Artikel Ilmiah : F1D021002 a.n. ELSA TIARA MAHARANI

Kembali Update Delete

NIMF1D021002
NamamhsELSA TIARA MAHARANI
Judul ArtikelStrategi Revitalisasi Kawasan Situ Lengkong Panjalu Dalam Pengembangan Pariwisata di Kabupaten Ciamis
Abstrak (Bhs. Indonesia)ABSTRAK
Revitalisasi destinasi wisata menjadi salah satu strategi pemerintah daerah
dalam meningkatkan daya saing pariwisata sekaligus memperkuat manfaat
ekonomi bagi masyarakat lokal. Situ Lengkong Panjalu Kabupaten Ciamis
memiliki potensi wisata alam, sejarah, budaya, dan religi, tetapi masih menghadapi
persoalan berupa fluktuasi kunjungan wisatawan, keterbatasan infrastruktur,
pengembangan atraksi yang belum optimal, serta tantangan dalam koordinasi dan
partisipasi pemangku kepentingan. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi
revitalisasi Situ Lengkong Kabupaten Ciamis serta mengidentifikasi faktor
pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Penelitian menggunakan
paradigma konstruktivisme dengan pendekatan kualitatif studi kasus. Data
diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap
pemerintah daerah, pemerintah desa, masyarakat, dan pemangku kepentingan
terkait, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan
Saldaña. Analisis strategi menggunakan konsep 5P Mintzberg yang meliputi Plan,
Ploy, Pattern, Position, dan Perspective. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
strategi revitalisasi telah memiliki dasar perencanaan formal melalui RPJMD,
RIPPARDA, master plan, feasibility study, dan Detail Engineering Design (DED).
Dimensi Plan dan Position menjadi aspek yang paling kuat, ditunjukkan melalui
perencanaan yang terstruktur dan penempatan Situ Lengkong sebagai destinasi
unggulan serta magnet tourism. Sementara itu, Pattern dan Perspective masih
memerlukan penguatan dalam konsistensi implementasi, partisipasi masyarakat,
dan penyatuan orientasi ekonomi, sosial, budaya, serta lingkungan. Faktor
pendukung meliputi komitmen pemerintah, potensi destinasi, legitimasi kebijakan,
dan koordinasi antaraktor, sedangkan hambatan mencakup keterbatasan
infrastruktur, inovasi atraksi, fluktuasi kunjungan, dan perbedaan kepentingan
antaraktor. Revitalisasi perlu diarahkan pada strategi yang lebih konsisten,
kolaboratif, adaptif, dan berkelanjutan.
Kata kunci: revitalisasi destinasi; strategi pariwisata; Situ Lengkong; 5P Mintzberg
Abtrak (Bhs. Inggris)ABSTRACT
​Destination revitalization serves as a local government strategy to enhance tourism competitiveness while strengthening economic benefits for local communities. Situ Lengkong Panjalu in Ciamis Regency possesses natural, historical, cultural, and religious tourism potential; however, it continues to face challenges such as fluctuating visitor arrivals, limited infrastructure, suboptimal attraction development, and coordination as well as stakeholder participation hurdles. This study aims to analyze the revitalization strategy of Situ Lengkong in Ciamis Regency and identify the supporting and inhibiting factors in its implementation. Employing a constructivist paradigm with a qualitative case study approach, data were gathered through in-depth interviews, observations, and documentation involving the local government, village government, community, and relevant stakeholders. The data were then analyzed using the interactive model by Miles, Huberman, and Saldaña. Strategic analysis was conducted using Mintzberg’s 5P concept, encompassing Plan, Ploy, Pattern, Position, and Perspective. The findings reveal that the revitalization strategy has a formal planning foundation through the Regional Medium-Term Development Plan (RPJMD), Regional Tourism Master Plan (RIPPARDA), master plan, feasibility study, and Detail Engineering Design (DED). The Plan and Position dimensions represent the strongest aspects, demonstrated through structured planning and the positioning of Situ Lengkong as a flagship destination and tourism magnet. Meanwhile, Pattern and Perspective still require reinforcement regarding implementation consistency, community participation, and the alignment of economic, social, cultural, and environmental orientations. Supporting factors include government commitment, destination potential, policy legitimacy, and inter-actor coordination, whereas inhibiting factors comprise infrastructure constraints, attraction innovation, visitor fluctuations, and conflicting interests among actors. Consequently, revitalization needs to be directed toward strategies that are more consistent, collaborative, adaptive, and sustainable.
​Keywords: destination revitalization; tourism strategy; Situ Lengkong; Mintzberg's 5P
Kata kunciRevitalisasi destinasi; Strategi pariwisata; Situ lengkong; 5P Mintzberg
Pembimbing 1Drs. M. Manung Soebiantoro, M.Si
Pembimbing 2Drs. Solahuddin Kusumanegara, M.Si
Pembimbing 3Triana Ahdiati, M.Si
Tahun2026
Jumlah Halaman30
Tgl. Entri2026-08-13 16:37:08.832843
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.