Artikel Ilmiah : I1A016070 a.n. RIZKY YUDHA DEWANTARA
| NIM | I1A016070 |
|---|---|
| Namamhs | RIZKY YUDHA DEWANTARA |
| Judul Artikel | PERAN SERTA MASYARAKAT DALAM BANK SAMPAH MUDA JAYA DI RW 06 DESA DARMAKRADENAN KECAMATAN AJIBARANG KABUPATEN BANYUMAS |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Latar Belakang : Kebanyakan sampah berasal dari rumah tangga. Semakin lama, sampah akan menjadi tumpukan sampah di sekitar rumah. Bentuk penanganan sampah berbasis masyarakat melalui pendirian bank sampah. Dalam mendirikan bank sampah, diperlukan peran serta dari masyarakat. Peran serta masyarakat merupakan rangkaian kegiatan masyarakat yang dilakukan berdasarkan gotong royong dan swadaya masyarakat agar dapat mengenal, memecahkan masalah, dan mengetahui kebutuhan yang dirasakan masyarakat itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran serta masyarakat dalam bank sampah. Metodologi : Rancangan penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik purposive snowball sampling. Pengumpulan data dengan cara wawancara mendalam kepada 8 subjek penelitian yaitu 5 nasabah dan 3 pengurus bank sampah serta 4 informan penelitian yaitu 2 informan tokoh masyarakat, 1 informan pemerintah desa, dan 1 informan sanitarian. Hasil Penelitian : Peran serta yang dimiliki oleh pengurus bank sampah yaitu melakukan pengangkutan sampah, melakukan pemilahan sampah, mengumpulkan dana, mengikuti pelatihan pengelolaan sampah, meyediakan fasilitas lahan dan alat pengangkut sampah. Peran serta nasabah bank sampah yaitu membayar iuran sampah, namun sebagian besar nasabah bank sampah tidak berpartisipasi dalam menabung sampah, tidak mengelola sampah, dan tidak mengikuti pelatihan pengelolaan sampah. Peran serta tokoh masyarakat RT dan RW yaitu melakukan sosialisasi dan mengingatkan iuran kepada warga. Peran serta pemerintah pada bank sampah yaitu memberikan bantuan alat-alat pengelolaan sampah, membantu fasilitas berupa tempat pengelolaan sampah, dan mengajak masyarakat untuk ikut dalam kegiatan bank sampah. Peran serta petugas sanitarian yaitu membuat progam pengeloalaan sampah, memberikan ide kepada bank sampah, namun petugas sanitarian hanya memberikan sosialisasi kepada warga khususnya kader kesehatan. Kesimpulan : Peran serta masyarakat pada bank sampah bervariasi. Pengurus bank sampah melakukan tugasnya dengan baik. Nasabah bank sampah belum seluruhnya mengikuti kegiatan bank sampah. Tokoh masyarakat sudah memberikan penyuluhan kepada warganya. Pemerintah desa memberikan bantuan dan dukungan yang baik kepada bank sampah. Ada keterbatasan pada masyarakat dalam melakukan pengelolaan sampah karena petugas sanitarian belum mencakup seluruh masyarakt desa darmakradenan. Perlu adanya kerja sama dari seluruh pihak agar terciptanya sistem pengelolaan sampah yang baik, menurunkan volume timbunan sampah, dan mencegah dampak buruk akibat sampah. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Background : Most of the waste comes from households. Over time, the waste will become a pile of garbage around the house. The solution for the community-based waste problem is through the establishment of a waste bank. In establishing a waste bank, participation is needed from the community. Community participation is a series of community activities carried out based on mutual cooperation and community self-help in order to recognize, solve problems, and know the needs felt by the community itself. This study aims to determine the participation of the community in waste banks. Methodology: The design of this research is descriptive qualitative with purposive snowball sampling technique. Data collection by in-depth interviews to 8 research subjects, namely 5 customers and 3 management of waste banks and 4 research informants, namely 2 community leaders, 1 village government informant, and 1 sanitarian informant. Result : The participation of waste banks officials are transporting garbage, sorting waste, collecting funds and attending waste management training. The participation of the waste bank customers are pay for garbage fees, however most waste bank customers don't participate in saving waste, managing waste, and participate in waste management training. The participation of community leaders namely neighbourhood and hamlet are socializing and reminding the contributions of waste banks to their citizens. The participation of the government in the waste bank which is provide to assistance in managing waste equipment, assisting facilities in the place of waste management, and inviting the public to participate in waste bank activities. The participation of sanitarians which is making a waste management program, giving ideas to the waste banks, but sanitarians only provide socialization to residents, especially health cadres. Conclusion: Community participation in waste banks are varies. The management of the waste banks is doing a good job. Waste bank customers haven't fully participated in the waste banks activities. Community leaders have provided counseling to their citizens. The village government provides good assistance and support to the waste banks. In the community, there are have limitations in managing waste because sanitarian officers don’t cover all the Darmakradenan village communities. Cooperation from all parties is needed in order to create a good waste management system, reduce the volume of landfill waste, and prevent the adverse effects of waste. |
| Kata kunci | peran serta, masyarakat, bank sampah |
| Pembimbing 1 | Saudin Yuniarno, S.KM, M.Kes |
| Pembimbing 2 | Drs. Heryanto, M.Si |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2020 |
| Jumlah Halaman | 13 |
| Tgl. Entri | 2020-08-03 12:13:42.323782 |