Artikel Ilmiah : L1A022111 a.n. DENAH UTAMI

Kembali Update Delete

NIML1A022111
NamamhsDENAH UTAMI
Judul ArtikelPendugaan Potensi Risiko Ekologis Logam Berat Pb, Cr, Cd, dan
Mn Pada Sedimen Daerah Aliran Sungai (DAS) Serayu, Jawa Tengah
Abstrak (Bhs. Indonesia)Daerah Aliran Sungai (DAS) Serayu merupakan DAS prioritas di Jawa Tengah
yang berperan penting sebagai sumber air untuk irigasi, perikanan, pembangkit
listrik, dan kebutuhan domestik. Aktivitas antropogenik di sepanjang DAS
berpotensi memengaruhi keberadaan logam berat pada sedimen. Penelitian ini
bertujuan menentukan konsentrasi logam berat Pb, Cr, Cd, dan Mn pada
sedimen DAS Serayu serta mengevaluasi potensi risiko ekologisnya
menggunakan Sediment Quality Guidelines (SQGs), Enrichment Factor (EF),
Contamination Factor (CF), Index of Geoaccumulation (Igeo), dan Potential Ecological
Risk Index (PERI). Sampel sedimen diambil pada sembilan stasiun menggunakan
metode purposive sampling dan dianalisis menggunakan Atomic Absorption
Spectrophotometry (AAS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mn memiliki
konsentrasi tertinggi (1.122,9 ± 526 mg/kg), diikuti Cr (3,076 ± 5,08 mg/kg),
sedangkan Pb (0,015 ± 0,000 mg/kg) dan Cd (0,002 ± 0,000 mg/kg) berada di
bawah batas deteksi. Nilai SQGs (<0,1) menunjukkan kualitas sedimen masih
baik. Nilai EF menunjukkan Pb, Cr, dan Cd tidak mengalami pengayaan (EF <
1), sedangkan Mn termasuk pengayaan rendah (1 ≤ EF < 3). Nilai CF
menunjukkan Pb, Cr, dan Cd termasuk kontaminasi rendah (CF < 1), sedangkan
Mn termasuk kontaminasi tinggi (CF ≥ 6). Nilai Igeo menunjukkan Pb, Cr, dan
Cd tidak terkontaminasi (Igeo ≤ 0), sedangkan Mn tidak terkontaminasi hingga
terkontaminasi sedang (0 < Igeo < 1). Nilai PERI termasuk kategori risiko
ekologis rendah (PERI < 150). Secara keseluruhan, sedimen DAS Serayu masih
memiliki kualitas yang baik dengan potensi risiko ekologis rendah, meskipun
Mn menunjukkan indikasi awal akumulasi dibandingkan logam lainnya.
Abtrak (Bhs. Inggris)The Serayu River Basin (DAS) is a priority watershed in Central Java that plays a
vital role as a water source for irrigation, fisheries, power generation, and
domestic needs. Anthropogenic activities along the watershed have the potential
to affect the presence of heavy metals in sediments. This study aims to determine
the concentrations of the heavy metals Pb, Cr, Cd, and Mn in sediments of the
Serayu Watershed and to evaluate their potential ecological risks using Sediment
Quality Guidelines (SQGs), Enrichment Factor (EF), Contamination Factor (CF),
Index of Geoaccumulation (Igeo), and Potential Ecological Risk Index (PERI).
Sediment samples were collected at nine stations using purposive sampling and
analyzed via Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS). The results showed
that Mn had the highest concentration (1,122.9 ± 526 mg/kg), followed by Cr
(3,076 ± 5.08 mg/kg), while Pb (0.015 ± 0.000 mg/kg) and Cd (0.002 ± 0.000
mg/kg) were below the detection limit. SQG values (<0.1) indicate that sediment
quality is still good. EF values indicate that Pb, Cr, and Cd are not enriched (EF
< 1), while Mn is classified as having low enrichment (1 ≤ EF < 3). CF values
indicate that Pb, Cr, and Cd are classified as having low contamination (CF < 1),
while Mn is classified as having high contamination (CF ≥ 6). Igeo values indicate
that Pb, Cr, and Cd are uncontaminated (Igeo ≤ 0), while Mn ranges from
uncontaminated to moderately contaminated (0 < Igeo < 1). PERI values fall into
the low ecological risk category (PERI < 150). Overall, the sediments in the Serayu
Watershed still have good quality with a low potential for ecological risk,
although Mn shows early indications of accumulation compared to other metals.
Kata kunciDAS Serayu; sedimen; logam berat; risiko ekologis; kualitas sedimen
Pembimbing 1Dr. Nuning Vita Hidayati, S.Pi., M.Si.
Pembimbing 2Dr. Dyahruri Sanjayasari, S. Pt., M.Si.
Pembimbing 3-
Tahun2026
Jumlah Halaman100
Tgl. Entri2026-08-11 11:50:10.707665
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.