Artikel Ilmiah : A1L009074 a.n. NEWA WETAYU LOVA PUTERI

Kembali Update Delete

NIMA1L009074
NamamhsNEWA WETAYU LOVA PUTERI
Judul ArtikelPERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH PADA PEMBERIAN
PUPUK HAYATI MIKORIZA, PUPUK ORGANIK DAN ANORGANIK DI
LAHAN ULTISOL
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: pengaruh pemberian pupuk hayati
mikoriza, pupuk organik, dan pupuk anorganik terhadap pertumbuhan dan hasil
tanaman bawang merah. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni sampai Agustus
2013 dilahan petani di Desa Suro, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas.
Penelitian ini merupakan percobaan lapang dan dilaksanakan menggunakan
Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan pola faktorial 23. Faktor yang dicoba ada
tiga macam yaitu: Pupuk hayati mikoriza dengan dosis 10,208 g/tanaman (35
spora/tanaman), pupuk organik dengan dosis 12 kg/petak, dan pupuk anorganik
dengan pengurangan 50% dari dosis anjuran yaitu 100 kg urea/ha, 225 kg ZA/ha, 100
kg SP36/ha, dan 50 kg KCL/ha atau setara dengan 0,3 g urea/tanaman, 0,68 g
ZA/tanaman, 0,3 g SP36/tanaman, dan 0,15 g KCl/tanaman. Faktor tersebut masingmasing
diuji dengan dua taraf yaitu: tanpa diberi pupuk dan diberi pupuk. Kombinasi
perlakuan dari ketiga faktor dengan dua taraf yang dicoba ada 8 macam dengan 3 kali
ulangan sehingga jumlah percobaan ada 24 unit percobaan. Data dianalisis dengan
analisis ragam dan dilanjutkan dengan LSD 5%. Hasil penelitian menunjukkan
pemberian pupuk hayati mikoriza, organik, dan anorganik tidak dapat meningkatkan
pertumbuhan bawang merah. Pemberian pupuk hayati mikoriza dan pupuk organik
dapat meningkatkan hasil bawang merah, sedangkan pupuk anorganik dapat
meningkatkan hasil apabila dikombinasikan dengan pupuk hayati mikoriza dan pupuk
organik. Hasil bobot umbi kering per petak efektif yang paling baik diperoleh pada
pemberian pupuk organik, yaitu: 506,67 g/0,9 m2 atau setara dengan 5,6 ton/ha.
Abtrak (Bhs. Inggris)This research aims to find out: effect of mycorrhizae bio-fertilizers, organic
fertilizers and inorganic fertilizers on the growth and yield of shallot. The
research was conducted in June to August 2013 on farmers land in the village of
Suro,sub-district of Kalibagor, Banyumas Regency. This research is a field
experiment and used a randomized block design (RBD) with 23. Factors tested
three kinds, namely: mycorrhizal biofertilizer 10.208 g / plant (35 spores / plant),
organic fertilizer dosed of 12 kg / plot, and inorganic fertilizer with 50%
reduction of recommended dosage of 100 kg urea / ha, 225 kg ZA/ha, 100 kg
SP36/ha, and 50 kg KCL / ha, equivalent to 0,3 g of urea / plant, 0,68 g of
ZA/plant, 0,3 g SP36/plant, and 0,15 g KCl / plant. Each of these factors was
tested with two levels, namely: no fertilizer and fertilizer. The combination
treatment of these, there are 8 kinds with 3 replications and there were 24
experimental units.The data were analyzed by analysis of variance and LSD 5%.
The results showed mycorrhizae biological fertilizer, organic, and inorganic
growth can not increase of shallot. Mycorrhizae biological fertilizer and organic
fertilizer to increase the yield of shallot, whereas inorganic fertilizers can
improve results when combined with mycorrhizae bio-fertilizers and organic
fertilizers. The results of the dry weight of tubers per plot was obtained most
effective on organic fertilizer, namely: 506,67 g / 0,9 m2, equivalent to 5,6 tons /
ha.
Kata kunciBawang merah, pupuk mikoriza, organik, anorganik
Pembimbing 1Ir. Eny Rokhminarsi, M.P
Pembimbing 2Ir. Darini Sri Utami, M.P
Pembimbing 3
Tahun2014
Jumlah Halaman67
Tgl. Entri2014-08-19 09:05:55.97413
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.