Home
Login.
Artikelilmiahs
6369
Update
EMIRINSIANA KIKO ANDREANA
NIM
Judul Artikel
PERBANDINGAN PENDAPATAN PETANI SAYUR SEBELUM dan SETELAH ERUPSI GUNUNG MERAPI (Studi Kasus : Desa Ngargomulyo, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Kabupaten Magelang merupakan daerah yang sesuai untuk pengembangan tanaman holtikultura. Mengingat skala pengelolaan pertanian di Magelang masih bersifat tradisional maka produksinya masih relatif rendah dan produktivitasnya berfluktuasi, sedangkan permintaannya kebutuhan akan sayuran seperti : sawi, cabai, tomat, bunga kol, dan daun bawang semakin meningkat untuk tiap tahunnya. Pengelolaan pertanian yang masih tradisional ini, mengakibatkan produksi sayuran di Kabupaten Magelang kurang maksimum, mungkin disebabkan karena kurang modal, langkanya pupuk, dan terbatasnya persediaan bibit akibat dampak dari seringnya terjadi erupsi Gunung Merapi. Kecamatan Dukun dipilih sebagai sample dalam penelitian ini dengan alasan bahwa merupakan daerah produksi sayur terbesar. Penelitian ini berjudul “Perbandingan Pendapatan Petani Sayur sebelum dan sesudah Erupsi Gunung Merapi (Studi Kasus : Desa Ngargomulyo, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang).” Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan pendapatan petani sebelum dan sesudah terjadinya Letusan Gunung Merapi. Untuk mencapai tujuan tersebut, dalam penelitian ini digunakan teknik analisis tabulasi dan regresi linear berganda. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 96 responden desa Ngargomulyo yang bekerja sebagai petani tahun 2010. Hasil analisis tabulasi menjelaskan bahwa pendapatan petani di desa Ngargomulyo terdapat perbedaan pendapatan sesudah dan sebelum terjadinya Letusan Gunung Merapi. Hal ini disebabkan oleh lahan pertanian yang mereka miliki hilang akibat lahar dingin, yang tidak dapat dipulihkan kembali karena banyak batu dan pasir. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata pendapatan petani sesudah Erupsi Gunung Merapi lebih besar dibandingkan pendapatan petani sebelum Erupsi Gunung Merapi di Desa Ngargomulyo Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang. Variabel luas lahan, bibit, dan tenaga kerja secara bersama-sama dan parsial berpengaruh signifikan terhadap pendapatan petani di Desa Ngargomulyo Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang baik sebelum maupun sesudah terjadinya erupsi Gunung Merapi. Namun secara parsial variabel pupuk tidak berpengaruh signfikan terhadap pendapatan petani.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Magelang Regency is a suitable area for the development of horticulture crops. Given the scale of farm management in the Magelang is still traditional production thus its productivity is still relatively low and fluctuating, while demand of the need for vegetables such as green mustard, pepper, tomato, cauliflower, and leek is increasing each year. With the traditional agricultural management, resulting in the production of vegetables in Magelang regency not maximum. Not maximal production of vegetables probably due to the lack of capital, shortage of fertilizer, seed constaraint supply due to the impact of frequent eruption of Mount Merapi Dukun sub-regency selected as the sample in this study because it is the largest vegetable production area. This study entitled "Comparison of Crop Farmer Income Before and After Eruption of Mount Merapi (Case Study: Ngargomulyo Village, Dukun Sub-regency, Magelang Regency)." This research aimed to determine differences in farmer’s income before and after the eruption of Mount Merapi. To achieve these objectives, in this study use d the tabulation analysis techniques and multiple linear regression. Total sample of 96 people of Ngargomulyo village who worked as a farmer in 2010. Tabulation analysis result explained that there had been a difference income of farmer in Ngargomulyo village before and after the eruption of Mount Merapi. This is caused by agricultural land they had lost due to cold lava. Agricultural land affected by cold lava, some can not be recovered, because contains a lots of rocks and sand. The results showed the average income of farmer after Mount Merapi eruption was greater than the income of farmer before the eruption of Mount Merapi in the Ngargomulyo village Dukun sub-regency, Magelang regency. Land, seed, and labor variables altogether and partially significant affecting the income of farmers in the Ngargomulyo village Dukun sub-regency, Magelang regency both before and after the eruption of Mount Merapi. But in partial, fertilizer variable didn’t s ignificantly affect the income of farmer.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save