Home
Login.
Artikelilmiahs
24792
Update
SRI ASIH DIANA FITRI
NIM
Judul Artikel
Pengaruh Oral Higiene dengan Larutan Madu 15% Terhadap Skor Hidrasi Saliva pada Pasien Stroke di Stroke Care Unit RS Pusat Otak Nasional Jakarta
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar belakang: Masalah yang sering dialami oleh pasien stroke yaitu mulut kering, yang dapat menimbulkan komplikasi yaitu infeksi lokal maupun infeksi sistemik. Madu 15% dapat digunakan untuk mengatasi mulut kering pada pasien stroke. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh oral higiene menggunakan madu 15% terhadap skor hidrasi saliva sebagai salah parameter dalam mengukur tingkat hidrasi oral. Metode: Metode yang digunakan adalah quasi experiment dengan pre-posttest with control group design. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 28 responden, dengan 14 responden pada masing-masing kelompok, teknik pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling. Skor hidrasi saliva diukur menggunakan stopwatch. Uji analisis menggunakan Paired t-test dan Independent t-test. Hasil penelitian: Secara signifikan rerata skor hidrasi sebelum dan sesudah intervensi di kedua kelompok mengalami penurunan dengan nilai p=0.000, sedangkan rerata penurunan skor hidrasi antar kedua kelompok intervensi tidak terdapat perbedaan yang bermakna dengan nilai p=0,810. Kesimpulan: Tidak ada pengaruh secara signifikan pada oral higiene menggunakan madu 15% terhadap penurunan skor hidrasi saliva.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Background: The problem that commonly experienced by acute stroke patients is dry mouth, it’s can be lead the local and/or systemic infections, honey 15% in oral hygiene can be used for the treatment of dry mouth problems. Objective: The aimed of this study is to Investigate effects of oral hygiene using 15% honey on salivary hydration rates as a parameter in measuring oral hydration. Method: This study was used quasi experiment with pre-posttest control group design. The study was performed in 28 respondents, divide 14 respondents in each group. Sampling technique used is consecutive sampling. The salivary hydration scores were measured using a stopwatch. Statistical analisys was used paired t-test and Independent t-test. Results: Results there was significant difference between salivary hydration score before and after oral hygiene in both of groups (p=0.000). Whereas the mean between both intervention and control groups there was no significant difference of decreasing in salivary hydration score (p=0,810). Conclusion: There was no significant effect of oral hygiene using 15% honey in decreasing salivary hydration scores.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save