Artikel Ilmiah : I1A022107 a.n. SARAH WAHYU RESTIANA

Kembali Update Delete

NIMI1A022107
NamamhsSARAH WAHYU RESTIANA
Judul ArtikelPENGALAMAN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA PEREMPUAN PASCA KEJADIAN PERNIKAHAN DINI DI DESA GANDATAP
Abstrak (Bhs. Indonesia)Latar Belakang: Pernikahan dini menjadi masalah kesehatan masyarakat serius, dengan Indonesia
menempati peringkat ke-8 dunia dan ke-2 di ASEAN untuk prevalensi pernikahan anak. Desa
Gandatapa, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas mencatat kasus pernikahan dini tertinggi
(10 kasus periode 2024-September 2025). Data yang tersedia bersifat kuantitatif dan administratif,
sehingga belum menggambarkan literasi kesehatan reproduksi maupun pengalaman psikologis dan
sosial remaja pasca menikah dini.
Metode: Penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan fenomenologis. Informan dipilih melalui
purposive sampling teknik criterion sampling, terdiri dari 5 informan utama (remaja perempuan
menikah di bawah usia 19 tahun) dan 3 informan pendukung (2 orang tua dan 1 bidan desa). Data
dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis secara tematik dengan triangulasi sumber
untuk keabsahan data.
Hasil: Informan utama mampu mengakses, memahami, mengevaluasi, dan menerapkan informasi
kesehatan reproduksi dari tenaga kesehatan, pendidikan formal, media digital, dan keluarga, meski
pemahamannya masih terbatas pada aspek dasar seperti kebersihan organ reproduksi, menstruasi,
dan kontrasepsi. Secara psikologis, informan merasa bahagia saat menikah, tetapi memiliki kesiapan
berbeda menjalani peran istri dan ibu, serta menunjukkan respons emosional beragam selama
kehamilan, persalinan, dan nifas. Secara sosial, informan memiliki hubungan harmonis dengan
pasangan, namun menghadapi dinamika kompleks dengan keluarga (mertua) dan stigma masyarakat,
yang sebagian besar diabaikan. Dukungan suami dan keluarga menjadi faktor penting dalam adaptasi
informan.
Kesimpulan: Remaja perempuan di Desa Gandatapa memiliki literasi kesehatan reproduksi dasar
namun belum komprehensif, serta dinamika psikologis-sosial yang bervariasi tergantung konteks
pernikahan (terencana atau married by accident) dan ketersediaan dukungan sosial.
Abtrak (Bhs. Inggris)Background: Early marriage remains a serious public health issue, with Indonesia ranking 8th
globally and 2nd in ASEAN for child marriage prevalence. Gandatapa Village, Sumbang Subdistrict,
Banyumas Regency recorded the highest number of early marriage cases (10 cases, 2024-September
2025). Existing data are largely quantitative and administrative, offering limited insight into
reproductive health literacy and the psychological and social experiences of adolescent girls after
early marriage.
Methods: This qualitative study used a phenomenological approach. Informants were selected
through purposive criterion sampling, comprising 5 main informants (women married before age 19)
and 3 supporting informants (two parents and one village midwife). Data were collected through in-
depth interviews and analyzed thematically, with source triangulation for trustworthiness.
Results: Main informants were able to access, understand, evaluate, and apply reproductive health
information from health workers, formal education, digital media, and family, though limited to
basics such as reproductive hygiene, menstruation, and contraception. Psychologically, informants
felt happy at marriage but showed varying readiness for the roles of wife and mother, with diverse
emotional responses during pregnancy, childbirth, and postpartum. Socially, informants maintained
harmonious relationships with husbands but faced complex dynamics with extended (in-laws) and
community stigma, which most disregarded. Support from husbands and family was an important
factor in their adaptation.
Conclusion: Adolescent girls in Gandatapa Village possess basic but not yet comprehensive
reproductive health literacy, with varied psychological and social dynamics depending on marriage
context (planned or married-by-accident) and availability of social support.
Kata kunciKata Kunci: pernikahan dini, kesehatan reproduksi, literasi kesehatan, remaja perempuan, fenomenologi
Pembimbing 1Lu’lu Nafisah, S.KM.,M.K.M
Pembimbing 2Leni Maryati, S.Si.T., M.Kes
Pembimbing 3
Tahun2026
Jumlah Halaman17
Tgl. Entri2026-08-12 11:11:27.844315
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.