Home
Login.
Artikelilmiahs
55234
Update
NAUFAL FAISAL FAHMI
NIM
Judul Artikel
Analisis Kelayakan Usaha Penggilingan Padi Di Desa Nusajati Kecamatan Sampang Kabupaten Cilacap
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Usaha penggilingan padi memiliki peran penting dalam subsistem agribisnis hilir karena berfungsi mengolah gabah hasil panen menjadi beras siap konsumsi sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas padi. Rice Mill KUD Serba Usaha Sampang merupakan salah satu unit usaha penggilingan padi yang dikelola oleh Koperasi Unit Desa (KUD) Serba Usaha Sampang dan telah beroperasi sejak tahun 1985 dengan melayani petani di Desa Nusajati, Kecamatan Sampang, Kabupaten Cilacap, beserta wilayah sekitarnya. Usaha ini menjalankan sistem jasa penggilingan gabah milik pelanggan sehingga seluruh penerimaan usaha bersumber dari biaya jasa penggilingan tanpa melibatkan aktivitas pembelian gabah maupun penjualan beras. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi usaha berdasarkan aspek non finansial yang meliputi aspek teknis, manajemen, hukum, dan lingkungan, serta menganalisis kelayakan usaha berdasarkan aspek finansial yang meliputi biaya, penerimaan, pendapatan, dan Revenue Cost Ratio (R/C Ratio). Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan deskriptif kualitatif dan kuantitatif pada satu unit usaha, yaitu Rice Mill KUD Serba Usaha Sampang. Data primer diperoleh melalui observasi dan wawancara dengan penanggung jawab serta tenaga kerja unit rice mill, sedangkan data sekunder diperoleh dari dokumentasi pencatatan usaha dan publikasi instansi terkait. Data biaya, penerimaan, dan pendapatan usaha dikumpulkan untuk periode April sampai dengan Juni 2026. Analisis kelayakan non finansial dilakukan secara deskriptif dengan membandingkan kondisi nyata usaha terhadap kriteria kelayakan pada masing-masing aspek, sedangkan analisis kelayakan finansial dilakukan melalui perhitungan biaya produksi, penerimaan, pendapatan, dan R/C Ratio sebagai indikator kelayakan usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rice Mill KUD Serba Usaha Sampang dinyatakan layak pada seluruh aspek non finansial yang dikaji, meliputi aspek teknis, manajemen, hukum, dan lingkungan. Hasil analisis finansial menunjukkan rata-rata total biaya produksi sebesar Rp3.707.536 per bulan, rata-rata penerimaan sebesar Rp5.275.917 per bulan, dan rata-rata pendapatan sebesar Rp1.568.380 per bulan selama periode April sampai dengan Juni 2026, dengan nilai R/C Ratio rata-rata sebesar 1,42. Usaha penggilingan padi Rice Mill KUD Serba Usaha Sampang dinyatakan layak untuk dijalankan dalam jangka pendek berdasarkan hasil analisis kelayakan finansial tersebut, sehingga dapat dijadikan dasar pertimbangan bagi pengelola dalam menjaga keberlanjutan dan mengembangkan usaha di masa mendatang
Abtrak (Bhs. Inggris)
Rice Milling plays an essential role in the downstream agribusiness subsystem by processing harvested paddy into consumable rice while increasing the added value of rice commodities. Rice Mill KUD Serba Usaha Sampang is a Rice Milling enterprise managed by the Serba Usaha Sampang Village Cooperative (KUD Serba Usaha Sampang) that has been operating since 1985, providing Rice Milling services for farmers in Nusajati Village, Sampang District, Cilacap Regency, and the surrounding areas. The enterprise operates under a custom milling service system, in which customers bring their own paddy for milling. Consequently, all business revenue is generated exclusively from milling service fees without engaging in paddy purchasing or rice trading activities. This study aimed to analyze the business feasibility from non-financial aspects, including technical, managerial, legal, and environmental aspects; to evaluate its financial feasibility based on production costs, revenue, income, and the Revenue-Cost (R/C) Rasio. This study employed a case study method using descriptive qualitative and quantitative approaches focusing on Rice Mill KUD Serba Usaha Sampang. Primary data were collected through observations and interviews with the person in charge and opeRational workers of the Rice Milling unit, while secondary data were obtained from business records and publications from relevant institutions. Data on production costs, revenue, and income were collected for the period of April to June 2026. Non-financial feasibility was analyzed descriptively by comparing the actual business conditions with the feasibility criteria for each aspect. Financial feasibility was evaluated through the calculation of production costs, revenue, income, and the Revenue-Cost (R/C) Ratio as indicators of business feasibility. The results indicated that Rice Mill KUD Serba Usaha Sampang was feasible in all evaluated non-financial aspects, namely the technical, managerial, market, legal, and environmental aspects. The financial analysis showed that the average monthly production cost was IDR 3,707,536, the average monthly revenue was IDR 5,275,917, and the average monthly income was IDR 1,568,380 during the April–June 2026 observation period. The average Revenue-Cost (R/C) Ratio was 1.42. Based on these findings, Rice Mill KUD Serba Usaha Sampang is financially feasible to operate in the short term. Therefore, the results of this study can serve as a reference for the management in maintaining business sustainability and supporting future business development.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save