Home
Login.
Artikelilmiahs
29585
Update
HASBUNAL ARIFIN
NIM
Judul Artikel
TEKNIK PENGUNGKAPAN DAN PENETAPAN TERSANGKA TINDAK PIDANA UJARAN KEBENCIAN SEBAGAI PEMICU AKSI DEMONTRASI YANG BERUJUNG KERUSUHAN DI PAPUA (Studi Kasus Di Polda Jawa Timur)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
ABSTRAK Berita bohong atau (Hoax) adalah berita yang di manipulasi, dikurangi atau ditambahkan untuk mengaburkan makna sebenarnya dari sebuah informasi dan berita tertentu. Salah satu berita hoax yang menimbulkan dampak serius adalah ujaran kebencian sebagai pemicu aksi demonstasi yang berujung kerusahan di Papua. Penelitian ini bertujuan mengetahui teknik pengungkapan dan faktor yang mendukung dalam pengungkapan dalam kasus ujaran kebencian sebagai pemicu aksi demontrasi yang berujung kerusuhan di Papua. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis sosiologis dengan spesifikasi penelitian deskriptif. Spesifikasi penelitian deskriptif, lokasi penelitian di Polda Jawa Timur. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara, sedangkan data sekunder diperoleh dari studi kepustakaan. Data yang telah diperoleh kemudian diolah dan dianalisis dengan metode kualitatif dan disajikan dalam bentuk uraian yang tersistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik pengungkapan dan penetapan tersangka ujaran kebencian sebagai pemicu aksi demontrasi yang berujung kerusuhan di Papua dilakukan dengan pembuktian secara ilmiah (Scientific Crime Investigation). Hal ini diawali dengan kegiatan tracking dan pengumpulan dokumen elektronik yang bekerjasama dengan investigator digital forensik, penelitian dan analisis dokumen elektronik yang melibatkan bantuan ahli bahasa, ahli pidana dan ahli IT. Oleh karenanya pembuktian berorientasi pada kesesuaian laporan, alat bukti dan barang bukti. Faktor pendukung dalam pengungkapan kasus ujaran kebencian sebagai pemicu aksi demontrasi yang berujung kerusuhan di Papua, antara lain tidak ada hambatan dari aspek karena penegakkan hukum terhadap kasus ujaran kebencian melalui media sosial telah didukung dengan berbagai peraturan perundang-undangan.
Abtrak (Bhs. Inggris)
ABSTRACT Fake news or (Hoax) is news that is manipulated, reduced or added to obscure the true meaning of certain information and news. One of the hoax stories that had a serious impact was hate speech as a trigger for demonstrations that led to riots in Papua. This study aims to determine disclosure techniques and supporting factors in disclosure in cases of hate speech as a trigger for demonstrations that led to riots in Papua. The research method used is sociological juridical with descriptive research specifications. Descriptive research specification, research location in the East Java Police. The data used are primary and secondary data. Primary data were obtained through interviews, while secondary data were obtained from literature studies. The data that has been obtained are then processed and analyzed by qualitative methods and presented in the form of a systematic description. The results showed that the technique of disclosing and determining the suspects of hate speech as a trigger for demonstrations that led to riots in Papua was carried out with scientific evidence (Scientific Crime Investigation). This begins with electronic document tracking and collection activities in collaboration with digital forensic investigators, research and analysis of electronic documents involving the assistance of linguists, criminal experts and IT experts. Therefore, evidence is oriented towards the suitability of reports, evidence and evidence. Supporting factors in disclosing cases of hate speech as a trigger for demonstrations that led to riots in Papua, among others, there are no obstacles from the aspect because law enforcement against cases of hate speech through social media has been supported by various laws and regulations.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save