Home
Login.
Artikelilmiahs
54650
Update
ELSA TIARA MAHARANI
NIM
Judul Artikel
Strategi Revitalisasi Kawasan Situ Lengkong Panjalu Dalam Pengembangan Pariwisata di Kabupaten Ciamis
Abstrak (Bhs. Indonesia)
ABSTRAK Revitalisasi destinasi wisata menjadi salah satu strategi pemerintah daerah dalam meningkatkan daya saing pariwisata sekaligus memperkuat manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal. Situ Lengkong Panjalu Kabupaten Ciamis memiliki potensi wisata alam, sejarah, budaya, dan religi, tetapi masih menghadapi persoalan berupa fluktuasi kunjungan wisatawan, keterbatasan infrastruktur, pengembangan atraksi yang belum optimal, serta tantangan dalam koordinasi dan partisipasi pemangku kepentingan. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi revitalisasi Situ Lengkong Kabupaten Ciamis serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Penelitian menggunakan paradigma konstruktivisme dengan pendekatan kualitatif studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap pemerintah daerah, pemerintah desa, masyarakat, dan pemangku kepentingan terkait, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Analisis strategi menggunakan konsep 5P Mintzberg yang meliputi Plan, Ploy, Pattern, Position, dan Perspective. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi revitalisasi telah memiliki dasar perencanaan formal melalui RPJMD, RIPPARDA, master plan, feasibility study, dan Detail Engineering Design (DED). Dimensi Plan dan Position menjadi aspek yang paling kuat, ditunjukkan melalui perencanaan yang terstruktur dan penempatan Situ Lengkong sebagai destinasi unggulan serta magnet tourism. Sementara itu, Pattern dan Perspective masih memerlukan penguatan dalam konsistensi implementasi, partisipasi masyarakat, dan penyatuan orientasi ekonomi, sosial, budaya, serta lingkungan. Faktor pendukung meliputi komitmen pemerintah, potensi destinasi, legitimasi kebijakan, dan koordinasi antaraktor, sedangkan hambatan mencakup keterbatasan infrastruktur, inovasi atraksi, fluktuasi kunjungan, dan perbedaan kepentingan antaraktor. Revitalisasi perlu diarahkan pada strategi yang lebih konsisten, kolaboratif, adaptif, dan berkelanjutan. Kata kunci: revitalisasi destinasi; strategi pariwisata; Situ Lengkong; 5P Mintzberg
Abtrak (Bhs. Inggris)
ABSTRACT Destination revitalization serves as a local government strategy to enhance tourism competitiveness while strengthening economic benefits for local communities. Situ Lengkong Panjalu in Ciamis Regency possesses natural, historical, cultural, and religious tourism potential; however, it continues to face challenges such as fluctuating visitor arrivals, limited infrastructure, suboptimal attraction development, and coordination as well as stakeholder participation hurdles. This study aims to analyze the revitalization strategy of Situ Lengkong in Ciamis Regency and identify the supporting and inhibiting factors in its implementation. Employing a constructivist paradigm with a qualitative case study approach, data were gathered through in-depth interviews, observations, and documentation involving the local government, village government, community, and relevant stakeholders. The data were then analyzed using the interactive model by Miles, Huberman, and Saldaña. Strategic analysis was conducted using Mintzberg’s 5P concept, encompassing Plan, Ploy, Pattern, Position, and Perspective. The findings reveal that the revitalization strategy has a formal planning foundation through the Regional Medium-Term Development Plan (RPJMD), Regional Tourism Master Plan (RIPPARDA), master plan, feasibility study, and Detail Engineering Design (DED). The Plan and Position dimensions represent the strongest aspects, demonstrated through structured planning and the positioning of Situ Lengkong as a flagship destination and tourism magnet. Meanwhile, Pattern and Perspective still require reinforcement regarding implementation consistency, community participation, and the alignment of economic, social, cultural, and environmental orientations. Supporting factors include government commitment, destination potential, policy legitimacy, and inter-actor coordination, whereas inhibiting factors comprise infrastructure constraints, attraction innovation, visitor fluctuations, and conflicting interests among actors. Consequently, revitalization needs to be directed toward strategies that are more consistent, collaborative, adaptive, and sustainable. Keywords: destination revitalization; tourism strategy; Situ Lengkong; Mintzberg's 5P
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save