Artikel Ilmiah : J1B022004 a.n. NOOR RAMADHANI NEVITASARI

Kembali Update Delete

NIMJ1B022004
NamamhsNOOR RAMADHANI NEVITASARI
Judul ArtikelNgapak Sebagai Identitas Digital: Strategi Personal Branding Kreator TikTok melalui
Campur Kode pada Akun @raflychaniag0
Abstrak (Bhs. Indonesia)ABSTRAK
Perkembangan media sosial telah mengubah cara masyarakat menggunakan bahasa dalam
berkomunikasi. Salah satu fenomena yang banyak ditemukan adalah penggunaan campur kode oleh
kreator konten sebagai strategi membangun identitas digital. Penelitian ini bertujuan
mendeskripsikan bentuk, jenis, dan faktor penyebab campur kode sekaligus menjelaskan peran
penggunaan bahasa Jawa Ngapak sebagai strategi personal branding kreator TikTok
@raflychaniag0. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan kajian
sosiolinguistik. Data berupa tuturan kreator yang diperoleh dari empat video TikTok, yaitu Rating
Kegiatan Anaknya Gua Wadon Due Lanang, Rating Matan-Mantane Gue, Rating Kuku Kimcil, dan
Rating Alis Kimcil. Data dikumpulkan menggunakan metode simak dengan teknik Simak Bebas
Libat Cakap (SBLC) dan teknik catat, kemudian dianalisis menggunakan metode padan
ekstralingual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk campur kode yang ditemukan meliputi
kata, frasa, baster, perulangan kata, idiom, dan klausa, dengan bentuk kata sebagai bentuk yang
paling dominan. Berdasarkan jenisnya, campur kode ke dalam (inner code-mixing) mendominasi
penggunaan bahasa dibandingkan campur kode ke luar (outer code-mixing) dan campur kode
campuran (hybrid code-mixing). Faktor yang melatarbelakangi penggunaan campur kode meliputi
faktor penutur, penggunaan istilah yang lebih populer, tujuan komunikatif, ragam bahasa, serta
penciptaan humor. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahasa Jawa Ngapak secara
konsisten tidak hanya berfungsi sebagai variasi bahasa, tetapi juga menjadi strategi personal
branding yang membentuk identitas digital kreator, memperkuat kedekatan dengan audiens, serta
membedakan karakter kreator dari konten sejenis di media sosial.
Abtrak (Bhs. Inggris)ABSTRACT
The rapid growth of social media has transformed the way people use language in digital
communication. One prominent phenomenon is the use of code-mixing by content creators as a
strategy to establish their digital identity. This study aims to describe the forms, types, and factors
of code-mixing while explaining the role of the Banyumas Ngapak dialect as a personal branding
strategy employed by the TikTok creator @raflychaniag0. This research applies a qualitative
descriptive approach within a sociolinguistic framework. The data consist of the creator's
utterances collected from four TikTok videos entitled Rating Kegiatan Anaknya Gua Wadon Due Lanang, Rating Matan-Mantane Gue, Rating Kuku Kimcil, and Rating Alis Kimcil. Data were
collected using the observation method with the non-participatory observation technique and note-
taking, and analyzed using the extralingual equivalent method. The findings reveal six forms of
code-mixing, namely words, phrases, basters, reduplications, idioms, and clauses, with word-level
code-mixing being the most dominant. Based on its type, inner code-mixing occurs more frequently
than outer and hybrid code-mixing. The factors influencing code-mixing include speaker-related
factors, the use of popular terms, communicative purposes, language variety, and humorous
expression. Furthermore, the study demonstrates that the consistent use of the Ngapak dialect
functions not only as linguistic variation but also as a personal branding strategy that constructs
the creator's digital identity, strengthens audience engagement, and distinguishes the creator from
other content creators on social media.
Kata kunciata kunci: campur kode, identitas digital, personal branding, TikTok, bahasa Jawa Ngapak.
Pembimbing 1Dr. Siti Junawaroh, S.S., M.Hum.
Pembimbing 2Erwita Nurdiyanto, S.S., M.A.
Pembimbing 3-
Tahun2026
Jumlah Halaman134
Tgl. Entri2026-08-12 22:52:34.840793
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.