Home
Login.
Artikelilmiahs
54231
Update
ARYA PAKSI DIRGANTARA
NIM
Judul Artikel
Rivalitas Keamanan Maritim China-Jepang Atas Kepulauam Senkaku/Diaoyu Dalam Perspektif Realisme Ofensif (2020-225)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan mengapa rivalitas keamanan maritim antara China dan Jepang di Laut China Timur, khususnya terkait sengketa Kepulauan Senkaku/Diaoyu, mengalami eskalasi intensif selama periode 2020–2025, meskipun kedua negara mempertahankan tingkat interdependensi ekonomi yang tinggi. Fenomena ini menjadi menarik untuk diteliti karena secara teoritis, interdependensi ekonomi yang erat seharusnya mengurangi insentif negara untuk terlibat dalam konflik keamanan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif eksplanatif dengan teknik pengumpulan data studi kepustakaan (library research), yang bersumber dari dokumen resmi pemerintah, jurnal ilmiah, dan buku akademik. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan perspektif Real-isme Ofensif dari John J. Mearsheimer sebagai kerangka teori utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eskalasi rivalitas keamanan maritim China-Jepang dipengaruhi oleh perubahan distribusi kekuatan regional akibat kebangkitan China, yang memunculkan kekhawatiran strategis Jepang dan mendorong terjadinya security competition yang berkelanjutan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pertimbangan keamanan, distribusi kekuatan, dan kepentingan strategis memiliki prioritas lebih besar dibandingkan keuntungan ekonomi dari kerja sama bilateral, sehingga interdependensi ekonomi yang tinggi tidak serta-merta mampu meredam rivalitas keamanan antara kedua negara.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This study aims to explain why the maritime security rivalry between China and Japan in the East China Sea, particularly concerning the Senkaku/Diaoyu Islands dispute, experienced intensive escalation during the 2020–2025 period despite both countries maintaining a high level of economic interdependence. This phenomenon is significant to examine because, theoretically, close economic interdependence should reduce a state's incentive to engage in security conflict. This research employs an explanatory qualitative method with library research as the data collection technique, drawing on official government documents, international research institution reports, academic journals, and books. Data analysis follows the Miles and Huberman model, comprising data reduction, data display, and conclusion drawing, using John J. Mearsheimer's Offensive Realism as the primary theoretical framework. The findings indicate that the escalation of the China-Japan maritime security rivalry is driven by shifts in regional power distribution resulting from China's rise, which have generated strategic concerns in Japan and fueled continuous security competition. This study concludes that security considerations, power distribution, and strategic interests take precedence over the economic benefits of bilateral cooperation, meaning that high economic interdependence does not automatically mitigate security rivalry between the two states.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save