Artikel Ilmiah : F1F019075 a.n. ARYA PAKSI DIRGANTARA

Kembali Update Delete

NIMF1F019075
NamamhsARYA PAKSI DIRGANTARA
Judul ArtikelRivalitas Keamanan Maritim China-Jepang Atas Kepulauam Senkaku/Diaoyu Dalam Perspektif Realisme Ofensif (2020-225)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan mengapa rivalitas keamanan maritim
antara China dan Jepang di Laut China Timur, khususnya terkait sengketa Kepulauan Senkaku/Diaoyu, mengalami eskalasi intensif selama periode 2020–2025,
meskipun kedua negara mempertahankan tingkat interdependensi ekonomi yang
tinggi. Fenomena ini menjadi menarik untuk diteliti karena secara teoritis, interdependensi ekonomi yang erat seharusnya mengurangi insentif negara untuk terlibat
dalam konflik keamanan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif eksplanatif
dengan teknik pengumpulan data studi kepustakaan (library research), yang bersumber dari dokumen resmi pemerintah, jurnal ilmiah, dan buku akademik. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan perspektif Real-isme
Ofensif dari John J. Mearsheimer sebagai kerangka teori utama. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa eskalasi rivalitas keamanan maritim China-Jepang dipengaruhi oleh perubahan distribusi kekuatan regional akibat kebangkitan China,
yang memunculkan kekhawatiran strategis Jepang dan mendorong terjadinya security competition yang berkelanjutan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pertimbangan keamanan, distribusi kekuatan, dan kepentingan strategis memiliki prioritas
lebih besar dibandingkan keuntungan ekonomi dari kerja sama bilateral, sehingga
interdependensi ekonomi yang tinggi tidak serta-merta mampu meredam rivalitas
keamanan antara kedua negara.
Abtrak (Bhs. Inggris)This study aims to explain why the maritime security rivalry between China and Japan in the East China Sea, particularly concerning the Senkaku/Diaoyu Islands dispute, experienced intensive escalation during the 2020–2025 period despite both
countries maintaining a high level of economic interdependence. This phenomenon
is significant to examine because, theoretically, close economic interdependence
should reduce a state's incentive to engage in security conflict. This research employs an explanatory qualitative method with library research as the data collection
technique, drawing on official government documents, international research institution reports, academic journals, and books. Data analysis follows the Miles and
Huberman model, comprising data reduction, data display, and conclusion drawing, using John J. Mearsheimer's Offensive Realism as the primary theoretical
framework. The findings indicate that the escalation of the China-Japan maritime
security rivalry is driven by shifts in regional power distribution resulting from China's rise, which have generated strategic concerns in Japan and fueled continuous
security competition. This study concludes that security considerations, power distribution, and strategic interests take precedence over the economic benefits of bilateral cooperation, meaning that high economic interdependence does not automatically mitigate security rivalry between the two states.
Kata kunciRealisme Ofensif, rivalitas keamanan maritim, interdependensi ekonomi, Senkaku/Diaoyu, security competition
Pembimbing 1Dr. Arif Darmawan, S.IP, M.SI.
Pembimbing 2Kholifatus Saadah, S.Hub.Int, M.Hub.Int.
Pembimbing 3Arief Bakhtiar Darmawan, S.IP, M.A.
Tahun2026
Jumlah Halaman77
Tgl. Entri2026-08-05 13:15:54.742615
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.