Artikel Ilmiah : A1A020071 a.n. NAUFAL FAISAL FAHMI

Kembali Update Delete

NIMA1A020071
NamamhsNAUFAL FAISAL FAHMI
Judul ArtikelAnalisis Kelayakan Usaha Penggilingan Padi Di Desa Nusajati Kecamatan Sampang Kabupaten Cilacap
Abstrak (Bhs. Indonesia)Usaha penggilingan padi memiliki peran penting dalam subsistem agribisnis hilir
karena berfungsi mengolah gabah hasil panen menjadi beras siap konsumsi sekaligus
meningkatkan nilai tambah komoditas padi. Rice Mill KUD Serba Usaha Sampang
merupakan salah satu unit usaha penggilingan padi yang dikelola oleh Koperasi Unit Desa
(KUD) Serba Usaha Sampang dan telah beroperasi sejak tahun 1985 dengan melayani
petani di Desa Nusajati, Kecamatan Sampang, Kabupaten Cilacap, beserta wilayah
sekitarnya. Usaha ini menjalankan sistem jasa penggilingan gabah milik pelanggan
sehingga seluruh penerimaan usaha bersumber dari biaya jasa penggilingan tanpa
melibatkan aktivitas pembelian gabah maupun penjualan beras. Penelitian ini bertujuan
menganalisis kondisi usaha berdasarkan aspek non finansial yang meliputi aspek teknis,
manajemen, hukum, dan lingkungan, serta menganalisis kelayakan usaha berdasarkan
aspek finansial yang meliputi biaya, penerimaan, pendapatan, dan Revenue Cost Ratio
(R/C Ratio).
Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan deskriptif
kualitatif dan kuantitatif pada satu unit usaha, yaitu Rice Mill KUD Serba Usaha
Sampang. Data primer diperoleh melalui observasi dan wawancara dengan penanggung
jawab serta tenaga kerja unit rice mill, sedangkan data sekunder diperoleh dari
dokumentasi pencatatan usaha dan publikasi instansi terkait. Data biaya, penerimaan, dan
pendapatan usaha dikumpulkan untuk periode April sampai dengan Juni 2026. Analisis
kelayakan non finansial dilakukan secara deskriptif dengan membandingkan kondisi
nyata usaha terhadap kriteria kelayakan pada masing-masing aspek, sedangkan analisis
kelayakan finansial dilakukan melalui perhitungan biaya produksi, penerimaan,
pendapatan, dan R/C Ratio sebagai indikator kelayakan usaha.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rice Mill KUD Serba Usaha Sampang
dinyatakan layak pada seluruh aspek non finansial yang dikaji, meliputi aspek teknis,
manajemen, hukum, dan lingkungan. Hasil analisis finansial menunjukkan rata-rata total
biaya produksi sebesar Rp3.707.536 per bulan, rata-rata penerimaan sebesar Rp5.275.917
per bulan, dan rata-rata pendapatan sebesar Rp1.568.380 per bulan selama periode April
sampai dengan Juni 2026, dengan nilai R/C Ratio rata-rata sebesar 1,42. Usaha
penggilingan padi Rice Mill KUD Serba Usaha Sampang dinyatakan layak untuk
dijalankan dalam jangka pendek berdasarkan hasil analisis kelayakan finansial tersebut,
sehingga dapat dijadikan dasar pertimbangan bagi pengelola dalam menjaga
keberlanjutan dan mengembangkan usaha di masa mendatang
Abtrak (Bhs. Inggris)Rice Milling plays an essential role in the downstream agribusiness subsystem by
processing harvested paddy into consumable rice while increasing the added value of rice
commodities. Rice Mill KUD Serba Usaha Sampang is a Rice Milling enterprise managed
by the Serba Usaha Sampang Village Cooperative (KUD Serba Usaha Sampang) that has
been operating since 1985, providing Rice Milling services for farmers in Nusajati
Village, Sampang District, Cilacap Regency, and the surrounding areas. The enterprise
operates under a custom milling service system, in which customers bring their own
paddy for milling. Consequently, all business revenue is generated exclusively from
milling service fees without engaging in paddy purchasing or rice trading activities. This
study aimed to analyze the business feasibility from non-financial aspects, including
technical, managerial, legal, and environmental aspects; to evaluate its financial
feasibility based on production costs, revenue, income, and the Revenue-Cost (R/C)
Rasio.
This study employed a case study method using descriptive qualitative and
quantitative approaches focusing on Rice Mill KUD Serba Usaha Sampang. Primary
data were collected through observations and interviews with the person in charge and
opeRational workers of the Rice Milling unit, while secondary data were obtained from
business records and publications from relevant institutions. Data on production costs,
revenue, and income were collected for the period of April to June 2026. Non-financial
feasibility was analyzed descriptively by comparing the actual business conditions with
the feasibility criteria for each aspect. Financial feasibility was evaluated through the
calculation of production costs, revenue, income, and the Revenue-Cost (R/C) Ratio as
indicators of business feasibility.
The results indicated that Rice Mill KUD Serba Usaha Sampang was feasible in
all evaluated non-financial aspects, namely the technical, managerial, market, legal, and
environmental aspects. The financial analysis showed that the average monthly
production cost was IDR 3,707,536, the average monthly revenue was IDR 5,275,917,
and the average monthly income was IDR 1,568,380 during the April–June 2026
observation period. The average Revenue-Cost (R/C) Ratio was 1.42. Based on these
findings, Rice Mill KUD Serba Usaha Sampang is financially feasible to operate in the
short term. Therefore, the results of this study can serve as a reference for the management
in maintaining business sustainability and supporting future business development.
Kata kunciRice Mill, penggilingan padi, kelayakan usaha, agribisnis, R/C Ratio.
Pembimbing 1Indah Widyarini, S.P., M.Sc.
Pembimbing 2Budiyoko, S.P., M.Si.
Pembimbing 3
Tahun2026
Jumlah Halaman10
Tgl. Entri2026-08-27 16:26:20.135952
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.