Artikel Ilmiah : E2A016006 a.n. EKO NOVYANTO
| NIM | E2A016006 |
|---|---|
| Namamhs | EKO NOVYANTO |
| Judul Artikel | PEMENUHAN HAK BIOLOGIS SUAMI ISTRI (CONJUGAL RIGHTS) BAGI NARAPIDANA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS IIA PERMISAN NUSAKAMBANGAN |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | EKO NOVYANTO, Program Studi Ilmu Hukum Konsentrasi Sistem Peradilan Pidana, Pemenuhan Hak Biologis Suami Istri (Conjugal Right) Bagi Narapidana Di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Permisan Nusakambangan, Ketua : Prof. Dr. Agus Raharjo, SH, M.Hum. Anggota : Dr. Budiyono, SH, M.Hum Pemenuhan kebutuhan biologis suami istri bagi narapidana sepertinya tidak terlalu dianggap penting bagi masyarakat saat ini, namun jika tidak terpenuhi maka manusia menjadi mengalami ketidakstabilan emosi, bahkan menjadi pelaku kriminal. Penelitian ini ditujukan untuk menganalisis pelaksanaan pemenuhan hak biologis suami istri (conjugal rights) bagi narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Permisan Nusakambangan. Selain itu juga untuk menganalisis hambatan pelaksanaan pemenuhan hak biologis suami istri (conjugal rights) bagi narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Permisan Nusakambangan melalui metode yuridis sosiologis. Hasil penelitian menyatakan bahwa, pelaksanaan Pemenuhan Hak Biologis Suami Istri (Conjugal Rights) Bagi Narapidana Yang Telah Menikah di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Permisan Nusakambangan diberikan melalui melalui program CMK (Cuti Mengunjungi Keluarga), CMB (Cuti Menjelang Bebas) dan asimilasi. Kebutuhan bioologis narapidana tidak tersalurkan karena memang instrumen hak narapidana seperti program CMK (Cuti Mengunjungi Keluarga), CMB (Cuti Menjelang Bebas) dan asimilasi tidak mendukung secara langsung pemenuhan hak biologis narapidana. Pelaksanaan pemenuhan hak biologis suami istri (conjugal rights) bagi narapidana yang telah menikah di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Permisan Nusakambangan belum dapat dipenuhi dan berjalan dengan baik. Hambatan dalam pelaksanaan pemenuhan hak biologis suami istri (conjugal rights) bagi narapidana yang telah menikah di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Permisan Nusakambangan terdiri dari hambatan hukum, faktor penegak hukum, faktor sarana atau fasilitas, faktor masyarakat/ pemegang peran dan faktor kebudayaan. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | SUMMARY Eko Novyanto, Legal Studies Program Concentration of the Criminal Justice System, Implementation of Fulfillment of Biological Right of Convicts for Prisoners in Prison Class IIA Permisan Nusakambangan, Chairman: Prof. Dr. Agus Raharjo, SH, M.Hum. Member: Dr. Budiyono, SH, M.Hum Fulfilling the biological needs of husband and wife for prisoners does not seem too important to the community at this time, but if it is not fulfilled then humans become emotional instability, even become criminals. This study is aimed at analyzing the implementation of the biological rights of conjugal rights for prisoners in the Class IIA Permisan Penitentiary of Nusakambangan. In addition, it is also to analyze barriers to the implementation of biological rights of husband and wife (conjugal rights) for prisoners in Class IIA Permisan Nusakambangan Penitentiary through sociological juridical methods. The results of the study stated that the implementation of the fulfillment of biological rights of husband and wife for married prisoners in the Permisan Class IIA Penal Prison in Nusakambangan was provided through the CMK program (Family Visit Leave), CMB (Free Approach Leave) and assimilation. The bioological needs of prisoners are not channeled because indeed prisoner rights instruments such as the CMK program (Family Visit Leave), CMB (Free Towards Leave) and assimilation do not directly support the fulfillment of the biological rights of prisoners. The fulfillment of the biological rights of husband and wife (conjugal rights) for married inmates at the Class IIA Permisan Penitentiary of Nusakambangan have not been fulfilled and run well. Obstacles in the implementation of the biological rights of husband and wife (conjugal rights) for married inmates in Class IIA Permisan Nusakambangan Penitentiary consist of legal barriers, law enforcement factors, facility or facility factors, community factors / role holders and cultural factors. |
| Kata kunci | PEMENUHAN,HAK BIOLOGIS, NARAPIDANA |
| Pembimbing 1 | 1. Prof. Dr. Agus Raharjo, SH, M.Hum |
| Pembimbing 2 | 2. Dr. Budiyono, SH, M.Hum |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2018 |
| Jumlah Halaman | 27 |
| Tgl. Entri | 2019-03-27 10:46:34.801357 |