakit Islam Purwokerto yang ikut berkontribusi dalam memperluas konfik dan memperkeruh suasana. Pihak-pihak ini yakni Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Purwokerto di pihak yayasan dan Barisan Ansor Serbaguna Nahdlatul Ulama (Banser) Banyumas di pihak pihak serikat pekerja (SP).
This study discusses the Conflict of Management of Foundation and Employees of Purwokerto Islamic Hospital in Managing the Assets of Purwokerto Islamic Hospital in Banyumas Regency in 2016. This study aims to understand and describe the political conflict between the Purwokerto Islamic Hospital Foundation (YARSI) and the Islamic Hospital Employees Purwokerto in the conflict of asset management of Purwokerto Islamic Hospital in Banyumas Regency. Mention and explain the actors involved and the factors that led to the political conflict between the Purwokerto Islamic Hospital Foundation (YARSI) and the Employees of the Purwokerto Islamic Hospital in Banyumas Regency.
The research method used is a qualitative method using a case study approach. The location of the study was conducted in Kuningan Regency precisely at Purwokerto Islamic Hospital, Banyumas Regency. Data obtained from observations, interviews, and documentation. To guarantee data validity, this study uses data triangulation techniques.
In this case, the conflict management process of the Purwokerto Islamic Hospital was preceded by claims by Muhammadiyah organizations on the ownership of the hospital accompanied by a unilateral replacement of management by the management of the Purwokerto Islamic Hospital Foundation (YARSI). The two incidents then triggered the refusal of most hospital employees to carry out work strikes and demonstrations. At the next stage of the conflict, disputes entered the legal sphere where the workers joined in the union (SP) as the plaintiff filed a lawsuit against the Foundation and the Medical Faculty of the University of Muhammadiyah Purwokerto who both allegedly collaborated in acquiring the assets of the Purwokerto Islamic Hospital Muhammadiyah and the interests of the Muhammadiyah University of Purwokerto teaching hospital. There are three actors involved in the asset management conflict at the Purwokerto Islamic Hospital. The actors were the Purwokerto Islamic Hospital Foundation, the Purwokerto Islamic Hospital Workers' Union (SP), and the Muhammadiyah Regional Administrators Banyumas Based on this conflict management analysis, the researchers analyzed two main factors that led to the dispute between the Hospital Foundation. Islam Purwokerto with the union (SP). The first is the dualism of the history of the founding of the Purwokerto Islamic Hospital, where both parties have different versions of the initial process of establishing the Purwokerto Islamic Hospital and both are also supported by a strong formal legal basis. The second is the involvement of Other Parties Outside the Purwokerto Islamic Hospital which contributes to expanding conflict and worsening the atmosphere. These parties are the Medical Faculty of Muhammadiyah Purwokerto University at the foundation and the Nahdlatul Ulama (Banser) Multipurpose Ansor Line on the side of the union (SP).
2204924757G1D014013Karakteristik Wanita Usia Subur yang Melakukan Pemeriksaan IVA di Wilayah Puskesmas 1 CilongokKARAKTERISTIK WANITA USIA SUBUR YANG MELAKUKAN PEMERIKSAAN INPEKSI VISUAL ASAM ASETAT
DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS 1 CILONGOK

Pipit Puspitasari Pangestuti1, Lutfatul Latifah2, Aprilia Kartikasari3
ABSTRAK
Latar belakang: Angka kematian akibat kanker serviks di Indonesia masih tinggi. Pencegahan kanker serviks dapat dilakukan dengan pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA). Hasil studi pendahuluan didapatkan bahwa jumlah IVA positif paling banyak tedapat di Puskesmas 1 Cilongok, untuk itu peneliti ingin mengetahui karakteristik Wanita Usia Subur yang melakukan pemeriksaan IVA di Puskesmas 1 Ciongok.
Tujuan: Untuk mengetahui karakteristik Wanita Usia Subur yang melakukan pemeriksaan IVA di Wilayah Kerja Puskesmas 1 Cilongok.
Metode: Menggunakan desain Cross-Sectional. Pengumpulan data dilakukan pada Oktober 2017–Agustus 2018 dengan menggunakan kuesioner. Teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling. Analisis data menggunakan analisis Univariat.
Hasil: Dari analisa data menunjukkan bahwa mayoritas WUS yang melakukan pemeriksaan IVA berusia 20-35 tahun (59,7%), berpendidikan rendah (83,9%), tidak bekerja (75,8%), semua telah menikah, berpengetahuan kurang (62,9%), sikap negatif (87,1%), ketejangkauan jarak dekat(62,9%), keterjangkauan biaya mampu (62,9%), dan dukungan suami baik(62,9%).
Kesimpulan: WUS yang melakukan pemeriksaan IVA usia 20-35 tahun, bependidikan rendah, sebagai ibu rumah tangga, sudah menikah, memiliki pengetahuan yang kurang, bersikap negatif, jarak terdekat dari Puskemas 1 Cilongok, mampu membayar serta mempunyai dukungan suami yang baik.



Kata Kunci : Karaktristik WUS, Pemeriksaan IVA, Kanker Serviks
1Mahasiswa Jurusan Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman
2,3Departemen Keperawatan Maternitas Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman
CHARACTERISTIC OF REPRODUCTIVE AGE WOMEN WHO UNDERWENT VISUAL INSPECTION WITH ACETIC ACID TEST IN PUSKESMAS 1 CILONGOK
Pipit Puspitasari Pangestuti1, Lutfatul Latifah2, Aprilia Kartikasari3
ABSTRACT

Background: Cervical cancer mortality rate in Indonesia is high. Cervical cancer prevention could be conducted through Visual Inspection with Acetic Acid (VIA) test. Pra-survey results showed the highest positive VIA test amount were located at Puskesmas 1 Cilongok, so the study was intended to identify characteristics of reproductive age women who underwent VIA test in Puskesmas 1 Cilongok.
Objective: to identify characteristics of reproductive age women who underwent VIA test in Puskesmas 1 Cilongok
Methods: This study was a cross-sectional study. Data were collected from October 2017 until August 2018 by questionnaire. Sampling technique used purposive sampling. Data analysis used univariate analysis.
Results: Univariate data analysis showed that majority of reproductive age women undergo VIA test were at age group of 20-35 years old (59.7%), had low education level (83.9%), unemployed (75.8%), all of respondents were married, had low knowledge level (62.9%), had negative attitudes (87.1%), near accessibility (62.9%), privileged affordability (62.9%) and good category of husband support (62,9%).
Conclusion: Reproductive age women who underwent VIA test were at age group of 20-35 years old, had low education level, housewives, married, had low knowledge level, had negative attitudes, near accessibility, privileged affordability and good category of husband support

Keywords: cervical cancer, characteristics of reproductive age women, VIA test
1Student of Nursing Department, Health Science Faculty, Jenderal Soedirman University
2,3Maternity Nursing Departement, Health Science Faculty, Jenderal Soedirman University
2205024758F1G014032Upacara Sedekah Bumi Di Desa Wonoyoso Kecamatan Kuwarasan Kabupaten Kebumen (Kajian Etnosemantik)ABSTRAK
Penelitian ini berjudul “Upacara Sedekah Bumi di Desa Wonoyoso Kecamatan Kuwarasan Kabupaten Kebumen (Kajian Etnosemantik)”. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk, makna leksikal dan makna kultural istilah-istilah dalam upacara sedekah bumi. Bentuk penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa istilah-istilah dalam prosesi dan piranti sedekah bumi. Sumber data yang digunakan berupa sumber data lisan dan tulis, sumber data tulis berasal dari buku-buku dan jurnal tentang tradisi sedekah bumi. Sumber data lisan berupa informasi yang berasal dari informan yang memahami tentang prosesi sedekah bumi di Desa Wonoyoso Kecamatan Kuwarasan Kabupaten Kebumen.
Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode simak. Metode simak diterapkan melalui teknik dasar dan teknik lanjutan. Peneliti menggunaan teknik simak libat cakap dengan teknik dasarnya adalah teknik sadap dan teknik lanjutannya adalah teknik rekam dan catat. Metode analisis data yang digunakan adalah metode agih dan padan, yaitu metode agih dengan teknik dasar bagi unsur langsung dan teknik lanjutan menggunakan teknik baca markah. Metode ekstralingual karena menghubungkan masalah bahasa berupa makna yang dihasilkan, dengan hal yang di luar bahasa berupa makna kultural dari masyarakat setempat. Penyajian hasil analisis data pada penelitian ini dilakukan secara informal.
Hasil penelitian terhadap bentuk istilah-istilah dalam upacara sedekah bumi di Desa Wonoyoso Kecamatan Kuwarasan Kabupaten Kebumen, yaitu ditemukan sebanyak 28 data. Terdapat tiga bentuk yaitu monomorfemis, polimorfemis, dan frasa. Bentuk monomorfemis terdapat 9 data, polimorfemis terdapat 4 data, dan frasa terdapat 15 data. Berdasarkan makna yang dihasilkan berupa makna leksikal dan makna kultural.


Kata kunci: Etnosemantik,bentuk, makna leksikal, dan makna kultural.
ABSTRACT
The title of this thesis is “Upacara Sedekah Bumi di Desa Wonoyoso Kecamatan Kuwarasan Kabupaten Kebumen (Kajian Etnosemantik)”. The purpose of this thesis is to describe the from, lexical meaning of terms in theearth alms ceremony. The form of this research is qualitative description. The data in this study are terms in processions and tools of earth alms ceremony. The data source used is oral and written data sources, the written data sources are obtained from books and journals about earth alms ceremony. The oral data sources are obtained from informant who understands about processions of earth alms ceremony in Wonoyoso, Kuwarasan, Kebumen.
The data collection method used is scanning method. The method is applied through basic and advanced techniques. The technique that used in this research is skillfull listening techniques as the basic, and the advanced techniques is record and note techniques. The data analysis method used is distributional method and identity method, that is devided direct elements and marking method as the advanced techniques. And the extralingual method because this research connecting language problems in the form of meaning with things outside the language in the form of cultural meanings from local community. The presentation of the result of data analysis in this study was conduced informally.
The results of the study of the terms from of earth alms ceremony in Wonoyoso, Kuwarasan, Kebumen, that is found 28 data. There are three fromwhich consists of monomorphemis, polymorphemis, and phrase. There is 9 data of monomorphemis form, 4 data of polymorphemis, and 15 data of phrase. Based on the resulting meaning in the form of lexical meaning and cultural meaning.

Keyword: Ethnosemantic, form, lexical meaning, cultural meaning
2205124759B1J014144Penentuan Umur Relatif Batuan dan Lingkungan Pengendapan Berdasarkan Kandungan Mikrofosil Foraminifera di Formasi Kalibiuk PurbalinggaForaminifera merupakan hewan bersel satu yang dapat digunakan sebagai petunjuk perubahan lingkungan di masa lampau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman fosil foraminifera, umur relatif batuan serta lingkungan pengendapan di lokasi tersebut. Berdasarkan data yang ada, kemudian akan diinterpretasikan dan didapatkan indeks keanekaragaman, umur relatif batuan, dan lingkungan pengendapan di lokasi penelitian. Hasil pengamatan dari 20 sampel yang diambil menunjukkan bahwa hanya ada 16 sampel yang mengandung fosil foraminifera. Jumlah keseluruhan fosil foraminifera yang didapatkan yaitu 2050 individu foraminifera planktonik dan 751 individu foraminifera bentonik. Keanekaragaman foraminifera baik planktonik maupun bentonik pada lokasi penelitian tinggi, dengan rata-rata nilai indeks 0,625 untuk foraminifera planktonik dan rata-rata nilai indeks 0,6001 untuk foraminifera bentonik. Keanekaragaman planktonik tertinggi yaitu pada sampel L5 dan 2,9 yaitu 0,836 dan yang terendah pada sampel L1. Sedangkan keanekaragaman bentonik tertingga pada sampel L2 yaitu 0,835 dan keanekaragaman terendah pada sampel L8 dengan nilai sebesar 0,578. Umur relatif batuan yang terbentuk pada pengendapan lapisan sedimen adalah Pliosen (N19-N21). Lingkungan pengendapan yang didapat adalah Neritik Tepi sampai Neritik Tengah (0-100 meter).Foraminifera is a single-celled animal that can be used as a guide to environmental changes in the past. This study aims to determine the diversity of fossils of foraminifera, the relative age of rocks and the depositional environment in these locations. Based on existing data, then it will be interpreted and obtained diversity index, relative age of rocks, and depositional environment at the study site. The results of observations from 20 samples taken showed that there were only 16 samples containing fossil foraminifera. The total number of foraminifera fossils obtained was 2050 planktonic foraminifera individuals and 751 bentonic foraminifera individuals. The diversity of planktonic and bentonic foraminifera at the study site was high, with an average index value of 0.625 for planktonic foraminifera and an average index value of 0.6001 for bentonic foraminifera. The highest planktonic diversity is in the L5 and 2.9 samples, which are 0.836 and the lowest in the L1 sample. Whereas bentonic diversity remained in the L2 sample of 0.835 and the lowest diversity in the L8 sample with a value of 0.578. The relative age of rocks formed in sedimentary sedimentation is Pliocene (N19-N21). The depositional environment obtained is Edge Neritic to Middle Neritic (0-100 meters).
2205225884G1B015043PENGARUH EKSTRAK JAMUR LINGZHI (Ganoderma lucidum) TERHADAP JUMLAH LIMFOSIT PADA TIKUS MODEL DIABETES MELITUS DENGAN PERIODONTITIS (Penelitian eksperimental in vivo pada tikus Sprague dawley)Periodontitis merupakan inflamasi kronik pada jaringan periodontal yang ditandai dengan kehilangan perlekatan (attachment loss) dan tulang alveolar (bone loss). Kondisi diabetes melitus dapat memperparah kondisi periodontitis. Ganoderma lucidum berpotensi memiliki efek anti-inflamasi dan antioksidan jumlah limofsit sehingga dapat mempercepat penyembuhan periodontitis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak G. lucidum secara per oral terhadap jumlah limfosit pada tikus Sprague dawley model diabetes melitus dengan periodontitis. Jenis penelitian ini adalah eksperimental laboratoris dengan menggunakan 30 tikus Sprague dawley jantan yang dibagi menjadi 5 kelompok yaitu kelompok K1 (kontrol sehat), kelompok K2 (kontrol negatif), kelompok P1 (diabetes melitus dengan periodontitis yang diberi ekstrak G. lucidum dosis 5 mg/kg BB), kelompok P2 (diabetes melitus dengan periodontitis yang diberi ekstrak G. lucidum dosis 10 mg/kg BB), dan kelompok P3 (diabetes melitus dengan periodontitis yang diberi ekstrak G. lucidum dosis 20 mg/kg BB). Hasil penelitian menunjukkan estimasi jumlah limfosit pada kelompok P1, P2, dan P3 menurun seiring dengan penambahan dosis. Kelompok P3 memiliki jumlah limfosit paling rendah dan mendekati kelompok kontrol sehat (K1). Hasil uji Kruskal-Wallis menunjukkan terdapat perbedaan bermakna diantara lima kelompok perlakuan terhadap estimasi jumlah limfosit (p<0,05). Uji Mann-Whitney menunjukkan adanya perbedaan bermakna antar kelompok terhadap estimasi jumlah limfosit (p<0,05). Simpulan penelitian ini adalah terdapat pengaruh pemberian ekstrak G. lucidum terhadap jumlah limfosit pada tikus model diabetes melitus dengan periodontitis.Periodontitis is a chronic inflammation on the periodontal tissue that is characterized by attachment loss and bone loss. Condition of diabetes mellitus can make the condition of periodontitis more severe. Ganoderma lucidum has the potential to have anti-inflammation and antioxidant effects that can hasten the convalescence of periodontitis disease. This research aims to understand the effect of administration of G. lucidum extract in oral way on the amount of lymphocyte in Sprague dawley rats designed with diabetes mellitus with periodontitis. This research is categorized as experimental laboratory research. This research uses 30 male Sprague dawley rats as subject that are divided into 5 groups which include K1 group (healthy control), K2 group (negative control), P1 group (diabetes mellitus with periodontitis that is given 5mg/kg BB doses of G. lucidum extract), P2 group (diabetes mellitus with periodontitis that is given 10 mg/kg BB doses of G. lucidum extract) and P3 group (diabetes bellitus with periodontitis that is given 20 mg/kg BB doses of Ganoderma lucidum extract). The results showed that the estimated number of lymphocytes in groups P1, P2, and P3 decreased as the doses increase. The P3 group had the lowest lymphocyte count and approached the healthy control group (K1). The results of the Kruskal-Wallis test showed that there were significant differences among the five treatment groups for the estimation of lymphocyte counts (p <0.05). The Mann-Whitney test showed a significant difference between groups in estimating lymphocyte counts (p <0.05). This research concludes that there is effect of giving G. lucidum extract to the amount of lymphocyte in Sprague dawleyi rats designed with diabetes mellitus with periodontitis.
2205328553K1B015060PENYELESAIAN SISTEM PERSAMAAN STOKES MENGGUNAKAN PARTIAL FOURIER TRANSFORM PADA FLUIDA TERMAMPATKAN YANG DISERTAI TEGANGAN PERMUKAANBerdasarkan kemampuan menahan tekanan, fluida yang termampatkan merupakan salah satu fluida yang volumenya dapat dimampatkan sehingga massa jenisnya tidak konstan. Persamaan dasar fluida adalah sistem persamaan Navier Stokes yang memiliki bentuk persamaan diferensial parsial tak linier. Untuk mendapatkan solusi masalah yang berbentuk tak linier tidaklah mudah. Oleh karena itu, sistem persamaan Navier Stokes dilinierisasi menjadi sistem persamaan Stokes. Pada penelitian ini akan dicari penyelesaian sistem persamaan Stokes menggunakan partial Fourier transform pada fluida termampatkan yang disertai tegangan permukaan di half-space.Fluid is a substance that flows because of the pressure. Based on their ability to resisting pressure, compressible fluid is one of the fluid which volume can be compressed, so the density is not constant.. The basic equation of fluid is Navier Stokes equation system that have a non linear partial differential form. Nevertheless, to obtain the solution of non linear partial differential problem is not easy. Therefore, Navier Stokes equation system are linearized into Stokes equation system. In this research, we investigate the solution of the Stokes equation system by partial Fourier transform for compressible fluid with surface tension in half-space.
2205424762F1A014095SUAMI BURUH MIGRAN SINGLE PARENT DAN PERAN GANDA DI KABUPATEN BANYUMASPenelitian ini berjudul Suami Buruh Migran Single Parent dan Peran Ganda di Kabupaten Banyumas. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan dan menjelaskan upaya suami buruh migran single parent dan peran ganda di Kabupaten Banyumas. Metode pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Penelitian ini berlokasi di Desa Cihonje Kecamatan Gumelar dan Desa Datar Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas sebanyak informan dipilih secara purposive sampling. Teknik pengumpulan yang digunakan adalah wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah interaktif atau ongoing analysis. Validasi data yang digunakan dalam penelitian ini melibatkan pegiat buruh migran dan mantan buruh migran yang dulu meninggalkan suami dan anaknya. Hasil penelitian menjelaskan upaya suami buruh migran single parent dan peran ganda di Kabupaten Banyumas dalam keperawatan rumah tangga sebagian besar sudah dilaksanakan dengan baik sebagaimana upaya-upaya yang sudah dilakukan oleh seorang istrinya yang bekerja sebagai buruh migran di luar negeri. Hal ini karena terjadinya perubahan ekonomi yang lebih baik. Kemudian fungsi suami buruh migran sebagai kepala rumah tangga sebagian besar dapat mengikuti aktivitas fungsi sosialnya pada masyarakat disekitar lokasi tempat tinggalnya, lingkungan keluarga atau saudaranya. Upaya suami buruh migran single parent dan peran ganda di Kabupaten Banyumas dalam peran pengasuhan anak sebagian besar dilakukan dengan pola asuh demokratis dan dalam perannya perkembangan hidup anak (psikologis) dilakukan terutama dengan strategi karakter komunikatif pada anak tetapi masih mempertimbangkan kedua pola lainnya yaitu persuasif dan akomodatif. Pola yang dilakukan ini telah berhasil menanamkan tumbuh kembang anak yang meliputi displin anak, tanggung jawab, kemandirian, karakter yang baik, dan prestasi anak di sekolah yang baik. Sebagian kecil informan yang utamanya mementingkan pola asuh otoriter dan penelantaran, dan mengabaikan pola asuh demokrasi dan permisif serta strategi karakter perkembangan hidup anak persuasif, dan mengabaikan komunikatif, akomodatif menghasilkan anak yang kurang bertanggung jawab dan berkarakter tidak baik.
Kata kunci: pola pengasuhan, strategi karakter anak, tumbuh kembang anak
This research entittled single parent husband of migrant worker and double role in Banyumas Regency. This research is aimed to describe and explain effort of single parent husband of migrant worker and double role in Banyumas Regency. Approach method used is qualitative descriptive. This research was located in Cihonje Village Gumelar District and Datar Village Sumbang District Banyumas Regency as many as informants were selected by purposive sampling. Collection techniques used are in-deepth interview, observation and documentation. Data analysis used is interactive or ongoing analysis. Data validation used in this research involves migrant worker activist and former migrant worker who used to leave their husband and children. Research result explains the effort of single parent husband of migrant worker and double role in Banyumas Regency in taking care the household that most of them have been done well like the effort of the wife who works as migrant worker in overseas. This situation happens because there is economical transformation that tend to be better. Then, the role of worker migrant’s husband as the head of household still be achived well such as joining social function activity in the society around where they live, in family or relatives. The effort of migrant worker’s husband as single parent and double role in Banyumas Regency in taking care children is mostly done in the form of democratic parenting. Then, in the role of developing children’s life (Psychology) was mainly done by using communicative character strategy toward children but they still consider another pattern such as persuasive and accomodative. The pattenrn done have successed to plant children development such as discipline, responsibility, independence, good characteristic, and good achivement in the school. There is only few informant who prefer authoritarian and neglecting parenting, and neglect democratic parenting and permissive as well as strategy of persuasive children character development, and neglect communicative, accomodative that result in children who are less responsible and do not have good characteristics.
2205524763I1B015046EFEK PEMBERIAN SEDUHAN TANAMAN SIRIH CINA (Peperomia pellucida) TERHADAP KADAR KOLESTEROL TOTAL PADA TIKUS PUTIH JANTAN HIPERKOLESTEROLEMIALatar Belakang: Mengkonsumsi makanan tinggi lemak secara berlebihan dapat menyebabkan hiperkolesterolemia. Hiperkolesterolemia yang berlangsung lama dapat menimbulkan arterosklerosis sehingga mengkibatkan terjadinya Penyakit Jantung Koroner (PJK). Tanaman sirih cina mengandung banyak senyawa aktif seperti flavonoid, tanin, saponin dan alkaloid yang diduga dapat menurunkan kadar kolesterol total dalam darah.
Tujuan: Mengetahui efek pemberian seduhan tanaman sirih cina terhadap kadar kolesterol total dan pemberian dosis paling efektif.
Metode: Penelitian eksperimental ini menggunakan metode true experiment pretest-postest with control group design. Total sampel 36 ekor tikus Wistar jantan dibagi 6 kelompok (A kontrol sehat, B kontrol negatif, C perlakuan dosis 150 mg/kgBB, D dosis 300 mg/kgBB, E dosis 600 mg/kgBB dan F simvastatin 0,18 mg/200gBB). Induksi diberikan selama 7 hari dengan pakan standar dan campuran kuning telur bebek dengan jus hati ayam. Intervensi selama 14 hari pada perlakuan sesuai dosis. Uji hipotesis one way ANOVA dilanjutkan post hoc Duncan.
Hasil: Kelompok perlakuan dengan seduhan tanaman sirih cina memiliki efek menurunkan kadar kolesterol total. Hasil uji one way ANOVA posttest menunjukan nilai p< 0,05 dan dosis 600 mg/kgBB paling efektif.
Kesimpulan: Terdapat efek pemberian seduhan tanaman sirih cina terhadap kadar kolesterol total dengan dosis paling efektif 600 mg/kgBB.

Kata kunci: seduhan, peperomia pellucida, kolesterol total

Abstract
Background back: Consume food high fat in manner excessive could cause hypercholesterolemia. Hypercholesterolemia that can last a long time raises atherosclerosis so that cause occurrence Coronary Heart Disease (CHD). Sirih cina plant contain many compound active like flavonoids, tannins, saponins and suspected alkaloid could bring down grade deep total cholesterol blood.
Purpose: Knowing effect gift steeping sirih cina plant to grade total cholesterol and gift the most effective dose.
Method: Research experimental this use method true experiment with pretest-postest control group design. The total sample is 36 tails rat wistar male divided into 6 groups (A control healty, B control negative, C treatment dose of 150 mg/kg body weight, D dose of 300 mg/kg body weight, E dose 600 mg/kg body weight and F simvastatin 0,18 m/200g body weight). Induction given for 7 days with feed standard and mixture yellow egg duck with liver juice chicken. Intervention for 14 days on treatment corresponding dose. Test hypothesis one way ANOVA continued Duncan’s post hoc.
Results: Group treatment with steeping sirih cina plant have effect bring down grade total cholesterol. Results posttest one way ANOVA test showing p value <0,05 and the most effective dose of 600 mg/kg body weight.
Conclusion: Is available effect gift steeping sirih sina plant to grade total cholesterol with the mos effective dose is 600mg/kg body weight.
Keywords: steeping, Peperomia pellucida , total cholesterol.
2205624764I1B015054Pengaruh Pemberian Seduhan Ketumpang Air (Peperomia pellucida) Terhadap Skor Indeks Glikemik Pada Tikus Putih Model HiperglikemikLatar Belakang: Hiperglikemik merupakan salah satu kondisi yang menjadi tanda awal terjadinya penyakit diabetes mellitus (DM) yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah. Tumbuhan ketumpang air ini telah terbukti memiliki efek antihiperglikemik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui pengaruh seduhan ketumpang air terhadap skor indeks glikemik pada tikus putih model hiperglikemik.
Metodologi: Penelitian ini menggunakan true experiment dengan pre-post with control grup design. Sebanyak 36 ekor tikus putih (Ratuus norvegicus) jantan dikelompokkan menjadi 6 kelompok, yaitu kelompok A (kontrol sehat), kelompok B (kontrol negatif), kelompok C (pemberian ketumpang air 150 mg/kgBB), kelompok D (pemberian ketumpang air 300 mg/kgBB), kelompok E (pemberian ketumpang air 600 mg/kgBB), dan kelompok F (pemberian glibenclamide 0,45 mg/kgBB). Analisa data dilakukan dengan analisis korelasi (grafik) dengan metode Area Under Curve (AUC) berdasarkan data kadar glukosa darah yang diukur pada menit ke-0, 30, 60, dan 90.
Hasil Penelitian: Terdapat penurunan antara skor indeks glikemik sebelum dan sesudah diberikan seduhan ketumpang air dosis 150, 300, dan 600 mg/kgBB serta glibenclamide secara berturut turut sebesar 6,69; 8,67; 10,16; dan 6,43. Penurunan paling tinggi terdapat pada kelompok dengan dosis 600 mg/kgBB.
Kesimpulan: Seduhan ketumpang air dengan dosis 600 mg/kgBB merupakan dosis yang dapat menurunkan skor indeks glikemik paling tinggi.
Kata Kunci: hiperglikemik, Peperomia pellucida, indeks glikemik,streptozotocin
Background: Hyperglycemic is one of the conditions that becomes an early sign of diabetes mellitus (DM) which is characterized by an increase in blood glucose levels. Ketumpang air plant have been shown to have antihyperglycemic effects. This study aimed to determine the effect of steeping ketumpang air on glycemic index scores in hyperglycemic white rats.
Methodology: This study used true experiment with pre-post control group design. As many as 36 male rats (Ratuus norvegicus) were grouped into 6 groups, namely group A (healthy control), group B (negative control), group C (giving 150 mg / kgBB), group D (giving 300 mg / kgBB), group E (giving 600 mg / kgBB), and group F (giving glibenclamide 0.45 mg / kgBB). Data analysis was performed by correlation analysis (graph) with the Area Under Curve (AUC) method based on blood glucose level data measured at minutes 0.30.60 and 90.
Research Results: There was a decrease of glycemic index score between before and after the treatment of ketumpang air doses of 150, 300, and 600 mg / kgBB and glibenclamide in a row of 6.69; 8.67; 10.16; and 6.43. The highest decrease was found in the group with a dose of 600 mg/kgBB.
Conclusion: Ketumpang air with a dose of 600 mg / kgBB is a dose that can reduce the highest glycemic index score.
Keywords: hyperglycemic, Peperomia pellucida, glycemic index, streptozoticin
2205724751F1I013009Analisis Kebijakan Imigrasi di Kanada Pada Era Pemerintahan Justin Trudeau Tahun 2015-2018
Kanada merupakan salah satu negara yang membuka negaranya untuk menampung para imigran maupun pengungsi. Dalam hal ini, Kanada menjalankan kebijakan imigrasi dari dulu hingga saat ini. Perdana Menteri Kanada saat ini, Justin Trudeau melakukan kebijakan imigrasi yang secara garis besar menerima para imigran yang datang dari luar. Kebijakan imigrasi di Kanada pada dasarnya sebagian besar berasal dari Immigration Act 1976 dimana dalam inti kebijakan tersebut merupakan promosi tujuan demografi, ekonomi, sosial, dan budaya Kanada, serta prioritas reunifikasi keluarga, keragaman, dan non-diskriminasi. Di era Justin Trudeau, dia menjunjung tinggi nilai multikulturalisme, dimana perbedaan ini menjadi faktor penghubung antara Kanada dan para Imigran yang berada didalamnya, dan multikulturalisme ini merupakan identitas Kanada saat ini.Canada is one of the countries that has opened its country to accommodate immigrants and refugees. In this case, Canada runs an immigration policy from the past until now. The current Canadian Prime Minister, Justin Trudeau is carrying out an immigration policy that broadly accepts immigrants who come from outside. Immigration policy in Canada basically originated largely from the Immigration Act 1976 where at the core of the policy was the promotion of Canadian demographic, economic, social and cultural goals, as well as the priorities of family reunification, diversity and non-discrimination. In the era of Justin Trudeau, he upholds the value of multiculturalism, where this difference is the connecting factor between Canada and the immigrants who are in it, and this multiculturalism is a Canadian identity today.
2205824765B1J014118KOMPOSISI SERANGGA PADA BANGKAI MENCIT
(Mus musculus Linn.) YANG DI LETAKKAN
INDOOR DAN OUTDOOR
Komposisi kehadiran serangga pada bangkai dapat digunakan untuk memprediksi waktu kematian. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan komposisi serangga pada bangkai mencit (M. musculus) pada lokasi indoor dan outdoor, mengetahui korelasi faktor lingkungan dengan Post Mortem Interval (PMI) serta lama perkembangan larva serangga. Keanekaragaman serangga dihitung menggunakan indeks Shannon-Wienner, kemerataan menggunakan indeks Evenness, korelasi antara faktor lingkungan dengan komposisi serangga pada stage dekomposisi dianalisis dengan Principal Component Analysis (PCA). Semua analisis menggunakan program PAST-v3. Hasil penelitian menunjukkan pada bangkai yang diletakkan outdoor ditemukan 157 individu terdiri dari 8 familia sedangkan pada lokasi indoor sebanyak 127 individu terdiri dari 7 familia. Indeks Shannon wienner pada lokasi indoor berkisar antara 0.78 – 1.12 sedangkan pada lokasi outdoor berkisar antara 0.55 – 1.64. Indeks Evenness pada lokasi indoor berkisar antara 0.51 – 0.94 dan pada lokasi outdoor berkisar antara 0.38 – 0.70. Hasil PCA menunjukkan fresh stage, bloated stage, dan decay stage baik lokasi indoor maupun outdoor didominasi oleh Sarcophaga sp. dan C. megacephala sedangkan pada post decay stage didominasi oleh O. smaragdina. Bloated stage dan decay stage lebih berkolerasi dengan kelembaban sedangkan fresh stage dan post decay stage lebih berkolerasi dengan suhu. Suksesi serangga pada bangkai diawali oleh Sarcophaga sp. diikuti oleh C. megachepala, M. domestica, dan Piophillidae, kemudian diikuti H. brasiliensis, P. Americana, O. smaragdina, O. Sagittarius, S. cyaneus cyaneus, O. armantus, dan V. nigricornis. Decay stage pada lokasi indoor berlangsung sedikit lebih cepat dibanding lokasi outdoor, post decay stage pada lokasi indoor dimulai lebih awal daripada lokasi outdoor. Perkembangan larva Sarcophaga sp. pada lokasi indoor berlangsung lebih cepat dan berjumlah lebih banyak daripada lokasi outdoor.The composition of the presence of insects on the carcass can be used to predict the time of death. This study aims to determine the differences in insect composition in mice carcasses (M. musculus) in indoor and outdoor, to determine the correlation of environmental factors with Post Mortem Interval (PMI) and the development duration of insect larvae. Insect diversity was calculated using the Shannon-Wienner index, Evenness using the Evenness index, the correlation between environmental factors and insect composition in the decomposition stage was analyzed by Principal Component Analysis (PCA). All analyzes use the PAST-v3 program. The results showed that there were 157 individuals found in outdoor carcasses consisting of 8 families while 127 in the indoor consisted of 7 families. The Shannon wienner index in indoor locations ranges from 0.78 - 1.12 while in outdoor locations it ranges from 0.55 - 1.64. The Evenness index in indoor locations ranges from 0.51 - 0.94 and in outdoor locations ranges from 0.38 - 0.70. PCA results show a fresh stage, bloated stage, and decay stage both indoor and outdoor locations dominated by Sarcophaga sp. and C. megacephala while the post decay stage was dominated by O. smaragdina. Bloated stage and decay stage are more correlated with humidity, while the fresh stage and post decay stage are more correlated with temperature. Insect succession in carcasses begins with Sarcophaga sp. followed by C. megachepala, M. domestica, and Piophillidae, followed by H. brasiliensis, P. Americana, O. smaragdina, O. Sagittarius, S. cyaneus cyaneus, O. armantus, and V. nigricornis. Decay stage on an indoor location takes place a little faster than an outdoor location, the post decay stage at an indoor location starts earlier than an outdoor location. Development of Sarcophaga sp. larvae at the indoor location it takes place faster and amounts to more than the outdoor location.
2205924767B1J013162KARAKTERISTIK RELUNG BURUNG LUNTUR JAWA (Apalharpactes reinwardtii Temminck, 1822) DI LERENG SELATAN GUNUNG SLAMET JAWA TENGAHLuntur Jawa (Apalharpactes reinwardtii Temminck, 1822) adalah burung endemik Pulau Jawa yang termasuk ordo Trogoniformes. Persebaran Luntur Jawa tidak luas dan tercatat hanya ada pada hutan pegunungan di Pulau Jawa dengan status rentan terhadap kepunahan (vulnerable). Kerentanan terhadap kepunahan dikarenakan hutan alam sebagai habitatnya semakin berkurang, hingga hanya tersisa 5,3% dari seluruh luasan Pulau Jawa. Pendataan terfokus di empat ketinggian berbeda, yang tingkat perjumpaan dengan Luntur Jawa relatif sering. Ketinggian tersebut meliputi 1.244 mdpl, 1.442 mdpl, 1.818 mdpl, dan 2.073 mdpl. Karakteristik relung diketahui dengan melihat kebiasaan / perilaku suatu individu di lingkungannya. Persebaran burung Luntur Jawa di lereng selatan Gunung Slamet adalah mengelompok. Sebaran vertikal Luntur Jawa pada tajuk hutan berkisar pada ketinggian 3 – 17 meter (strata tengah) tajuk hutan. Frekuensi perjumpaan dengan Luntur Jawa adalah 1,61 atau cukup sering dijumpai. Burung Luntur Jawa merupakan burung insectivorous – frugivorous. 10 jenis tumbuhan dan 6 jenis serangga dimanfaatkan oleh burung Luntur Jawa selama penelitian berlangsung. Aktivitas burung Luntur Jawa terbagi menjadi lima kategori, yaitu perching (57,92%), foraging (15,83%), preening (3,20%), moving (12,27%), dan flying (10,79%). Masa reproduksi burung Luntur Jawa pada bulan Juni – September dan membuat sarang di lubang pohon yang sudah lapuk. Lubang sarang Luntur Jawa teridentifikasi pada pohon Prentilan Lanang (Xanthophyllum cf excelsum), Anggrung (Trema orientalis), dan Palem (family Arecaaceae).Javan Trogon (Apalharpactes reinwardtii Temminck, 1822) is an endemic bird of Java which belongs to the order Trogoniformes. The distribution of Javan Trogon is narrow and only recorded in forests mountain on Java Island with vulnerable status. Vulnerability to extinction is due to diminishing natural forest, leaving only 5.3% of the total area on Java. Data collection is focused on four different heights, the level of encounter with Javan Trogon is relatively frequent. The altitude is divided into 1.244 masl, 1.442 masl, 1.818 masl, and 2.073 masl. The characteristics of the niche are known by looking at the habits / behavior of an individual in his environment. The distribution of the Javan Trogon on the southern slope of Mount Slamet is clustered. The vertical distribution ranges from 3 - 17 meters (middle strata) forest canopy. Frequency of encounters is 1.61, meaning that it is quite often encountered. Javan Trogon is an insectivorous - frugivorous bird. A total of 10 types of plants and 6 types of insects were used by the Javan Trogon during the research. Javan Trogon activities are divided into five categories, namely perching (57.92%), foraging (15.83%), preening (3.20%), moving (12.27%), and flying (10.79%) . The breeding period of the bird in June - September and makes nests in the rotten tree holes. The hole was identified on the Prentilan Lanang tree (Xanthophyllum cf excelsum), Anggrung (Trema orientalis), and Palm (family Arecaaceae).
2206024768I1F017034EFEKTIFITAS POSISI KEPALA 30˚ DAN 45˚ SAAT TINDAKAN SUCTION TERHADAP STATUS HEMODINAMIK PASIEN STROKE DI RUMAH SAKIT PUSAT OTAK NASIONALLatar Belakang : Stroke adalah manifestasi klinis dari gangguan fungsi otak, baik fokal atau global, berlangsung cepat, lebih dari 24 jam atau sampai menyebabkan kematian. Perubahan posisi pasien merupakan tindakan keperawatan yang dapat mempengaruhi status hemodinamik pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas posisi kepala 30˚dan 45˚ saat tindakan suction terhadap status hemodinamik pasien stroke.

Metodologi : Penelitian ini menggunakan rancangan pre dan post test with two groups design. Teknik pengambilan sampel purposive sampling. Jumlah sampel 34 responden untuk dua kelompok. Instrumen menggunakan lembar observasi. Uji statistik menggunakan paired t test dan dilanjutkan dengan independen t test.

Hasil Penelitian : Hasil menunjukkan ada perbedaan bermakna saturasi oksigen (p=0,001), heart rate (p=0,038), respirasi rate (p=0,048) dan Mean Arterial Pressure (p=0,027) pada posisi kepala 30˚ dan nilai saturasi oksigen (p=0,001), heart rate (p=0,046), respirasi rate (p=0,045) dan Mean Arterial Pressure (p=0,048) pada posisi kepala 45˚. Namun tidak ada perbedaan status hemodinamik yang signifikan antara kelompok posisi kepala 30˚ dengan posisi kepala 45˚ saat tindakan suction pada pasien stroke dengan nilai saturasi oksigen (p= 0,850), heart rate (p=0,392), respirasi rate (p=0,703) dan Mean Arterial Pressure (p=0,744).

Kesimpulan : Posisi semifowler 30˚ dan 45˚ saat tindakan suction efektif untuk menjaga status hemodinamik dalam batas normal.

Kata kunci : Posisi Kepala, Status Hemodinamik, Stroke
Background: Stroke is a clinical manifestation of brain dysfunction, whether focal or global, lasting, more than 24 hours or causing death. Changes in patient position are nursing actions that can affect the patient's hemodynamic status. This study aims to determine the effectiveness of head position 30˚ and 45˚ when suction action on hemodynamic status of stroke patients.

Methodology: This research used the design of pre and post test with two groups design. The sampling technique was purposive sampling. The sample is 34 respondents for two groups. The instrument used an observation sheet. The statistical test used paired t test and continued independently t test.

Results: The results showed significant differences in oxygen saturation (p = 0.001), heart rate (p = 0.038), respiration rate (p = 0.048) and Mean Arterial Pressure (p = 0.027) at head position 30˚ and oxygen saturation values ( p = 0.001), heart rate (p = 0.046), respiration rate (p = 0.045) and Mean Arterial Pressure (p = 0.048) at head position 45˚. However, there was no significant difference in hemodynamic status between groups of head position 30˚ with head position 45˚ when suction action in stroke patients with oxygen saturation values (p = 0.850), heart rate (p = 0.391), respiration rate (p = 0.703) and Mean Arterial Pressure (p = 0.744).

Conclusions: Semifowler 30˚ and 45˚ position when suctioning is effective to maintain hemodynamic status within the normal range.

Keywords: Head Position, Hemodynamic Status, Stroke