Home
Login.
Artikelilmiahs
9038
Update
NEWA WETAYU LOVA PUTERI
NIM
Judul Artikel
PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH PADA PEMBERIAN PUPUK HAYATI MIKORIZA, PUPUK ORGANIK DAN ANORGANIK DI LAHAN ULTISOL
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: pengaruh pemberian pupuk hayati mikoriza, pupuk organik, dan pupuk anorganik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni sampai Agustus 2013 dilahan petani di Desa Suro, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas. Penelitian ini merupakan percobaan lapang dan dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan pola faktorial 23. Faktor yang dicoba ada tiga macam yaitu: Pupuk hayati mikoriza dengan dosis 10,208 g/tanaman (35 spora/tanaman), pupuk organik dengan dosis 12 kg/petak, dan pupuk anorganik dengan pengurangan 50% dari dosis anjuran yaitu 100 kg urea/ha, 225 kg ZA/ha, 100 kg SP36/ha, dan 50 kg KCL/ha atau setara dengan 0,3 g urea/tanaman, 0,68 g ZA/tanaman, 0,3 g SP36/tanaman, dan 0,15 g KCl/tanaman. Faktor tersebut masingmasing diuji dengan dua taraf yaitu: tanpa diberi pupuk dan diberi pupuk. Kombinasi perlakuan dari ketiga faktor dengan dua taraf yang dicoba ada 8 macam dengan 3 kali ulangan sehingga jumlah percobaan ada 24 unit percobaan. Data dianalisis dengan analisis ragam dan dilanjutkan dengan LSD 5%. Hasil penelitian menunjukkan pemberian pupuk hayati mikoriza, organik, dan anorganik tidak dapat meningkatkan pertumbuhan bawang merah. Pemberian pupuk hayati mikoriza dan pupuk organik dapat meningkatkan hasil bawang merah, sedangkan pupuk anorganik dapat meningkatkan hasil apabila dikombinasikan dengan pupuk hayati mikoriza dan pupuk organik. Hasil bobot umbi kering per petak efektif yang paling baik diperoleh pada pemberian pupuk organik, yaitu: 506,67 g/0,9 m2 atau setara dengan 5,6 ton/ha.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This research aims to find out: effect of mycorrhizae bio-fertilizers, organic fertilizers and inorganic fertilizers on the growth and yield of shallot. The research was conducted in June to August 2013 on farmers land in the village of Suro,sub-district of Kalibagor, Banyumas Regency. This research is a field experiment and used a randomized block design (RBD) with 23. Factors tested three kinds, namely: mycorrhizal biofertilizer 10.208 g / plant (35 spores / plant), organic fertilizer dosed of 12 kg / plot, and inorganic fertilizer with 50% reduction of recommended dosage of 100 kg urea / ha, 225 kg ZA/ha, 100 kg SP36/ha, and 50 kg KCL / ha, equivalent to 0,3 g of urea / plant, 0,68 g of ZA/plant, 0,3 g SP36/plant, and 0,15 g KCl / plant. Each of these factors was tested with two levels, namely: no fertilizer and fertilizer. The combination treatment of these, there are 8 kinds with 3 replications and there were 24 experimental units.The data were analyzed by analysis of variance and LSD 5%. The results showed mycorrhizae biological fertilizer, organic, and inorganic growth can not increase of shallot. Mycorrhizae biological fertilizer and organic fertilizer to increase the yield of shallot, whereas inorganic fertilizers can improve results when combined with mycorrhizae bio-fertilizers and organic fertilizers. The results of the dry weight of tubers per plot was obtained most effective on organic fertilizer, namely: 506,67 g / 0,9 m2, equivalent to 5,6 tons / ha.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save