Artikelilmiahs

Menampilkan 29.081-29.100 dari 50.105 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
2908132411E1A017262TANGGUNG JAWAB GANTI KERUGIAN AKIBAT PERBUATAN MELAWAN HUKUM DALAM PERISTIWA KECELAKAAN LALU LINTAS (STUDI PUTUSAN PENGADILAN NEGERI ROKAN HILIR NOMOR : 1/Pdt.G.S/2020/PN Rhl)Ditinjau dari sejarah perkembangannya perbuatan melawan hukum mulanya didefinisikan hanya sebagai perbuatan yang melanggar undang-undang yakni meliputi melanggar hak subjektif orang lain dan bertentangan dengan kewajiban hukum si pelaku. Tetapi sejak adanya arrest Hoge Raad 31 Januari 1919, perbuatan yang termasuk tidak melanggar undang-undang juga didefinisikan sebagai perbuatan melawan hukum, seperti halnya perbuatan yang bertentangan dengan kesusilaan dan bertentangan dengan kepatutan di dalam masyarakat, baik terhadap diri atau benda orang lain. Perkara perbuatan melawan hukum yang diangkat dalam skripsi ini adalah peristiwa kecelakaan lalu lintas pada Putusan Pengadilan Negeri Rokan Hilir Nomor : 1/Pdt.G.S/2020/ PN Rhl.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertimbangan hukum hakim dalam mengkualifisir syarat-syarat melakukan gugatan ganti kerugian akibat perbuatan melawan hukum berdasarkan Pasal 1365 KUH Perdata dalam peristiwa kecelakaan lalu lintas pada Putusan Pengadilan Negeri Rokan Hilir No. 1/Pdt.G.S/2020/PN Rhl dan menilai tanggung jawab ganti kerugian akibat perbuatan melawan hukum dalam peristiwa kecelakaan lalu lintas pada Putusan Pengadilan Negeri Rokan Hilir No. 1/Pdt.G.S/2020/PN Rhl. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian, yakni preskriptif analisis.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan terhadap Putusan Pengadilan Negeri Rokan Hilir Nomor : 1/Pdt.G.S/2020/ PN Rhl diketahui bahwa Majelis Hakim Pengadilan Negeri Rokan Hilir menyatakan perbuatan Tergugat I dan Tergugat II sebagai perbuatan melawan hukum, padahal terbukti hanya Tergugat I yang telah terbukti memenuhi unsur-unusr perbuatan melawan hukum, yakni melanggar hak orang lain, bertentangan dengan kewajiban hukum si pembuat dan bertentangan dengan kepatutan yang harus diindahkan dalam pergaulan masyarakat mengenai diri atau barang orang lain serta memenuhi syarat-syarat berdasarkan Pasal 1365 KUH Perdata, yakni adanya suatu perbuatan, perbuatan tersebut melawan hukum, adanya kesalahan dari pihak pelaku, adanya kerugian bagi korban, dan adanya hubungan kausal antara perbuatan dengan kerugian. Sedangkan Tergugat II sebagai majikan dari Tergugat I, berdasarkan Pasal 1367 ayat (3) KUH Perdata merupakan pihak yang harus ikut bertanggung jawab atas perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh Tergugat I.
Judging from the history of its development, an unlawful act was originally defined only as an act that violates the law, which includes violating the subjective rights of others and contradicting the legal obligations of the perpetrator. However, since the arrest of the Hoge Raad on January 31, 1919, acts that do not include violating the law are also defined as acts against the law, such as acts that are contrary to decency and contrary to decency in society, both against themselves or other people's objects. The case against the law raised in this thesis is a traffic accident in the Rokan Hilir District Court Decision Number: 1/Pdt.GS/2020/PN Rhl.
This study aims to analyze the judge's legal considerations in qualifying the conditions for carrying out a claim for compensation due to unlawful acts based on Article 1365 of the Civil Code in the event of a traffic accident in the Rokan Hilir District Court Decision No. 1/Pdt.GS/2020/PN Rhl and assess the responsibility for compensation due to unlawful acts in the event of a traffic accident in the Decision of the Rokan Hilir District Court No. 1/Pdt.GS/2020/PN Rhl. The research method used is normative juridical with research specifications, namely prescriptive analysis.
Based on the results of research and discussion of the Decision of the Rokan Hilir District Court Number: 1/Pdt.GS/2020/PN Rhl, it is known that the Panel of Judges of the Rokan Hilir District Court declared the actions of Defendant I and Defendant II to be against the law, even though it was proven that only Defendant I had committed an act against the law. proven to have fulfilled the elements of an unlawful act, namely violating the rights of others, contrary to the legal obligations of the maker and contrary to propriety which must be heeded in public relations regarding oneself or other people's goods and fulfilling the requirements based on Article 1365 of the Civil Code, namely the existence of an act, the act is against the law, there is an error on the part of the perpetrator, there is a loss for the victim, and there is a causal relationship between the act and the loss. Meanwhile, Defendant II as the employer of Defendant I, based on Article 1367 paragraph (3) of the Civil Code, is a party that must take responsibility for the unlawful acts committed by Defendant I.
2908232412C1H015012THE EFFECT OF RAMADAN ON ABNORMAL RETURNS, TRADING VOLUME ACTIVITY, VOLATILITY, AND SECURITY RETURN VARIABILITY OF CONSUMER GOODS INDEX IN INDONESIA IN THE PERIOD 2012-2018 Efek Ramadhan merupakan salah satu jenis anomali pasar, yaitu anomali musiman yang menunjukkan adanya perbedaan rata-rata pengembalian di bulan Ramadhan dibandingkan dengan bulan-bulan lain dalam setahun. Fenomena peningkatan konsumsi masyarakat di bulan Ramadhan ditengarai menjadi fenomena yang menyebabkan terjadinya pengembalian di bulan Ramadhan yang berbeda dengan bulan di luar Ramadhan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis apakah terdapat pengaruh yang signifikan bulan Ramadhan terhadap pengembalian abnormal, aktivitas volume perdagangan, volatilitas, dan variabilitas pengembalian sekuritas indeks barang konsumsi di Indonesia periode 2012-2018. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi peristiwa. Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengambilan sampel disengaja. Kriterianya adalah indeks barang konsumsi mulai periode tahun 2012 hingga 2018. Pengambilan sampel menggunakan metode pengambilan sampel disengaja dengan periode pengamatan tiga bulan setiap tahunnya yaitu sebelum dan setelah Ramadhan. Hasil penelitian yang didasarkan pada uji Mann-Whitney U yang telah dilakukan pada penelitian ini pada variabel pengembalian abnormal, aktivitas volume perdagangan, volatilitas, dan variabilitas pengembalian sekuritas sebelum dan setelah Ramadhan memberikan kesimpulan. bahwa tidak terdapat pengaruh Ramadhan terhadap pengembalian abnormal, aktivitas volume perdagangan, volatilitas, dan variabilitas pengembalian sekuritas sebelum dan setelah Ramadhan pada indeks barang konsumsi di Indonesia periode 2012-2018. Hal ini dibuktikan dengan hasil pengembalian abnormal, aktivitas volume perdagangan, volatilitas, dan variabilitas pengembalian sekuritas yang tidak signifikan dengan Asymp. Sig. (2-ekor) yang lebih besar dari α atau 0,05.Ramadhan effect is one type of market anomaly, which is a seasonal anomaly that shows a difference in the average return in the month of Ramadan compared to other months of the year. The phenomenon of increasing public consumption in the month of Ramadan is suspected to be a phenomenon that causes returns in the month of Ramadan which are different from the months outside of Ramadan. The purpose of this research was to analyse whether there is significant effect of Ramadan on abnormal returns, trading volume activity, volatility, and security return variability of consumer goods index in Indonesia in the period 2012-2018.The method used in this study was the event study method. The sampling method used in this study was purposive sampling. The criteria were the consumer goods index starting from the period of 2012 to 2018. Samples were filtered using the purposive sampling method with the observation period of three months each year, namely before and after Ramadan. The results of this research which are based on the Mann-Whitney U test that has been carried out in this research on the variables of abnormal returns, trading volume activity, volatility, and security return variability before and after Ramadan give the conclusions that there is no effect of Ramadan on abnormal returns, trading volume activity, volatility, and security return variability before and after Ramadan on consumer goods index in Indonesia in the 2012-2018 period. This is evidenced by the abnormal returns, trading volume activity, volatility, and security return variability results that are not significant with Asymp. Sig. (2-tailed) values that are greater than α or 0.05.
2908332413J0B018029PENERJEMAHAN CAPTION JEJARING SOSIAL DARI BAHASA INDONESIA KE DALAM BAHASA MANDARIN DI MUSEUM HISTORY OF JAVA YOGYAKARTAPelaksanaan praktik kerja lapangan (PKL) dilakukan pada tanggal 4 Januari 2021– 28 Maret 2021 di Museum History of Java Yogyakarta. Laporan ini berjudul “Penerjemahan Caption Jejaring Sosial Dari Bahasa Indonesia Ke Dalam Bahasa Mandarin Di Museum History of Java Yogyakarta”. Tujuan kegiatan ini adalah menerjemahkan dokumen dan mempromosikan museum di dalam maupun luar negeri. Kegiatan penerjemahan ini menggunakan dua metode yaitu metode harfiah sebagai metode pendukung sedangkan metode idiomatis sebagai metode utama. Dalam pelaksanaannya penulis melakukan empat tahapan yaitu tahap analisis, tahap pengalihan atau transfer, tahap restrukturisasi, dan tahap evaluasi dan revisi. Dalam pengambilan data yang dibutuhkan penulis menggunakan tiga metode yaitu metode wawancara, metode observasi, dan studi dokumen. Setelah melakukan praktik kerja lapangan ini penulis berhasil menerjemahkan dokumen hasil terjemahan dalam bentuk caption berbahasa mandarin digunakan sebagai media promosi Museum History of Java Yogyakarta di dalam maupun luar negeri. Dokumen telah diserahkan dan diunggah secara daring pada jejaring sosial.实习活动在History of Java博物馆为2021年1月4日到2021年3月28日进行的。这份报告的题目是“Penerjemahan Caption Jejaring Sosial Dari Bahasa Indonesia Ke Dalam Bahasa Mandarin Di Museum History of Java Yogyakarta”。实习的目的是翻译文件和在国内外推广这家博物馆。在翻译活动中使用了两种翻译方法,即文字方法作为支持方法和惯用方法作为主要方法。翻译文件的时候,作者执行四个阶段,即分析阶段,转移或转移阶段,重组阶段以及评估和修订阶段。收集所需资料的时候,作者使用三种方法,面试方法,观察方法和文献研究方法。进行了实习之后,作者成功把History of Java博物馆以该文件的标题形式翻译成中文。而,这个翻译文件的结果已经提交和在社交媒体上传。
2908432414J0B018033KEGIATAN PENERJEMAHAN KETERANGAN BENDA BERSEJARAH DARI BAHASA INDONESIA KE DALAM BAHASA MANDARIN DI MUSEUM HISTORY OF JAVA YOGYAKARTALaporan praktik kerja ini berjudul “Kegiatan Penerjemahan Keterangan Benda Bersejarah Dari Bahasa Indonesia Ke Dalam Bahasa Mandarin Di Museum History Of Java Yogyakarta”. Kegiatan praktik kerja dilaksanakan dari tanggal 4 Januari 2021 sampai dengan tanggal 28 Maret 2021 di Museum History Of Java Yogyakarta. Praktik kerja ini bertujuan untuk menerjemahkan dokumen keterangan benda-benda bersejarah yang ada di museum tersebut. Dalam pengumpulan data, penulis menggunakan metode wawancara, observasi, dan juga dokumentasi. Pada proses penerjemahan, penulis menggunakan empat tahap proses penerjemahan, yaitu tahap analisis, tahap transfer, tahap restrukturisasi, dan tahap revisi. Penulis menggunakan dua metode untuk melakukan penerjemahan dokumen yaitu, metode etnografik dan metode komunikatif. Hasil dari kegiatan praktik kerja ini adalah penulis telah berhasil menerjemahkan dokumen keterangan benda-benda bersejarah di Museum History Of Java Yogyakarta dari Bahasa Indonesia ke dalam Bahasa Mandarin dengan baik dan benar untuk membantu wisatawan asing khususnya wisatawan asal Tiongkok dalam memahami keterangan benda-benda bersejarah yang ada di museum. Hasil terjemahan berupa buku sudah dikonsultasikan dengan dosen pembimbing, dan sudah diserahkan ke pihak museum. 这份实习报告的题目是“Kegiatan Penerjemahan Keterangan Benda Bersejarah Dari Bahasa Indonesia Ke Dalam Bahasa Mandarin Di Museum History Of Java Yogyakarta”实习时间为2021年1月4日至2021年3月28日在爪哇历史的博物馆进行的。这项实习的目的是翻译爪哇历史博物馆历史文物的信息。在收集材料时,作者使用采访方法,观察方法和记录方法。在翻译过程中,作者通过四个翻译阶段,是分析阶段,迁移阶段,调整阶段和修订阶段。在翻译时,作者使用两种方法,是民族志翻译方法和交际翻译方法。进行此实习后得出的结论是,作者已把爪哇历史博物馆历史文物的信息从印尼语翻译成汉语。翻译结果就是爪哇历史文物信息的书也已经被导师检查,并已提交给博物馆。
2908532441L1C015027DISTRIBUSI DAN STRUKTUR KOMUNITAS RAJUNGAN (PORTUNIDAE) BERDASARKAN KEDALAMAN DI PERAIRAN TEGALRajungan dari famili portunidae merupakan krustasea yang hidup dan berkembang biak pada habitat bersubstrat lumpur dan pasir di perairan pantai hingga terumbu karang. Perairan Pantai Utara Jawa Tengah, khususnya perairan Tegal, adalah habitat Rajungan [Portunidae spp.]. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis distribusi, struktur komunitas dan perbedaan kelimpahan berdasarkan kedalaman di perairan Tegal. Metode survei ini mengkoleksi spesies rajungan menggunakan alat tangkap arad dan mengukur parameter oseanografi (temperatur, salinitas, pH, arus dan kedalaman) pada setiap stasiun penelitian. Penelitian dilakukan bulan November sampai Desember tahun 2020. Selanjutnya data dianalisis untuk memperoleh distribusi dan struktur komunitas (kelimpahan, keanekaragaman, keseragaman dan indeks dominansi). Uji Kruskal-Wallis dilakukan untuk mengetahui perbedaan kelimpahan rajungan berdasarkan kedalaman. Hasil penelitian ini diperoleh distribusi rajungan (Portunidae) pada kedalaman 3-20 m di perairan Tegal termasuk dalam kategori mengelompok. Struktur komunitas rajungan yaitu kelimpahan diperoleh antara 1-34 individu/100 m^2, Indeks keanekaragaman diperoleh rendah sampai sedang (0,376 – 1,631), Indeks keseragaman diperoleh rendah sampai tinggi (0,307 – 0,742) dan Indeks dominansi yang didapatkan termasuk dalam kategori tinggi (0,897 – 1). Kelimpahan rajungan (Portunidae) pada tiap kedalaman diperoleh perbedaan (P<0,01).

Blue or swimming crab as family of portunidae family are crustacean that live and breed in soft-substrate habitats such as muddy and sand in coastal waters to coral reefs. Northern waters of Central Java, especially Tegal waters is habitat of swimming crab (Portunidae spp.). The purpose of this study was to analyze distribution, community structure and differences in abundance based on depth in Tegal waters. The Survey method collects swimming crab species using mini trawl and measure the oceanographic parameters (temperature, salinity, pH, current and depth) at each research station. The study was conducted from November to December 2020. Furthermore, distribution and community structure were analyzed (abundance, diversity, eveness and dominance index). Kruskal-Wallis test was conducted to determine differences in abundance of swimming crabs based on depth. The results of this study were obtained the distribution of swimming crabs (Portunidae) at depth of 3-20 m in Tegal waters as group category. Community structure of swimming crabs, sequentially abundance, diversity index, eveness and dominance index were obtained between 1-34 ind./100 m^2, low to moderate (0,376 – 1,631), low to high (0,307 – 0,742) and high category (0,897 – 1). Abundance of swimming crabs (Portunidae) at each depth was different (P<0,01).
2908632416I1C017063ANALISIS KUALITATIF MENGENAI PERAN DAN PERILAKU APOTEKER TERKAIT PENGGUNAAN TELEFARMASI SELAMA PANDEMI COVID-19Abstrak
Latar Belakang: Pandemi COVID-19 menyebabkan perubahan pelayanan kesehatan. Upaya mengurangi penyebaran COVID-19 adalah menjaga jarak dan menghindari kerumunan. Pada layanan kesehatan, telemedicine memberikan akses cepat dan kenyamanan yang baik. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi peran dan perilaku apoteker dalam penggunaan telefarmasi serta faktor-faktor yang mempengaruhi penerapan telefarmasi selama pandemi COVID-19.
Metodologi: Penelitian dilakukan menggunakan metode non-eksperimental kualitatif fenomenologis melalui wawancara mendalam. Informan diambil hingga data jenuh dan diperoleh 5 informan. Wawancara dilakukan langsung maupun online. Keabsahan data melalui uji kredibilitas dengan member checking, uji transferabilitas dengan uraian rinci, uji dependabilitas dan uji konfirmabilitas melalui audit dosen pembimbing. Hasil wawancara dianalisis secara deskriptif dengan proses berpikir induktif.
Hasil dan Kesimpulan: Peran apoteker dalam telefarmasi selama pandemi COVID-19 adalah memberikan layanan telefarmasi yang profesional melalui peningkatan kualitas diri, sedangkan perilaku apoteker adalah memanfaatkan telefarmasi untuk memberikan layanan farmasi klinik dan menggunakan media yang bervariasi. Faktor pendukung penerapan telefarmasi selama pandemi adalah kerja sama rekan sejawat dan keluarga pasien, peraturan mengenai pembatasan layanan tatap muka, dan pandemi COVID-19; sedangkan faktor penghambatnya adalah teknologi yang digunakan pasien, hambatan finansial pasien, pasien belum menerima telefarmasi, SDM yang kurang, keterbatasan waktu, dan pemerintah belum mengeluarkan peraturan terperinci mengenai telefarmasi.
Background : COVID-19 causing changes in healthcare system. The efforts to reduce the transmission of COVID-19 are keep distance and avoiding the crowd. On health services, telemidicine is able to provide fast access and the greater comfort. This research aimed to explore roles and behaviour of pharmacists in the use of telepharmacy as well as the factors that influence the application of telepharmacy during COVID-19 pandemic.
Methods : The research was conducted using non-experimental method based on phenomenological qualitative through in depth interview. Informants are taken until the data was saturated and 5 informants were obtained. Interview was conducted either in person directly or online. The data validity carried out through a credibility test by member checking, transferability test by detail description, dependability test and confirmability test by supervisor audit. The results of the interviews were then analyzed descriptively using inductive thinking process.
Results and Conclusions : The role of pharmacists in telepharmacy during COVID-19 pandemic was provide professional telepharmacy through self-improvement, while the behavior pharmacists were to use telepharmacy to give clinical pharmacy services and using various telepharmacy media. The supporting factors of the application of telepharmacy during COVID-19 pandemic were the cooperation of colleagues and patient’s family, regulations regarding restrictions on face-to-face service, and the COVID-19 pandemic; while the inhibiting factors were the technology used by patients, patient’s financial barrier, patients have not received telepharmacy, lack of human resources, limited time, and government has not issued detailed regulations regarding telepharmacy.
2908732320K1B016066ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETIMPANGAN DISTRIBUSI PENDAPATAN DI PULAU JAWA TAHUN 2014-2020Ketimpangan distribusi pendapatan merupakan salah satu indikator kesejahteraan masyarakat. Meningkatkan dan menyetarakan taraf hidup masyarakat di berbagai daerah merupakan salah satu upaya mewujudkan pembangunan ekonomi nasional. Adanya distribusi pendapatan yang tidak merata berdampak juga pada pembangunan ekonomi. Penelitian ini membahas analisis regresi data panel untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi ketimpangan distribusi pendapatan di Pulau Jawa tahun 2014 sampai 2020 dengan bantuan software Eviews 10. Adapun faktor-faktor yang diduga mempengaruhi ketimpangan distribusi pendapatan dalam penelitian ini yaitu Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Perkapita, dan Jumlah Penduduk Miskin (JPM). Fixed Effect Model (FEM) terpilih menjadi model terbaik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel IPM dan PDRB perkapita berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ketimpangan distribusi pendapatan di Pulau Jawa tahun 2014 sampai 2020.Unequal distribution of income is one indicator of community welfare. Improving and equalizing the standard of living people in various regions is one of the efforts to realize national economic development. The existence of an unequal distribution of income also has an impact on economic development. This study discusses panel data regression analysis to determine the factors that affect the unequal distribution of income in Java from 2014 to 2020 with the help of Eviews 10 software. The factors that are thought to affect unequal distribution of income in this study are the Human Development Index (HDI), Open Unemployment Rate (OPR), Regional Gross Domestic Product (RGDP) per capita, and total of poor people. The fixed effects model (FEM) was chosen to be the best model. The results showed that the HDI and RGDP per capita variables had negative and significant effect on unequal distribution of income in Java from 2014 to 2020.
2908832418D1A017030PENGARUH TINGKAT KEPADATAN CLOSED HOUSE TERHADAP PERSENTASE KARKAS DAN LEMAK ABDOMEN AYAM BROILER STRAIN ROSSPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepadatan closed house terhadap persentase karkas dan lemak abdomen ayam broiler strain Ross. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan yaitu P1 (kepadatan 8 ekor/m2), P2 (kepadatan 9 ekor/m2), P3 (kepadatan 10 ekor/m2), P4 (kepadatan 11 ekor/m2), dan P5 (kepadatan 12 ekor/m2) dengan masing-masing perlakuan dilakukan 4 kali ulangan sehingga didapat 20 percobaan. Total keseluruhan ayam yang digunakan adalah 200 ekor ayam broiler unsex. Hasil analisis variansi menunjukkan perlakuan kepadatan closed house berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap persentase karkas dan lemak abdomen ayam broiler strain Ross. Persentase karkas ayam broiler strain Ross berkisar antara 73,30% sampai 74,87% dengan rataan tertinggi terdapat pada perlakuan P2 yaitu sebesar 74,87% ± 1,70 dan rataan terendah terdapat pada perlakuan P3 yaitu sebesar 73,30% ± 1,08. Persentase lemak abdomen ayam broiler strain Ross berkisar antara 1,19% sampai 1,76% dengan rataan tertinggi pada P3 yaitu sebesar 1,76% ± 0,21 dan rataan terendah pada P2 yaitu sebesar 1,19% ± 0,11. Dapat disimpulkan bahwa kepadatan closed house 8 ekor/m2 sampai dengan 12 ekor/m2 memberikan hasil yang relative sama terhadap persentase karkas dan persentase lemak abdomen ayam broiler strain Ross.The research aims was to determine the effect of closed house density on the percentage of carcasses and abdominal fat of broiler strains of Ross chickens. This study used a Complete RandomIzed Design (CRD) with five treatments, namely P1 (8 chickens /m2), P2 (9 chickens / m2), P3 (10 chickens / m2), P4 (11 chickens / m2), and P5 (12 chickens / m2) with each treatment conducted 4 times the test so that obtained 20 experiments. The total number of chickens used is 200 unsex broiler chickens. The results of variance analysis showed closed house density treatment had an unreal effect (P>0,05) on the percentage of carcasses and abdominal fat of broiler chicken strains of Ross. The percentage of broiler chicken carcasses strain Ross ranges from 73,30% to 74,87% with the highest average found in the P2 treatment of 74,87% ± 1,70 and the lowest average is found in the P3 treatment of 73,30% ± 1,08. The percentage of abdominal fat of broiler strain Ross chickens ranges from 1.19% to 1.76% with the highest average in P3 of 1,76% ± 0,21 and the lowest average in P2 of 1,19% ± 0,11. It can be concluded that the density of closed house 8 chickens/m2 to 12 chickens/m2 gives relatively similar results to the percentage of carcasses and the percentage of abdominal fat broiler strain Ross.
2908932419E1A017389PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN PEMBELI APARTEMEN DI CERVINO VILLAGE JAKARTA BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN DALAM PUTUSAN BADAN PENYELESAIAN SENGKETA KONSUMEN DKI JAKARTA NOMOR 001/A/BPSK-DKI/X/2019ABSTRAK
Perlindungan konsumen telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Salah satu kasus perlindungan konsumen adalah kasus antara Arifin Siman selaku konsumen dengan PT. Pakkodian selaku pelaku usaha yang mana pelaku usaha telah melanggar hak konsumen terkait dengan jual-beli apartemen yang dialihkan kepemilikannya secara sepihak oleh pelaku usaha. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perlindungan hukum bagi konsumen terkait jual-beli dua unit apartemen di Cervino Village Jakarta yang tidak mendapatkan haknya berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Sumber data yang digunakan adalah bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier. Data yang diperoleh disajikan dengan teks naratif sistematis, dan metode analisis data yang digunakan adalah metode normatif kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa konsumen sudah mendapat perlindungan hukum dalam hal terjadinya pelanggaran hak konsumen sebagaimana telah diatur dalam Pasal 4 ayat huruf b, dan Pasal 4 huruf g Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen. Dalam Putusan Nomor 001/A/BPSK-DKI/X/2019 hakim menggunakan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen sebagai dasar pertimbangan dalam membuat putusan akhir. Putusan akhir tersebut akan lebih lengkap jika hakim menambahkan ketentuan Pasal 4 huruf b, dan g Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dan mengikutsertakan pihak ketiga yang dinyatakan sebagai pemilik baru untuk dapat mempertahankan haknya terkait unit apartemen yang sudah dibelinya.
ABSTRACT
Consumer protection has been regulated in Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection. One of the consumer protection cases is the case between Arifin Siman as a consumer and PT. Pakkodian is a business actor in which business actors have violated consumer rights related to the sale and purchase of apartments whose ownership has been transferred unilaterally by business actors. This study aims to determine the legal protection for consumers related to the sale and purchase of two apartment units in Cervino Village Jakarta who do not get their rights based on Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection.
The method used in this research is normative juridical with descriptive analytical research specifications. The data sources used are primary legal materials, secondary legal materials, and tertiary legal materials. The data obtained were presented with systematic narrative text, and the data analysis method used was qualitative normative method.
Based on the results of the study, it can be concluded that consumers have received legal protection in the event of a violation of consumer rights as stipulated in Article 4 paragraph b, and Article 4 letter g of Law Number 8 of 1999 concerning consumer protection. In Decision Number 001/A/BPSK-DKI/X/2019 the judge used Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection as a basis for consideration in making the final decision. The final decision will be more complete if the judge adds the provisions of Article 4 letter b, and g of Law Number 8 of 1999 concerning consumer protection and includes third parties who are declared new owners to be able to defend their rights regarding the apartment units they have purchased.
2909032429C1G016004THE DETERMINANS OF DEMAND FOR JAPANESE FOOD IN PURWOKERTO Penelitian ini berjudul Faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan makanan Jepang di Purwokerto. Restoran adalah salah satu usaha yang cukuo menjanjikan untuk di kembangkan. Di kabupaten Banyumas, dari 2012-2016 jumlah restoran terus meningkat, banyaknya jumlah usaha bisnis kuliner di Banyumas berada di Kota Purwokerto. Berdasarkan hasil survey yang dilakukan oleh peneliti, pelaku usaha kuliner yang berkembang di Kota Purwokerto adalah usaha makanan Jepang, makanan Jepang merupakan makanan Internasional yang banyak diminati oleh masyarakat di Kota Purwokerto.
Penelitian ini termasuk dalam penelitian kuantitatif dengan data primer. Sumber data primer di peroleh langsung melalui survei. Data primer berupa survei juga di dukung oleh data sekunder dan data primer yang diperoleh pada satu waktu terhadap satu objek penelitian, data Pengambilan sampel menggunakan Random sampling, metode analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa harga makanan Jepang berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap permintaan makanan Jepang di Kota Purwokerto, Pendapatan berpengaruh signifikan dan negatif terhadap permintaan makanan Jepang di Kota Purwokerto, Harga makanan Korea (Harga barang Substitusi) berpengaruh tidak signifikan dan negatif terhadap permintaan makanan Jepang di Kota Purwokerto dan harga minuman (Harga Komplementer) berpengaruh signifikan dan negatif terhadap permintaan makanan Jepang di Kota Purwokerto
Rata-rata preferensi konsumen makanan Jepang di Kota Purwokerto selalu membeli makanan Jepang dikarenakan rasanya yang enak dibandingkan dengan rumah makan saji lainnya. Variabel harga makanan Jepang, Pendapatan dan harga minuman berpengaruh signigfikan sedangkan harga makanan Korea tidak berpengaruh terhadap makanan Jepang. Alasan masyarakat terhadap permintaan makanan Jepang memiliki alasan disebabkan oleh rasa yang enak sebesar 75,65%, tempat dan fasilitas sebesar 7,82%, penasaran 2,60%, promo sebesar 10,43%, harga 0,86%, porsi sebesar 1,7% dan lain-lain sebesar 0,89%

Kata kunci : harga makanan Jepang, pendapatan, harga makanan Korea dan harga minuman
This study entitled Factors that influence the demand for Japanese food in Purwokerto. Restaurant is one business that is quite promising to develop. In Banyumas district, from 2012-2016 the number of restaurants continues to increase, the number of culinary businesses in Banyumas is in the of Purwokerto city. Based on the results of a survey conducted by researchers, the culinary business actors that are developing in the city of Purwokerto are Japanese food businesses, Japanese food is an international food that is in great demand by people in the of Purwokerto city.
This research is included in quantitative research with primary data. Primary data sources are obtained directly through surveys. Primary data in the form of surveys are also supported by secondary data and primary data obtained at one time on a research object. Sampling using random sampling, the analysis method used is multiple linear regression.
The results showed that the price of Japanese food has a negative and not significant effect on the demand for Japanese food in the city of Purwokerto, income has a significant and negative effect on the demand for Japanese food in the of Purwokerto city. Korean food (Price of substituted goods) has not significant and negative effect on Japanese food demand in Purwokerto City and beverage prices (Complementary Price) have a significant and negative effect on Japanese food demand in Purwokerto City.
The average preference of Japanese food consumers in Purwokerto City always buys Japanese food because it tastes good compared to other food restaurants. Japanese food price variables, income and drink prices have a significant effect while Korean food prices have no effect on Japanese food. The public's reasons for the demand for Japanese food have reasons due to the good taste of 75.65%, the place and facilities of 7.82%, curiosity of 2.60% , 10.43%, discount of 0.86%, price of 1.7% and others 0.89%

Keyword: Japanese food prices, income, Korean food prices and drink prices
2909132421C1A017116DETERMINAN KETIMPANGAN PENDAPATAN DI INDONESIA
BAGIAN TIMUR
Distribusi pendapatan di tiga belas provinsi di Indonesia bagian timur relatif timpang dibandingkan dengan provinsi yang terletak di Indonesia bagian barat. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, rata-rata Indeks Gini tahun 2011-2019 di tiga belas provinsi di Indonesia bagian timur sebesar 0,380. Oleh karena itu penelitian ini akan mengalisis determinan ketimpangan pendapatan di tiga belas provinsi di Indonesia bagian timur.Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan tujuan penelitian untuk menganalisis pengaruh pertumbuhan ekonomi, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), tingkat pengangguran, dan upah minimum provinsi terhadap ketimpangan pendapatan di tiga belas provinsi di Indonesia bagian timur baik secara parsial dan bersama-sama, dan untuk menganalisis variabel independen yang paling berpengaruh terhadap ketimpangan pendapatan.Penelitian ini menggunakan analisis regresi data panel dan metode perhitungan elastisitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pertumbuhan ekonomi berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap ketimpangan pendapatan, IPM berpengaruh positif dan tidak signifikan, tingkat pengangguran berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ketimpangan pendapatan, dan upah minimum provinsi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ketimpangan pendapatan, (2) upah minimum provinsi merupakan variabel independen yang paling kuat mempengaruhi ketimpangan pendapatan.The distribution of income in thirteen provinces in eastern Indonesia is relatively unequal compared to provinces located in western Indonesia. Based on data from the Badan Pusat Statistik, the average Gini Index for 2011-2019 in thirteen provinces in eastern Indonesia was 0.380. Therefore this study will analyze the determinants of income inequality in thirteen provinces in eastern Indonesia. This research is a research with quantitative method and the aims of this research is analyze the effect of economic growth, Human Development Index (HDI), unemployment rate, and minimum wage on income inequality in thirteen provinces in Eastern Indonesia and to find the variable that has the dominant influence on income inequality. The research using panel data regression and the method of calculating elasticity. The result of this research are: (1) Economic growth has a negative and not significant effect on income inequality, HDI has a positive and not significant effect on income inequality, unemployment rate has a negative and significant effect on income inequality, and minimum wage has a negative and significant effect on income inequality, (2) minimum wage is variable that has a dominant influence on income inequality.
2909232422C1A017050Preferensi Pengemudi Ojek dalam Memilih untuk Menjadi Pengemudi Ojek Online atau Konvensional di PurwokertoDi zaman yang semakin modern ini, masyarakat di Purwokerto banyak yang beralih dari menggunakan ojek konvensional menjadi ojek online. Namun, masih banyak pengemudi ojek konvensional yang bertahan. Selain itu, terdapat zona merah di beberapa titik wilayah, di Purwokerto, yang tidak memperbolehkan pengemudi ojek online untuk mencari penumpang. Namun masih banyak pengemudi ojek online yang bertahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis preferensi pengemudi ojek dalam memilih untuk menjadi pengemudi ojek online atau konvensional di Purwokerto. Penelitian ini menggunakan variabel independen, yaitu usia, pendidikan terakhir, kualitas kendaraan, resiko kerja, dan pengetahuan teknologi, dengan variabel dependen yaitu preferensi pengemudi ojek. Metode penelitian ini menggunakan analisis regresi logistik. Data penelitian ini merupakan data primer, dengan menggunakan kuesioner untuk pengambilan data. Berdasarkan hasil analisis data, ditemukan bahwa: 1) Sebagian besar pengemudi ojek di Purwokerto memilih menjadi pengemudi ojek online, 2) Variabel usia berpengaruh negatif dan signifikan terhadap preferensi pengemudi ojek, 3) Variabel pendidikan terakhir dan pengetahuan teknologi berpengaruh positif dan signifikan terhadap preferensi pengemudi ojek, 4) Variabel kualitas kendaraan dan resiko kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap preferensi pengemudi ojek.In this increasingly modern era, many people in Purwokerto have switched from using conventional ojek to online ojek. However, there are still many conventional motorcycle taxi drivers who survive. Besides that, there are several red zones at several points in the region, in Purwokerto, which does not allow online motorcycle taxi drivers to search for passengers in the red zone. However, there are still many online motorcycle taxi drivers who survive. This study aims to analyze the preferences of motorcycle taxi drivers in choosing to become an online or conventional motorcycle taxi driver in Purwokerto. This study used independent variables, namely age, recent education, vehicle quality, work risk, and technological knowledge, with the dependent variable being the preference of the motorcycle taxi drivers. This research method uses logistic regression analysis. This research data is primary data, using a questionnaire for data collection. Based on the results of data analysis, it was found that: 1) Most motorcycle taxi drivers in Purwokerto chose to be online motorcycle taxi drivers, 2) Age variables had a negative and significant effect on the preferences of ojek drivers, 3) The latest education variables and technological knowledge had a positive and significant effect on driver preferences ojek, 4) the variables of vehicle quality and work risk do not have a significant effect on the preferences of ojek drivers.
2909332423C1C017057PENGARUH FAKTOR FUNDAMENTAL TERHADAP RETURN SAHAM PERUSAHAAN CONSUMER GOODS (Studi Kasus pada Perusahaan sub sektor Food and Beverages yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2015-2019) Abstrak
Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dalam menganalisis pengaruh fundamental terhadap return saham perusahaan consumer goods di Bursa Efek Indonesia. Tujuan pada penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh yang diberikan debt to equity ratio, cash ratio, net profit margin, dan total asset turnover terhadap return saham. Populasi pada penelitian ini adalah perusahaan consumer goods yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2015-2019. Penelitian ini menggunakan teknik judgemental sampling dan memperoleh sebanyak 15 perusahaan atau 75 data laporan keuangan perusahaan periode 2015-2019 sebagai sampel.
Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan dengan menggunakan IBM SPSS Software v25 diperoleh hasil yaitu: (1) debt to equity ratio berpengaruh negatif dan signifikan terhadap return saham, (2) cash ratio tidak berpengaruh terhadap return saham (3) net profit margin berpengaruh positif dan signifikan terhadap return saham (4) total asset turnover berpengaruh positif dan signifikan terhadap return saham, (5) total asset turnover merupakan variabel independen paling dominan terhadap return saham.
Implikasi yang dari kesimpulan diatas adalah investor dapat lebih cermat dalam memilih saham yang ingin dibeli dengan mempertimbangkan fundamental pada perusahaan terlebih dahulu. Perusahaan wajib menjaga fundamental perusahaan dengan baik agar dipandang baik oleh investor dan pihak yang berkaitan.
Abstract
This research is a type of quantitive research in analyzing the fundamental effect on stock returns of consumer goods companies on the Indonesia Stock Exchange. The purpose of this study is to determine the effect of debt to equity ratio, cash ratio, net profit margin, and total asset turnover on stock returns. The population in this study are consumer goods companies listed on the Indonesia Stock Exchange for the period 2015-2019. This study uses judgemental sampling techniques and obtains as many as 15 companies or 75 company financial statements for the periode 2015-2019 as samples.
Based on the results of the analysis that has been carried out using IBM SPSS Software v25 the results are: (1) debt to equity ratio has a negative and significant effect on stock returns, (2) cash ratio has no effect on stock retruns, (3) net profit margin has a positive effect and significant effect on stock returns, (4) total asset turnover has a positive and significant effect on stock returns, (5) total asset turnover is the most dominant independent variable on stock return.
The implication of the conclusion above is that investors can be more careful in choosing the stocks they want to buy by considering the fundamentals of the company first. The company is obliged to maintain the company's fundamentals properly so that investors and related parties can see it well.

Keywords: Fundamental Factors, Stock Return, Debt to Equity Ratio, Cash Ratio, Net Profit Margin, Total Asset Turnover
2909432430G1A015101Efek Pemberian Ekstrak Etanol Daun Kelor (Moringa Oleifera) Terhadap Kadar Gsh Tikus Putih (Rattus Norvegicus) Model HiperurisemiaHiperurisemia adalah keadaan dimana kadar asam urat serum meningkat di atas normal. Pada kondisi hiperurisemia GSH yang terdapat di dalam tubuh akan turun. Glutation (GSH) merupakan salah satu antioksidan yang terdapat pada tubuh manusia. Ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleifera) memiliki kandungan senyawa antioksidan paling tinggi dibandingkan bagian lain dari tanaman tersebut sehingga diduga dapat meningkatkan GSH pada pasien hiperurisemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek pemberian ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleifera) dalam meningkatkan kadar GSH tikus putih (Rattus norvegicus) model hiperurisemia. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan post test only with control group design. Tiga puluh ekor tikus putih dibagi dalam 5 kelompok. Kelompok A: kelompok normal (n=6), kelompok B: kelompok hiperurisemia (n=6) sebagai kontrol sakit, kelompok C, D, dan E adalah kelompok hiperurisemia dan diberikan ekstrak etanol daun kelor 300 mg/kgBB, 600 mg/kgBB, dan 1200 mg/kgBB 7 hari setelah hiperurisemia. Rerata kadar GSH kelompok A=38,50±2,84; B=22,06±0,78; C=29,02±3,04;
D=30,74±1,26; E=33,41±1,73. Hasil uji One Way ANOVA GSH menunjukkan nilai p < 0,001 (p < 0,05). Pemberian ekstrak etanol daun kelor (Moringa Oleifera) dapat meningkatkan kadar GSH tikus putih (Rattus norvegicus) model hiperurisemia.
Hyperuricemia is a condition where serum uric acid levels rise above normal. In the condition of GSH hyperuricemia found in the body will go down. Glutathione (GSH) is one of the antioxidants found in the human body. Ethanol extract of Moringa leaves (Moringa oleifera) has the highest content of antioxidant compounds compared to other parts of the plant so that it is thought to increase GSH in hyperuricemia patients. This study aims to determine the effect of ethanol extract of Moringa oleifera leaves in increasing GSH levels in hyperuricemia rats (Rattus norvegicus).This study is an experimental study with a post test only with control group design. Thirty white rats were divided into 5 groups. Group A: normal group (n = 6), group B: hyperuricemia group (n = 6) as pain control, groups C, D, and E were hyperuricemia group and were given ethanol extract of Moringa leaves 300 mg / kgBW, 600 mg / kgBW , and 1200 mg
/ kg 7 after hyperuricemia. The mean GSH levels in group A = 38.50 ± 2.84; B = 22.06 ± 0.78; C = 29.02 ± 3.04; D = 30.74 ± 1.26; E = 33.41 ± 1.73.
One Way ANOVA GSH test results show p value < 0.001 (p <0.05). The experiment of ethanol extract of Moringa leaves can increase GSH levels of hyperatticemic rats (Rattus norvegicus).
2909533035B1J014140KERAGAMAN DAN INDEKS POPULASI LALAT FILTH FLY DI BEBERAPA PASAR KOTA PURBALINGGALalat filth fly merupakan salah satu serangga hama permukiman yang tidak hanya mengganggu, namun dapat juga menjadi vektor mekanik dari beberapa penyakit, antara lain diare, myiasis, kecacingan, antraks, dan beberapa penyakit infeksi lainnya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui keragaman jenis, kelimpahan nisbi, frekuensi spesies, dominasi spesies, indeks populasi lalat filth fly di beberapa pasar Kota Purbalingga. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret-Mei 2021 di Pasar Segamas, Pasar Mandiri, dan Pasar Badhog Kabupaten Purbalingga menggunakan metode survey dengan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling, pada empat titik sampling di setiap lokasi pasar, yaitu blok penjualan ayam, blok penjualan ikan, blok penjualan daging, dan lokasi pembuangan sampah sementara di pasar. Pengambilan sampel pada masing-masing titik sampling menggunakan fly grill pada jam aktivitas pasar. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak tiga kali pada masing-masing titik sampling setiap 60 menit dan dilakukan setiap satu minggu sekali selama 3 minggu. Data dianalisis dengan ANOVA. Keragaman jenis lalat filth fly tergolong sedang, kelimpahan nisbi tergolong tinggi, frekuensi spesies tergolong tinggi, Chrysomya megacephala paling dominan pada ketiga pasar, indeks populasi lalat filth fly di Pasar Segamas dan Pasar Mandiri tergolong tinggi sedangkan di Pasar Badhog tergolong sedang.The filth fly is one of the insect pests of settlements that is not only disturbing, but can also be a mechanical vector of several diseases, including diarrhea, myiasis, helminthiasis, anthrax, and several other infectious diseases. The purpose of this study was to determine species diversity, relative abundance, species frequency, species dominance, filth fly population index in several markets in Purbalingga City. The research was carried out in March-May 2021 at Segamas Market, Mandiri Market, and Badhog Market, Purbalingga Regency using a survey method with purposive sampling technique, at four sampling points in each market location, namely chicken selling block, fish selling block, and fish selling block. meat sales, and temporary waste disposal sites at the market. Sampling at each sampling point using a fly grill during market activity hours. Sampling was carried out three times at each sampling point every 60 minutes and was carried out once a week for 3 weeks. Data were analyzed by ANOVA. The diversity of filth fly species is moderate, relative abundance is high, species frequency is high, Chrysomya megacephala is the most dominant in the three markets, the population index of filth fly in Segamas Market and Mandiri Market is high, while in Badhog Market it is moderate.
2909632424C1I016002THE EFFECT OF SIZE, TECHNOLOGY LITERACY, AND UTILIZATION OF INFORMATION TECHNOLOGY ON THE IMPLEMENTATION OF FINANCIAL ACCOUNTING STANDARDS IN COOPERATIVE (Study in Wonogiri Regency)Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh ukuran koperasi, literasi teknologi, dan pemanfaatan teknologi informasi terhadap penerapan SAK ETAP di koperasi. Penelitian ini memilih koperasi yang berada di Kabupaten Wonogiri. Penelitian ini menggunakan data yang dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner yang akan disebarkan menggunakan Google Docs karena kondisi Covid-19. Sampel dalam penelitian ini adalah 82 pengurus/pengelola koperasi. Analisis data dalam penelitian ini adalah analisis regresi. Hasil atau penelitian ini adalah: (1) Ukuran koperasi tidak berpengaruh terhadap penerapan SAK ETAP pada koperasi pegawai pemerintah di Kabupaten Wonogiri, (2) literasi teknologi tidak berpengaruh terhadap penerapan SAK ETAP pada koperasi pegawai pemerintah di Kabupaten Wonogiri, (3) Pemanfaatan teknologi informasi berpengaruh positif terhadap penerapan SAK ETAP pada koperasi pegawai pemerintah di Kabupaten Wonogiri.This research aims to examine the effect of cooperative size, technology literacy, and utilization of information technology on the implementation of SAK ETAP in cooperatives. This research chooses the cooperative which is located in Wonogiri Regency. This research using data which were collected using questionnaires that will be distributed using Google Docs due to Covid-19 condition. The sample of this research is 82 managers/organizers of cooperatives. Analysis of the data in this research is regression analysis. The results or this research are: (1) Cooperative size has no effect on the implementation of SAK ETAP in government employee’s cooperatives in Wonogiri Regency, (2) literacy technology has no effect on the implementation of SAK ETAP in government employee’s cooperatives in Wonogiri Regency, (3) The utilization of information technology has a positive effect on the implementation of SAK ETAP in government employee’s cooperatives in Wonogiri Regency.
2909732425L1B016050INVENTARISASI PARASIT IKAN NILA (Oreochromis niloticus) UKURAN YANG BERBEDA DI UPT BALAI PENGEMBANGAN BUDIDAYA AIR TAWAR (BPBAT) PANDAK BATURADEN Dalam budidaya ikan nila, kewaspadaan terhadap penyakit perlu sekali mendapat perhatian utama. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis, tingkat prevalensi dan intensitas parasit pada ikan nila ukuran yang berbeda di UPT BPBAT Pandak Baturaden. Ikan yang diamati pada penelitian ini berukuran 9,5-12cm dan 12,1-14,6cm dengan jumlah keseluruhan ikan sebanyak 60 ekor. Pengamatan parasit diawali dengan pengukuran panjang dan berat ikan, kemudian dilakukan metode pengerokan pada permukaan tubuh dan insang. Untuk endoparasit, ikan nila dimatikan lalu dibedah, ikan yang sudah dibedah diambil organnya dan dipindahkan ke gelas objek. Dilakukan pengamatan menggunakan mikroskop, serta dilakukan perhitungan prevalensi dan intensitas. Parasit yang ditemukan pada ikan ukuran 12,1-14,6cm yaitu Trichodina sp., Ichtyophthirius sp., Gyrodactylus sp., dan Dactylogyrus sp., ukuran 9,5-12cm yaitu Trichodina sp., Gyrodactylus sp., dan Dactylogyrus sp. Nilai intensitas Trichodina sp. dan Gyrodactylus sp. memiliki perbedaan yang signifikan sedangkan Dactylogyrus sp. dan Ichtyophthirius sp. tidak signifikan. Prevalensi tertinggi sebesar 96,7% sedangkan endoparasit tidak didapatkan pada penelitian ini. Hasil pengukuran parameter kualitas air menunjukkan bahwa suhu perairan berkisar antara 24,3-26,3ºC, DO berkisar antara 6–6,7mg/L dan pH berkisar antara 7,34–7,7.In the cultivation of tilapia, vigilance against disease needs to get the main attention. The purpose of this study was to determine the type, prevalence and intensity of parasites in tilapia of different sizes at UPT BPBAT Pandak Baturaden. The fish observed in this study were 9.5-12cm and 12.1-14.6cm in size with a total of 60 fish. Observation of parasites begins with measuring the length and weight of the fish, then the method of scraping the surface of the body and gills is carried out. For endoparasites, the tilapia was killed and then dissected, the organs of the dissected fish were taken and transferred to an object glass. Observations were made using a microscope, and prevalence and intensity were calculated. The parasites found in fish measuring 12.1 - 14.6 cm were Trichodina sp., Ichtyophthirius sp., Gyrodactylus sp., and Dactylogyrus sp., 9.5-12cm in size, namely Trichodina sp., Gyrodactylus sp., and Dactylogyrus sp. The intensity value of Trichodina sp. and Gyrodactylus sp. has a significant difference while Dactylogyrus sp. and Ichtyophthirius sp. Has insignificant value. The highest prevalence was 96.7% while endoparasites were not found in this study. The results of the measurement of water quality parameters showed that the water temperature ranged from 24.3-26.3ºC, DO ranged from 6 – 6.7 mg/L and pH ranged from 7.34–7.7.
2909832426E1A017100PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN MAKANAN (IKAN ASIN) YANG MENGANDUNG BAHAN TAMBAHAN PANGAN BERUPA FORMALIN BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN
(Studi Putusan Nomor : 63/Pid.Sus/2020/PN Psr)
Banyaknya ketersediaan makanan di tengah masyarakat, selain menumbuhkan hal positif juga dapat menimbulkan efek negatif. Maraknya kasus peredaran makanan yang mengandung bahan tambahan pangan terlarang berupa formalin salah satunya adalah ikan asin berformalin yang tentunya menimbulkan kerugian bagi konsumen. Berdasarkan hal ini penulis tertarik untuk meneliti bagaimana Perlindungan Hukum Terhadap Konsumen Makanan (Ikan Asin) yang mengandung Bahan Tambahan Pangan Berupa Formalin Berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen (Studi Putusan Nomor : 63/Pid.Sus/2020/PN Psr).
Metode pendekatan yang digunakan adalah metode pendekatan yuridis normatif. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa buku-buku literatur, peraturan Undang-Undang, dan dokumen resmi dengan cara studi pustaka, yaitu menginventarisasi data-data tersebut yang kemudian diidentifikasi dan dipelajari sebagai satu kesatuan yang utuh. Metode analisis bahan hukum adalah dengan menggunakan metode analisis normatif kualiatif
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ayub Robit Bin Zuhdi (alm) telah melakukan produksi pangan dengan bahan tambahan pangan terlarang untuk diedarkan berdasarkan Pasal 136 huruf (b) Undang-Undang RI No. 18 tahun 2012 tentang Pangan dan secara jelas melanggar Pasal 4 huruf (a) dan (c), Pasal 7 huruf (a),(b) dan (d), Pasal 8 ayat (1) huruf (a) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Hasil penelitian juga menyimpulkan bahwa konsumen sudah mendapatkan perlindungan hukum berdasarkan Undang-Undang Nomor 18 tahun 2012 tentang Pangan. Hakim dalam menerapkan hukumnya kurang lengkap karena tidak mengaitkan perbuatan Ayub Robit Bin Zuhdi (alm) dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.
The availability of food in the community, in addition to growing positive things can also cause negative effects. The rampant of circulation case regarding the food contains with prohibited additives such as formalin, one of the examples is salted fish contains with formalin, which exactly is a detriment to the consumer. Concerning the case above, the writer is interested in doing research how is the legal protection on the consumer of salted fish which Contains Food Additives in the Form of Formalin Based on Law Number 8 of 1999 about Consumer Protection (Study of Decision Number: 63/Pid.Sus/2020/PN Psr).
The approach method of this research is the normative juridical approach. The data is using secondary data in the form of literature books, regulations, and official documents utilizing literature studies, namely inventorying these data which then will be identified and studied as one whole unit. The method of legal material analysis is using qualitative normative analysis method.
The result of this research shows that Ayub Robit Bin Zuhdi (alm) has already produced the food with prohibited food additives for being distributed based on Article 136 letter (b) Law Number 18 of 2012 concerning Food and clearly violating Article 4 letters (a) and (c) , Article 7 letters (a), (b) and (d), Article 8 paragraph (1) letter (a) Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection. The research result also concluded that the consumer has already got legal protection based on Law Number 18 of 2012 concerning Food. The judges in applying the law were still incomplete because it did not associate Ayub Robit Bin Zuhdi (alm) action with Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection.
2909932427C1B017067PENGARUH PERATURAN MODAL DAN LIKUIDITAS PADA PERTUMBUHAN KREDITSektor perbankan merupakan sektor penting bagi perekonomian Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dari Peraturan Modal dan Likuiditas terhadap Petumbuhan Kredit yang terinspirasi oleh kerangka Basel III pada bank umum konvensional Indonesia dimulai pada triwulan 1 tahun 2018 sampai triwulan 2 tahun 2020. Penelitian ini mengambil 30 bank umum konvensional sebagai data penelitian. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan Panel Autoregressive Distributed Lag(Panel ARDL). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Capital Adequacy Ratio (CAR) berpengaruh positif signifikan terhadap pertumbuhan kredit. Net Stable Funding Ratio (NSFR) berpengaruh negatif signifikan terhadap pertumbuhan kredit. GDP dan Bi rate sebagai variabel kontrol dalam jangka panjang berpengaruh positif terhadap pertumbuhan kredit.Banking sector a very prominent in economics sector of Indonesia. This research aims to analyze the effect of capital and liquidity on bank landing growth the inspired by the Basel III on conventional banks in Indonesia start from quarterly 1 2018 to quarterly 2 2020. This research take 30 conventional banks as the data source. The statistic method used was the Panel Autoregressive Distributed Lag (Panel ARDL). The results of this study, CAR has positive affect significant on landing growth. NSFR has significant negative effect on landing growth. GDP and BI Rate as control variable has positive affect on landing growth.
2910032428E1A116012TANGGUNG JAWAB HUKUM RUMAH SAKIT TERHADAP PASIEN NON COVID DALAM PELAYANAN KESEHATAN PADA MASA PANDEMI COVID-19Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sinkronisasi pengaturan dan bentuk tanggung jawab hukum rumah sakit terhadap pasien non covid dalam pelayanan kesehatan pada masa pandemi covid-19. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode yuridis normatif dengan metode pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual dan pendekatan analitis. Spesifikasi penelitian yang digunakan adalah spesifikasi penelitian inventarisasi peraturan perundang-undangan (hukum positif), penelitian taraf sinkronisasi hukum dan penemuan hukum in concreto. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder melalui studi kepustakaan.
Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pengaturan tanggung jawab hukum rumah sakit terhadap pasien non covid dalam pelayanan kesehatan pada masa pandemi covid-19 telah menunjukkan taraf sinkronisasi secara vertikal, yakni pengaturan tanggung jawab hukum rumah sakit terhadap pasien non covid dalam pelayanan kesehatan pada masa pandemi covid-19 yang memiliki derajat lebih tinggi menjadi pedoman bagi peraturan yang lebih rendah dan peraturan perundang-undangan yang lebih rendah tidak bertentangan dengan peraturan yang lebih tinggi. Bentuk tanggung jawab hukum rumah sakit terhadap pasien non covid dalam pelayanan kesehatan pada masa pandemi covid-19 dalam peraturan perundang-undangan meliputi tanggung jawab hukum rumah sakit berupa mengganti kerugian berdasarkan Pasal 1365 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, Pasal 32 ayat (1) dan Pasal 46 Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit; mendapatkan sanksi pidana berdasarkan Pasal 62 Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit dan Pasal 190 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan; dan mendapatkan sanksi administratif berdasarkan Pasal 54 ayat (5) Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit dan Pasal 201 ayat (2) Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.
This study was to determine the synchronization and forms of hospital legal liability to non covid patient arrangements in health services at the pandemic covid-19 time. The method used in this study was a normative juridical method with a statutory approach, a conseptual approach and an analytical approach. The research specifications used were research specifications on inventory of laws and regulations (positive law), research on the extent of legal synchronization, and legal discovery in concreto cases. The type of data used in this study was secondary data from the literature.
Based on the results of the study, it could be concluded that the regulation of hospital legal liability to non covid patient in health services at the pandemic covid-19 time showed a degree of vertical synchronization. It is namely the regulation of hospital legal liability to non covid patient in health services at the pandemic covid-19 time that have a higher degree became a guideline for lower regulations, and the lower regulations did not contradict to higher regulations. Forms of hospital legal liability to non covid patient in health services at the pandemic covid-19 time in the legislation include hospital legal liability in the form of compensanting for losses based on Article 1365 of code of civil law, Article 32 paragraph 1 and Article 46 of law number 44 of 2009 concerning in hospitals; got criminal sanctions based on Article 62 of law number 44 of 2009 concerning in hospitals and Article 190 of law number 36 of 2009 concerning in health; and got administrative sanctions based on Article 54 paragraph 5 of law number 44 of 2009 concerning in hospitals and Article 201 paragraph 2 of law number 36 of 2009 concerning in health.