Artikel Ilmiah : D2B025008 a.n. TEVI MELVIANA

Kembali Update Delete

NIMD2B025008
NamamhsTEVI MELVIANA
Judul ArtikelImpact of Indonesia's Corn Import Restriction Policy on Feed
Production Costs and Feed Price Dynamics in the Feedmill Industry
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini mengkaji dampak larangan impor jagung di Indonesia terhadap biaya produksi dan harga
pakan pada industri pabrik pakan (feed mill). Menggunakan desain sekuensial eksplanatori metode campuran
(mixed-methods), kami menganalisis data deret waktu (time-series) bulanan dari Januari 2020 hingga Agustus
2025 (68 observasi) yang diperoleh dari Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT) dan Badan Pusat
Statistik (BPS), serta melakukan wawancara mendalam dengan lima pemangku kepentingan utama dalam
industri. Data kuantitatif dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan transformasi Cochrane-Orcutt
untuk mengoreksi autokorelasi, model regresi log-log untuk mengestimasi elastisitas, serta statistik deskriptif
dengan ukuran volatilitas untuk menilai pola musiman. Data wawancara ditranskripsi, dikodekan menggunakan
analisis tematik, dan ditriangulasi dengan temuan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan
larangan impor secara signifikan meningkatkan biaya produksi pakan, yaitu menaikkan biaya pakan ayam
pedaging (broiler) sebesar Rp78,28/kg dan pakan ayam petelur (layer) sebesar Rp69,84/kg. Harga pakan bersifat
sangat tidak elastis (inelastis) terhadap perubahan harga jagung, dengan koefisien elastisitas sebesar 0,030
untuk pakan ayam pedaging dan 0,064 untuk pakan ayam petelur. Kebijakan ini juga meningkatkan volatilitas
ketersediaan dan harga jagung selama musim pascapanen (Januari–April dan Oktober–November). Temuan ini
menunjukkan bahwa meskipun kebijakan tersebut bertujuan untuk melindungi petani jagung domestik,
kebijakan ini memberikan tekanan biaya yang besar pada industri pakan di hilir, sehingga menegaskan perlunya
pendekatan kebijakan yang menyeimbangkan kepentingan hulu dan hilir.
Abtrak (Bhs. Inggris)This study examines the impact of Indonesia's corn import ban on production costs and feed prices in
the feedmill industry. Using a mixed-methods explanatory sequential design, we analyzed monthly time-series
data from January 2020 to August 2025 (68 observations) obtained from the Indonesian Feedmill Association
(GPMT) and Statistics Indonesia (BPS), and conducted in-depth interviews with five key industry stakeholders.
Quantitative data were analyzed using multiple regression with the Cochrane-Orcutt transformation to correct
for autocorrelation, log-log regression models to estimate elasticity, and descriptive statistics with volatility
measures to assess seasonal patterns. Interview data were transcribed, coded using thematic analysis, and
triangulated with the quantitative findings. The results show that the import ban significantly increased feed
production costs, raising broiler feed costs by IDR 78.28/kg and layer feed costs by IDR 69.84/kg. Feed prices
were highly inelastic to corn price changes, with elasticity coefficients of 0.030 for broiler feed and 0.064 for
layer feed. The policy also increased volatility in corn availability and prices during off-harvest seasons (January
April and October–November). These findings suggest that although the policy aims to protect domestic corn
farmers, it imposes substantial cost pressures on the downstream feed industry, underscoring the need for
policy approaches that balance upstream and downstream interests.
Kata kunciPembatasan impor jagung, biaya produksi pakan, elastisitas harga, industri pakan, Indonesia
Pembimbing 1Prof. Dr. Ir. Elly Tugiyanti, M.P., IPU. ASEAN Eng.
Pembimbing 2Ir. Novie Andri Setianto, S.Pt, MSc, Ph.D., IPU. ASEAN Eng.
Pembimbing 3
Tahun2026
Jumlah Halaman12
Tgl. Entri2026-07-30 20:03:41.131859
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.