Artikel Ilmiah : G1A022125 a.n. SITI ATTAMIMI AL AHDI

Kembali Update Delete

NIMG1A022125
NamamhsSITI ATTAMIMI AL AHDI
Judul ArtikelHubungan Variasi Anatomi Osteomeatal Complex dengan Sinusitis Maksilaris pada Pemeriksaan Computed Tomography di RSUD Ajibarang Tahun 2024
Abstrak (Bhs. Indonesia)Latar Belakang: Osteomeatal complex (OMC) adalah jalur utama drainase sinus paranasal, di mana
variasi anatomi seperti deviasi septum nasi dapat mengganggu aliran udara serta meningkatkan risiko
sinusitis, sehingga CT Scan menjadi metode terbaik untuk mengevaluasinya. Tujuan: Mengetahui
hubungan antara variasi anatomi OMC dengan sinusitis maksilaris berdasarkan hasil CT Scan kepala di
RSUD Ajibarang tahun 2024. Metodologi: Penelitian analitik observasional cross-sectional ini
menggunakan data CT Scan kepala dengan variabel bebas berupa variasi anatomi OMC dan variabel
terikat sinusitis maksilaris; penilaian oleh tiga observer diuji menggunakan Fleiss’ Kappa, dilanjutkan
analisis univariat untuk melihat frekuensi, serta analisis bivariat menggunakan Chi-square (χ²) dengan
p < 0,05. Hasil: Tingkat kesesuaian antar-observer substantial hingga sempurna (κ = 0,76–1,00),
dengan sebagian besar pasien mengalami sinusitis maksilaris (69,44%) dan variasi anatomi terbanyak
berupa deviasi septum nasi (52,78%), di mana hanya deviasi septum nasi yang memiliki hubungan
bermakna dengan sinusitis maksilaris (p=0,001). Kesimpulan: Deviasi septum nasi merupakan variasi
anatomi OMC yang berhubungan signifikan dengan sinusitis maksilaris, sedangkan variasi lainnya tidak
menunjukkan hubungan bermakna.
Kata Kunci : osteomeatal complex, deviasi septum nasi, sinusitis maksilaris, CT Scan
Abtrak (Bhs. Inggris)Background: The osteomeatal complex (OMC) is the main drainage pathway of the paranasal sinuses,
where anatomical variations such as nasal septal deviation may disrupt airflow and increase the risk of
sinusitis; therefore, CT Scan serves as the best modality for its evaluation. Objective: To determine the
association between OMC anatomical variations and maxillary sinusitis based on head CT Scan results
at Ajibarang Regional Hospital in 2024. Methodology: This analytic observational cross-sectional study
used head CT Scan data, with OMC anatomical variations as the independent variables and maxillary
sinusitis as the dependent variable. Interobserver agreement was assessed using Fleiss’ Kappa, followed
by univariate analysis to determine frequency distribution, and bivariate analysis using the Chi-square
(χ²) test with a significance level of p < 0,05. Results: Interobserver agreement was substantial to almost
perfect (κ = 0.76–1.00). Most patients presented with maxillary sinusitis (69.44%), and the most common
anatomical variation was nasal septal deviation (52.78%), with only nasal septal deviation showing a
significant association with maxillary sinusitis (p = 0.001). Conclusion: Nasal septal deviation is the
only OMC anatomical variation significantly associated with maxillary sinusitis, while other variations
showed no meaningful correlation.
Keywords: osteomeatal complex, nasal septal deviation, maxillary sinusitis, CT Scan
Kata kunciosteomeatal complex, deviasi septum nasi, sinusitis maksilaris, CT Scan
Pembimbing 1dr. Tisna Sendy Pratama Sp.Rad., M.Si., M.Med.Sc., SH
Pembimbing 2dr. Ary Nahdiyani Amalia, M.Biomed
Pembimbing 3
Tahun2024
Jumlah Halaman13
Tgl. Entri2025-12-23 14:11:59.888963
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.