Home
Login.
Artikelilmiahs
54075
Update
TEVI MELVIANA
NIM
Judul Artikel
Impact of Indonesia's Corn Import Restriction Policy on Feed Production Costs and Feed Price Dynamics in the Feedmill Industry
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini mengkaji dampak larangan impor jagung di Indonesia terhadap biaya produksi dan harga pakan pada industri pabrik pakan (feed mill). Menggunakan desain sekuensial eksplanatori metode campuran (mixed-methods), kami menganalisis data deret waktu (time-series) bulanan dari Januari 2020 hingga Agustus 2025 (68 observasi) yang diperoleh dari Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT) dan Badan Pusat Statistik (BPS), serta melakukan wawancara mendalam dengan lima pemangku kepentingan utama dalam industri. Data kuantitatif dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan transformasi Cochrane-Orcutt untuk mengoreksi autokorelasi, model regresi log-log untuk mengestimasi elastisitas, serta statistik deskriptif dengan ukuran volatilitas untuk menilai pola musiman. Data wawancara ditranskripsi, dikodekan menggunakan analisis tematik, dan ditriangulasi dengan temuan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan larangan impor secara signifikan meningkatkan biaya produksi pakan, yaitu menaikkan biaya pakan ayam pedaging (broiler) sebesar Rp78,28/kg dan pakan ayam petelur (layer) sebesar Rp69,84/kg. Harga pakan bersifat sangat tidak elastis (inelastis) terhadap perubahan harga jagung, dengan koefisien elastisitas sebesar 0,030 untuk pakan ayam pedaging dan 0,064 untuk pakan ayam petelur. Kebijakan ini juga meningkatkan volatilitas ketersediaan dan harga jagung selama musim pascapanen (Januari–April dan Oktober–November). Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun kebijakan tersebut bertujuan untuk melindungi petani jagung domestik, kebijakan ini memberikan tekanan biaya yang besar pada industri pakan di hilir, sehingga menegaskan perlunya pendekatan kebijakan yang menyeimbangkan kepentingan hulu dan hilir.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This study examines the impact of Indonesia's corn import ban on production costs and feed prices in the feedmill industry. Using a mixed-methods explanatory sequential design, we analyzed monthly time-series data from January 2020 to August 2025 (68 observations) obtained from the Indonesian Feedmill Association (GPMT) and Statistics Indonesia (BPS), and conducted in-depth interviews with five key industry stakeholders. Quantitative data were analyzed using multiple regression with the Cochrane-Orcutt transformation to correct for autocorrelation, log-log regression models to estimate elasticity, and descriptive statistics with volatility measures to assess seasonal patterns. Interview data were transcribed, coded using thematic analysis, and triangulated with the quantitative findings. The results show that the import ban significantly increased feed production costs, raising broiler feed costs by IDR 78.28/kg and layer feed costs by IDR 69.84/kg. Feed prices were highly inelastic to corn price changes, with elasticity coefficients of 0.030 for broiler feed and 0.064 for layer feed. The policy also increased volatility in corn availability and prices during off-harvest seasons (January April and October–November). These findings suggest that although the policy aims to protect domestic corn farmers, it imposes substantial cost pressures on the downstream feed industry, underscoring the need for policy approaches that balance upstream and downstream interests.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save