Artikel Ilmiah : C1A008023 a.n. EMIRINSIANA KIKO ANDREANA

Kembali Update Delete

NIMC1A008023
NamamhsEMIRINSIANA KIKO ANDREANA
Judul ArtikelPERBANDINGAN PENDAPATAN PETANI SAYUR
SEBELUM dan SETELAH ERUPSI GUNUNG MERAPI
(Studi Kasus : Desa Ngargomulyo, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Kabupaten Magelang merupakan daerah yang sesuai untuk pengembangan
tanaman holtikultura. Mengingat skala pengelolaan pertanian di Magelang masih
bersifat tradisional maka produksinya masih relatif rendah dan produktivitasnya
berfluktuasi, sedangkan permintaannya kebutuhan akan sayuran seperti : sawi,
cabai, tomat, bunga kol, dan daun bawang semakin meningkat untuk tiap
tahunnya. Pengelolaan pertanian yang masih tradisional ini, mengakibatkan
produksi sayuran di Kabupaten Magelang kurang maksimum, mungkin
disebabkan karena kurang modal, langkanya pupuk, dan terbatasnya persediaan
bibit akibat dampak dari seringnya terjadi erupsi Gunung Merapi.
Kecamatan Dukun dipilih sebagai sample dalam penelitian ini dengan
alasan bahwa merupakan daerah produksi sayur terbesar. Penelitian ini berjudul
“Perbandingan Pendapatan Petani Sayur sebelum dan sesudah Erupsi Gunung
Merapi (Studi Kasus : Desa Ngargomulyo, Kecamatan Dukun, Kabupaten
Magelang).” Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan pendapatan petani
sebelum dan sesudah terjadinya Letusan Gunung Merapi. Untuk mencapai tujuan
tersebut, dalam penelitian ini digunakan teknik analisis tabulasi dan regresi linear
berganda. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 96 responden desa Ngargomulyo
yang bekerja sebagai petani tahun 2010.
Hasil analisis tabulasi menjelaskan bahwa pendapatan petani di desa
Ngargomulyo terdapat perbedaan pendapatan sesudah dan sebelum terjadinya
Letusan Gunung Merapi. Hal ini disebabkan oleh lahan pertanian yang mereka
miliki hilang akibat lahar dingin, yang tidak dapat dipulihkan kembali karena
banyak batu dan pasir.
Hasil penelitian menunjukkan rata-rata pendapatan petani sesudah Erupsi
Gunung Merapi lebih besar dibandingkan pendapatan petani sebelum Erupsi
Gunung Merapi di Desa Ngargomulyo Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang.
Variabel luas lahan, bibit, dan tenaga kerja secara bersama-sama dan parsial
berpengaruh signifikan terhadap pendapatan petani di Desa Ngargomulyo
Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang baik sebelum maupun sesudah
terjadinya erupsi Gunung Merapi. Namun secara parsial variabel pupuk tidak
berpengaruh signfikan terhadap pendapatan petani.
Abtrak (Bhs. Inggris)Magelang Regency is a suitable area for the development of horticulture
crops. Given the scale of farm management in the Magelang is still traditional
production thus its productivity is still relatively low and fluctuating, while
demand of the need for vegetables such as green mustard, pepper, tomato,
cauliflower, and leek is increasing each year. With the traditional agricultural
management, resulting in the production of vegetables in Magelang regency not
maximum. Not maximal production of vegetables probably due to the lack of
capital, shortage of fertilizer, seed constaraint supply due to the impact of frequent
eruption of Mount Merapi
Dukun sub-regency selected as the sample in this study because it is the
largest vegetable production area. This study entitled "Comparison of Crop
Farmer Income Before and After Eruption of Mount Merapi (Case Study:
Ngargomulyo Village, Dukun Sub-regency, Magelang Regency)." This research
aimed to determine differences in farmer’s income before and after the eruption of
Mount Merapi. To achieve these objectives, in this study use d the tabulation
analysis techniques and multiple linear regression. Total sample of 96 people of
Ngargomulyo village who worked as a farmer in 2010.
Tabulation analysis result explained that there had been a difference
income of farmer in Ngargomulyo village before and after the eruption of Mount
Merapi. This is caused by agricultural land they had lost due to cold lava.
Agricultural land affected by cold lava, some can not be recovered, because
contains a lots of rocks and sand.
The results showed the average income of farmer after Mount Merapi
eruption was greater than the income of farmer before the eruption of Mount
Merapi in the Ngargomulyo village Dukun sub-regency, Magelang regency.
Land, seed, and labor variables altogether and partially significant affecting the
income of farmers in the Ngargomulyo village Dukun sub-regency, Magelang
regency both before and after the eruption of Mount Merapi. But in partial,
fertilizer variable didn’t s ignificantly affect the income of farmer.
Kata kuncipendapatan, luas lahan, bibit, pupuk, dan tenaga kerja.
Pembimbing 1Drs.Rusmusi IMP. M. Si
Pembimbing 2Irma Suharyani SE. M. Si
Pembimbing 3Drs. H. Harry Pudjianto, M.M .
Tahun2013
Jumlah Halaman152
Tgl. Entri(belum diset)
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.